KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 353 : Hadiah Penyemangat Dari Chu Xian


__ADS_3

Sementara itu disisi lain, tampak Sea Lin yang sedang dalam perjalanan kembali ke kamarnya. Di dalam perjalanan Sea Lin terus memikirkan dan penasaran, dengan kejutan apa yang akan diberikan oleh Chu Xian kepadanya.


Setelah sampai didepan pintu kamar, Sea Lin bersiap untuk membuka pintu kamarnya. Kemudian tanpa ragu lagi Sea Lin langsung membuka pintu dan masuk ke dalam kamarnya.


Ketika masuk Sea Lin langsung terkejut dengan wajah yang memerah melihat Chu Xian yang sedang berada di atas tempat tidur dengan menggunakan pakaian yang sangat mini dan tipis.


Dengan posisi berbaring yang sangat menggoda dan senyum nakalnya, Chu Xian mencoba menggoda Sea Lin yang baru saja pulang dari rapat.


"Sayang..., kemari!" panggil Chu Xian dengan sangat lemah lembut dan nakal.


Sea Lin terpaku dan menelan air liurnya, jantung Sea Lin berdebar dengan sangat kencang dan tidak terkendali.


"Xian Xian......" kata Sea Lin yang sedang terpana dan tergoda dengan kecantikan Chu Xian yang sedang menggunakan pakaian mini.


Sea Lin yang sedang terpana berjalan perlahan menghampiri Chu Xian yang berada di atas tempat tidur.


Setelah Sea Lin mendekat, Chu Xian turun dari tempat tidur dan langsung melingkarkan kedua tangannya ke leher Sea Lin.


"Sea Lin...., akhirnya kamu kembali, kenapa kamu lama sekali? aku sudah menunggumu sangat lama!" kata Sea Lin menggoda Sea Lin.


Sea Lin menelan air liurnya sekali lagi, dan wajah Sea Lin semakin merona, ketika Chu Xian menempelkan dua dada besarnya ke dada Sea Lin.


"Xian Xian...., kamu tahu apa sedang kamu lakukan sekarang?" tanya Sea Lin yang mencoba untuk tetap tenang.


"Aku tahu, aku sedang menggodamu, inilah kejutan yang ingin aku berikan padamu. Sea Lin, ayo kita menikah!" kata Chu Xian sambil memeluk dan menempelkan pipinya ke dada Sea Lin.


Mendengar permintaan Chu Xian, seketika Sea Lin langsung tertegun.


"Yah, aku pasti akan menikahimu Xian Xian, aku sangat mencintaimu!" kata Sea Lin sambil tersenyum pada Chu Xian yang sedang bermanja padanya.

__ADS_1


"Tetapi aku ingin secepatnya, aku ingin setelah peperangan besar ini, kamu menikahiku!" kata Chu Xian yang ingin menikah secepatnya.


"Yah, baiklah. setelah perang dengan Kerajaan Mo selesai, aku pasti akan langsung menikahimu!" kata Sea Lin sambil tersenyum senang pada Chu Xian.


Mendengar jawaban Sea Lin yang setuju untuk menikah secepatnya, Chu Xian merasa sangat senang dan bahagia.


Kemudian dengan cepat Chu Xian langsung mencium dan menarik Sea Lin ke atas tempat tidur. Sea Lin terjatuh tepat di atas Chu Xian yang sedang berbaring dengan wajah menggodanya.


"Sea Lin, malam ini aku adalah milikmu, ini adalah kejutan dan hadiah penyemangat dariku sebelum kamu berangkat berperang besok. Kamu lakukanlah, aku ingin!" kata Chu Xian menggoda sambil melingkarkan tangannya ke leher Sea Lin.


"Terima kasih Xian Xian, malam ini aku pasti akan membuatmu bahagia!" kata Sea Lin yang langsung mencium bibir Chu Xian.


Perlahan Sea Lin melepas ciumannya sembari menghisap lidah Chu Xian dengan lembut.


Chu Xian langsung menjadi lemah tak berdaya dengan nafas yang terengah-engah.


"Sayang.., saat berciuman kamu harus bernafas" ujar Sea Lin sambil tersenyum dengan lembut pada Chu Xian yang sedang terengah-engah dibawah tubuhnya.


"Mana mungkin aku melakukannya dengan wanita lain?, aku juga baru pertama kalinya!" kata Sea Lin dengan sangat lemah lembut sambil mencium jari-jari kecil Chu Xian.


