
Kembali ke Nanzhou...
Tampak Evan yang sedang berlatih Jurus Elemen Pasir di luar benteng pertahanan Nanzhou.
Untuk meminta bimbingan dan ajaran dari Kakak Elemen Pasir, Evan pun menciptakan satu kloningan khusus untuk Elemen Pasir.
"Kakak Pasir, apakah berlatihnya memang harus disini?" tanya Evan merasa bingung dan penasaran.
"Iyah, ditempat ini ada banyak pasir, itu akan membantumu agar dapat mempermudah kamu belajar mengusai Jurus yang akan aku berikan!" ujar Elemen Pasir menjawab Evan.
"Baiklah!" kata Evan yang menurut saja.
"Baiklah, aku akan memulai mengajari kamu dua jurus ini terlebih dahulu!" kata Elemen Pasir menyentuh kening Evan dengan jarinya untuk menanamkan dua buah jurus kedalam ingatan Evan.
"Nama kedua jurus ini adalah Jurus Gelombang Pasir Penghancur dan Jurus Pengendali Pasir, keduanya adalah jurus Tingkat Langit Kelas Atas!" kata Elemen Pasir.
Jurus Gelombang Pasir Pelahap adalah sebuah Jurus yang dapat menciptakan ombak-ombak Pasir yang dapat menghancurkan atau mengacaukan musuh dalam jumlah besar hanya dengan sekali jurus.
Sedang Jurus Pengendali Pasir adalah sebuah jurus Area, yang mana Jurus ini dapat membuat si pengguna dapat mengendalikan pasir yang ada disekitar dalam jarak tiga meter untuk menyerang atau bertahan, Jurus ini dapat digunakan sebagai teknik bertarung jarak dekat.
Kemudian Evan pun mulai berlatih Jurus Gelombang Pasir Penghancur, karena Jurus Berskala besar sangat diperlukan untuk pertempuran dalam peperangan dengan yang tak terkira jumlahnya.
Evan berlatih dengan giat dan rajin diluar benteng pertahanan Nanzhou, hingga tiga hari kemudian akhirnya Evan berhasil menguasai salah satu dari Jurusnya yaitu Gelombang Pasir Penghancur.
"Ombak Pasir Penghancur!" sebut Evan mengeluarkan jurusnya yang berupa tiga Ombak pasir setinggi 7-10 meter yang menyerang ke arah depan.
Melihat daya serang jurus yang dia latih sangat kuat dan besar, Evan pun merasa sangat takjub dan puas dengan jurus yang telah dilatihnya selama tiga hari.
"Bagus sekali!, Jurus Gelombang Pasir Penghancur ini sangat kuat dan memiliki daya serang berskala besar, dengan adanya jurus hebat ini aku bisa menghancurkan puluhan sampai ratusan musuh Tingkat Jenderal Level Empat kebawah hanya dalam sekali serang!" pikir Evan merasa senang dan puas dengan jurus yang telah dikuasainya.
"Yah, Jurus itu juga akan dapat bertambah kuat sesuai dengan Tingkat Kultivasi yang kamu miliki!" ujar Elemen Pasir membuat Evan bertambah senang.
"Kalau begitu Jurus ini memang luar biasa!" kata Evan merasa semakin senang dan bersemangat.
Sementara itu di sebuah padang pasir, tampak Mo Liang dengan dua Jenderal berpengalaman yang dia bawa yaitu Jenderal Mo Bius Tingkat Kaisar Level Tiga dan Jenderal Xiong Tingkat Kaisar Level Empat memimpin 150 ribu prajurit bergerak menuju provinsi Nanzhou.
Hentakan kaki para prajurit membuat debu-debu dan pasir berterbangan di udara, dan jutaan tapak kaki berbekas dipadang pasir yang mereka lalui.
__ADS_1
"Hancurkan Dan Taklukkan Nanzhou!, Bunuh Semua Musuh Tanpa Tersisa !!" seru Mo Liang berteriak memimpin pasukan besarnya bergerak menuju Nanzhou.
Teriakan kencang Mo Liang membakar semangat seluruh pasukan menjadi semakin membara dan berkobar-kobar.
"TAKLUKKAN NANZHOU, BUNUH SEMUA MUSUH TANPA TERSISA!, HANCURKAN !!!" teriak seluruh pasukan dengan penuh semangat yang membara.
Mo Liang dengan dua Jenderal berpengalamannya memimpin 150 ribu prajurit pasukan Kerajaan Mo bergerak menyerang menuju Nanzhou.
Sementara itu tampak Evan yang masih sedang berlatih Jurus Pengendali Pasir bersama dengan kloningan Kakak Elemen Pasir.
Dengan sangat susah payahnya Evan berlatih, tetapi Evan tetap belum bisa menguasai Jurus Pengendali Pasir yang diberikan oleh Elemen Pasir dengan baik.
