
Kemudian semua teman-teman lama Evan bubar dan menyelesaikan tugasnya masing-masing.
"Ran Ran tunggu!" panggil Evan pada Ran Ran yang ingin pergi.
"Evan, Ada apa?" tanya Ran Ran berbalik melihat ke arah Evan.
"Tolong antar dan carikan mereka bertiga (Nan Ruyu, Gu Mei, Paman Qian Ji) tempat untuk tinggal." pinta Evan.
"Mari saya antar." ajak Ran Ran pada ketiga teman Evan.
"Baiklah, Dah Evan...!" ucap Gu Mei melambaikan tangannya pada Evan.
"Terima kasih Evan, Ah tidak, seharusnya sekarang aku memanggilmu Tetua atau Komandan?" ucap Paman Qian Ji bersenda gurau.
"Hahaha paman Qian terlalu sungkan, panggil aku apa saja juga boleh." jawab Evan.
"Kalau seperti itu aku akan memanggilmu dengan sebutan Komandan Evan!, kalau begitu sampai jumpa nanti malam!" ucap Paman Qian Ji berbalik pergi dan Evan hanya mengangguk dengan tersenyum.
Dan setelah semua orang pergi kini tinggal Evan seorang yang berada dihalaman itu.
"Hmm..., sekarang hanya tinggal waktuku sendiri, aku sangat merindukan Ririn seharusnya Ririn juga seperti itu." Guman Evan sambil menghayal.
Kemudian Evan pun pergi menuju ke kamar Ririn.
Diwaktu yang sama disaat Ran Ran mengantar Nan Ruyu, Gu Mei dan Paman Qian Ji.
"Paman Qian, ini adalah kamarmu, maaf jika kurang berkenan." ucap Ran Ran yang telah mengantar sampai ke depan pintu kamar milik paman Qian Ji.
__ADS_1
"Tidak, ini sudah lebih dari cukup, terima kasih Nona Ran."
Setelah itu Ran Ran hanya tinggal mengantar dua wanita itu.
Disaat berjalan disebuah halaman.
"Kalian berdua menyukai Evan?" tanya Ran Ran(17 tahun) sambil berjalan.
"Apa yang kau katakan?, kami? menyukai Evan, bocah yang baru berumur 15 tahun? heh, selera aku tidak seburuk itu!. tapi tidak tau sih dengan Nan Ruyu?" ucap Gu Mei menyangkal. (sekarang Gu Mei sudah berusia 17 tahun).
Mendengar itu Nan Ruyu (18 tahun) hanya menanggapinya dengan diam tak bersuara dengan ekspresi yang dingin pula.
"Putri Gu Mei, Kamu menyangkalnya hanya karena umur Evan yang jauh lebih muda darimu?. tetapi memang benar Evan masih sangat muda, tetapi hanya baru diusianya sekarang Evan sudah sangat dihormati oleh orang-orang disekitarnya, dan mungkin 5 tahun kedepan kita tidak tau 'Pencapaian Gemilang' apa yang akan diraih oleh Evan." ucap Ran Ran yang berfikir jauh kedepan.
"Tapi itu masih dengan kata 'mungkin', yang berarti belum jelas" ucap Gu Mei yang meragukan.
Mendengar perkataan Ran Ran yang tidak memiliki keraguan Gu Mei hanya diam.
"Tetapi baguslah jika Putri tidak menyukai Evan, tapi Putri jangan menarik kembali perkataan Putri dikemudian hari!. kita sudah sampai dikamar kalian berdua, maaf kami tidak bisa memberikan kalian dua kamar, jadi harap kalian berbagi!" ucap Ran Ran dan langsung pergi meninggalkan Gu Mei dan Nan Ruyu.
"Tunggu!, Evan sekarang ada dimana?" tanya Gu Mei.
"Untuk apa kau bertanya itu padaku?, tetapi menurut karakter dan sifat Evan, dia mungkin pergi ke kamar kekasihnya sekarang." jawab Ran Ran.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin berbicara padanya sebentar."
Dan kemudian Ran Ran pun langsung pergi.
__ADS_1
Setelah tau dimana mereka akan tidur, Gu Mei dengan cepatnya langsung masuk dan memilih tempat tidur yang paling luas.
"Hahaha...., ranjang ini milikku!" ucap Gu Mei menduduki ranjang yang ia pilih.
Nan Ruyu hanya melihatnya dengan tatapan dingin.
"Kekanakkan." ucap Nan Ruyu dan berbalik ke tempat tidur yang tersisa.
"Apa yang kau bilang!?" ucap Gu Mei marah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...SALAM NAN RUYU...
...✌WAJIB LIKE DAN KOMENT✌...
...👇...
...👇...
...👇...
...👇...
__ADS_1