
Sementara itu di Kediaman Jenderal, tampak Ririn yang sedang berendam air hangat didalam kamar mandi sambil menggosok tubuhnya. Hingga tak lama kemudian Evan datang dan masuk ke dalam kamar mandi tempat Ririn yang sedang berendam.
Mendengar adanya suara langkah kaki yang berjalan mendekat, kemudian Ririn segera membuka matanya dan menoleh ke arah Evan yang sedang berjalan menghampiri dirinya.
"Evan, kamu membuat aku terkejut lagi, bisakah kamu jika ingin masuk mengetuk pintu terlebih dahulu?" ujar Ririn merasa sedikit kesal kepada Evan yang selalu masuk ke dalam kamar mandinya secara diam-diam.
"Baiklah, lain kali aku pasti akan mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam kamar mandimu!" kata Evan sembari tersenyum dengan hangat pada Ririn.
Evan berjalan mendekat hingga berdiri tepat dibelakang Ririn yang sedang berendam air hangat.
"Evan, kamu hampir setiap malam selalu pergi ke kamarku, apakah kamu tidak rindu dengan Para Istri kamu yang lainnya?" tanya Ririn merasa heran dengan Evan.
"Sebenarnya sih aku juga merindukan mereka, tetapi aku lebih merindukan dirimu!" kata Evan menggombali Ririn dengan mulut manisnya.
"Dasar mulut manis!" kata Ririn merasa sebal dengan wajah yang mulai merona akibat mendengar gombalan dari Evan.
Melihat Ririn yang sedang menggosok tubuh, maka Evan mencoba menawarkan diri untuk membantu Ririn menggosok punggung.
"Mari biar aku bantu menggosok punggungmu!" kata Evan yang ingin membantu Ririn menggosok punggung.
Melihat Evan menawarkan diri, maka Ririn dengan senang hati langsung memberikan handuk kecil yang sedang ia pegang kepada Evan.
Kemudian Evan menerima handuk kecil tersebut dan mulai menggosok punggung Ririn dengan perlahan.
"Suamiku, kamu sangat baik hari ini, apakah ada sesuatu yang ingin kamu minta dariku?" tanya Ririn dengan lemah lembut kepada Evan.
"Yah, aku memang ada satu hal yang ingin aku minta darimu, tetapi itu nanti saja setelah kamu dan aku selesai mandi!" kata Evan dengan lemah lembut sambil menggosok punggung Ririn dengan perlahan.
Mendengar itu Ririn pun tersenyum dan kemudian berbalik badan menghadap ke arah Evan yang sedang menggosok punggungnya.
__ADS_1
Dan tanpa ragu Ririn mencium bibir Evan dengan kelembutannya, dan kemudian melingkarkan kedua tangannya ke leher Evan.
"Sayang, bayi kita sepertinya ingin mandi bersama dengan Ayahnya, dia ingin mandi bertiga!" kata Ririn sambil melingkarkan kedua tangannya ke leher Evan.
"Baiklah dengan senang hati!" kata Evan dengan lemah lembut sambil tersenyum dengan hangat kepada Ririn.
Beberapa saat kemudian didalam kamar, tampak Ririn yang sedang duduk diatas tempat tidur dan sudah bersiap untuk tidur dengan menggunakan piyama. Sedangkan disisi lain tampak Evan yang sedang berdiri didekat tempat tidur dan baru selesai mengenakan pakaian.
"Sayang, apakah sekarang kamu sudah bisa mengatakan apa yang ingin kamu minta kepadaku?" ujar Ririn bertanya dengan lemah lembut kepada Evan.
Melihat Ririn yang sedang menantikan permintaan darinya, kemudian Evan pun tersenyum dengan lemah lembut dan hangat kepada Ririn.
Evan berjalan mendekati Ririn dan kemudian langsung berbaring di atas tempat tidur, dengan kepala berbantalan diatas paha Ririn.
"Istriku yang cantik, menurutmu bagaimana dengan Gu Mei?" tanya Evan kepada Ririn yang sedang membelai wajahnya dengan lembut.
"Maksudnya menurut yang seperti apa?" tanya Ririn sambil tersenyum dan mencoba mempermainkan Evan.
