
Kemudian setelah pergi meninggalkan kamar tempat Hua Qing Qing berada, Sai pergi ke kamar lainnya untuk melihat dan memeriksa keadaan Gu Mei.
Akan tetapi pada saat Sai sudah akan sampai ke kamar tempat Gu Mei berada, Sai terkejut saat melihat Gu Mei yang ternyata sudah sadar dan sekarang berada didepan pintu kamar. Sai merasa keheranan saat melihat gerak-gerak Gu Mei yang sangat mencurigakan, seperti seorang tahanan rumah yang ingin kabur dan melarikan diri dari tempat tahanannya.
"Putri Gu? kamu sedang apa?" tanya Sai pada Gu Mei yang sedang menutup pintu kamar dengan perlahan.
"Gawat! aku ketahuan! aku harus segera kabur!" kata Gu Mei yang ingin kabur dari Sai yang sedang memergokinya.
Akan tetapi disaat Gu Mei sudah bersiap untuk melangkah melarikan diri, tiba-tiba Sai bergerak dengan sangat cepat dan telah berdiri dihadapannya.
"Kenapa Tuan Putri ingin kabur?" tanya Sai merasa sangat heran dengan gerak-gerak Gu Mei yang ingin melarikan diri.
Akan tetapi Gu Mei yang sudah merasa panik dengan cepat langsung mengeluarkan jurus andalannya untuk menyerang Sai.
"BRUAAKK!!" Gu Mei dengan sangat kuat menendang tepat ditengah ************ Sai, hingga membuat Sai langsung gemetar kesakitan dan tidak bisa bersuara.
Dengan sangat kesakitan Sai langsung terjatuh pingsan dan sama sekali tidak sanggup untuk bergerak lagi.
Sementara itu, Gu Mei yang telah berhasil mengalahkan dan menjatuhkan Sai, segera pergi melarikan diri dari penginapan tersebut dengan sangat cepat, tanpa memperdulikan Sai yang telah terbaring pingsan.
Tidak lama setelah Gu Mei melarikan diri dari penginapan, kemudian dari sisi lainnya Evan dan Ririn datang ke penginapan tersebut untuk melihat keadaan Gu Mei.
Namun sesampai ke dalam penginapan, Evan dan Ririn merasa terkejut saat melihat Sai yang sedang tergeletak dilantai dengan tubuh yang gemetar kesakitan didepan pintu kamar tempat Gu Mei berada.
Kemudian Evan dan Ririn langsung berlari menghampiri Sai yang sedang tergeletak kesakitan, dilantai didepan pintu kamar tempat Gu Mei berada.
"Sai! ada apa denganmu? siapa yang menyerangmu sampai seperti ini?" tanya Evan dengan penuh kepanikan.
"Pu...Putri kabur!...." kata Sai sambil merintih kesakitan sampai seluruh tubuh sangat sulit untuk bergerak.
"Apa!? Putri Kabur?" tanya Evan merasa sangat terkejut mengetahui kalau Gu Mei telah kabur melarikan diri.
"Sepertinya Gu Mei benar-benar telah kabur, dia sudah tidak ada dikamarnya lagi!" kata Ririn setelah memastikan kalau Gu Mei telah tidak ada didalam kamarnya.
__ADS_1
"Sial! Sai, kearah mana Putri Gu kabur?" tanya Evan dengan panik dan terburu-buru kepada Sai.
Akan tetapi Sai yang sudah sangat kesakitan malah pingsan terlebih dahulu, sebelum menjawab kearah mana Gu Mei melarikan diri.
"Sial! malah pingsan!" kata Evan merasa kesal melihat Sai yang pingsan sebelum menjawab kearah mana Gu Mei melarikan diri.
"Sayang, menurutmu kenapa Gu Mei kabur?" tanya Ririn merasa heran mengapa Gu Mei tiba-tiba melarikan diri.
"Gu Mei belum tahu, kalau dia telah berhasil diselamatkan dari tangan Para Prajurit utusan Wu Shen, karena saat itu dia sedang pingsan. Mungkin Gu Mei mengira, kalau dia telah ditangkap kembali oleh Para Prajurit utusan Wu Shen, maka dari itu dia mencoba untuk kabur dan menyelamatkan diri!" kata Evan menjawab Ririn.
"Kamu tunggu aku disini, aku akan mencari Gu Mei dan membawanya kembali kesini!" kata Evan menyuruh Ririn untuk tetap berada dipenginapan dan menunggunya.
