
"Mari aku bantu kamu berdiri!" kata Sea Lin menawarkan bantuan pada Yu Zhong.
Yu Zhong bangkit berdiri dengan dibantu oleh Sea Lin yang memapahnya.
"Makanlah Pil Penyembuh ini. Pil Penyembuh ini dapat menyembuhkan lukamu dengan cepat!" kata Sea Lin memberikan satu butir Pil Penyembuh pada Yu Zhong.
Yu Zhong dengan senang hati menerima Pil Penyembuh yang diberikan oleh Sea Lin padanya.
"Terima kasih Komandan Lin!" kata Yu Zhong berterima kasih pada Sea Lin.
"Sama-sama. Sebelumnya kamu juga telah membantuku, jadi kamu tidak perlu berterima kasih padaku. Sebaliknya aku ingin minta maaf, karena telah merepotkan kamu dan membuat kamu jadi terluka seperti ini!" ujar Sea Lin merasa bersalah pada Yu Zhong.
"Tidak Komandan, Anda tidak perlu meminta maaf, ini sudah menjadi kewajibanku!" kata Yu Zhong yang dengan senang hati menolong Sea Lin.
Kemudian Sea Lin tersenyum tipis setelah mendengar perkataan Yu Zhong.
"Baiklah, kamu tetaplah disini, dan pulihkan lukamu terlebih dahulu. Aku akan pergi untuk membereskan wanita itu!" kata Sea Lin menyuruh Yu Zhong untuk tetap tinggal di tempat.
Sebelum pergi meninggalkan Yu Zhong yang sedang terluka, Sea Lin mengatur beberapa orang prajurit untuk menjaga Yu Zhong memulihkan luka.
Setelah itu, Sea Lin langsung terbang ke udara dan pergi menuju tempat terjatuhnya Mo Sueyan.
Sementara itu disisi lain, terlihat Mo Sueyan yang bangkit berdiri dari tumpukan pasir yang menimpanya.
Terlihat Mo Sueyan yang terus memaki Sea Lin sambil menunjukan ekspresi penuh amarah.
"Laki-laki bajingan itu! aku bersumpah! aku pasti akan membunuhnya!" kata Mo Sueyan yang merasa sangat kesal dan geram pada Sea Lin.
Namun tiba-tiba dari atas terdengar suara Sea Lin yang membuat Mo Sueyan sontak kaget.
"Wanita Jelek! sebaiknya kamu menarik kembali sumpahmu itu, karena kamu tidak akan mungkin berhasil membunuhku!" kata Sea Lin yang sedang terbang diudara.
Mendengar suara Sea Lin yang sedang menyelanya, kemudian Mo Sueyan langsung mendongak dan melihat Sea Lin yang sedang terbang diudara diatasnya.
"Bajingan! masih berani kau menunjukan wajahmu padaku!?" ujar Mo Sueyan merasa sangat kesal dan geram pada Sea Lin.
Mendengar makian tersebut, Sea Lin hanya tersenyum. Kemudian Sea Lin terbang turun secara perlahan dan mendarat ke tanah.
"Sebelumnya pertarungan kita tidak adil, aku telah kehabisan sebagian besar energiku untuk bertarung dengan seluruh Pasukan Kerajaan Mo sebelumnya, sedangkan kamu baru masuk ke dalam medan pertempuran, dan energi yang kami miliki masih utuh!" ujar Sea Lin sambil mulai mengeluarkan energi darah dan kegelapan dari tubuhnya.
Kemudian energi darah dan kegelapa dengan cepat membentuk Armor Spirit yang melapisi seluruh tubuh Sea Lin.
__ADS_1
"Tapi sekarang, energiku telah pulih sebagian dan itu cukup untuk bertarung denganmu, bahkan membunuhmu!" kata Sea Lin sambil mengeluarkan tombak sabitnya.
Perkataan Sea Lin yang begitu arogan dan sombong, membuat Mo Sueyan merasa semakin kesal dan geram.
"Kau jangan terlalu arogan! takutnya nanti, kau akan kabur lagi seperti sebelumnya!" kata Mo Sueyan dengan sombong menyela Sea Lin, sambil mengeluarkan senjata tombaknya juga.
