KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 100 : Keluar Dari Gunung Api Penyucian


__ADS_3

Dipagi hari, Evan bangun dan melihat dua gadis cantik sedang tertidur disampingnya (gadis dingin dan Gu Mei), Evan hanya tersenyum dan bangkit berdiri tanpa membangunkan ke dua gadis itu.


Evan berjalan keluar dari ruang tahanan itu dengan jalan seperti orang yang baru dikhitan, kemudian evan merenggangkan ototnya.


Saat Evan meregangkan otot-ototnya kedua gadis itu terbangun dengan wajah saling bertatapan.


"Aaaakh... kenapa jadi kau!?, kemana Evan!?" tanya Gu mei yang langsung bangun.


"kamu kenapa berisik sekali?, Evan mungkin sudah bangun." jawab Si gadis dingin.


mendengar ada keributan dari dalam ruang tahanan adalah pertanda kalau kedua gadis itu sudah bangun, dan evan pun menghampiri mereka, kedua gadis itu.


"Kenapa kalian ribut lagi!?, baru bangun langsung ribut!" marah evan pada kedua gadis itu.


"Hmph!" Gu mei memalingkan wajah.


"Evan, kenapa kamu bangun sangat cepat?, apa itu sudah baikan?" tanya Gu mei perhatian.


"sudah baikan, tapi agak sedikit sulit untuk bergerak." jawab Evan.


"Maaf, aku tidak tau kalau kau akan terluka sampai seperti ini!, jika kedepannya kau kesulitan untuk mencari pasangan karena kondisimu, A..aku rela menjadi istrimu!." ucap Gadis dingin gugup dan merasa bersalah.


"apa yang kau bicarakan!?" tanya Evan heran.


"Iyah, aku juga Rela jadi istrimu, bagaimana pun ini juga salah kami berdua." ucap Gu mei yang ikut-ikutan.

__ADS_1


"Apa-apaan!?, aku tidak mengerti apa maksud kalian!?" tanya evan penuh keheranan, kenapa kedua gadis cantik dan berbahaya ini menawarkan diri jadi istrinya.


"I-itu.. kata pak tua mungkin Kejantananmu akan mengalami masalah disfungsi" jawab Gu mei.


"Apa yang kalian katakan? aku baik-baik saja, Dasar pak tua itu bicara sembarangan, setelah aku sembuh akan kuhajar bokongnya!" Ucap evan geram.


"Bagus kalau kamu benar baik-baik saja, kami hanya khawatir kamu tak perlu marah dengan pak tua, dia juga hanya bilang kemungkinan." Ucap Gu mei mencoba menenangkan Evan.


Mendengar sepertinya Evan dan yang lain sudah bangun si paman dan pak tua datang ke tempat evan untuk melihat kondisi Evan.


"Nak Evan, kau sudah bisa berdiri!?" ucap si pak tua terkejut karena dalam penaksirannya Evan akan bisa berjalan setidaknya setelah tiga hari.


"Hei pak tua!, apa yang kau katakan pada gadis-gadis ini!?, kau menjatuhkan harga diriku sebagai seorang pria jantan!, Dasar pak tua busuk!" marah evan kesal melihat si pak tua berani muncul dihadapannya.


"Hehehehe.... salah penaksiran salah penaksiran, tapi aku juga terkejut melihatmu cepat sekali membaik." Ucap si pak tua yang penasaran.


Mendengar itu si pak tua pun jengkel.


"Haha.. baguslah kalau kau sudah merasa baikan." Ucap si paman.


"Paman, kau tertawa!?" kejut evan yang baru pertama kali melihat si paman tertawa.


"Hmmm.... kau bisa mengeluarkan kami, apa kau sudah berhasil membongkar kejahatan Mo ling dan Mo wu zhang?" tanya si paman.


"Kalau itu panjang ceritanya, ayo kita keluar dulu dari sini setelah itu baru aku ceritakan." ucap evan.

__ADS_1


Yang lain pun mengangguk setuju, mereka semua keluar dari gua api penyucian, Evan yang kesulitan untuk berjalan dibantu oleh si paman.


Setelah itu mereka pun menuju sekte matahari merah, diperjalanan Evan pun menceritakan semuannya pada mereka.


"..... begitulah, tapi sayang mereka berdua Mo wu zhang dan Mo ling masih hidup. jadi aku belum menepati janjiku pada kalian." ucap evam menutup ceritanya.


"Tidak apa-apa, maaf telah merepotkanmu." Ucap si paman.


"Ayah dan anak itu memang sangat licik dan keji, sangat sulit untuk membunuh mereka!" Ucap si pak tua.


"Oh yah gadis dingin, mana janjimu yang akan memberitahu aku namamu, sampai sekarang aku masih belum tau nama kamu loh?" Tagih Evan.


"Nan ruyu..." ucap si gadis dingin pelan.


"Apa!?, aku gak dengar!"


"Nan Ruyu..." Ucap si gadis sedikit lebih kuat.


"Apa? Apa?, suaramu pelan sekali aku masih belum dengar!"


"NAN RUYU!!" Teriak si gadis dingin.


"Hahahaha....iyah iyah 'NAN RUYU' tidak perlu teriak sekerasa itu aku sudah dengar, namanya bagus cocok untuk orangnya yang cantik." Ucap evan menggombali Nan ruyu.


"Hmph...!!" Kesal Nan ruyu sebal.

__ADS_1


Melihat Nan ruyu yang kesal ternyata cukup imut juga dan membuat Evan tertawa, Dan selama perjalanan menuju sekte Evan mengetahui kalau nama si pak tua adalah 'SONG LI' sedangkan si paman adalah 'QIAN JI'.


Beberapa saat kemudian akhirnya mereka pun sampai di sekte yang sudah hancur hangus terbakar. Nan Ruyu, pak tua Song Li, dan paman Qian Ji sangat terkejut melihat sekte matahari merah yang hancur hangus terbakar.


__ADS_2