KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 451 : Pertempuran Di Mulai


__ADS_3

Pagi hari, tepatnya pada saat matahari telah bersinar terang. Evan dan Ratu Yue Xian Ling memimpin Pasukan mereka menuju ke Medan Perang.


Di Medan Perang atau lebih tepatnya adalah pedalaman Hutan Lembah. Tampak Evan dan Pasukan Gagak Malam berada di barisan depan, untuk memimpin Pasukan Besar Siluman yang ada dibelakang mereka.


"Tuan Jenderal, para Siluman itu sepertinya sedang memanfaatkan kita. Mereka menyuruh kita untuk memimpin barisan depan, padahal sebenarnya mereka ingin kita menjadi tameng mereka!" ucap Qiu Shen yang berada disamping Evan.


"Sudah, biarkan saja mereka. Kita biarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan, nanti setelah itu, kita yang akan diuntungkan oleh tindakan mereka sendiri." ujar Evan.


Tidak lama kemudian, Evan beserta Pasukan Gagak Malam akhirnya sampai ke tempat, dimana seluruh Jebakan Jimat Peledak telah dipasangkan.


"Kita sudah sampai," ucap Evan yang seketika membuat seluruh Pasukan Gagak Malam berhenti berjalan.


"Qiu Shen, kamu pergilah ke Pasukan barisan belakang. Dan katakan pada Ratu Yue, kalau aku menyuruhnya dan Pasukan Besarnya untuk menunggu dan diam di tempat. Juga katakan padanya, kalau mereka tidak patuh, maka aku akan melakukan apa yang aku katakan sebelumnya!" kata Evan memberi perintah kepada Qiu Shen.


"Baik, Tuan Jenderal!"


Setelah menerima perintah, kemudian Qiu Shen pun langsung pergi meninggalkan Evan dan Pasukan Gagak Malam.


Sesaat kemudian, Qiu Shen pun sampai di Pasukan barisan belakang dan menghampiri Ratu Yue Xian Ling yang memimpin Pasukan Besar tersebut.


Ratu Yue Xian Ling seketika heran saat melihat Qiu Shen kembali ke Pasukan barisan belakang dan menghampiri dirinya.


"Ada apa? Mengapa kamu kembali ke Pasukan baris belakang? Apakah telah terjadi sesuatu di depan sana?" tanya Ratu Yue Xian Ling berharap.


"Saya datang kesini, karena hanya ingin menyampaikan pesan yang disampaikan oleh Tuan Jenderal untuk Nyonya Ratu,"


"Apa pesan yang disampaikan oleh Tuan Jenderal kalian untukku?" tanya Ratu Yue Xian Ling lagi.


"Mohon menjawab Nyonya Ratu, Tuan Jenderal memberi perintah kepada Nyonya Ratu beserta Pasukan Besar untuk menunggu dan diam di tempat!" jawab Qiu Shen menyampaikan pesan Evan.


"Apa katamu? Dia berani memberi perintah kepadaku untuk menunggu dan diam di tempat? Sialan! Jangan karena aku memberinya tugas untuk memimpin Pasukan barisan depan, Dia jadi berani memberi perintah kepadaku!" kata Ratu Yue Xian Ling yang seketika, langsung kesal saat mendengar pesan Evan yang disampaikan oleh Qiu Shen.


Akan tetapi Qiu Shen belum selesai menyampaikan semua pesan yang dikatakan oleh Evan kepadanya.

__ADS_1


"Nyonya Ratu, Aku masih belum selesai, masih ada Pesan ke dua yang diberikan Tuan Jenderal untuk Nyonya Ratu," kata Qiu Shen.


"Oohh, Tuan Jenderal kamu masih ada satu Pesan lagi?"


"Yah, Nyonya Ratu!"


"Pesan apa itu?"


"Tuan Jenderal berkata, kalau Nyonya Ratu tidak patuh, maka Tuan Jenderal akan melakukan apa yang dikatakan olehnya sebelumnya!" jawab Qiu Shen menyampaikan pesan ke dua yang diberikan oleh Evan kepadanya.


"Ba-jingan! beraninya laki-laki itu mengancam aku lagi dengan ancaman itu?!" ucap Ratu Yue Xian Ling yang seketika merasa kesal dan geram.


