
Sementara itu diwaktu yang sama jauh dari lokasi Ledakan Bom Darah Raksasa, tampak Mo Sueyan yang sedang terbang diudara.
Mo Sueyan yang terbang menjauh lolos dan sama sekali tidak terkena efek apapun dari Ledakan Bom Darah Raksasa.
Melihat kekuatan Pasukannya yang telah berkurang banyak akibat Ledakan Bom Darah Raksasa milik Sea Lin, Mo Sueyan merasa sangat kesal dan geram.
"Sial!, kenapa bajingan itu bisa memiliki jurus semengerikan ini?" kata Mo Sueyan merasa sambil mengepalkan tinjunya dengan sangat erat.
Mo Sueyan yang kini berada jauh dari medan perang, ingin segera kembali ke medan perang untuk melihat bagaimana keadaan Pasukannya.
"Aku harus segera kembali ke Medan Perang dan melihat bagaimana keadaan Pasukan!" pikir Mo Sueyan yang sedang mengkhawatirkan keadaan pasukannya.
Kemudian Mo Sueyan langsung terbang melesat, kembali ke medan perang untuk melihat Keadaan Pasukannya yang masih tersisa.
Sementara itu diwaktu yang sama, tampak Evan yang sedang terbang melesat menghampiri Sea Lin yang sedang bertempur melawan Para Prajurit Kerajaan Mo.
Sambil membunuh dan menghabisi Para Prajurit Kerajaan Mo, Sea Lin memanfaatkan Para Kerajaan Mo yang mati unduk diserap olehnya.
Dengan menyerap tubuh Para Prajurit Kerajaan Mo yang mati dan hidup, Sea Lin sedikit demi sedekit mengumpulkan kembali kekuatannya yang telah terkuras habis.
Disaat Sea Lin sedang brutal membunuh dan menyerap Para Prajurit Kerajaan Mo, tiba-tiba dari atas Evan datang menyerang Para Prajurit Kerajaan Mo yang ada disekitar Sea Lin.
"DUAAARRR!!" Evan datang menyerang Para Prajurit Kerajaan Mo hingga membuat sebuah ledakan yang mengejutkan Sea Lin.
Evan yang baru datang ke tengah-tengah kepungan Para Prajurit Kerajaan Mo, langsung mengayunkan Pedangnya yang diselimuti oleh energi Elemen Petir.
Hanya dengan satu ayunan pedangnya, Evan menciptakan satu gelombang tebasan pedang yang langsung membunuh, semua Prajurit Kerajaan Mo yang ada disekitarnya tanpa tersisa.
Melihat betapa kuatnya Evan yang mampu memusnahkan banyak sekali prajurit, hanya dengan satu kali ayunan pedang. Para Prajurit Kerajaan Mo sama sekali tidak ada yang berani maju mendekati Evan.
Dengan tangan yang gemetar memegang pedang dan tombak, Para Prajurit Kerajaan Mo melihat ke arah Evan dengan wajah penuh keringat.
Tidak lama setelah Evan mengeluarkan Gelombang Tebasan Pedang yang menghabisi semua Prajurit Kerajaan Mo yang ada disekitar, Sea Lin datang melesat menghampiri Evan seperti bayangan hitam.
Sea Lin berhenti dan berdiri tepat disamping Evan, sambil memegang tombak sabit di tangan kanannya.
Kemudian Sea Lin segera menghilangkan Armor Spirit Elemen Darah dan Kegelapannya untuk menghemat energi.
"Kakak Besar, tadi kamu kemana saja?, kenapa lama sekali?" ujar Sea Lin bertanya sambil tersenyum jenaka pada Evan.
"BAANG!!" Evan yang masih memendam kesal langsung memukul kepala Sea Lin dengan kepalan tinju kosongnya.
Evan masih sangat kesal pada Sea Lin yang menggunakan Teknik Ledakan Darah tanpa memberi peringatan terlebih dahulu kepadanya.
__ADS_1
"Bangsat kau Sea Lin, mengeluarkan Jurus sebesar itu tetapi tidak memberi peringatan terlebih dahulu padaku!" kata Evan merasa kesal dan memarahi Sea Lin.
Melihat Evan yang sedang kesal dan memarahinya, Sea Lin justru malah tertawa dengan sangat gembiranya.
"Hahaha.., Maafkan aku Kakak Besar, aku sungguh tidak mengira bahwa Jurus Ledakan Darah Super, akan bisa menciptakan Ledakan sebesar itu!" kata Sea Lin tertawa sambil menggaruk kepalanya.
"Tetapi Kakak Besar tidak terluka kan?" tanya Sea Lin yang mengkhawatirkan Evan.
Evan yang tidak terluka segera menjawab.
"Aku tidak terluka, tetapi hanya menelan banyak pasir!" kata Evan dengan jengkelnya.
Mendengar itu, Sea Lin tertawa lagi.
"Hahaha..., Baguslah kalau Kakak Besar tidak terluka!" kata Sea Lin merasa senang mengetahui Evan tidak terluka sama sekali.
Melihat bahwa Sea Lin memang masih belum dapat mengontrol Jurus Ledakan Darah dengan sempurna. Evan pun tidak ingin menyalahkan Sea Lin lagi, lagi pula Evan juga sudah puas dengan memukul kepala Sea Lin.
"Sudahlah aku tidak akan mempermaslahkannya lagi. Lain kali jika kamu ingin menggunakan Teknik Ledakan Darah, Kamu harus melihat situasinya terlebih dahulu." ujar Evan mengingatkan Sea Lin.
