KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 402 : Memberi Peringatan Pada Cao Cao


__ADS_3

Setelah satu jam kemudian, tampak Evan dan Ririn yang berbaring saling berhadap-hadapan.


"Sudah puas?" tanya Ririn dengan lemah lembut sambil tersenyum hangat pada Evan.


"Sudah, aku bahagia sekali. Maaf karena sudah merepotkanmu!" kata Evan sambil mengusap dan membelai wajah Ririn dengan penuh kelumbutan dan kasih sayang.


"Tidak apa-apa. Sekarang kamu pergilah dan jumpai Istri-istri kamu yang lain. Baru satu kali, kamu belum puas bukan?" ujar Ririn sambil tersenyum nakal pada Evan.


Mendengar perkataan Ririn membuat Evan merasa canggung dan malu untuk mengakuinya.


"Kamu memang yang paling mengerti aku. Tapi jika aku pergi sekarang, bukankah aku akan seperti seorang pria brengsek yang habis dapat enaknya dan setelah itu langsung pergi?" ujar Evan merasa tidak enak pada Ririn.


"Sudah, kamu tidak perlu merasa tidak enak padaku, pergilah dan temui tiga Istrimu yang lain. Bersikap adillah, kamu sudah pergi cukup lama, Nan Ruyu dan Rao Rao juga sudah sangat lama tidak kamu beri kepuasan batin. Mereka berdua pasti sangat merindukan kamu, begitu juga kamu bukan?" ujar Ririn menyuruh Evan untuk bersikap adil pada para Istrinya.


Melihat Ririn yang sangat perhatian dan sangat pengertian membuat Evan merasa sangat bahagia.


"Baiklah, aku akan pergi menemui Nan Ruyu, Reya dan Ran Ran. Kamu tidur dan beristirahatlah, jangan sampai kelelahan!" kata Evan dengan penuh perhatian dan penuh kasih sayang pada Ririn tercinta.


Ririn menganggukan kepalanya dengan pelan dan tersenyum pada Evan. Kemudian Evan turun dari tempat tidur dan mengenakan (merapikan) pakaiannya.


Setelah selesai mengenakan pakaiannya, kemudian Evan berbalik badan ke arah Ririn yang sedang berbaring miring di atas tempat tidur.


Evan dan Ririn saling menatap dengan penuh kehangatan dan penuh kasih sayang yang sangat mendalam.


"CUP!" Evan memberi kecupan tepat dikening Ririn dengan penuh kelembutan.


"Selamat malam Istriku tercinta, tidurlah yang nyenyak dan bermimpi indahlah!" kata Evan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang pada Ririn.


Setelah memberi kecupan dan ucapan selamat malam, kemudian Evan berjalan menuju pintu kamar dan kemudian menutup pintu kamar dengan perlahan.


Setelah menutup pintu dn keluar dari kamar Ririn, kemudian Evan pergi meninggalkan kamar Ririn dan pergi menuju ke salah satu kamar Istrinya yang lain.


...****************...

__ADS_1


Keesokan harinya, Evan pergi ke kamar Cao Cao untuk memberi hukuman serta nasihat dan bimbingan pada Cao Cao.


Setelah beberapa saat kemudian, Evan sampai didepan pintu kamar Cao Cao.


"Cao Cao buka pintunya!" kata Evan menyuruh Cao Cao untuk membuka pintu kamarnya. Kemudian Cao Cao yang berada didalam kamar membuka pintu kamarnya.


"Kakak..." kata Cao Cao dengann perasaan segan menundukan kepalanya dihadapan Evan.


Kemudian Evan dan Cao Cao masuk ke dalam kamar. Setelah mereka berdua masuk, tampak Evan yang duduk disebuah kursi kayu, sedangkan Cao Cao duduk berlutut dan menundukan kepala dihadapan Evan.


"Sudah tahu kesalahanmu?" tanya Evan pada Cao Cao yang berlutut dan menundukan kepala dihadapannya.


"Sudah Kakak, aku mengakui kesalahanku dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi!" jawab Cao Cao mengakui kesalahannya.


Melihat Cao Cao yang telah mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya lagi, kemudian Evan tersenyum dan bangkit berdiri dari tempat duduknya.


