
Diwaktu yang sama di kediaman jenderal penjaga kota kwanzi.
"BRRAAARR !!" Evan dan Petir menghancurkan pintu kediaman jenderal kota kwanzi, suaranya membangunkan para prajurit dan orang-orang yang tinggal didalamnya termasuk sang jenderal sendiri.
"Siapa kalian berani menerobos kediaman jenderal!" kata seorang prajurit penjaga yang datang bersama banyak prajurit lainnya menghampiri Evan dan Petir.
"Kami adalah orang yang akan mencabut nyawa kalian!" jawab Evan maju menyerang dan membunuh mereka semua.
Semua prajurit habis dibunuh oleh Evan dan Petir tanpa ampun, keributan dan kebakaran besar pun terjadi dikediaman jenderal dimalam itu. Keributan besar membuat sang jenderal penjaga kota yang sedang bersenang-senang dengan para wanitanya, segera keluar dan muncul untuk melihat kekacauan yang terjadi.
"Bagaimana ini semua bisa terjadi, siapa yang berani melakukannya!" ucap sang Jenderal ketika melihat ke halamannya yang penuh dengan mayat dan darah para prajurit dan pelayannya.
"JEDUAAR !!" petir menyambar di atas langit kediaman itu (ulah elemen petir), dalam kilatan cahaya yang terang muncul Evan dengan pedangnya yang berlumuran darah yang menetes didepan sang jenderal
"Siapa Kau!" tanya Sang Jenderal.
"Orang yang menagih hutang!" jawab Evan dan langsung maju membunuh sang jenderal dengan satu kali tebasan pedangnya hingga darah menyiprat kedinding.
Suara teriakkan sang jenderal membuat para wanita yang ada dikamarnya ketakutan, kemudian mengalir darah dari sela bawah pintu yang membuat para wanita itu langsung teriak ketakutan.
"Pembunuhan,Pembunuhan, ada pembunuh, jenderal dibunuh!" teriak para wanita tersebut.
Disisi lain petir menemukan sebuah gudang tempat para pemuda desa ditahan untuk dijadikan budak pekerja paksa.
"Naga Petir Sembilan kali!" seru Petir mengeluarkan jurusnya yang langsung melenyapkan para prajurit yang menjaga gudang tersebut.
Suara teriakkan para prajurit membuat para pemuda desa yang ada didalam gudang gemetar ketakutan.
"BRAKK !" Petir membuka pintu gudang tersebut dan melihat dengan kondisi para pemuda desa tersebut yang sangat memprihatinkan.
"Kalian cepatlah keluar dari sini!, kalian pergilah menuju hutan kecil pinggir kota, disana akan ada orang-orang yang sedang menunggu kalian!" perintah sang petir.
Para pemuda tersebut ragu dan saling memandangi satu sama lain.
__ADS_1
"CEPAT !!" bentak Petir yang tidak ingin menunda waktu.
Dengan bergegas para pemuda tersebut keluar dan langsung lari pergi dari kediaman jenderal menuju ke hutan kecil dipinggir kota.
Singkat cerita diguang penyimpanan harta dikediaman jenderal......
"Dasar pejabat korupsi yang rakus!" ujar Evan yang melihat begitu banyak Emas, perak dan harta lainnya yang banyak didalam gudang tersebut.
Tanpa ragu lagi Evan langsung menyerap semua harta yang ada digudang tersebut hingga bersih tak bersisa kedalam cincin ruang penyimpanannya. setelah selesai menjarah gudang harta Evan pun keluar dari gudang.
Kemudian Petir datang menghampiri Evan yang sedang berdiri didepan pintu gudang.
"Bagaimana?, apa yang kau dapatkan?" tanya petir.
"Lumayan, gudang harta mereka sudah bersih!, Kak Petir bagaimana, apa yang kamu dapatkan?" tanya balik Evan.
"Hanya sedikit harta yang aku dapat dari prajurit-prajurit itu, mereka sangat miskin!. " ujar Petir sambil melempar sebuah kantong tempat penyimpanan yang ia jarah dari para prajurit.
"tapi aku tadi menemukan sebuah gudang yang isinya para pemuda desa yang diculik......, tenang saja mereka sudah aku selamatkan!" ucap petir.
Kemudian setelah selesai menjarah gudang pangan kediaman Jenderal......
"Kediaman jenderal sudah selesai, sekarang kita pergi ke kediaman Walikota kemungkinan para wanita yang diculik berada disana, Ayo!" ajak Evan pada Petir, Evan dan Petir pun pergi menuju ke kediaman walikota kwanzi.
Diwaktu yang sama Air dan Daun berhasil menemukan para Wanita dan Pria muda yang diculik yang sudah siap untuk dijual sebagai budak atau wanita rumah bordil.
Air telah selesai membereskan para prajurit yang menjaga mereka, dan Daun membuka kurungan yang mengurung orang-orang yang telah diculik.
"Si,siapa kalian....?" tanya salah satu wanita muda yang diculik.
"Kalian jangan takut, kami bukan orang jahat, kami adalah orang yang disuruh oleh orang-orang warga desa kalian, kalian ikutlah kami!, kami akan membawa kalian bertemu mereka." ujar Daun dengan lembut.
"Kalian keluar dan ikutlah dengan kami, percayalah kami tidak akan menyakiti kalian sedikitpun!" ucap Air yang juga lembut.
__ADS_1
Disisi lain di Barak tentara prajurit, Sea Lin, Api, Angin, dan Tanah terus bertarung dan menghancurkan Barak tentara prajurit kota Kwanzi.
Kamp yang terbakar, mayat-mayat berserakan, dan darah yang bercucuran di atas tanah, juga teriakan jeritan dari para prajurit membuat suasana dimalam itu begitu mencekam.
"HaHaHaHaHa......!!" tawa Sea Lin yang begitu menakutkan.
"Darah ini, Darah musuh, Darah Balas dendam.... Adalah darah yang Sangat Sehat !!, Hwahahahaha......" ucap Sea Lin yang menggila ditengah-tengah pertempuran.
Melihat Sea Lin yang sangat menakutkan seperti itu, membuat para prajurit musuh sangat gemetar ketakutan dan tidak berani mendekat satu langkahpun.
"Kenapa kalian ketakutan sampai tak berani mendekat seperti itu?, karena kalian tidak ingin berinisiatif menyerang maka aku saja yang menyerang kalian !" ucap Sea Lin berlari menyerang menghabisi para prajurit musuh.
Begitu juga dengan para Elemen yang bertugas membuat keributan dengan menghancurkan barak, mereka benar-benar menghancurkan semua yang ada dibarak tersebut secara habis-habisan.
Diwaktu yang sama, Evan dan Petir telah sampai dikediaman walikota kwanzi, tanpa peringatan apa pun Evan dan Petir langsung menerobos masuk dan membunuh semua pengawal dan penjaga kediaman walikota.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...Mulai Chapter ini Author bakal kasih Quotes yak 😉...
...Yang Suka Koment yak😊...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
......................
__ADS_1
......................
......................