"Sial! Seharusnya dari awal aku langsung mengusirnya dari Perkemahan. Sekarang aku juga telah melakukan kesalahan lagi, karena memberinya tugas untuk memimpin Pasukan barisan depan. Sial, benar-benar sangat sial karena telah bertemu dengan orang licik ini!" batin Ratu Yue Xian Ling dalam hatinya.


"Aku bersumpah, setelah perang ini selesai, aku tidak akan pernah berhubungan lagi dengan manusia. Apalagi manusia licik seperti Dia!" sumpah Ratu Yue Xian Ling dalam hati.


Sementara itu di waktu yang sama dibarisan paling depan. Tampak Evan dan Pasukan Gagak Malam yang sedang bergerak maju menuju Pasukan Iblis yang berada jauh di depan mereka.


"Hachim!..." suara Evan bersin dengan cukup kuat.


"Tuan Jenderal, didepan sana adalah Pasukan Besar Ras Iblis. Kita sudah akan sampai kepada mereka," kata salah satu Prajurit yang berada di dekat Evan.


"Kalau begitu, Ayo kita berhenti terlebih dahulu disini!" kata Evan kepada Para Prajuritnya.


Sebelum maju menyerang, Evan menyusun rencana terlebih dahulu bersama Para Prajurit Pasukan Gagak Malam.


"Ingat, kita maju menyerang tidak untuk menghabisi mereka semua, kita hanya maju menyerang untuk memancing mereka agar masuk ke dalam Jebakan!" kata Evan memberi instruksi kepada Pasukan Gagak Malam-nya.


"Baik, Semuannya harus bergerak sesuai perintah!" lanjut Evan lagi.


"Siap, Tuan Jenderal!"


Kemudian Evan dan Pasukan Gagak Malam maju menyerang sesuai dengan rencana yang telah disusun.

__ADS_1


Sesuai dengan profesi mereka, Evan dan Pasukan Gagak Malam tidak melakukan serangan secara terang-terangan. Akan tetapi Evan dan Pasukan Gagak Malam melakukan serangan secara diam-diam.


Serangan jarak jauh, seperti lemparan pisau terbang, Kunai, suriken atau senjata rahasia lainnya, mereka lancarkan ke arah Pasukan Iblis yang ada didepan mereka. Tak hanya senjata rahasia, tetapi juga jurus serangan jarak jauh juga mereka lancarkan untuk melakukan aksi mereka.


Melihat ada musuh yang menyerang mereka, Pasukan Iblis seketika merasa terkejut.


"Musuh Menyerang! Seluruh Pasukan bersiap melakukan pertempuran!" kata Sang Komandan Iblis dari atas kuda kepada seluruh Pasukannya.


Namun karena Evan dan Pasukan Gagak Malam melakukan serangan diam-diam dan bersembunyi dalam gelapnya bayangan Hutan, maka Seluruh Pasukan Iblis tidak ada yang dapat membalas serangan.


"Tuan Jenderal, saat ini kita berada di tempat terbuka yang terang, sedangkan musuh bersembunyi di dalam Hutan, kita tidak bisa membalas serangan mereka!" kata salah satu Prajurit Iblis kepada Jenderalnya.


"Sialan! Kalau begitu, Ayo kita masuk ke dalam Hutan! Kita tangkap dan bunuh mereka semua!" kata Sang Jenderal Iblis kepada seluruh Pasukannya.


"Tunggu Tuan Jenderal!,"


Seorang Penasihat Militer berteriak menghentikan Sang Jenderal Iblis, agar tidak memberi perintah kepada seluruh Pasukan untuk menyerang ke dalam Hutan.


Kemudian Sang Jenderal Iblis langsung mengangkat satu tangannya, untuk memberi kode kepada seluruh Pasukan agar tidak maju menyerang dan tidak masuk ke dalam Hutan.


"Ada apa Penasihat? Mengapa kamu menghentikan kami?" tanya Sang Jenderal Iblis.


"Mohon maaf atas ke lancangan saya Tuan Jenderal. Saya hanya ingin memberitahu kepada Tuan Jenderal, kalau serangan ini mungkin hanya untuk memancing kita saja, agar kita masuk ke dalam Hutan!" kata Sang Penasehat Militer menjawab.


"Maksudnya? Tolong Penasihat mengatakannya dengan jelas!" kata Sang Jenderal Iblis kurang mengerti.


"Saya tebak, mungkin di dalam Hutan sudah di ada Jebakan atau Perangkap yang musuh telah buat untuk menyerang kita!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


__ADS_2