"Iyah, baiklah Kakak Besar, lain kali aku pasti akan lebih berhati-hati saat menggunakan Teknik Ledakan Darah!" kata Sea Lin dengan patuh.
"Apa lagi jika menggunakan Teknik Ledakan Darah yang seperti tadi, jika sampai terkena Pasukan sendiri, bukankah kita sendiri yang akan rugi?" ujar Evan mengingatkan Sea Lin sekali lagi.
Sementara itu diwaktu yang sama, setelah sekian lama terbang dan mencari diantara Pasukan Kerajaan Mo, akhirnya Luo Bai, Ray Qi, Yu Zhong dan Wolf menemukan Evan dan Sea Lin yang sedang mengobrol santai ditengah-tengah kepungan Pasukan Kerajaan Mo.
Setelah menemukan keberadaan Evan dan Sea Lin, kemudian mereka berempat langsung terbang melesat menghampiri Evan dan Sea Lin.
Disisi lain, Evan dan Sea Lin yang sedang mengobrol, melihat kedatangan Luo Bai dan ketiga teman mereka yang lainnya.
Kemudian Luo Bai, Ray Qi, Yu Zhong dan Wolf mendarat tepat didekat Evan dan Sea Lin.
Ray Qi yang dari awal sudah mengira bahwa Sea Lin dan Evan baik-baik saja mulai mengomel, terutama mengomeli Sea Lin.
"Tuh kan, sudah aku katakan, mereka berdua pasti baik-baik saja. Palingan ledakan besar tadi karena Sea Lin yang tidak bisa mengontrol kekuatan ledakan Bom Darah miliknya!" ujar Ray Qi mulai mengomel.
Mendengar perkataan Ray Qi, membuat Sea lin merasa tidak senang.
"Kenapa kamu mulai menjadi cerewet seperti Tang Chen?" ujar Sea Lin menyela Ray Qi.
Melihat Sea Lin dan Ray Qi yang mulai saling menyela dan bertengkar, Evan langsung menengahi pertengkaran mereka berdua.
"Sudah kalian berdua jangan malah bertengkar!" kata Evan menghentikan pertengkaran dengan menutup mulut Sea Lin dan Ray Qi dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Pertengkaran Sea Lin dan Ray Qi seketika berhenti, namun mereka berdua saling memalingkan wajah mereka.
Melihat Sea Lin dan Ray Qi yang bertengkar seperti anak kecil, Evan, Luo Bai, Yu Zhong dan Wolf bisa menghela nafas dan menggelengkan kepala mereka.
Kemudian Evan berbalik badan dan menghadap ke arah Luo Bai, Yu Zhong dan Wolf yang ada dibelakangnya.
"Kalian bertiga tidak ada yang terluka kan?" tanya Evan yang merasa khawatir pada keempat temannya tersebut.
"Kami bertiga baik-baik saja, sebaliknya kamu dan Sea Lin juga tidak ada yang terluka kan?" berbalik tanya Luo Bai yang merasa khawatir pada Evan dan Sea Lin.
"Tentu saja kami berdua baik-baik saja!" kata Evan sambil tersenyum meyakinkan Luo Bai dan yang lainnya.
Kemudian Evan dan kelima temannya kembali fokus untuk melakukan pertempuran lagi.
Kali ini karena dua Titik Formasi yang tersisa telah hancur terkena Ledakan dari Bom Darah Raksasa, Evan dan kelima temannya bersiap untuk melakukan pertempuran besar-besar melawan Pasukan Kerajaan Mo.
"Baiklah, karena semuanya sudah berkumpul dan Dua Titik Formasi yang tersisa telah dihancurkan, Ayo kita selesaikan perang besar ini dengan cepat!" kata Evan kepada kelima temannya.
Mendengar perkataan Evan, seketika semangat perang Sea Lin dan yang lainnya menjadi membara dan berkobar.
Kemudian mereka berenam masing-masing mengeluarkan satu serangan yang terbang tinggi ke udara dan kemudian meledak seperti kembang api.
Ledakan kembang api terlihat oleh seluruh Pasukan Nanzhou yang sedang menunggu ditempat yang jauh dari medan perang.
Melihat ada kembang api yang meledak diudara, yang mana merupakan tanda perintah dari Evan dan kelima Komandan lainnya untuk maju menyerang ke medan perang. Paman Qian Ji dan Para Anggota Inti Pasukan Gagak Malam segera berteriak untuk memberi perintah kepada seluruh Pasukan Nanzhou.
"Jenderal dan Para Komandan sudah memberi tanda untuk menyerang!" teriak Qiu Shen dengan sangat kencang kepada Seluruh Pasukan Nanzhou.
"Seluruh Pasukan Maju!!, Serang Pasukan Kerajaan Mo!!" teriak Paman Qian Ji dan Para Prajurit Inti Pasukan Gagak Malam bersama-sama memberi komando kepada Seluruh Pasukan Nanzhou.
Mendengar teriakan dari Paman Qian Ji dan Para Prajurit Inti Pasukan Gagak Malam, kemudian seluruh Pasukan Nanzhou yang sudah lama menunggu, langsung bergerak maju menyerang menuju Kerajaan Mo.
"SERANG KERAJAAN MO!! HABISI SEMUA MUSUH!! KUASAI KERAJAAN MO!!"
Dengan penuh teriakan dan sorakan penuh semangat yang membara, seluruh Pasukan Nanzhou bergerak maju dengan sangat cepat menuju Kerajaa Mo.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................