
Karena para tetua terus mendesak mereka berdua untuk membawa para anggota Klan Hutan Bayangan untuk kabur melarikan diri, Tian Yin dan Tian Yang pun dengan penuh keterpaksaan akhirnya terbang ke udara dan berteriak kepada seluruh angggota Klan Hutan Bayangan.
"Seluruh anggota Klan Hutan Bayangan!, semuannya ikuti aku dan Kakakku pergi meninggalkan tempat ini!" teriak Tian Yang dengan sangat kencang kepada seluruh anggota klan Hutan Bayangan yang sedang bertempur melawan para prajurit Pasukan Kerajaan Xiao.
Mendengar teriakkan Tian Yang yang sangat kencang, dengan cepat dan segera seluruh anggota Klan pun langsung pergi mengikuti Tian Yin dan Tian Yang dari belakang.
Akan tetapi para prajurit Pasukan Kerajaan Xiao tidak akan membiarkan Tian Yin dan Tian Yang pergi membawa seluruh anggota Klan Hutan Bayangan untuk pergi meninggalkan tempat itu dengan mudah.
"Kalian ingin kabur!?, jangan mimpi! matilah kalian, Tombak Emas Penghancur Langit!" kata Jenderal Lan Jiufu mengeluarkan sebuah jurus berupa Tombak Raksasa Berwarna Emas yang menyerang ke arah rombongan Tian Yin dan Tian Yang dari belakang.
Namun dengan cepat Kakek Tian Shuhong langsung menahan serangan tersebut dengan jurusnya. "Jurus Tampak Api Kegelapan!" kata Kakek Tian Shuhong mengeluarkan sebuah jurus berupa sebuah telapak api berwarna hitam gelap.
"BAAMM!! DUUAARR!!" dua jurus tersebut pun saling menghantam dan meledak, akan tetapi karena perbedaan kekuatan yang begitu besar, Kakek Tian Shuhong pun kalah dan langsung mati seketika dengan memuntahkan darah dari mulutnya.
Melihat Kakek Tian Shuhong mati karena melindungi mereka, Tian Yang pun menangis dan menjadi ragu untuk pergi meninggalkan para Tetua yang ingin berkorban.
Namun disaat Tian Yang ingin berbalik badan, tiba-tiba para Tetua lain klan Hutan Bayangan berteriak padanya.
"Tian Yang!, kamu jangan berbalik badan!, jika kamu berani melirik sedikit saja kebelakang maka kami tidak akan memaafkan kamu sampai tujuh kehidupan!" kata Nenek Tian Yan Yu berteriak kepada Tian Yang sambil bertarung mati-matian dengan banyak prajurit kerajaan Xiao.
"Tian Yang pergilah!, jangan perdulikan kami para orang tua ini!" kata Paman Tian Zulong sambil bertarung mati-matian dengan banyak prajurit kerajaan Xiao.
Mendengar itu Tian Yang menjadi bimbang dan bingung, perasaannya kacau tidak karuan, namun kemudian Kakaknya Tian Yin tiba-tiba memegang pundaknya.
"Tian Yang ayo pergi, kita tidak boleh menyia-nyiakan pengorbanan para tetua dan para anggota Klan Hutan Bayangan yang telah gugur, karena jika kita pergi maka kedepannya kita bisa menjadi lebih kuat dan membalas dendam kepada Kerajaan Xiao!, Ayo!" ujar Tian Yin mengajak Tian Yang untuk kabur melarikan diri.
Mendengar perkataan Tian Yin, Tian Yang pun akhirnya dengan penuh keterpaksaan mengikuti permintaan dari para Tetua Klan dan Kakaknya Tian Yin.
__ADS_1
Dengan penuh perasaan dendam dan amarah Tian Yang pun bersumpah. "Keparat! Terkutuklah kalian kerajaan Xiao!, aku bersumpah suatu hari nanti aku pasti akan membantai habis kalian semua dengan tanganku sendiri!" kata Tian Yang bersumpah dengan teriakan yang keras.
Kemudian Tian Yin pun menarik tangan adiknya Tian Yang untuk terbang pergi meninggalkan Hutan Bayangan.
Sedangkan para Tetua Klan Hutan Bayangan bertarung melawan para prajurit pasukan Kerajaan Xiao, untuk menahan dan menghalangi agar tidak mengejar Tian Yin dan Tian Yang beserta para anggota Klan Hutan Bayangan kabur melarikan diri.
