
Terlihat Luo Bai dan Sea Lin yang sangat menantikan, untuk melihat benda apa yang ada didalam kotak besi tersebut.
Kemudian Evan bersiap untuk membuka kotak besi tersebut.
Akan tetapi betapa terkejutnya Evan saat mencoba membuka kotak besi tersebut dengan kedua tangannya.
"Kenapa sepertinya kotak ini sangat keras dan sulit untuk dibuka?" batin Evan dalam hatinya merasa terkejut dan aneh dibuat kotak besi tersebut.
Kemudian Evan menambahkan kekuatan dan tenaga untuk membuka kotak besi tersebut. Akan tetapi kotak besi tersebut sangat keras dan sangat sulit untuk dibuka.
Walaupun Evan sudah mengeluarkan kekuatan yang setara sengan kekuatan raga tingkat tiga puncak, Evan tetap tidak bisa membuka kotak besi tersebut, bahkan kotak besi tersebut sama sekali tidak mengalami perubahan apapun.
Evan yang kesulitan untuk membuka kotak besi tersebut, menjadi merasa sangat kesal dan jengkel hingga mengertak gigi.
Luo Bai dan Sea Lin merasa heran dan terkejut saat melihat Evan yang seperti sedang kesulitan, untuk membuka kotak besi tersebut.
"Kakak Besar, apakah kamu perlu bantuan kami untuk membuka kotak besi itu?" tanya Sea Lin menawarkan bantuan pada Evan.
"Benar Evan, jika kamu tidak bisa membuka kotak besi itu sendirian, ayo kita buka kotak besi itu bersama-sama!" ujar Luo Bai yang juga menawarkan bantuan pada Evan.
Mendengar perkataan dari Luo Bai dan Sea Lin, kemudian Evan menjadi tenang dan menetralisirkan kembali tenaganya.
Akan tetapi Evan mengingat betapa mengesalkannya kotak besi tersebut, Evan kembali menjadi emosi dan tiba-tiba berusaha keras untuk membuka kotak besi tersebut.
Evan sama sekali tidak ingin menyerah. Dengan penuh emosi, perasaan kesal, jengkel dan geram, Evan terus berusaha untuk membuka kotak besi tersebut, dan melihat benda apa yang ada didalamnya.
"Aku tidak percaya, kalau aku tidak bisa membuka kotak besi ini!" batin Evan dalam hatinya yang tidak ingin menyerah.
Didalam niat tidak ingin menyerah, Evan juga merasa sangat jengkel dan kesal karena tidak bisa membuka kotak besi tersebut.
Evan terus menambah kekuatan pada kedua tangannya untuk membuka kotak besi tersebut, hingga semua urat ditangan dan bagian tubuhnya yang lain terlihat membesar,
Semakin Evan berusaha untuk membuka kotak besi tersebut, kotak besi tersebut seperti semakin menyatu dengan erat dan menjadi semakin keras.
__ADS_1
Evan menjadi semakin merasa jengkel dan kesal, saat melihat kotak besi tersebut masih sama sekali tidak mengalami perubahan, bahkan semakin merekat dengan sangat erat antara kedua sisinya.
"Kotak Sialan!, aku tidak percaya kalau aku tidak bisa membukamu!" kata Evan yang terus berusaha membuka kotak besi tersebut dengan kedua tangannya.
Evan yang semakin merasa jengkel dan kesal langsung menambahkan kekuatannya, hingga kekuatan raga tingkat empat.
Kekuatan Evan yang sangat besar, hingga membuat seluruh gudang harta langsung bergetar hebat seperti terkena gempa.
Melihat Evan yang akan merubuhkan seluruh gudang harta, Luo Bai dan Sea Lin segera menghentikan Evan.
"Cukup Evan!, kamu sudah tidak perlu membuka kotak besi ini lagi. Kamu cepat berhenti atau kamu akan merubuhkan gudang harta ini!" kta Luo Bai mencoba untuk menghentikan Evan.
"Benar Kakak Besar, kamu cepat berhenti, gudang harta sudah hampir rubuh dibuat olehmu!" kata Sea Lin yang juga berusaha untuk menghentikan Evan.
