
[Supaya mempermudah jalan cerita, khusus untuk dua Bab ini kita akan menyebut Ratu Yue Xian Ling dengan Putri Yue Xian Ling.]
"Kalau boleh tau, kenapa aku bisa ada disini, di tempatmu?" tanya Putri Yue Xian Ling.
"Tadi malam, saat Aku sedang berburu dengan Para Prajurit ku, Aku menemukanmu tergeletak di bawah sebuah pohon dengan tubuh yang terluka. Jadi daripada kamu dimakan oleh serigala di dalam Hutan sana, Aku membawa kamu yang pingsan kesini!" jawab Pria Ras Iblis.
"Tunggu, apakah yang tadi kamu katakan adalah Prajurit?"
"Yah, Prajurit!"
"Prajurit? Siapa kamu sebenarnya?"
Mendengar pertanyaan itu, Pria Ras Iblis pun tersenyum.
"Perkenalkan, namaku adalah Zhong Kai, Aku adalah Pangeran Mahkota Kerajaan Kai!" jawab Pria Ras Iblis memperkenalkan dirinya.
"Apa? Pangeran Mahkota Kerajaan Kai?!" Putri Yue Xian Ling seketika merasa sangat terkejut dan langsung bangkit duduk dari tempat tidurnya.
Namun karena refleks, Putri Yue Xian Ling tidak sengaja bergerak berlebih hingga membuat lukanya yang telah diperban terbuka kembali.
"Uuggh!...." suara Putri Yue Xian Ling merintih kesakitan.
"Kamu tidak apa-apa?" dengan sigap Zhong Kai menghampiri Putri Yue Xian Ling dan memberi perhatian padanya.
"Kamu jangan bergerak terlalu banyak, luka di tubuh kamu masih baru di obati!" ujar Zhong Kai penuh perhatian pada Putri Yue Xian Ling.
Melihat Zhong Kai yang begitu perhatian dan dekat padanya, Putri Yue Xian Ling pun terpesona dan wajahnya pun tampak merona.
"Oh yah, aku masih belum mengetahui siapa namamu. Kalau boleh tau siapa kamu? Mengapa bisa tersesat di hutan ini sendirian?" tanya Zhong Kai membuat Putri Yue Xian Ling tersadar dari lamunannya.
"Namaku adalah Yue Xian Ling, Aku Putri dari Kerajaan Yue."
"Pu..Putri!?" Zhong Kai sontak terkejut mendengarnya. "Maaf Putri, maaf atas ke lancangan Saya," Zhong Kai segera berlutut dan memberi hormat kepada Putri Yue Xian Ling.
__ADS_1
"Kamu jangan berlutut kepadaku, berdirilah. Kamu adalah seorang Pangeran yang terhormat, tidak baik jika kamu memberi hormat padaku seperti ini. Lagi pula, kamu juga adalah Penyelamatku," ujar Putri Yue Xian Ling.
Mendengar ucapan Putri Yue Xian Ling, Zhong Kai yang sedang menundukkan kepalanya tampak tersenyum.
Sejak hari itu, Putri Yue Xian Ling mulai memiliki sebuah rasa kepada Zhong Kai Sang Pangeran Mahkota Kerajaan Kai tersebut.
Namun tanpa disadari oleh Putri Yue Xian Ling, ternyata semua itu adalah rencana yang telah disusun dengan sangat rapi oleh Zhong Kai.
Selama proses pemulihan, Putri Yue Xian Ling tinggal bersama dengan Zhong Kai di perkemahan Pasukan Ras Iblis.
Sedikit demi sedikit Putri Yue Xian Ling secara perlahan terperangkap ke dalam jeratan kelembutan dan cinta yang diberikan oleh Zhong Kai kepadanya.
Satu bulan telah berlalu dan Putri Yue Xian Ling telah pulih dari lukanya.
Pada malam itu, di malam hari yang cerah dengan sejuta bintang dan bulan yang bersinar sangat indah, Zhong Kai mengungkapkan perasaannya pada Putri Yue Xian Ling.
"Xian Ling, pada malam hari yang indah ini aku ingin mengatakan yang sejujurnya kepadamu, kalau aku telah jatuh cinta padamu sejak saat pertama kali kita bertemu. Aku tahu pertemuan kita bisa terbilang sangat singkat, namun aku berjanji padamu, aku akan membahagiakan kamu selamanya," kata Zhong Kai dan kemudian berlutut dihadapan Putri Yue Xian Ling. "Jadi Xian Ling, maukah kamu menikah denganku?" ucap Zhong Kai mencium tangan Putri Yue Xian Ling.
