
Setelah selesai bernegosiasi mengenai pembagian keuntungan perang.
"Jenderal Li, Anda dan Pengawal anda baru pertama kali datang ke sekte Gunung Abadi, kalian berdua pasti belum mengenal dan merasa tempat-tempat yang ada disekte Gunung Abadi, bagaimana jika aku mengirimkan seseorang untuk mengajak kalian jalan-jalan dan berkeliling untuk mengenalkan Sekte Gunung Abadi?" ujar Tetua Hua memberi tawaran kepada Evan dan Sai.
"Kalau begitu bagus sekali!, aku dengan senang hati menerima tawaran Tetua Hua, aku juga ingin tahu dan mengenal Sekte Gunung Abadi dengan lebih dalam!"
"Baiklah kalau begitu aku akan mengirimkan seseorang yang pasti akan membuat Jenderal Li dan Tuan Pengawal merasa betah di Sekte Gunung Abadi, sedangkan aku akan menyiapkan tempat tinggal untuk Jenderal Li dan Tuan Pengawal beristirahat!" ujar Tetua Hua.
Singkat cerita orang yang disuruh untuk mengajak Evan dan Sai jalan-jalan dan berkeliling untuk memperkenalkan Sekte Gunung Abadi adalah seorang gadis cantik dan berbakat yang bernama Hua Qing Qing.
Hua Qing Qing adalah termasuk murid Inti Sekte Gunung Abadi dan juga cucu perempuan satu-satunya Tetua Hua.
Namun Hua Qing Qing ini termasuk orang yang cukup arogan dan sombong, terlebih lagi dia tidak suka dengan seorang Tuan Muda sombong dan manja dari keluarga kaya atau terpandang. Hua Qing Qing juga adalah seorang komandan militer yang biasanya bertugas menjaga wilayah Provinsi Qinling, dan juga seorang petarung hebat tingkat Jenderal Level Delapan.
Tampak Hua Qing Qing yang memandang Evan dan Sai dengan tatapan dingin, hingga Sai dan Evan yang merasa tidak nyaman pun saling berbisik.
"Jenderal, sepertinya wanita ini sangat tidak menyukai kita, lihat tatapannya sungguh membuat aku merasa tidak nyaman, seperti kita yang memiliki hutang sepuluh juta Kristal kepadanya!" ujar Sai berbisik kepada Evan.
"Hmm..., apakah wanita ini yang disuruh oleh Tetua Hua untuk mengajak kita jalan-jalan dan berkeliling sekte Gunung Abadi?, sepertinya jalan-jalan kali ini tidak akan semenyenangkan yang kita pikirkan!" ujar Evan berbisik kepada Sai.
Sementara itu disisi lain Hua Qing Qing mengingat perintah Tetua Hua atau Kakeknya yang mengingatkan, kalau Hua Qing Qing harus menemani Evan dan Sai dengan baik dan jangan sampai ada orang yang mencari gara-gara dengan Evan dan Sai.
"Sial sekali aku, aku baru saja kembali dari barak militer tetapi sudah disuruh untuk menemani dua remaja bodoh ini untuk jalan-jalan dan berkeliling sekte, sungguh sangat menjengkelkan!" batin Hua Qing Qing merasa kesal.
"Kalian berdua kenapa masih bengong?, ayo ikuti aku!" kata Hua Qing Qing dengan arogan mengajak Evan dan Sai.
__ADS_1
Mendengar itu Evan pun seketika merasa bingung dan heran kepada Hua Qing Qing dan Tetua Hua, Evan berpikir apakah Tetua Hua tidak memberitahukan identitas Evan atau memang sifat Hua Qing Qing yang seperti itu.
Kemudian Evan dan Sai pun dengan patuh mengikuti Hua Qing Qing.
Mereka bertiga berjalan-jalan dan berkeliling sekte Gunung Abadi, Hua Qing Qing memperkenalkan satu per satu tempat yang mereka lalui. Namun didalam perjalanan mereka bertiga tampak banyak para murid laki-laki laki-laki yang iri dan kesal kepada Evan dan Sai yang berjalan bersama dengan Hua Qing Qing, terkadang ada juga para murid yang heran dan penasaran siapakah Evan dan Sai, hingga bisa berjalan bersama dengan Hua Qing Qing yang merupakan seorang gadis cantik berbakat dan cucu perempuan satu-satunya Tetua Hua sang pemimpin Sekte.
