
Kompetisi terus berlanjut. Dan Evan masih berdiri tegak di atas Arena.
"Pertarungan terakhir, Evan vs Wu zhao!" kata si Pemimpin Kompetisi.
Semua orang tampak menantikan pertarungan itu. Dan mereka semua sangat penasaran, siapakah yang akan menjadi pemenang dalam Kompetisi tersebut. Apakah itu Evan atau Wu Zhao.
Namun baru saja Wu Zhao naik ke atas Arena, tiba-tiba seluruh Penonton dibuat terkejut oleh ucapannya.
"Aku Menyerah...." ucap Wu Zhao mengejutkan seluruh Penonton.
Semua penonton yang sebelumnya menantikan pertarungan mereka, seketika menjadi kecewa, dan bertanya-tanya mengapa Wu Zhao menyerah, bahkan sebelum pertarungan dimulai.
"Kenapa menyerah? kita bahkan belum bertanding." ujar Evan yang juga merasa heran.
"ha-ha-ha... aku tak ingin membuang tenagaku dengan sia-sia. Aku sadar akan kemampuan ku sendiri, dan Aku tahu, kalau aku takkan mungkin bisa menang melawan Monster, sepertimu!" kata Wu Zhao.
Mendengar Jawaban Wu Zhao yang begitu jujur, Evan pun sampai dibuat tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu, kau boleh turun dari Arena. Aku masih ingin bertarung dengan beberapa orang terlebih dahulu!" kata Evan meminta Wu Zhao untuk turun dari Arena.
Kemudian Wu Zhao pun langsung turun dari Arena, sedangkan Evan tetap berdiri di atas Arena untuk menantang Para Murid Inti.
"Pertandingan aku dan Wu Zhao sudah selesai, apakah tidak ada lagi yang ingin bertarung denganku?" tantang Evan kepada seluruh Murid Sekte.
Kemudian Evan melirik dan melihat ke arah Para Murid Inti yang hanya diam menonton dari tadi.
"Hei, murid inti yang ada disana, apa kalian tidak berani turun dan melawanku?!." kata Evan dengan sangat arogan.
"Orang ini sangat Arogan, Sepertinya dia butuh diberi pelajaran!" ucap Feng Gang.
"khi khi khi... bocah ini tak takut mati, aku suka dengannya..." kata Deng Ki tertawa cekikikan.
"Wao Bo, kau turun dan bunuh bocah itu!" perintah Feng Gao kepada salah satu Murid Inti yang sedang bersamanya.
"Ha-ha-ha dengan senang hati. Aku pasti akan membawa kepala bocah itu kesini!" kata Wao Bo dengan sangat percaya diri.
Kemudian Wao Bo loncat ke atas arena, Dia tersenyum dengan tatapan meremehkan Evan. Akan tetapi sebaliknya, Evan juga memandang Wao Bo dengan tatapan remeh, bahkan menertawakannya.
__ADS_1
"Apa yang kau tertawakan?!" tanya Wao Bo merasa tidak senang melihat Evan tertawa dihadapannya.
"Ada seekor Anjing yang datang mengantar nyawa ke hadapanku, bagaimana mungkin aku tidak tertawa!"
"Sombong sekali kau! Lihat saja, bagaimana aku akan membuatmu menyesal karena telah meremehkan aku!"
Wao Bo langsung maju menyerang Evan dengan kekuatan penuh. Namun disisi lain Evan tampak tersenyum melihat hal itu.
"Langkah Kilat Surgawi."
Dengan gerakan secepat kilat, seketika Evan langsung maju menyerang Wao Bo dengan membawa pedangnya.
Dan hanya dalam waktu yang sangat cepat, tampak Evan yang telah menebas leher Wao Bo hingga terputus dan terpisah dari tubuhnya.
Melihat hal itu, semua orang yang menonton Pertandingan menjadi terdiam seketika.
Kepala Wao Bo yang telah terpenggal menggelinding diatas arena yang dipenuhi bercak darah. Evan mengambil kepala Wao Bo dan melemparkannya ke hadapan Para Murid Inti.
"Bukankah sudah aku katakan, kalian maju bersama saja, jika tidak, kalian akan bernasip sama seperti Dia!" kata Evan menantang dengan sangat arogan.
