KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 483 : Bagi-Bagi Hadiah


__ADS_3

Tiga hari kemudian, Evan dan Pasukan Gagak Malam akhirnya sampai ke Nanzhou.


Di dalam perjalanan menuju Kediaman Jenderal di Kota Yanzhou, Evan dan Pasukan Gagak Malam berpisah.


Evan yang merindukan rumah langsung pergi menuju Kediaman Jenderal, sedangkan Pasukan Gagak Malam yang dipimpin oleh Qiu Shen kembali ke markas militer untuk memberi laporan terlebih dahulu.


Di Kediaman Jenderal, Evan yang baru saja sampai di halaman tiba-tiba di kejutkan oleh sambutan meriah dari Ririn, Nan Ruyu, Sea Lin, Cao Cao dan Qiu Nia Lan.


Berbagai ucapan selamat kembali pulang dengan berbagai macam sebutan menyambut kedatangan Evan dengan ramai.


Evan yang merasakan kehangatan dari mereka merasa sangat senang dan bahagia. Semua rasa itu terlukiskan dengan jelas di wajah Evan.


*****


Malam hari di dalam kamar Ririn.


Di atas tempat tidur, terlihat Evan yang sedang berbaring manja di atas pangkuan Istri Tercintanya itu.


"Berapa usianya sekarang?" tanya Evan dengan lemah lembut sembari mengusap perut Ririn yang mulai membesar.


"Empat bulan. Mengapa kamu bertanya?"


"Tidak apa-apa, aku hanya tidak sabar ingin menjadi seorang Ayah" kata Evan dan Ririn tersenyum mendengarnya.


"Bagaimana dengan perjalanan kalian? Apakah ada terjadi sesuatu?" tanya Ririn.


"Yah, kami banyak mengalami hal yang tidak terduga selama perjalanan kami. Kami bertemu dengan sepasang kakak beradik yang sudah lama sekali berpisah. Namun karena kedatanganku, aku berhasil mempertemukan mereka kembali."


"Benarkah? Kalau begitu, bolehkah aku tahu siapa Kakak beradik yang kamu pertemukan kembali itu?" tanya Ririn merasa penasaran.


"Mereka berasal dari Kerajaan Yue Ras Siluman. Mereka adalah Pangeran Yue Liang Chen dan Ratu Yue Xian Ling."


"Pangeran dan Ratu Kerajaan Yue? Bagaimana kamu bisa bertemu dengan mereka? Evan, tidakkah kamu ingin menceritakan semuanya padaku?"


"Baiklah, akan aku ceritakan...."


Kemudian Evan pun menceritakan semua kejadian yang mereka alami satu bulan terakhir.

__ADS_1


Dari saat pertama kali mereka menginjakkan kaki di Wilayah Hutan Lembah sampai mereka pergi meninggalkan Kota Dayu, Evan menceritakan semuanya kepada Ririn tanpa ada yang terlewatkan.


******


Beberapa saat kemudian, akhirnya Evan menyelesaikan semua ceritanya kepada Ririn.


"Jadi, Ratu bernama Yue Xian Ling ini jatuh hati padamu setelah kamu banyak membantunya?" tanya Ririn setelah Evan menyelesaikan semua ceritanya.


Mendengar pertanyaan Ririn, Evan hanya diam dan menganggukkan kepalanya.


"Evan, maaf. Untuk sekarang ini, aku ingin kamu menutup hatimu untuk sementara waktu. Bukan aku melarang kamu untuk menikah lagi, Tetapi aku hanya ingin kamu agar tetap fokus terhadap apa yang saat ini sedang terjadi."


"Aku dan Nan Ruyu sedang hamil, Rakyat dan Pemerintahan yang berada dalam naunganmu masih dalam kondisi kacau, semua teman-teman kamu sibuk mengurus masalah yang tiada habisnya, serta Perang yang tidak tahu kapan akan berakhir, kami membutuhkan perhatian yang lebih darimu."


"Maaf, jika aku sekarang terlalu mengekang dirimu. Aku hanya ingin kamu tahu, mana masalah yang lebih penting yang harus kamu selesaikan terlebih dahulu." ujar Ririn dengan lemah lembut pada Evan yang berada di atas pangkuannya.


Mendengar perkataan lembut Ririn yang sedang mengingatkan dirinya, kemudian Evan bangkit duduk dan memegang kedua tangan Ririn.


"Kamu tidak perlu meminta maaf. Apa yang kamu katakan memang benar, seharusnya aku lebih fokus pada apa yang saat ini sedang terjadi."


