
Setelah beberapa hari perjalanan mereka akhirnya sampai diwilayah Negara Kerajaan Gu, disebuah kota bernama singgah disebuah kota bernama Kota YUNFAN.
Dimalam hari Evan, Sea Lin, dan Gu Mei berjalan-jalan dijalanan kota Yunfan yang tidak terlalu ramai....
"Kota Yunfan ini cukup makmur juga!" kata Gu Mei sambil melihat-lihat sekitar.
"Hah?, bukankah kau putri Negara Gu?, mengapa kau seperti baru tau kondisi negaramu sendiri." ujar Sea Lin.
"Memang Benar!, aku baru pertama kali ke kota Yunfan ini makanya aku baru tau sekarang!" jawab Gu Mei, Sea Lin menjadi merasa tak aneh setelah mendengar perkataan Gu Mei.
"Sudah, kalian jangan banyak bicara lagi, sekarang yang penting kita harus cari tempat untuk menginap!" ucap Evan.
Beberapa saat kemudian disebuah tempat penginapan Evan, Sea Lin , dan Gu Mei berada disebuah ruangan untuk berbincang.
"Gu Mei kira-kira berapa hari lagi kita akan sampai ke ibukota kerajaan Gu?" tanya Evan.
"Mungkin besok kita sudah sampai di ibukota kerajaan." jawab Gu Mei.
"Bagus, malam ini kau (Gu Mei) tidurlah, aku dan Sea Lin ingin berlatih malam ini!" perintah Evan.
"Baiklah." Gu Mei pergi meninggalkan Evan dengan Sea Lin.
"Sea Lin, bagaimana dengan pelatihan dengan kitab raja mayat?, sudah jurus apa saja yang kau kuasai?" tanya Evan.
"Maaf Kak, Aku hanya baru menguasai tiga jurus dari kitab raja mayat, karena dua jurus yang lainnya sedikit sulit untuk menggunakannya. Jurus pengendali mayat aku harus memiliki mayat untuk berlatih sedangkan ledakan darah aku juga harus melakukannya ditempat yang luas yang ada banyak makhluk hidup!" jawab Sea Lin, Evan terdiam dan berpikir sejenak.
"Baiklah, kita akan coba berlatih kedua jurus itu lain kali saja, kita tunggu waktu yang cocok saja." ujar Evan.
"Baik"
"Sea Lin ini untukmu!" ucap Evan melemparkan inti hewan spiritual serigala bayanagn pembunuh yang sebelumnya Evan simpan.
"Inti binatang spiritual apa ini kak?" tanya Sea Lin menangkap dan melihat inti hewan spiritual tersebut.
"Itu adalah inti hewan spiritual dari serigala bayangan pembunuh, itu akan sangat membantu bagi spiritualis kegelapan seperti kita untuk menyembunyikan aura dan tingkat pelatihan, kau cepatlah serap dan berlatih dengan inti tersebut! aku juga ingin berlatih malam ini!" perintah Evan.
__ADS_1
Setelah memberikan inti hewan spiritual itu pada Sea Lin, Evan pun pergi meninggalkan Sea Lin untuk berlatih.
Evan pergi menuju ke kamarnya sendiri untuk berlatih.
Didalam kamar Evan duduk bersila...
"Aku hanya menguasai sedikit dari jurus Tubuh Bayangan pengganti, sekarang aku hanya bisa mengeluarkan satu bayangan saja, menurut kata elemen kegelapan jurus Tubuh Bayangan Pengganti ini bisa terus ditingkatkan setinggi yang penggunanya bisa. Aku harus segera meningkatkannya, tingkatan ke dua adalah merubah bentuk tubuh!, aku akan objekkan perubahan tubuhku ke bentuk tubuh Sea Lin saja!"
Evan mencoba untuk fokus dan berkonsentrasi dengann hukum perubahan bentuk, perlahan bentuk tubuh Evan mulai berubah membentuk seperti tubuh Sea Lin.
Namun saat dalam proses perubahan Evan pun gagal yang kembali ke bentuk tubuhnya yang semula.
