
Kemudian Evan melangkah maju lagi dan sampai ke titik sejauh 976 meter ke dalam Gua Gravitasi dan tak lama kemudian muncul delapan kloningan yang sama seperti sebelumnya dengan tingkat perkembangan kaisar emperor level tiga.
"Sekarang akan aku selesaikan rintangan ini dan sampai ke Ujung Gua Gravitasi!" kata Evan langsung maju menyerang dan menghabisi semua kloningan yang muncul dihadapannya.
Para Kloningan tidak hanya diam saja menunggu Evan menghabisi mereka, mereka bertarung sekuat tenaga untuk menghalangi dan melawan Evan.
Dengan pedangnya Evan maju menyerang dan menebas delapan kloningan tersebut dengan Jurus Tebasan Pedang Gravitasi miliknya.
Dalam sekejab delapan kloningan tersebut dihabisi oleh Evan dan menghilang seperti asap.
Kemudian Evan melangkah maju lagi dan masuk ke titik sejauh 981 meter ke dalam Gua Gravitasi dan tak lama kemudian muncul 16 kloningan dengan tingkat perkembangan Kaisar Emperor Level Empat.
Evan sedikit merasa aneh dan bingung setelah mengamati lebih dalam kepada Para Kloningan tersebut.
"Sepertinya kloningan-kloningan ini sama sekali tidak bisa menggunakan Jiwa Petarung dan teknik bertarung, mereka hanya bertarung menggunakan fisik dan energi spiritual saja!" ujar Evan setelah mengamati para kloningan tersebut dengan lebih dalam.
Kemudian Evan langsung maju menyeran dan begitu juga dengan 16 kloningan tersebut.
Namun apa daya, walaupun para kloningan itu memiliki kekuatan dan jumlah yang terus bertambah, tetapi dengan kekuatan Evan yang sangat kuat dan teknik bertarungnya yang hebat, semua kloningan tersebut habis ditumpas dengan sangat mudah oleh Evan.
Singkat cerita....
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Evan sampai ke titik sejauh 996 meter ke dalam Gua Gravitasi.
Tak lama kemudian muncul 128 kloningan dengan kekuatan yang semuannya adalah Tingkat Kaisar Emperor Level Tujuh.
Sementara itu tampak Evan yang sudah kelelahan dengan nafas yang terengah-engah sambil memegang pedangnya.
"Aku sudah terlalu meremehkan para kloningan ini, walau mereka tidak bisa menggunakan teknik bertarung dan jiwa petarung mereka, tetapi jumlah dan tingkat perkembangan mereka mampu membuat aku kelelahan!" ujar Evan dengan nafas terengah-engah.
Kemudian Evan langsung menancapkan pedangnya dan menyatukan kedua telapak tangannya, disisi lain 128 kloningan tersebut langsung maju menyerang Evan bersama-sama.
"Tapi!" Evan memasang kuda-kuda sembari mengeluarkan energi petir dari tubuhnya.
"Aku tidak akan kalah oleh kalian yang hanya kloningan saja!, Jurus Sembilan Naga Petir Pemusnah!" kata Evan mengeluarkan jurus dengan menciptakan sembilan ekor naga petir yang sangat kuat.
__ADS_1
Kemudian Evan mengarahkan sembilan naga petir untuk menyerang ke arah para kloningan yang maju menyerang ke arahnya.
"BOOMM! BOOMM! BOOMM! BOOMM!" dalam satu serangan setengah dari semua kloningan tersebut langsung lenyap seketika.
Kemudian lebih dari lima puluh kloningan tingkat Kaisar Emperor level tujuh yang masih hidup langsung lanjut maju menyerang ke arah Evan.
Tidak ingin hanya tinggal diam saja, Evan langsung mencabut pedangnya sambil mengeluarkan energi Kegelapan yang langsung menyelimuti tubuhnya.
Dengan cepat Evan langsung mengayunkan pedangnya hingga menciptakan sebuah serangan tebasan pedang kegelapan raksasa yang sangat kuat.
Kemudian Serangan tebasan pedang kegelapan tersebut maju meluncur dengan sangat ceoat ke arah para kloningan yang maju menyerang ke arah Evan.
"SRAAASSHH!!" lebih dari 30 kloningan seketika langsung terpotong dan terbelah menjadi dua, dan kemudian menghilang seperti asap.
Sementara itu sisa dari para kloningan tersebut langsung lanjut menyerang ke arah Evan lagi tanpa rasa takut sedikit pun.