"Baiklah!" kata Ririn dengan lembut menuruti perkataan Evan untuk tetap berada dipenginapan.
Kemudian Evan langsung berlari pergi meninggalkan Ririn bersama dengan Sai yang sedang terbaring pingsan dilantai.
Setelah Evan pergi, kemudian Ririn dengan penuh rasa kasihan melihat Sai yang sedang terbaring pingsan dilantai.
Sementara itu disisi lain, tampak Evan yang sedang berdiri diatas atap gedung penginapan.
"Teknik Pelacak Jiwa!" kata Evan menggunakan Teknik Pelacak Jiwa untuk mencari Gu Mei. Kemudian kekuatan Jiwa Evan menyebar keseluruh penjuru tempat dalam radius lebih dari dua ratus meter.
Setelah melakukan pelacakan untuk beberapa saat, akhirnya Evan menemukan Gu Mei yang sedang berada area pertokoan disuatu wilayah dalam kota Yanzhou. Dalam pelacakan Evan, terlihat Gu Mei yang sedang menggunakan kain untuk menutupi kepala dan wajahnya, agar tidak mudah dikenali oleh orang-orang yang mengejarnya.
"Haaiiss..., gadis ini, mengapa sangat bodoh?" batin Evan menghela nafas saat melihat kebodohan yang dilakukan oleh Gu Mei.
Setelah mengetahui dimana tempat Gu Mei berada, kemudian Evan langsung pergi ke area pertokoan untuk menangkap dan membawa Gu Mei kembali ke penginapan.
Sementara itu diwaktu yang sama dijalanan area pertokoan, tampak Gu Mei dengan penyamaran berjalan dengan sangat terburu-buru.
"Sebenarnya dimana aku berada? wilayah mana ini? kenapa tempat ini sangat asing?" batin Gu Mei yang sama sekali tidak mengetahui, kalau dirinya sedang berada di kota Yanzhou Provinsi Nanzhou.
"Atau apakah aku harus bertanya kepada orang? tetapi bagaimana jika aku dikenali oleh orang dan kemudian ditangkap kembali oleh Para Prajurit itu?" batin Gu Mei merasa sangat bingung dan penuh kebimbangan.
__ADS_1
Saat Gu Mei sedang berjalan, kemudian terdengar suara perut Gu Mei yang sedang kelaparan.
"Aku lapar sekali, perutku sakit!...." batin Gu Mei sambil memegang dan merasakan perutnya yang sedang sangat kelaparan.
Disaat Gu Mei sedang kelaparan, Gu Mei mencium aroma sedap dari sebuah restoran yang berada dipinggir jalan didekatnya.
Melihat makanan enak dan orang yang sedang makan dengan lahap didalam restoran tersebut, Gu Mei merasa semakin lapar sampai menelan air liurnya. Namun Gu Mei hanya bisa melihat saja, karena Gu Mei sama sekali tidak memiliki uang untuk membeli makanan.
"Apakah kamu sedang lapar?" tanya Evan yang tiba-tiba sudah berada dibelakang Gu Mei.
Mendengar suara yang sangat familiar, seketika Gu Mei merasa terkejut dan segera menoleh kebelakang dengan raut wajah tersenyum.
"EVAN!?" Betapa senang dan bahagianya Gu Mei saat melihat orang yang berada dibelakangnya, ternyata adalah Evan yang sangat ia rindukan.
Dengan sangat bahagia Gu Mei tanpa ragu langsung memeluk Evan yang berada dihadapannya.
Gu Mei menangis sejadi-jadinya sambil memeluk Evan dengan sangat erat. Sambil menangis Gu Mei bergumam tentang dan bercerita kepada Evan tentang apa yang telah ia alami.
"Evan, aku sendirian, aku sudah tidak memiliki siapapun lagi, aku juga bukan seorang Putri lagi! kenapa aku harus mengalami nasib seperti ini? kenapa harus aku?" kata Gu Mei sambil menangis dan memeluk Evan dengan erat.
Melihat Gu Mei yang sedang merasa sangat terpukul, Evan merasa kasihan dan kemudian memeluk Gu Mei dengan penuh kehangatan.
"Sudah jangan menangis lagi, kamu tidak sendirian, kamu masih punya aku!" kata Evan dengan lemah lembut sambil memeluk Gu Mej dengan penuh kehangatan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1