
"Jurus Bayangan Pembagian Elemen!" seru Evan membelah (membagi) diri menjadi tujuh, dengan Evan menggunakan Elemen Kegelapan.
Ray dan Pasukan Gagak Malam mengikuti para Elemen untuk mengambil (mencuri) persediaan di kemah pasukan Negara Mo, sedangkan Evan berpencar sendiri untuk misi lainnya.
Terlihat Sea Lin berdiri tak jauh dari pagar yang mengelilingi Kemah, Sea Lin mengumpulkan Energi menjadi sebuah Bola seukuran kepalan Tinju namun sedikit lebih besar atau kita sebut saja sebagai Bom Darah.
"Malam ini kalian bersiaplah Pasukan Negara Mo" ucap Sea Lin dan kemudian melemparkan Bom darah.
"BOOM" ledakan terjadi diperkemahan prajurit yang membuat Jenderal Bian Luo yang sedang mengawasi persiapan digudang senjata terkejut.
Disisi Lain Luo Bai, Tang Chen dan Wolf melancarkan aksinya.
"Sraashh....!" Tang Chen menebas seorang prajurit hingga terbelah menjadi dua bagian.
"Yooo!..., pasukan Negara Mo bersiaplah mati malam ini!" kata Tang Chen dengan arogan yang muncul bersama dengan Lui Bai dan Wolf.
Para prajurit yang panik kini mereka terkejut dengan kedatangan Tang Chen, Luo Bai dan Wolf yang datang menyerang.
"Musuh telah datang menyerang kemah!"
"Habisi penyusup, Serang!"
"Ada penyusup, Serang! pertahankan Kemah?
Keadaan seketika menjadi kacau, para prajurit berteriak sana sini, pertarungan pun terjadi diantara prajurit Negara Mo dengan Tang Chen, Luo Bai dan Wolf.
Diwaktu yang sama Evan masih bersembunyi bersiap untuk menyusup. "Sepertinya Mereka telah melakukan tugas mereka dengan baik, sekarang giliran aku untuk melakukan tugasku!" pikir Evan dengan akal liciknya.
Dan kemudian Evan menggunakan Jurus Tubuh Bayangan Pengganti dan merubah dirinya menjadi seorang prajurit Negara Mo.
Kemudian Evan pun menyelinap masuk kedalam rombongan prajurit yang tengah sibuk ingin pergi ke arah terjadinya ledakan.
Hampir Setengah pasukan pergi ke arah terjadinya ledakan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Namun setelah sampai para prajurit itu tidak menemukan apa-apa, kecuali hanya melihat sebuah lubang besar akibat ledakan dan mayat para prajurit yang bergelimpangan karena terkena ledakan.
"Apa yang terjadi!?" tanya Jenderal Bian Luo yang datang dari belakang para prajurit.
Jenderal Bian Luo hanya melihat sebuah lubang besar dengan banyak mayat prajurit yang mati disekitarnya.
__ADS_1
Melihat itu Jenderal Luo Bian merasa kesal dan marah, kemudian datang seorang prajurit yang melapor padanya.
"Jenderal Bian, lapor! dikemah utama ada seorang penyusup yang datang menyerang!" lapor prajurit tersebut berlutut memberi hormat.
"Apa!?, sial, berarti ledakan disini hanya pengalihan supaya mereka bisa menghabisi prajuritku yang ada disana!" pikir Jenderal Bian Luo yang marah dan kesal.
"Kita menuju ke kemah prajurit utama!" perintah Jenderal Bian Luo berteriak pada prajurutnya.
Namun saat menuju ke arah kemah sebelah barat, Jenderal Bian Luo dikejutkan dengan ledakan lain disebelah timur.
Tampak dari raut wajah Jenderal Bian Luo yang semakin marah dan kesal.
Melihat itu Evan pun mengabil kesempatan. "Aku tidak boleh membiarkan Jenderal ini membawa pasukannya untuk datang menyerang ke tempat Tang Chen dan lainnya, aku harus mengalihkan perhatiannya!" pikir Evan dalam hatinya.
Evan maju kedepan. "Jenderal Bian, ada ledakan lagi di kemah bagian barat!, kita harus pergi melihatnya jika misalnya terjadi sesuatu!" kata Evan yang sedang menyamar menjadi seorang prajurit.
"Siaaal..!!" marah Jenderal Bian Luo.