Jenderal Lan Jiufu merasa sangat marah dan kesal melihat para anggota Klan Hutan Bayangan berhasil kabur melarikan diri.
"Sialan!, mereka semua berhasil kabur!" kata Jenderal Lan Jiufu merasa sangat kesal dan geram sambil melihat ke arah rombongan Klan Hutan Bayangan yang telah jauh kabur melarikan diri.
Sedangkan para Tetua Klan Hutan Bayangan yang telah berkorban merasa lega, senang dan bahagia melihat para anggota Klan Hutan Bayangan telah berhasil kabur dengan selamat.
"Bagus sekali, aku merasa senang melihat mereka telah melarikan diri dengan selamat!" kata Kakek Tian Zulong merasa senang sambil terus bertarung melawan para prajurit kerajaan Xiao.
"Pengorbanan kita tidak sia-sia!" kata Nenek Tian Yan Yu merasa senang juga sambil bertarung melawan para prajurit kerajaan Xiao.
"Semua ini karena kalian para Tua bangka!" kata Jenderal Lan Jiufu merasa marah dan langsung berbalik menoleh melihat ke arah para Tetua Klan Hutan Bayangan yang masih bertarung melawan para prajuritnya.
"Kalian Semua Matilah!" kata Jenderal Lan Jiufu berteriak sambil menggerakan Jiwa Petarungnya (Manusia Emas Raksasa) untuk mengayunkan tombak raksasa ke arah para Tetua Klan Hutan Bayangan.
"BOOMM!! DUAAARR!!" Manusia Emas Raksasa menyerang dengan tombaknya ke arah Para Tetua Klan Hutan Bayangan hingga mati seketika.
...****************...
Dua hari kemudian di Nanzhou, tampak Evan dan teman-temannya sedang berada di atas benteng pertahanan, untuk memantau dan menunggu kedatangan Mo Sueyan dan pasukan Kerajaan Mo.
Tampak Tang Chen yang sedang berdiri dengan malas sambil melipatkan tangannya di atas dinding pembatas benteng.
__ADS_1
"Hoaamm..., sudah tiga hari berlalu, kemana Mo Sueyan dan pasukan musuh?, kenapa mereka belum menyerang kesini juga?, aku sampai mengantuk menunggu mereka!" kata Tang Chen yang sudah merasa ngantuk dan bosan, sambil melihat ke arah padang pasir yang luas.
"Aku juga tidak tahu, kenapa Mo Sueyan dan pasukannya belum juga menyerang kesini!" kata Evan sambil berdiri tegak dan melipat kedua tangannya.
"Kakak Besar, dari pada kita menunggu mereka datang menyerang lebih baik kita mempersiapkan jebakan untuk mereka, bagaimana menurutmu Kakak Besar?" ujar Sea Lin memberi saran kepada Evan.
"Hemm.., benar juga, baiklah ayo kita buat jebakan untuk mereka!" kata Evan yang menyetujui saran dari Sea Lin.
Kemudian Evan dan teman-temannya pun bersiap untuk membuat jebakan untuk menyerang dan menghancurkan Mo Sueyan dan pasukannya.
Singkat cerita disebuah padang pasir yang mana adalah jalur perjalanan antara kita Hao dan Nanzhou.
Tampak Evan dan teman-temannya beserta puluhan prajurit sedang menyebarkan ribuan Kertas Jimat peledak di area padang pasir, yang mana itu adalah jalur perjalanan yang nanti akan dilalui oleh Mo Sueyan dan pasukannya dalam perjalanan menyerang ke Nanzhou. Agar tidak ketahuan Evan dan teman-temannya pun sedikit menimbun kertas-ketas jimat peledak tersebut ke dalam pasir.
"Heumm..., untung saja dua hari ini aku terus membuat kertas jimat peledak, jadi sekarang aku bisa membuat jebakan ini untuk menghancurkan Mo Sueyan dan pasukannya!" pikir Evan dengan rencana liciknya.
Tidak lama kemudian Evan dan teman-temannya beserta puluhan prajurut pun selesai menyebarkan dan menanamkan lima ribu kertas jimat di area padang pasir tersebut.
"Bagus sekali!, jika nanti Mo Sueyan dan pasukannya datang menyerang ke Nanzhou, pasti akan melewati area padang pasir ini, jika saat itu tiba maka (ctak!), Mo Sueyan dan semua pasukannya akan hancur seketika!" pikir Evan sambil menjentikan jarinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...
......................