Mendengar peringatan dari Luo Bai dan Sea Lin yang mengatakan kalau Gudang Harta sudah hampir rubuh, karena getaran kekuatan yang dikeluarkan olehnya, maka Evan segera berhenti dan menetralisirkan kekuatannya.
Disaat Evan sudah mulai tenang, Evan menjadi kedal dan geram kembali saat mengingat, bahwa ia tidak bis membuka kotak besi tersebut.
Evan yang merasa jengkel dan kesal karena tidak bis membuka kotak besi tersebut, mencoba untuk menenangkan diri dengan mencoba mengatur nafasnya.
"Tarik nafas...., buaang...., tarik nafas lagi...., buang...." kata Luo Bai dan Sea Lin mencoab membimbing Evan agar tetap tenang dan tidak menjadi emosi kembali.
Melihat Evan yang akhirnya sudah menjadi lebih tenang dan benar-benar tenang, Luo Bai dan Sea Lin merasa lega.
"Huuuff....." mereka bertiga menghela nafas secara bersamaan.
Luo Bai dan Sea Lin merasa sangat heran dan penasaran dengan kotak besi yang sedang dipegang oleh Evan.
"Kotak apa ini sebenarnya?, kenapa sangat sulit untuk dibuka?" tanya Luo Bai merasa sangat heran dan penasaran.
"Kamu jangan tanya lagi, aku juga merasa sangat heran dan penasaran sama sepertimu!" kata Evan yang masih menyimpan rasa jengkel dan kesal pada kotak besi yang dipegangnya.
"Sudah Kakak Besar, kamu jangan merasa kesal lagi, hanya sebuah kotak saja bukan kenapa kamu harus kesal?" ujar Sea Lin sambil tersenyum mengejek pada Evan.
__ADS_1
"Cih, sialan! baru kali ini aku dibuat kesal oleh sebuah kotak!" kata Evan yang merasa jengkel dan kesal pada kotak besi yang dipegangnya.
"Apakah tidak ada cara lain untuk membuka kotak besi ini?, apakah memang harus menggunakan kekuatan otot dan tenaga?" ujar Luo Bai sambil mengetuk-ngetuk kotak besi tersebut dengan jari telunjuknya.
Mendengar perkataan Luo Bai, seketika Evan yang terbawa emosi langsung tersadar.
"Haaiiss...., betapa bodohnya aku, untung saja kamu mengatakannya,. Jika tidak, tidak tahu kapan kita baru berhasil membuka kotak besi ini!" ujar Evan yang seketika tersadar saat mendengar perkataan dari Luo Bai.
Kemudian Evan memejamkan matanya dan masuk ke dalam lautan spiritual.
Saat Evan masuk ke dalam lautan spiritualnya, Evan langsung bertemu dengan Para Elemen yang ada didalam tubuhnya.
"Kakak-Kakak Elemen, kalian pasti tahu aku menjumpai kalian karena apa. Aku sedang kesulitan untuk membuka satu kotak besi yang sangat misterius, aku ingin tanya, apakah diantara kalian ada yang tahu kotak besi apa ini? dan bagaimana cara membukanya?" tanya Evan pada Para Elemen yang ada didalam tubuhnya.
"Aku tahu, kotak yang sekarang kamu pegang itu namanya adalah kotak Jenderal Pasukan Spirit!" kata Elemen Kegelapan memberitahu Evan.
"Kotak Jenderal Pasukan Spirit?" tanya Evan merasa sangat heran dan penasaran.
"Benar sekali kotak Jenderal Pasukan Spirit. Sebenarnya kotak itu tidaklah berharga, tetapi yang paling berharga adalah benda yang ada didalamnya!" kata Elemen Kegelapan yang membuat Evan semakin merasa penasaran.
"Benda yang ada didalamnya?, memang benda apa yang ada didalamnya?, kenapa bisa sangat berharga?" tanya Evan yang semakin merasa penasaran.
"Karena benda yang ada didalam kotak itu, adalah Token Sang Jenderal Pasukan Spirit. Bagi siapapun yang memiliki Token ini, maka orang itu akan mampu mengendalikan satu pasukan yang sangat kuat berjumlah 10 ribu Prajurit!" kata Elemen Kegelapan memberitahu dan menjelaskan pada Evan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................