
Kedatangan Evan dan ketiga temannya disambut dengan hangat dan penuh hormat oleh para prajurit yang ada disana.
"Hormat Tuan Jenderal dan ketiga Tuan komandan!" kata para prajurit sambil membungkuk dan memberi hormat kepada Evan dan ketiga temannya.
Evan dan ketiga temannya berjalan menghampiri Klan Hutan Bayangan, hingha akhirnya Tian Yin dan Tian Yang pun bertemu dengan sang Jenderal Besar Li Penguasa Nanzhou.
Tian Yin dan Tian Yang terkejut dan kagum Ketika melihat bahwa Jenderal Li yang sangat terkenal dimana-mana ternyata adalah seorang pemuda.
"Jenderal Besar Li ternyata adalah seorang pemuda?, sepertinya umur Jenderal Besar Li ini lebih muda dari kami berdua!" batin Tian Yang merasa terkejut melihat Evan.
"Salam hormat kepada Tuan Jenderal Li dan ketiga komandan!" kata Tian Yin dan Tian Yang sambil berlutut dan memberi hormat kepada Evan dan ketiga temannya.
Kemudian semua orang Klan Hutan Bayangan pun mengikuti Tian Yin dan Tian Yang.
"Salam hormat kepada Tuan Jenderal Li dan ketiga Komandan!" kata semua orang Klan Hutan Bayangan sambil berlutut dan memberi hormat kepada Evan dan ketiga temannya.
"Kalian semua bangkitlah, tidak perlu berlutut kepadaku!" ujar Evan kepada semua orang Klan Hutan Bayangan.
Mendengar itu Tian Yin dan Tian Yang pun saling menatap satu sama lain dan mereka berdua pun segera bangkit berdiri yang diikuti oleh semua orang Klan Hutan Bayangan.
Evan memandangi semua orang Klan Hutan Bayangan dengan seksama, Evan melihat Klan Hutan Bayangan yang terdiri dari para anak-anak kecil, remaja, para orang tua, dan para orang dewasa. Evan melihat diantara semua orang Klan Hutan Bayangan yang paling kuat adalah dua orang pemuda yang ada dihadapannya yaitu Tian Yin dan Tian Yang.
Melihat para anak-anak balita (bayi) dan para orang tua yang kepanasan dibawah sinar matahari yang bersinar terik, Evan pun merasa tidak tega.
"Maaf semuannya karena penyambutan kami yang kurang nyaman, kalian semua masuklah, disini sangat panas!" ujar Evan sambil tersenyum hangat kepada semua orang Klan Hutan Bayangan.
Kemudian Evan pun berbalik badan dan melihat kepada para prajuritnya yang menjaga pintu gerbang.
"Kalian buka pintu gerbangnya, biarkan mereka masuk, berikan mereka tempat tinggal, pakaian dan makanan, terutama untuk para anak kecil dan para orang tua!" kata Evan memberi perintah kepada para prajuritnya.
__ADS_1
"Baik Jenderal, segera dilaksanakan!" kata para prajurit sambil memberi hormat kepada Evan.
Kemudian akhirnya para prajurit pun dengan sikap ramah tamah menyuruh semua orang Klan Hutan Bayangan untuk masuk kedalam kota Yanzhou.
Tian Yin dan Tian Yang merasa senang melihat hal itu, namun mereka juga masih memiliki keraguan dan kecemasan tentanga apakah hal itu adalah pertanda baik atau buruk.
"Kalian berdua!, kemarilah ikut aku!" panggil Evan mengajak Tian Yin dan Tian Yang.
Tian Yin dan Tian Yang yang merasa sedikit ragu saling memandang satu sama lain.
"Kalian berdua tenang saja, orang-orang Klan Hutan Bayangan kalian aku jamin pasti aman, para prajuritku pasti akan mempersiapkan tempat tinggal, pakaian dan makanan untuk mereka. Aku hanya ingin berbicara dan bertanya beberapa pertanyaan kepada kalian berdua, aku berjanji tidak akan melukai kalian berdua dan Klan Hutan Bayangan kalian!" ujar Evan sambil tersenyum kepada Tian Yin dan Tian Yang.