"Sudah, kamu berdirilah!" ujar Evan menyuruh Cao Cao untuk bangkit berdiri dengan lemah lembut.


"Cao Cao, jika kamu menyukai Qiu Nia Lan, maka kamu harus berjanji pada Kakak, kamu harus selalu menjaga Qiu Nia Lan dengan baik dan jangan sampai menyakitinya." kata Evan sambil tersenyum dan memegang kepala Cao Cao dengan hangat.


Mendengar perkataan Evan, seketika membuat Cao Cao langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke wajah Evan.


"Baik Kakak, aku berjanji padamu, aku pasti akan selalu menjaga Qiu Nia Lan dengan baik dan tidak akan pernah menyakitinya, Aku Berjanji!" kata Cao Cao dengan sangat bersungguh-sungguh terhadap janjinya.


"Baguslah, semoga kamu bisa menepati kata-katamu." kata Evan memberi kepercayaan pada Cao Cao.


"Dan aku ingin mengingatkan kamu satu hal lagi, jangan pernah kamu berperilaku sembarangan pada Qiu Nia Lan seperti tadi malam! Jika sampai sekali lagi Kakak melihat kejadian seperti tadi malam, Kakak pasti akan memberikan kamu hukuman yang tidak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu!" ujar Evan memberi peringatan pada Cao Cao dengan raut wajah serius.


Mendengar peringatan dari Evan yang sangat serius, membuat Cao Cao merasa takut sampai wajahnya penuh dengan keringat dingin.


"Baik Kakak Evan, aku Cao Cao berjanji tidak akan pernah berperilaku sembarangan lagi pada Qiu Nia Lan!" kata Cao Cao berjanji dengan ketakutan sampai wajahnya bercucuran dengan keringat dingin.


Melihat Cao Cao telah berjanji, kemudian Evan yang menujukan ekspresi serius yang memberi peringatan, seketika berubah menjadi tersenyum seperti layaknya orang baik.

__ADS_1


"Baiklah, karena Cao Cao sudah berjanji pada Kakak, Kakak harap semoga Cao Cao dapat menepati janji tersebut." ujar Evan merasa senang sambil tersenyum pada Cao Cao yang ada dihadapannya.


"Sekarang Kakak akan memberi kamu hukuman!" kata Evan sambil tersenyum jahat pada Cao Cao.


Melihat Evan tersenyum jahat, seketika membuat Cao Cao memiliki firasat buruk dengan hukuman yang akan diberikan oleh Evan kepadanya.


"Kakak ingin memberikan aku hukuman apa?" tanya Cao Cao sambil menelan air liurnya.


"Kenapa kamu berkeringat? takut? Kamu tenang saja, Kakak tidak akan memberikan kamu hukuman yang berat, kita hanya akan latihan bertarung saja hehehe...." kata Evan sambil tersenyum dan tertawa jahat pada Cao Cao.


Melihat Evan yang sambil tersenyum dan tertawa jahat, seketika membuat Cao Cao semakin memiliki firasat tidak enak dan semakin ketakutan.


Kemudian Evan dan Cao keluar dari kamar dan pergi ke suatu lapangan yang cukup luas di Kediaman Jenderal.


Ditengah lapangan tersebut tampak Evan dan Cao Cao yang saling berhadap-hadapan dengan jarak sekitar sepuluh meter. Sedangkan dipinggir lapangan, tampak Para Wanita dan Sea Lin yang sedang menonton.


Kemudian Evan mengeluarkan satu senjata Tingkat Langit Kelas Bawah berupa Tombak dari dalam cincin penyimpanannya. Tombak tersebut bernama Tombak Tulang Emas yang terbuat dari Tulang Sepuluh Hewan Monster Tingkat Enam.


Kemudian Evan melemparkan Tombak Tulang Emas tersebut kehadapan Cao Cao.


"Tombak itu bernama Tombak Tulang Emas dan merupakan senjata Tingkat Langit Kelas Bawah. Tombak itu dapat meningkatkan kekuatan dan daya serang kamu yang merupakan Spiritualis Elemen Emas!" kata Evan menjelaskan tentang Tombak Tulang Emas pada Cao Cao.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2