"Bagi prajurit menjadi dua!, sebagian lihat ke arah ledakan itu dan sebagiannya lagi ikut aku membantu dikemah bagian barat!" perintah Jenderal Bian Luo.
"Heumm..., sepertinya Jenderal ini cukup bijak!" batin Evan tersenyum.
Kemudian Evan pun berpisah dengan Jenderal Bian Luo dan mengikuti kelompok prajurit yang menuju ke arah Kemah bagian barat.
"Sial seperti ini lagi!, ayo kita susul Jenderal Bian untuk membantu yang lainnya yang sedang bertempur dengan penyusup!" kata salah seorang prajurit kepada para prajurit lainnya.
"Heh!, ingin membantu Jenderal kalian?, maka jangan harap karena kalian semua akan mati disini!" ucap Evan mengeluarkan aura kegelapan dengan niat membunuh.
Para prajurit yang melihat itu pun terkejut dengan wajah ketakutan.
"SRAASSHH.....!!!" Evan dengan cepat membunuh semua prajurit yang bersamanya dengan secepat-cepatnya.
Beberapa saat kemudian Evan pun berhasil membunuh semua prajurit itu tanpa terluka, Evan berdiri diantara para mayat yang berserakan sembari memegang pedang.
"Sekarang aku harus melapor pada Jenderal Bian itu tetapi sebelum itu aku tidak boleh datang padanya tanpa terluka sedikitpun atau dia akan curiga!" pikir Evan.
"Sraassh!" Evan melukai lengan kirinya sendiri hingga darah pun mengalir keluar dengan deras.
"Sssh..., sepertinya aku melukainya terlalu dalam, tetapi sepertinya ini sudah cukup untuk menipu si Jenderal Bian itu!" pikir Evan.
__ADS_1
Diwaktu yang sama Ray, Pasukan Gagak Malam, dan Para Elemen melancarakan aksinya, mereka melakukan tugas mereka dengan baik tanpa hambatan.
Tempat Persediaan dibagi menjadi tiga tempat yang berbeda, persediaan Makanan, Senjata, dan obat-obatan (kebutuhan medis).
Jadi mereka membagi Tim menjadi tiga yaitu :
Tim pertama adalah Ray, Petir, Air, dan Qiu Shen, mereka bertugas mengambil persediaan Makanan.
Tim Kedua adalah Su Fan Ny, Qing Wei, Angin dan Daun mereka bertugas mengambil persediaan Obat-obatan.
Sedangkan sisanya yaitu, Yu Zhong, Sai, Han Zo, Api, dan Tanah mereka bertugas mengambil persediaan senjata.
Diwaktu yang sama Evan berhasil menyusul Jenderal Bian Luo dan pasukannya sebelum mereka tiba ke tempat Tang Chen, Luo Bai, dan Wolf.
Dengan tergesa-gesa dan raut wajah yang panik Evan berlari menghampiri Jenderal Bian Luo sambil memegang luka yang ada dilengan kirinya.
"Jenderal!, Jenderal!, Gawat!!" teriak Evan sambil berlari menghampiri Jenderal Bian Luo dengan lengan kiri yang terluka.
Jenderal Bian Luo dan Para prajurit terkejut dan menoleh melihat ke arah Evan yang sedang terluka.
"Ada Apa!?, kemana rekan prajurit kamu yang lainnya!?" tanya Jenderal Bian Luo dengan tegas dan arogan.
"Gawat Jenderal, sesampainya kami disana, kami melihat ada banyak prajurit musuh yang datang menyerang dan mereka sangat kuat, banyak prajurit yang terbunuh dan sedangkan kami yang datang membantu juga ikut terpojok!, para rekan yang lainnya memerintahkan aku untuk melapor dan meminta bantuan pada Jenderal!" lapor Evan dengan wajah penuh kepanikan.
Mendengar itu Jenderal Bian Luo dan pasukannya terkejut, geram, kesal dan juga marah.
"Ba..Jing.. An!!" geram Jenderal Bian Luo dengan tangan memegang gagang pedang dengan sangat erat dan wajah yang penuh amarah.
"Semuannya berbalik!, kita basmi para Anjing Sialan itu!" seru Jenderal Bian Luo membangkitkan semangat dan amarah para prajuritnya.
Sedangkan Evan yang melihat itu tersenyum dengan liciknya. "Hahaha... rencanaku berhasil!" tawa Evan dalam hatinya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
__ADS_1
......................
......................