
Tak lama kemudian Cao Cao datang dengan kegirangan menghampiri Evan yang sedang bersama Qin Shan.
"Kakak Evan!" panggil Cao Cao dengan sangat gembira sambil berlari ke arah Evan.
"Cao Cao berhenti!" perintah Evan yang seketika langsung membuat Cao Cao berhenti.
"Kenapa Kakak menyuruhku berhenti?" tanya Cao Cao merasa heran dengan Evan.
"Maaf Cao Cao, mulai sekarang Kakak sepertinya tidak akan pernah bisa menyentuh Cao Cao lagi!" jawab Evan dengan raut wajah sedih.
"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Cao Cao yang seketika merasa sedih.
"Karena mulai sekarang setiap apapun dan siapapun yang Kakak sentuh semuannya akan hancur seketika, Kakak minta maar yah, Kakak bukannya benar-benar tidak ingin menyentuh Cao Cao, terapi Kakak tidak ingin menyakiti Cao Cao!" ujar Evan dengan lemah lembut kepada Cao Cao.
Mendengar itu, Cao Cao pun merasa sangat sedih, padahal disaat sangat merindukan Evan dan ingin dipeluk oleh Evan.
"Baiklah Kakak, Cao Cao mengerti!" kata Cao Cao dengan raut wajah murung.
"Sudah Cao Cao jangan sedih yah, Kakak juga sangat memeluk Cao Cao saat ini!" kata Evan mencoba menyenangkan Cao Cao.
"Yah Cao Cao tahu, Cao Cao adalah seorang pria, jadi tidak akan semudah itu menangis!" kata Cao Cao yang tidak ingin dianggap lembek atau cengeng.
"Itu baru adikku!, Oh yah Cao Cao, kemana semua Kakak-Kakakmu?, kenapa mereka tidak datang kesini bersamamu?" tanya Evan merasa heran.
"Tadi aku sedang bersama dengan Kakak Ririn dihalaman belakang, sejak dia kembali ke kediaman sepertinya suasana hatinya sedang tidak baik, tadi disaat aku mengajaknya kesini untuk menemui Kakak Evan, Kakak Ririn malah marah dan jadi galak, tidak hanya Kakak Ririn tapi juga semuannya!" ujar Cao Cao menjawab Evan.
"Aah, mungkin tiga wanita itu sudah bercerita kepada Ran Ran dan Nan Ruyu makanya jadi kompakkan!, sudahlah sepertinya memang lebih bagus jika mereka marah padaku, baru saja menikah belum sampai sebulan malah sudah begini, Haiiss..." batin Evan menghela nafasnya.
"Baiklah, hari sudah mulai larut malam, Cao Cao pergilah ke kamarmu dan beristirahatlah!" ujar Evan menyuruh Cao Cao.
Kemudian Cao Cao pun dengan patuhnya langsung kembali ke kamarnya.
"Evan, memang kenapa dengan lima istrimu itu?, apakah kalian sedang bertengkar?" tanya Qin Shan merasa penasaran.
"Yah mungkin!" jawab Evan.
"Kenapa?" tanya Qin Shan semakin merasa penasaran.
__ADS_1
"Panjang ceritanya!" ujar Evan.
Selanjutnya Evan pun menceritakan semuannya kepada Qin Shan tentang mengapa lima istrinya bisa menjadi marah kepadanya.
Keesokan harinya Evan pun pergi ke tempat dimana sebagian kota Yanzhou yang telah hancur, Evan mengawasi para pekerja yang memperbaiki benteng dan bangunan-bangunan kota yang hancur.
Sambil mengawasi para pekerja rekonstruksi, Evan kepikiran dengan bagaimana nasib Wei Qing dan Tim yang dibawa olehya yang diberikan tugas oleh Evan untuk memata-matai Kerajaan Mo.
"Kenapa sampai sekarang Wei Qing dan Timnya masih belum kembali juga?, ini tidak benar!" batin Evan merasa khawatir.
"Yu Zhong dan Han Zo!" panggil Evan.
Kemudian Yu Zhong dan Han Zo pun muncul dan menghadap Evan.
"Ada tugas apa Jenderal?" tanya Yu Zhong dan Han Zo sambil membungkuk dan memberi hormat kepada Evan.
"Kalian berdua buatlah Tim, kalian pimpin mereka untuk mencari Wei Qing dan Timnya di Kerajaan Mo!, mereka masih belum kembali sampai sekarang dan aku khawatir kalau mereka tertangkap oleh orang Kerajaan Mo, kalian berdua harus menemukan mereka!" perintah Evan kepada Yu Zhong dan Han Zo.
"Baik Jenderal!" jawab Yu Zhong dan Han Zo yang kemudian langsung menghilang.
...****************...
Ditengah Cao Cao yang sedang berlatih dengan serius, tampak kelima istri Evan yang sedang mengungkapkan kekesalannya terhadap Evan.