Mendengar permintaan Evan yang ingin menikah lagi dan yang ingin dinikahi adalah Gu Mei, maka Ririn sama sekali tidak merasa terkejut.
"Kamu ingin menikahi Gu Mei?" tanya Ririn mencoba memastikan permintaan Evan.
"Yah, tetapi semua keputusan akan aku berikan kepadamu. Jika kamu tidak mengijinkan, maka aku juga tidak akan menikah lagi!" kata Evan dengan bersungguh-sungguh.
"Evan, apakah kamu tahu, kalau kamu sungguh berbeda dengan banyak laki-laki pada umumnya? Biasanya jika seorang laki-laki yang memiliki kekuatan dan kekuasaan seperti kamu ingin menikah lagi, dia sama sekali tidak akan pernah peduli dengan keputusan Para Istrinya yang lain. Tetapi kamu berbeda, kamu akan selalu meminta pendapat dariku terlebih dahulu, dan menyerahkan semua keputusan kepadaku!" kata Ririn membandingkan Evan yang jauh lebih baik dari pada kebanyakan laki-laki pada umumnya.
Mendengar perkataan pujian dari Ririn, membuat Evan merasa senang dan tersenyum. Hingga kemudian Ririn melanjutkan perkataannya kepada Evan.
"Gu Mei memang wanita yang baik dan aku juga telah mengenal dia sebelumnya. Selain karakternya yang mirip dengan Nan Ruyu dan statusnya yang merupakan seorang Putri Kerajaan Gu, sepertinya Gu Mei juga mencintai kamu dengan tulus seperti kami mencintaimu. Dan juga yang jauh lebih penting, sepertinya Gu Mei juga lebih hebat dari pada kami dalam urusan diatas ranjang!" kata Ririn menilai Gu Mei dari berbagai pandangan.
__ADS_1
"Hahaha... kenapa yang paling penting adalah masalah di atas ranjang? Penilaian Istriku aneh sekali!" kata Evan yang seketika tertawa saat mendengar penilaian terakhir Ririn terhadap Gu Mei.
"Salah siapa kamu sangat hebat, bahkan kami berlima saja masih belum cukup untuk mengalahkan kamu!" kata Ririn merasa sebal sambil mencubit dan menarik hidung Evan dengan pelan.
Mendengar perkataan Ririn, seketika membuat Evan merasa gembira dan tersenyum sambil tertawa kecil.
"Hehe..., jadi apakah kamu mengijinkan aku untuk menikah lagi? Dan menjadikan Gu Mei sebagai Istri ke-Enam ku?" tanya Evan meminta kepastian dari Ririn.
"Yah, tentu saja boleh, asalkan kamu tetap menepati janjimu padaku!" ujar Ririn mengingatkan Evan atas janji yang diberikan oleh Evan kepadanya sebelumnya.
"Terima kasih Ririn, kamu memang satu-satunya Istri yang paling aku cintai seumur hidupku. Kamu tenang saja, aku berjanji pasti akan menepati janjiku kepadamu dan tidak akan pernah mengingkarinya, aku berjanji!" kata Evan merasa sangat senang dan bersungguh-sungguh dalam perkataannya, sambil menggenggam dan mencium tangan Ririn dengan kelembutannya.
"Baguslah jika kamu masih mengingat janjimu kepadaku, aku merasa sangat senang!" kata Ririn merasa senang dan bahagia mendengar perkataan Evan yang masih mengingat janjinya.
Karena hari sudah mulai larut malam, maka Ririn yang ingin segera tidur dan beristirahat, kemudian menyuruh Evan untuk kembali ke kamar milik Evan sendiri.
"Baiklah, hari sudah mulai gelap, aku ingin segera tidur dan beristirahat, sedangkan kamu sebaiknya kembali ke kamarmu untuk beristirahar juga!" ujar Ririn dengan lemah lembut kepada Evan yang masih berbaring di atas pangkuan pahanya.
"Tidak, aku tidak ingin kembali ke kamarku, malam ini aku ingin tidur bersamamu disini!" kata Evan yang tidak ingin kembali ke kamarnya dan ingin tidur bersama dengan Ririn.
"Hmm..., baiklah boleh!" kata Ririn dengan sebang hati mengijinkan Evan untuk tidur bersama dengannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................
......................