Mendengar itu, Tian Yin dan Tian Yang pun akhirnya dengan patuh mengikuti Evan dan ketiga temannya pergi.
Beberapa saat kemudian dimarkas militer yang ada didekat benteng pertahanan Nanzhou, tampak Tian Yin dan Tian Yang yang menghadap kepada Evan yang disampingnya ada ketiga temannya.
"Siapa nama kalian berdua?" tanya Evan kepada Tian Yin dan Tian Yang.
"Astaga kalian berdua apakah tidak lelah terus membungkuk kepadaku?, berdiri tegak saja dan jawab pertanyaanku, tidak perlu membungkuk!" ujar Evan mengingatkan Tian Yin dan Tian Yang.
"Siap Jenderal!" kata Tian Yin dan Yang yang kemudian dengan segera langsung berdiri tegak menghadap Evan.
"Bagus!" kata Evan merasa senang dan tersenyum melihat kepatuhan Tian Yin dan Tian Yang.
"Kalian berasal darimana?, kenapa kalian bisa kesini?, dan apa tujuan kalian datang kesini?, jawab pertanyaan aku dengan jujur, jika aku tahu kalian berbohong maka jangan salahkan diriku bertindak kejam!" kata Evan mengingatkan sambil tersenyum jahat kepada Tian Yin dan Tian Yang.
Melihat itu, kemudian Tian Yin dan Tian Yang pun menjawab semua pertanyaan Evan dengan jujur tanpa berbohong satu kata pun.
"Kami berasal dari wilayah Hutan Bayangan didaerah pegunungan barat Wilayah Kerajaan Xiao, kami datang kesini karena orang-orang dari Kerajaan Xiao melakukan penyerangan dan pembantaian terhadap Klan Hutan Bayangan kami, sedangkan tujuan kami datang ke Nanzhou adalah karena saat kami kabur, kami disuruh oleh para tetua kami untuk membawa seluruh orang Klan yang selamat pergi ke Nanzhou, karena katanya Jenderal Besar Li sang Penguasa Nanzhou menerima para Kultivator Kegelapan sebagai prajurit, jadi tujuan kami yang sebenarnya datang kesini adalah karena ingin mendaftar menjadi prajurit Nanzhou!" kata Tian Yang menceritakan dan menjelaskan semuannya kepada Evan.
__ADS_1
Mendengar cerita dari Tian Yang, Evan pun menjadi sedikit heran dan penasaran, tampak Evan yang menjadi diam dan berfikir.
"Walaupun para Kultivator Kegelapan adalah sebuah larangan dan patut dibunuh, tetapi tidak mungkin sampai mencari hingga masuk ke pedalaman hutan hanya untuk mencari dan membantai para kultivator kegelapan, karena itu semua pasti akan memerlukan pengorbanan yang cukup besar, tidak hanya waktu dan uang tetapi juga para prajurit yang pasti ada yang terluka atau mati saat bertemu dengan para hewan monster yang ada didalam hutan!" pikir Evan dalam hatinya sambil memegang dagu.
"Sebenarnya untuk apa Kerajaan Xiao melakukan pengorbanan yang begitu besar untuk membantai para Kultivator Kegelapan?, tidak hanya Klan Hutan Bayangan ini saja tetapi sebelumnya juga dengan Klan Desa Tanah Darah (Qiu), atau apakah kerajaan Xiao ada sebuah maksud tertentu?" batin Evan dalam hatinya yang terus berfikir dan merasa heran, bingung, juga penasaran.
Melihat Evan yang terus diam dan melamun, Sea Lin pun mencoba untuk menegur Evan.
"Kakak Besar, apa yang sedang kamu pikirkan?, kenapa kamu tiba-tiba melamun?" ujar Evan menegur Evan hingga sadar.
"Haahh!?, apa-apa?" kata Evan yang seketika sadar dan menjadi seperti orang linglung dan bodoh.
Ray Qi yang melihat itu pun langsung menepuk jidatnya. "Astaga Evan, kamu ini adalah seorang Jenderal Besar Penguasa Nanzhou yang dihormati oleh banyak orang, tidak bisakah kamu menjaga harga dirimu?" ujar Ray Qi membisiki Evan.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................
......................