Walau gagal Evan terus berlatih dengan keras tanpa kenal lelah di malam itu didalam kamarnya, walau dalam beberapa kali mencoba Evan tetap gagal Evan tetap tak menyerah.
"Jurus ini memang sulit!" ujar Evan.
Evan tak berhenti berlatih, ia terus bermeditasi untuk memahami jurus Tubuh Bayangan Pengganti Tersebut.
Keesokan paginya Gu Mei berjalan menuju kamar Evan untuk mengajak Evan melanjutkan perjalanan.
"Siapa Kamu!?, Kenapa kamu bisa keluar dari kamar Evan!?" ucap Gu Mei ketika melihat Evan yang sedang dalam wujud orang lain keluar dari kamar.
"Kamu Siapa!?, kamu bukan Evan!, Pencuri !" ucap Gu Mei langsung menyerang Evan.
Namun Evan dengan mudahnya terus menghindari serangan demi serangan dari Gu Mei, Evan yang menghindar langsung melompat pindah ke halaman penginapan.
"Hei aku sungguh Evan!, kalau tidak percaya tunggu sebentar aku akan menunjukkannya padamu!"
"Kau jangan mengaku-ngaku jadi Evan!, Mati kau Pencuri !" Gu Mei terus menyerang namun dengan kecepatan yang dimiliki Evan semua serangan dari Gu Mei dapat dihindari dengan mudahnya.
"Sial, Aku baru menguasai jurus ini, jika aku ingin kembali ketubuh semula aku butuh waktu sekitar 10 menit. tapi wanita ini terus menyerangku membuat aku tidak bisa berkonsentrasi!" ujar batin Evan sambil terus menghindari serangan Gu Mei.
Sea Lin yang tidur disamping kamar Evan mendengar suara keributan dari luar kamar dan ia pun segera bangun dan keluar dari kamar untuk melihat.
"Kenapa kalian ribut sekali?" tanya Sea Lin kemudian ia kaget melihat Gu Mei sedang bertarung dengan seseorang.
__ADS_1
"Sea Lin bantu aku menangkap pencuri ini, dia tadi masuk kedalam kamar Evan!" pinta Gu Mei.
"Pencuri!?, beraninya pencuri ini mencuri dikamar kakak besarku?, Tangkap!" seru Sea Lin yang melompat ingin ikut menangkap Evan.
Evan yang geram sudah tak tahan lagi....
"BANG! BANG!" Evan memukul kepala Gu Mei dan Sea Lin hingga benjol.
"Huh!, dengan kemampuan kalian yang seperti ini masih ingin menangkap aku? mimpi saja!. Dan aku sungguh adalah Evan bukan pencuri!" ucap Evan.
"Bagaimana kami bisa tau kalau kamu adalah Kakak besar ku?" ujar Sea Lin.
"Benar, beri kami bukti kalau kamu benar adalah Evan!" pinta Gu Mei.
"Baiklah, yang pertama Sea Lin, dulu kamu sering mengintip mentor Chu Xian dan gadis-gadis cantik di sekte matahari merah dulu!, Nanti bagaimana yaah jika mentor Chu Xian tau?!." ucap Evan membongkar rahasia Sea Lin dan mengancamnya.
Sea Lin terkejut mendengar itu, karena yang tau tentang cerita itu hanya ada beberapa orang saja.
"Waah..., ampun Kakak besar, jangan katakan pada Chu Xian ku tentang itu, dia pasti akan membunuhku jika dia sampai tahu!" ucap Sea Lin memohon memeluk kaki Evan.
"Dan sedangkan Kau (Gu Mei)!, kau suka memakai pakaian dalam berwarna kuning!" ucap Evan yang sudah pernah melihat dihutan kematian waktu itu.
Seketika wajah Gu Mei menjadi memerah dan mengepal tinjunya.
"Hehehe... Kau memang benar adalah Evan, Tapi.... KAU JUGA TIDAK BOLEH MENGATAKAN ITU DI DEPAN ORANG LAIN !!" marah Gu Mei yang langsung memukul Evan dengan sekuat tenaga hingga Evan terlempar jauh.
"Ampun....." teriak Evan yang terlempar terbang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
__ADS_1
......................
......................