Setelah dua jam jalan-jalan dan berkeliling mereka bertiga pun akhirnya sampai disuatu tempat yang merupakan Arena Pertarungan untuk para murid yang ingin beradu kekuatan, akan tetapi Arena pertarungan tersebut juga bisa digunakan sebagai Arena Pertarungan antara hidup dan mati, yaitu untuk para murid yang ingin menyelesaikan dendam pribadi mereka.
Tampak Evan dan Sai yang sedang asyik melihat sebuah pertarungan diantara dua murid yang sedang beradu kekuatan.
"Tempat ini cukup seru juga, nanti setelah pulang aku akan menyuruh Qin Shan untuk membuat Arena Pertarungan seperti ini juga!" kata Evan sambil seru menonton pertarungan.
"Iyah, aku juga ingin bertarung di atas Arena seperti ini juga!" kata Sai yang setuju kepada Evan untuk membuat sebuah Arena Pertarungan.
"Jika kamu ingin bertarung yah naik saja sekarang, lumayan untuk menambah pengalaman bertarung kamu!" ujar Evan kepada Sai.
"Kalian tidak boleh naik ke atas Arena pertarungan, jika nanti kalian terluka maka aku yang akan dimarahi oleh Pemimpin Sekte, kalian berdua cepat ikut aku pergi berkeliling ke tempat lain!" kata Hua Qing Qing dengan dingin mengajak Evan dan Sai untuk melanjutkan perjalanan mereka untuk berkeliling.
Setelah mendengar itu ternyata dugaan pertama Evan benar, yaitu Tetua Hua tidak memberitahukan identitas Evan kepada Hua Qing Qing.
"Jenderal, sepertinya gadis ini sama sekali tidak mengenalimu, kurasa Tetua Hua sama sekali tidak memberitahukan identitas Jenderal kepadanya!" ujar Sai membisiki Evan.
"Yah aku tahu!" kata Evan mengangguk dan berbisik kepada Sai.
"Ternyata dugaanku benar, Tetua Hua sama sekali tidak memberitahukan tentang Identitasku kepada gadis ini!" batin Evan dalam hatinya.
Namun seketika Evan yang sebelumnya kesal malah tersenyum menyeringai.
__ADS_1
"Tetapi jika seperti ini mungkin juga adalah hal yang bagus, dengan begini maka rencana aku untuk mengambil batu gravitasi akan menjadi lebih mudah!" pikir Evan dalam hatinya.
Kemudian Hua Qing Qing yang tidak sabaran pun menegur dan memarahi Evan dan Sai agar bergerak lebih cepat.
"Kenapa kalian masih belum jalan?, cepat ikuti aku!" kata Hua Qing Qing dengan tegas dan dingin kepada Evan dan Sai.
Kemudian Evan dan Sau pun dengan patuh mengikuti Hua Qing Qing, Namun kemudian dari atas arena seorang pemuda bernama Tai Ming memanggil dan menatang Evan dan Sai.
"Hei kalian berdua!, orang berbadan ungu aneh dan orang dengan gulungan kertas dipunggung!" panggil Tai Ming dari atas arena hingga membuat semua orang menoleh dan melihat ke arah Evan dan Sai.
Mendengar itu Evan dan Sai pun menoleh dan berbalik badan melihat ke arah Tai Ming yang tampak berdiri dengan arogan diatas arena.
"Kalian dua orang aneh jangan pergi!, kalian berdua pasti adalah tamu bukan?, jika kalian berani dan bukan pengecut maka naiklah ke aras arena dan ayo bertarung denganku!" kata Tai Ming dengan arogan menantang Evan dan Sai.
"Berani berjalan dan mendekati nona Hua Qing Qing?, kalian masih belum pantas, hari ini biar aku beri kalian pelajaran agar kapok dan tidak berani datang ke Sekte Gunung Abadi lagi!" pikir Tai Ming dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1