"Baguslah, tetapi kenapa kamu bisa sangat berpengalaman?" tanya Chu Xian yang masih merasa curiga pada Sea Lin.


"Tang Chen pernah memberiku satu buku tentang kehidupan malam. Sudah kamu jangan curiga lagi padaku, atau nanti aku tidak bisa menjamin apakah kamu bisa berdiri atau tidak besok pagi!" ujar Sea Lin sambil tersenyum pada Chu Xian.


Kemudian Sea Lin yang sudah tidak sabar langsung menarik pakaian mini yang menutupi dua dada Chu Xian.


Sea Lin langsung memegang dan merem*s dua dada Chu Cian sambil mencium ujung salah satunya.


Chu Xian mendes*ah dan menggeliat, kedua tangan Chu Xian dengan kuat dipegang oleh Sea Lin di atas kepalanya.

__ADS_1


Sea Lin melanjutkan semua aksinya untuk memuaskan dirinya dan Chu Xian pada malam yang hangat dan indah tersebut.


...****************...


Sementara itu disisi lain di waktu yang sama, tampak Evan dan Wolf yang telah sampai di Tempat Penempahan dan Pembuatan Senjata.


Terlihat Tempat Penempahan dan Pembuatan Senjata tersebut cukup besar dan luas. Tertulis disebuah papan nama bahwa Tempat Pembuatan Senjata tersebut bernama Paviliun Chang An.


Biasanya Paviliun Chang An tidak hanya digunakan sebagai Tempat Penempahan dan Pembuatan Senjata saja, tetapi juga digunakan sebagai pembuatan berbagai macam peralatan sihir dan peralatan spiritual.


Dulunya Paviliun Chang An adalah Tempat Penempahan dan Pembuatan Senjata yang sangat terkenal di seluruh Nanzhou atau pun wilayah sekitarnya. Tidak hanya terkenal, akan tetapi Paviliun Chang An juga merupakan Tempat Penempahan dan Pembuatan Senjata yang tergolong sangat hebat, karena Paviliun Chang An memiliki dua orang pengrajin yang dapat membuat senjata Tingkat Langit.


Namun karena kondisi perang yang terus terjadi beberapa waktu lalu, membuat banyak Pengrajin senjata yang takut mati pergi meninggalkan Provinsi Nanzhou. Karena sudah tidak ada lagi pengrajin yang membuat senjata, maka Paviliun Chang An terpaksa ditutup. Hingga pada saat kedatangan Evan sebagai Jenderal Besar Penguasa Nanzhou yang baru, Paviliun Chang An kembali dibuka untuk digunakan sebagai Tempat Penempahan dan Pembuatan Senjata dan perlengkapan perang Para Prajurit Nanzhou.


Kini Paviliun sudah tampak kembali normal seperti dahulu kala, walaupun sudah tidak ada lagi pengrajin yang dapat membuat senjata tingkat langit.


Tampak Evan yang merasa terkejut dan takjub saat melihat Paviliun Chang An yang sekarang, karena terakhir kali saat Evan membuka kembali Paviliun Chang An, kondisi Paviliun Chang An sangatlah bobrok dan usang. Namun sekarang Paviliun Chang An yang dilihat oleh Evan, telah sangat jauh berbeda dengan yang dulu, sekarang Paviliun Chang An sudah terlihat jauh lebih baik dari pada sebelumnya.


"Apakah ini benar-benar adalah Paviliun Chang An?, ini sangat berbeda dengan Paviliun Chang An yang terakhir kali aku lihat!" kata Evan merasa takjuh melihat Paviliun Chang An yang ada dihadapannya.


"Benar Jenderal, ini adalah Paviliun Chang An yang kamu buka kembali dua tahun yang lalu. Sejak anda kembali membuka Paviliun Chang An sebagai tempat Penempahan dan Pembuatan Senjata, banyak Para Prajurit maupun masyarakat Nanzhou yang memberikan bantuan kepada Paviliun Chang An. Dengan adanya bantuan dana maupun tenaga dari Para Prajurit maupun masyarakat, Paviliun Chang An terus berkembang hingga pada saat ini!" kata Wolf menceritakan dan menjelaskan tentang perkembangan Paviliun Chang An kepada Evan.


Mendengar itu Evan merasa sangat senang dan bangga, terhadap Para Prajurit dan Masyarakatnya yang bersedia bergotong royong membantu Perkembangan Paviliun Chang An.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...

__ADS_1


...****************...


......................


__ADS_2