*****


Pagi hari di halaman belakang Kediaman Jenderal. Terlihat Istri-istri dan Adik-adik Evan telah berkumpul di sana.


"Apakah semuanya sudah berkumpul?" tanya Evan yang baru saja sampai.


"Sudah, semuannya sudah berkumpul." jawab Ririn mewakili semuannya.


Mendengar semua orang sudah berkumpul, kemudian Evan pun tersenyum senang.


Kemudian Reya dan Ran Ran yang sebelumnya tidak ikut menyambut kepulangan Evan, tiba-tiba bangkit berdiri dari tempat duduk mereka.


"Evan, maafkan kami karena tidak menyambut kepulanganmu. Saat itu aku dan Ran Ran berada di Kota Yinzhou. Kami tidak tahu akan kepulanganmu." ucap Reya meminta maaf pada Evan.


"Tidak apa-apa, aku tidak masalah." ucap Evan sambil mengusap rambut kedua istrinya itu dengan lembut.


"Baiklah, sekarang kalian semua duduklah. Aku akan membagikan hadiah oleh-oleh untuk kalian semua." kata Evan pada mereka semua.

__ADS_1


Kemudian Evan pun membagikan hadiah oleh-oleh kepada para Istri dan adik-adiknya.


(Adik-adiknya hanya Cao Cao dan Qiu Nia Lan)


Beberapa saat kemudian, semua orang telah mendapat hadiahnya masing-masing. Kecuali Ririn seorang.


Melihat yang lainnya telah mendapatkan hadiahnya masing-masing sedangkan dirinya sendiri belum, kemudian Ririn yang merasa heran mencoba bertanya kepada Evan.


"Mana hadiah untukku? Apakah kamu melupakannya?" tanya Ririn dengan sedikit rasa tidak senang di hatinya.


"Bagaimana mungkin aku melupakan kamu? Kamu tenang saja, aku sama sekali tidak melupakan hadiah untukmu." kata Evan mengusap kepala Ririn.


"Baguslah, aku kira kamu akan melupakan aku." Ririn merasa senang mendengar jawaban Evan.


Kemudian tanpa membuat Ririn menunggu lagi, Evan langsung mengeluarkan Tunas Kehidupan yang selama ini disimpan dengan baik di dalam lautan spiritualnya.


Namun setelah Evan mengeluarkan Tunas Kehidupan dari lautan spiritual miliknya, tampak reaksi yang ditunjukkan oleh semua orang sama dengan reaksi Evan sebelumnya.


Mereka semua tidak senang, tidak terkejut dan tidak peduli dengan Tunas Kehidupan yang ada di atas telapak tangan Evan.


"Rumput? Apakah kamu menghadiahi aku sebatang rumput yang bergoyang?" Ririn memasang raut wajah kesalnya.


"Hahahaha, melihat reaksi kalian yang seperti ini, aku sama sekali tidak merasa heran. Sebelumnya reaksiku saat pertama kali melihat tanaman kecil ini, juga sama seperti reaksi kalian saat ini." kata Evan yang sama sekali tidak merasa heran melihat reaksi Ririn dan yang lainnya.


"Aku beritahu kepada kalian, tanaman kecil yang ada di tanganku ini bukanlah tanaman kecil biasa. Tanaman Kecil ini bernama Tunas Kehidupan. Dia tidak hanya memiliki kemampuan yang sangat spesial." kata Evan memberi tahu mereka semua.


"Rumput bergoyang ini memiliki kemampuan yang sangat spesial? Apakah kamu yakin?" ujar Ririn sembari menyentuh dan melihat Tunas Kehidupan dengan lebih dekat.


"Tentu saja yakin. Tunas Kehidupan ini tidak hanya memiliki kemampuan untuk mengobati luka atau menawarkan racun, tetapi Tunas Kehidupan ini juga memiliki kemampuan bertarung yang setingkat dengan Kultivator Tingkat Jenderal." kata Evan membuat Ririn dan yang lainnya merasa terkejut.


"Benarkah sehebat itu?" tanya Ririn menjadi bersemangat.


"Tentu saja benar. Aku tidak mungkin membohongi kalian." kata Evan membuat Ririn menjadi semakin merasa senang.


"Bagaimana? Apakah kamu mau menerima hadiah sederhana dariku ini?" ujar Evan lebih menyodorkan Tunas Kehidupan yang ada di tangannya kepada Ririn.


"Yah, aku pasti akan menerimanya!" kata Ririn dan kemudian dengan senang hati menerima hadiah Tunas Kehidupan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2