Kemudian Evan langsung mengganti elemennya lagi dan mengeluarkan energi api yang membara dari tubuhnya.
"Matilah!, Pedang Kobaran Api!" kata Evan maju menyerang sambil mengeluarkan jurus pedangnya yang diselimuti oleh api merah yang sangat membara.
Dalam sekejab mata semua kloningan tersebut kalah dan menghilang menjadi gumpalan asap.
Setelah berhasil menumpas habis semua kloningan, tampak Evan yang sedang mengatur nafasnya yang terengah-engah.
"Huuff!..." hembus nafas Evan menenamgkan nafasnya dan kemudian melangkah maju lagi.
Kini Evan berdiri tepat dititik terakhir yaitu 999 meter ke dalam Gua Gravitasi, dan tampak dihadapan Evan ada sebuah batu besar yang menutup Gua Gravitasi.
"Inikah ujung Gua Gravitasi?, kenapa hanya ada sebuah batu besar yang menghalangi jalan?" ujar Evan merasa heran sambil memegang batu besar tersebut.
Seketika energi bintang yang ada ditubuh Evan langsung menghancurkan batu besar tersebut hingga berkeping-keping.
Setelah batu besar yang menghalangi pintu Gua Gravitasi pecah dan hancur, tampak pintu Gua Gravitasi yang bersinar terang hingga menyilaukan mata Evan yang sudah lama berada dalam kegelapan.
Evan perlahan membuka kedua matanya, betapa terkejutnya Evan ketika melihat bahwa di ujung Gua Gravitasi ternyata ada sebuah ruangan yang cukup besar dan luas.
__ADS_1
Tampak ditengah ruangan tersebut terdapat batu berwarna-warni kegelapan yang ukurannya sangat besar, dan batu tersebut adalah batu Gravitasi yang sudah cukup lama dicari oleh Evan.
Sebelum masuk, Evan yang merasa waspada dan hati-hati bertanya terlebih dahulu kepada Para Elemen yang ada didalam tubuhnya.
"Kakak Elemen, apakah aku boleh turun dan masuk kedalam ruangan ini?, aku khawatir jika ruangan itu memiliki jebakan atau perangkap yang bisa membunuh aku!" tanya Evan kepada para Elemen yang ada didalam tubuhnya.
"Kamu masuk saja, seperti ruangan itu sudah dipasang formasi anti gravitasi oleh orang yang membuatnya, dan ruangan itu juga tidak ada jebakan atau perangkap sama sekali, tetapi masih ada hal lain yang mungkin akan sedikit mengejutkan kamu, tetapi ruangan ini benar-benar aman, jadi kamu langsung masuk saja!" ujar Elemen Petir menjawab Evan.
Mendengar itu, Evan pun merasa penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Elemen Petir, tetapi karena Elemen Petir sudah mengatakan kalau ruangan tersebut benar-benar aman, maka Evam langsung masuk ke ruangan tersebut tanpa ragu lagi.
"TAP!" Evan lompat ke bawah dan masuk ke ruangan tersebut dan berjalan menghampiri batu Gravitasi yang ada ditengah.
Evan sedikit merasa waspada karena sesuatu yang akan mengejutkannya seperti yang dikatakan oleh Elemen Petir sebelumnya.
Evan sampai tepat dihadapan batu Gravitasi yang ukurannya cukup besar.
"Akhirnya aku mendapatkannya juga setelah usaha keras yang aku jalani, tidak tahu aku sudah berapa lama berada didalam Gua Gravitasi ini hany demi mendapatkan batu ini!" kata Evan sambil melihat ke batu Gravitasi yang ukurannya cukup besar yang ada dihadapannya.
"Sekarang, batu gravitasi ini adalah milikku!" kata Evan yang ingin memiliki batu Gravitasi tersebut.
Evan langsung mengarahkan cincin ruang penyimpanannya dan bersiap untuk menyerap dan memasukan batu Gravitasi tersebut ke dalam cincin ruang penyimpannya.
Namun seketika Evan tersadar dari keserakahnnya, Evan menurunkan tangannya kembali.
"Hmmm.... astaga, obsesiku hampir membuatku menjadi orang yang serakah dan tidak memikirkan orang lain, sebelumnya aku sudah menyerap hampir semua energi spiritual yang ada didalam Gua Gravitasi, dan jika aku mengambil seluruh batu gravitasi ini, maka bagaimana nasib seluruh murid sekte Gunung Abadi kedepannya?" pikir Evan merasa bersalah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1