Setelah beberapa saat kemudian Evan berlatih, tampak dari kejauhan Mo Liang yang sedang terbang dengan sayap auranya sambil memegang sebuah tombak besi ditangan kanannya.
"Tangan Raja Vraja!" ucap Mo Liang yang kemudian mengubah tangan kanannya menjadi berwarna emas dengan mantra-mantra yang tertera disekujur tangan kanannya yang sedang memegang tombak besi.
Kemudian dengan sekuat tenaga Mo Liang melemparkan tombak besinya dari jarak yang masih sangat jauh ke arah Benteng Pertahanan Nanzhou.
"Sooosshh!!" tombak tersebut meluncur dengan sangat cepat ke arah benteng pertahanan Nanzhou.
"BRAAKK!!" tombak besi tersebut menancap dengan sangat kuat hingga membuat Evan yang sedang berlatih Jurus Pengendali Pasir seketika sontak terkejut, dan dengan cepat langsung menoleh ke arah tombak yang menancap ke dinding bertahanan yang ada dibelakangnya.
Kemudian Evan menoleh lagi ke arah depan yaitu padang pasir yang sangat amat luas, dan tampak dari kejauhan Evan melihat ada 150 ribu prajurit musuh sedang bergerak menyerang menuju Nanzhou.
"Musuh Datang Menyerang!, seluruh pasukan bersiap Bertahan!" seru Evan berteriak kepada pasukannya yang berjaga di atas Dinding benteng pertahanan yang ada dibelakangnya.
Mendengar teriakkan Evan yang memberitahukan kalau ada musuh datang menyerang, dengan cepat seluruh Pasukan yang berjaga di atas dinding benteng pertahanan pun dengan cekatan bersiap untuk bertahan.
Kemudian tiga mekanisme dan formasi menyerang dan bertahan yang ada didinding benteng pertahanan pun diaktifkan, untuk bersiap bertahan melawan pasukan besar musuh yang datang menyerang.
Dan sekitar 60 ribu prajurit keluar dari benteng untuk menghalau dan melawan para prajurit musuh diluar benteng secara langsung, dan menyisakan 10 ribu prajurit untuk berjaga di atas benteng pertahanan.
Kemudian Wolf yang siap memimpin Pasukan Serigala untuk berperang menghampiri Evan.
"Jenderal, seluruh pasukan sudah siap untuk bertempur melawan pasukan musuh!" kata Wolf melapor kepada Evan.
"Bagus!, kemana para komandan yang lainnya?, kenapa mereka masih belum datang?" tanya Evan kepada Wolf.
__ADS_1
"Aku sudah menyuruh sekelompok prajurit untuk memanggil para komandan yang lainnya, mungkin mereka sebentara lagi akan datang!" kata Wolf menjawab Evan.
Tidak lama kemudian akhirnya para komandan yang lainnya yaitu teman-teman Evan pun datang ke benteng pertahanan Nanzhou, dan segera menghampiri Evan.
"Maaf Evan, kami sedikit terlambat!" kata Ray Qi mendatangi dan berhenti tepat disamping Evan.
"Bagaimana dengan pasukan musuh?, berapa jumlah mereka?" tanya Luo Bai kepada Evan.
"Jumlah pasukan musuh kemungkinan lebih dari 100 ribu prajurit!, tetapi bukan itu yang aku khawatirkan, kamu lihat tombak besi yang menancap disana?, tombak itu dilempar dari jarak yang sangat jauh, kurang lebih 2000 meter jauhnya!" ujar Evan kepada teman-temanny.
Evan sedikit merasa waspada terhadap seseorang yang melemparkan tombak besi tersebut, yang mana itu seseorang tersebut adalah Mo Liang.
Mendengar itu teman-teman Evan pun merasa terkejut dan juga ikut merasa waspada terhadap Mo Liang.
Sementara itu Mo Liang dengan 150 ribu prajurit sudah bergerak semakin dekat ke arah benteng pertahanan Nanzhou.
"Seluruh Prajurit Serang!, hancurkan Nanzhou dan bunuh semua musuh!!" seru Mo Liang sambil terbang berteriak kepada seluruh pasukannya.
Kemudian dengan sangat bersemangat dan bersorak-sorak, seluruh pasukan kerajaan Mo pun menyerbu Benteng pertahanan Nanzhou.
Disisi lain Evan dan teman-temannya dengan 10 ribu prajurit yang menjaga di atas benteng dan 60 ribu prajurit siap bertempur secara langsung melawan 150 ribu prajurit Kerajaan Mo yang datang menyerang
"Seluruh Pasukan Bersiap untuk bertempur, pertahankan Nanzhou dan bunuh semua musuh, Serang!" seru Evan berteriak kepada seluruh pasukannya.
Mendengar teriakan Evan, seluruh pasukan pun bersorak-sorak dengan penuh semangat dan siap untuk bertempur mempertahankan Nanzhou.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1