Melihat Wao Bo telah mati serta mendengar ucapan Evan yang sangat arogan, Lima Murid Inti atau Lima Iblis Haus Darah seketika marah dan mengamuk, serta memaki Evan dengan berbagai kutukan.
Kini Lima Iblis Haus Darah naik ke atas arena bersamaan untuk berhadapan dengan Evan.
Sementara disisi lain, tampak Evan yang menjadi semakin bersemangat melihat ke-lima Murid Inti naik bersamaan untuk bertarung dengannya.
"Haha begini baru benar, kan jadi bisa membuat aku mempersingkat waktu. Ayo, Semuannya maju!" ucap Evan dengan sangat arogan.
Kemudian Evan dan 5 iblis haus darah langsung saling maju menyerang, dan mereka pun bertarung dengan sangat sengit. Dengan menggunakan kedua tangan dan kakinya, Evan terus menangkis dan menyerang 5 iblis haus darah yang ada di hadapannya.
Seperti yang diharapkan dari Lima Murid Inti yang dijuluki sebagai Lima Iblis Haus Darah, mereka berlima mampu bertarung dan mengimbangi Evan.
"Ha-ha-ha memang Lima Iblis Haus Darah, Kalian memang tidak mengecewakan Aku. Tapi ini masih belum cukup untuk mengalahkan Aku!"
Dengan menggunakan Jurus Tinju Besi, Evan memukul ke arah wajah Wang Er dengan sangat kuat.
Walaupun Wang Er telah menangkis pukulan Evan dengan senjatanya, namun senjatanya malah langsung hancur seketika, sehingga pukulan Evan yang sangat kuat menghantam wajah Wang Er, dan Wang Er pun langsung mati dibuatnya.
__ADS_1
Melihat Wang Er mati terkena pukulan Evan dihadapan mereka, empat Iblis Haus Darah yang tersisa pun segera mundur dan menjauh dari Evan.
"Kenapa berhenti?, baru mati satu sudah mundur?" ucap Evan sembari tersenyum menghina.
"Sial, Dia hanya berada ditingkat Ahli Silat saja, tapi Dia mampu membuat kita terlihat seperti pecundang!" kata Feng Gang kepada ke tiga temannya.
"Cih, sial! baru kali ini aku dipermalukan oleh seorang Tingkat Ahli Silat!" kata Lan Ruo merasa sangat amat kesal.
"Kalian jangan bicara saja, pikirkan bagaimana cara kita untuk mengalahkan Dia!" ucap Feng Gao.
Melihat Empat Iblis Haus Darah saling bergumam, Evan tahu kalau mereka sedang mencari cara untuk mengalahkan dirinya.
"Apa kalian sedang membuat rencana, bagaimana cara untuk mengalahkan aku?. Karena kalian tidak ada yang berani maju, maka biar aku yang maju dan menghabisi Kalian!"
Dengan menggunakan Teknik Langkah Kilat Surgawi, kemudian Evan pun langsung maju menyerang ke arah Empat Iblis yang sedang berdiskusi.
Dalam sekejap mata, Lan Ruo dibuat terkejut oleh Evan yang tiba-tiba berada di hadapannya.
"KLAANG!" Evan dan Lan Ruo saling mengadu pedang mereka dengan sangat kuat.
Evan dan Lan Ruo saling mendorong dan mempertahankan posisi mereka. Namun sesaat kemudian Evan tersenyum.
"Pedang Kobaran Api!" kata Evan mengubah Kekuatan Elemen yang ada pada Pedangnya.
Pedang yang sebelumnya diselimuti oleh Kekuatan Elemen Petir, seketika berubah menjadi diselimuti oleh Kekuatan Elemen Api yang sangat membara.
Dengan Pedang yang diselimuti oleh Api yang membara dan teriakan yang sangat kuat, Evan mencoba mendorong dan menekan Lan Ruo dengan seluruh kekuatannya.
Sesaat kemudian, Pedang Lan Ruo yang digunakan untuk menahan tekanan Pedang Evan seketika patah. Dan Pedang Evan pun langsung menebas Lan Ruo hingga terbelah menjadi dua.
"Lan Ruo!" teriak Empat Iblis dan Para Jenderal Kerajaan Xiao secara bersamaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
__ADS_1
......................