"Yah, Aku mau!" jawab Putri Yue Xian Ling tanpa ragu.
Mendengar jawaban Ratu Yue Xian Ling, Zhong Kai langsung bangkit berdiri dan memeluk Putri Yue Xian Ling dengan sangat gembira.
"Xian Ling, aku sangat bahagia mendengar jawabanmu. Terima kasih karena kamu menerima lamaran ku!"
"Yah, aku juga sangat bahagia," Putri Yue Xian Ling membalas pelukan Zhong Kai.
Namun tidak berapa lama, Putri Yue Xian Ling melepaskan pelukannya dan mendorong Zhong Kai dengan pelan.
"Tapi Zhong Kai, kamu tidak bisa jika hanya melamar di hadapanku saja, kamu juga harus melamar ku dihadapan orang tuaku dan mendapatkan persetujuan dari mereka. Aku tidak ingin menikah tanpa persetujuan dari mereka." ujar Putri Yue Xian Ling.
"Baiklah aku tahu itu. Aku berjanji padamu, beberapa hari lagi, Aku akan datang ke Kerajaan Yue untuk melamar dirimu dihadapan orang tuamu!"
Mendengar itu Putri Yue Xian Ling semakin merasa sangat bahagia dan hanyut dalam cinta yang diberikan oleh Zhong Kai kepadanya.
__ADS_1
Mereka berdua kembali berpelukan dibawah bintang-bintang dan bulan yang bersinar sangat indah.
................
Beberapa hari kemudian di Istana Kerajaan Yue. Tampak Ayah, Ibu, Kakak dan Adik Putri Yue Xian Ling yang sedang dalam kepanikan dan kekhawatiran karena Putri Yue Xian Ling yang masih belum kembali ke Kerajaan.
"Yue Liang Chen, ini semua adalah kesalahanmu. Jika kamu mendengarkan aku untuk tidak membiarkan Yue Xian Ling pergi berburu sendirian ke dalam Hutan, maka Dia pasti tidak akan tidak kembali sampai sekarang!" kata Kaisar Yue Haoran (Ayah Putri Yue Xian Ling) merasa sangat marah pada Pangeran Yue Liang Chen (Kakak laki-laki Putri Yue Xian Ling).
"Maafkan aku, Ayah Kaisar. Aku mengaku salah, ini semua memang kesalahanku. Berharap Ayah memberikan hukuman padaku!" kata Pangeran Yue liang Chen sambil berlutut dan memberi hormat kepada Kaisar Yue Haoran.
"Tidak boleh! Ayah Kaisar tidak boleh menghukum Kakak Pertama, ini semua bukan sepenuhnya kesalahan Kakak Pertama!" kata Yue Lan (Adik Putri Yue Xian Ling) berdiri tegak sambil merentangkan kedua tangannya di hadapan Kaisar Yue Haoran.
"Adik ketiga, apa yang sedang kamu lakukan? Kamu akan membuat Ayah Kaisar semakin marah," kata Pangeran Yue Liang Chen sambil melihat punggung Putri Yue Lan yang sedang berdiri membelakangi dirinya.
"Aku tidak peduli! Hari ini aku tidak akan membiarkan Ayah memberi hukuman kepada Kakak Pertama!" kata Putri Yue Lan tanpa menoleh ke belakang dan tetap menatap Kaisar Yue Haoran dengan tatapan penuh keberanian.
"Yue Lan!" bentak Kaisar Haoran sambil beradu tatapan dengan Putri Yue Lan.
"Mohon Kaisar bersabar, apa yang dikatakan oleh Yu Lan memang benar, ini semua bukan sepenuhnya kesalahan Yue Liang Chen. Yue Liang Chen juga telah berusaha keras untuk mencari Yue Xian Ling selama ini, bahkan sampai membuatnya jatuh sakit seminggu yang lalu. Mohon Kaisar untuk tetap tenang dan memaafkan Pangeran Yue Liang Chen!" kata Xian Xiang (Ibu Putri Yue Xian Ling) mencoba meredakan amarah Kaisar Yue Haoran.
Setelah mendengar bujukan dari Permaisuri Kesayangannya, amarah Kaisar Yue Haoran pun perlahan mereda.
Namun suasana di dalam Aula Istana tetap tidak berubah dan tetap tegang sama seperti sebelumnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1