KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 105 : Melanjutkan perjalanan


__ADS_3

"Tubuhku kenapa terasa sangat nyaman?, meridianku terasa lebih lancar dari sebelumnya!" Ucap Nan Ruyu ketika merasakan tubuhnya terasa lebih nyaman, karena mereka bertiga sudah diberi Pil Api Penghangat Roh oleh Evan.


Kemudian Nan Ruyu bangkit berdiri dan melihat si Paman dan Gu Mei masih pingsan, dan juga ia terkejut melihat mayat si Pak Tua yang telah kehilangan kepalanya.


Dan kemudian Nan Ruyu pun memukul-mukul pipi Gu Mei secara pelan untuk membuatnya bangun.


"Bangun, bangun..!" Ucap Nan Ruyu membangunkan Gu Mei dan seketika pun Gu Mei bangun dan perlahan membuka matanya.


"Uugh..., Ruyu!?. kenapa kita ada disini bukannya kita tadi jatuh ke dalam air?" Ucap Gu Mei bertanya ketika bangun.


"Aku juga tidak tau, Evan juga menghilang dan Paman Qian Ji juga masih pingsan. kau bangunkanlah paman Qian Ji aku akan mencari Evan ditempat ini!" Perintah Nan Ruyu sambil bangkit berdiri.


Gu Mei pun menurut dan membangunkan Paman Qian Ji, sedangkan Nan Ruyu akan mencari Evan.


"BOOMM !!" baru saja Nan ruyu ingin berbalik mencari Evan, terjadi sebuah ledakan dibelakangnya dan Nan Ruyu pun langsung melihat asal dari ledakan itu.


"Haha..., aku berhasil naik satu level!" Ucap Evan berdiri sambil mengepal kedua tangannya dikolam yang sudah kering terserap olehnya.


Kemudian tanpa disadari Nan ruyu datang ke tempat Evan berada dan melihat Evan dalam keadaan tak berpakaian.


"Aaaah...!!, Mesum..!!" teriak Nan Ruyu setelah melihat Evan dan kemudian langsung berlari kembali ke tempat Gu Mei dan Paman Qian Ji berada.


"Hei tunggu!, Hmm..... aku juga bukannya tidak menutupi itu ku kan? kenapa dia harus lari?" Ucap Evan setelah ditinggal pergi.


Ditempat Gu Mei dan Paman Qian Ji berada, Gu Mei yang baru saja membuat Paman Qian Ji bangun, melihat Nan Ruyu kembali dengan tergesa-gesa.


"Ada apa!?, kenapa tadi kau berteriak!?" tanya Gu Mei.


"Kenapa kau terlihat sangat panik?" tanya Paman Qian Ji yang baru saja terbangun.


"Aah.., itu aku......"


"Dia tadi melihatku naik level hingga membuatnya terkejut." jawab Evan yang datang dengan sudah berpakaian seperti sebelumnya.


"Kau naik level?, sekarang kau sudah ditungkat pencapaian apa?" tanya Gu Mei semangat.


"Yah kau sudah ditingkat berapa?, kau sangat cepat membuat terobosan!" Ucap si Paman kagum.

__ADS_1


"Aku sekarang sudah ditingkat Jenderal level 6."


"Peningkatanmu sangat cepat!, kau monster dari segala monster!" Puji sang Paman Qian Ji.


"Benar, kau sungguh sangat jenius!" puji Gu Mei.


"Hahaha... sudah, sudah jangan memujiku terus, nanti takutnya aku akan jadi besar kepala. bagaimana keadaan kalian apa sudah merasa lebih baik?"


"yah keadaan kami sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, apa yang sudah terjadi? kenapa kami bertiga bisa berada ditempat ini lagi, bukankah kita semua jatuh kebawah air yang sangat dingin karena terjebak oleh Pak Tua busuk itu?, dan kenapa dia tiba-tiba mati? Apa kamu yang melakukannya?." tanya Nan Ruyu bertubi-tubi.


"Begini ceritanya..............." Evan menceritakan semua kejadiannya dengan sangat detail tanpa ada kurang sedikitpun.


"......begitulah kejadianya selagi kalian pingsan." Ucap Evan mengakhiri ceritanya.


"Oooh... jadi seperti itu, pantas saja tubuh kami bertiga terasa lebih nyaman ketika kami bangun, ternyata kau memberi kami Pil Api Penghangat Roh kepada kami." Ucap Nan Ruyu.


"Yah, karena kalian sudah sadar ayo kita segera keluar dari tempat ini." Ajak Evan.


Kemudian mereka pun keluar dari tempat harta tersembunyi yang sudah kosong dan melanjutkan perjalanan mereka.


Karena hari sudah gelap mereka berempat pergi ke kota untuk mencari tempat menginap untuk satu malam.


"Evan, kenapa kau harus memakai topeng?, dan kenapa aku harus menyamar sebagai pelayanmu!?" tanya Gu Mei emosi.


"Apa kau sudah lupa? Jangan panggil aku dengan namaku, panggil aku Tuan Muda Shi Ruo!" Ucap Evan menegaskan.


"Hmph!!, tapi kenapa hanya aku saja yang didadani menjadi jelek seperti ini?, kenapa Nan Ruyu dan Paman Qian Ji tidak!?" kesal Gu Mei tidak terima.


"Apa kau sudah tak menginginkan nyawamu lagi?, wajah kita berdua sudah sangat terkenal disetiap penjuru kota ini, ini adalah satu-satunya cara untuk melindungi diri karena jika sampai identitas kita ketahuan pasti akan sulit untuk melarikan diri, dan lagi aku juga bisa mencari informasi tentang orang-orang kerajaan." Jawab Evan.


"Baiklah..!" Ucap Gu Mei terpaksa.


".....!?, aura yang sangat familiar!." batin Evan merasakan sebuah aura yang familiar, khususnya musuhnya saat berjalan-jalan melewati sebuah tempat hiburan.


"Tuan Muda Shi Ruo ada apa?" tanya Nan Ruyu melihat Evan yang berhenti berjalan sambil melihat ke arah lantai atas sebuah tempat hiburan.


"Tidak apa-apa, aku hanya melihat-lihat jadi penasaran saja." Jawab Evan tersenyum.

__ADS_1


Nan Ruyu melihat ke arah tempat yang tadi dilihat oleh Evan, dan ternyata itu adalah tempat hiburan para lelaki brengsek suka kesana (Rumah Bordil).


"Humph dasar pria Brengsek Mesum!" Ucap Nan Ruyu berbalik pergi meninggalkan Evan.


Melihat Itu Evan hanya merasa heran sambil mengangkat kedua bahu nya dan lanjut berjalan menyusul teman-temannya.


Singkat cerita mereka sudah menemukan tempat untuk menginap selama satu malam.


Didepan pintu penginapan.......


"Paman, kau jagalah mereka disini jangan sampai terjadi sesuatu!" perintah Evan.


"Tuan muda Shi Ruo ingin kemana?" tanya Paman Qian ji


" aku akan pergi keluar sebentar untuk mengurus sesuatu!" jawab Evan.


"Baiklah, aku akan menjaga para gadis agar tetap aman!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...



...LUO BAI...


...(PENDEKAR PEDANG DINGIN)...


...✌ JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 👌...


...👍👍👍👍👍👍👍...


...👇...


...👇...


...👇...

__ADS_1


...👇...


...👇...


__ADS_2