"Aku sangat kesal kepada Evan, apakah dia tidak tahu bahwa kita para istrinya ini rela untuk berjuang bersamanya?" kata Reya merasa kesal.
"Yah, dan aku juga sangat tidak suka dengannya yang telah meremehkan kita, aku tahu kalau kita lebih lemah darinya dan dia juga tidak butuh bantuan dari kita, tetapi dia juga tidak boleh memandang rendah kita!" kata Ruyin Li dengan sangat kesal.
Para wanita itu terus mengungkapkan berbagai ungkapan kekesalan dan kemarahan mereka terhadap Evan, sementara itu Cao Cao yang mendengar itu semua pun merasa sangat emosi dan geram.
Hingga. "DUAAARR!!" Cao Cao menembakan anak panahnya hingga menghancurkan target yang dikenainya.
Melihat itu, Ririn dan empat wanita lainnya pun sontak terkejut dan melihat ke arah Cao Cao.
"Kenapa dengan kamu Cao Cao!?, disaat memanah kamu tidak boleh terbawa dengan emosi atau kamu akan gagal dalam menguasainya!" kata Reya memarahi Cao Cao.
"Aku tidak ingin berlatih hari ini!, disaat aku berlatih dengan serius kalian bahkan tidak melihatku atau memberiku bimbingan, tetapi disaat aku membuat satu kesalahan kecil saja kalian langsung menegurku!" kata Cao Cao merasa kesal sambil membuang busurnya.
__ADS_1
"Aku tidak tahu sebenarnya kalian memiliki kelebihan apa hingga pantas menjadi istri Kakak Evan, aku tahu kalian memiliki latar belakang yang kuat, kekuatan yang sangat hebat, dan wajah yang sangat cantik dan memikat!, tetapi kalian bahkan tidak tahu apa yang sekarang Kakak Evan sedang rasakan, katanya kalian mencintainya tetapi kalian bahkan tidak bisa memahaminya, katanya kalian rela berkorban demi Kakak Evan, tapi kalian bahkan tidak berpikir kalau Kakak Evan rela kehilangan segalanya hanya demi kalian berlima, aku sangat kecewa kepada kalian berlima terutama kamu Kak Ririn, kamu adalah wanita yang telah bersama dengan Kakak Evan paling lama, dan kamu juga adalah wanita yang paling dicintai oleh Kakak Evan, tetapi bahkan hal sekecil ini saja kamu tidak memahaminya!" kata Cao Cao mengungkapkan kekecewaannya kepada kelima wanita tersebut.
Mendengar perkataan Cao Cao, kelima wanita itu terdiam.
"Haahh, Kakak Evan terlalu menyayangi dan bersikap lembut kepada kalian, tetapi bahkan kalian tidak menghargainya sama sekali!" kata Cao Cao dengan ekspresi dingin.
Kemudian Cao Cao pun berjalan pergi meninggalkan kelima wanita itu dihalaman belakang, tampak para wanita terdiam, menunduk dan saling memandang dengan raut wajah merasa bersalah.
Sementara itu tampak Cao Cao yang berjalan pergi langsung bersembunyi di balik sebuah pohon, jantung Cao Cao berdebar dengan sangat kencamg dan tubuhnya pun gemetar ketakutan.
"Glek!" Cao Cao menelan air liurnya, dengan wajah penuh keringat Cao Cao pun berusaha menenangkan dirinya.
"Astaga, aku sungguh berani sekali!, untung saja Kakak Ririn dan Kakak yang lainnya tidak marah!" pikir Cao Cao dalam hatinya yang sedang sangat ketakutan.
Kemudian Cao Cao pun mencoba mengintip ke arah lima wanita itu dari balik pohon.
"Semoga perkataanku tadi bisa membuat Kakak Ririn dan Kakak-Kakak yang lainnya tersadar dan tidak marah lagi dengan Kakak Evan!" batin Cao Cao berharap.
"Dan juga semoga saja mereka tidak memasukan semua perkataan ke dalam hati, jika sampai mereka berlima marah dan dendam maka habislah aku!" batin Cao Cao yang merasa takut.
Namun tiba-tiba. "DUAAARR!!" kata Qiu Nia Lan mengageti Cao Caa hingga membuat Cao Cao sontak terkejut.
Qiu Nia Lan yang melihat Cao Cao terkejut pun tertawa dengan senangnya.
"Hahahahaha!" tawa Qiu Nia Lan sambil memegang perutnya.
"Kamu!?" sebut Cao Cao merasa sangat kesal setelah melihat bahwa yang mengagetinya adalah Qiu Nia Lan.
Kemudian kedua bocah itu pun bertengkar, Qiu Nia Lan sambil tertawa langsung berlari dan kabur, sedangkan Cao Cao yang merasa kesal langsung mengejarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................