Kemudian Sea Lin dan Mo Sueyan saling melihat dan mengamati pergerakan satu sama lain.
Mereka berdua menggenggam erat senjata tombak yang ada ditangan kanan mereka.
Terlihat bahwa keduanya telah bersiap untuk maju menyerang satu sama lain.
Setelah bersiap-siap, Sea Lin dan Mo Sueyan akhirnya langsung maju menyerang secara bersamaan.
Dengan senjata tombak yang mereka bawa, Sea Lin dan Mo Sueyan saling menyerang satu sama lain.
"Tebasan Tombak Darah Kegelapan!!" kata Sea Lin mengayunkan tombak sabitnya, hingga menciptakan satu energi tebasan berwarna merah darah dan hitam kegelapan.
"Tombak Emas Penghancur Gunung!!" kata Mo Sueyan menghunuskan tombaknya, hingga menciptakan satu energi berbentuk Tombak Emas Raksasa.
"DUAAARR!!" kedua serangan tombak saling menghantam dan menghancurkan satu sama lain.
Tidak berhenti sampai disitu saja, kemudian Mo Sueyan dengan cepat, langsung mengeluarkan Jurus Ombak Pasir Emas Pemusnah untuk menyerang Sea Lin.
Sementara itu, Mo Sueyan tidak ingin berhenti untuk menyerang. Dengan cepat Mo Sueyan langsung mengeluarkan Jiwa Petarung miliknya.
Pasir Mulai berkumpul dan membentuk satu Golem Pasir Raksasa berbentuk setengah badan, sedangkan didalam Golem Pasir tersebut ada Mo Sueyan yang mengendalikannya.
"GROOAAARR!!" teriak Golem Pasir dengan keras kepada Sea Lin yang sedang terbang diudara.
Melihat Golem Pasir Raksasa yang berteriak dengan keras padanya, Sea Lin yang terbang diudara hanya diam dengan ekspresi dinginnya.
Sambil menggenggam erat senjata tombak sabitnya, kemudian Sea Lin langsung mengaktifkan Mode Tubuh Fisik Raja Mayatnya.
Setelah mengaktifkan Mode Tubuh Fisik Raja Mayat. seketika energi yang ada didalam tubuh Sea Lin, langsung bergejolak dan keluar dari tubuh Sea Lin seperti api yang membara. Sedangkan mata Sea Lin berubah menjadi berwarna merah seperti mata Iblis.
"Akan aku akhiri pertarungan ini dengan cepat, sehingga dapat membuat pertempuran besar ini berakhir!" kata Sea Lin dengan serius.
Kemudian dari tubuh Sea Lin tidak hanya mengeluarkan energi Darah dan Kegelapan, akan tetapi juga energi halilintar berwarna hitam dan merah.
Secara perlahan, Sea Lin menyalurkan energi yang keluar dari tubuhnya ke tombak sabitnya.
__ADS_1
Sementara itu, Golem Pasir Emas Raksasa yang berada dibawah mulai menyerang Sea Lin dengan pukulan raksasanya.
Namun Sea Lin hanya dengan satu kali ayunan tombaknya, langsung dapat menghancurkan satu tangan Golem Pasir Raksasa yang ingin menyerangnya dengan pukulan.
Akan tetapi dengan cepat tangan Golem Pasir Raksasa yang hancur, langsung terbentuk dan pulih kembali seperti semula.
Mo Sueyan yang berada didalam Golem Pasir Raksasa merasa senang, saat meihat Sea Lin yang tidak dapat mengalahkan dan menghancurkan Jiwa Petarungnya.
"Hahaha!..., percuma saja kau menyerang Jiwa Petarungku, kau tidak akan bisa mengalahkannya. Setiap Jiwa Petarungku terluka, dia akan dapat memuoihkannya dengan sangat cepat!" kata Mo Sueyan dengan sangat sombong.
"Oooh?, benarkah?" kata Sea Lin tersenyum menyeringai pada Mo Sueyan yang sedang menyombongkan Jiwa Petarungnya.
Melihat Sea Lin sedang tersenyum menyeringai, seketika membuat Mo Sueyan merasa tidak nyaman dan takut.
Kemudian Sea Lin dengan cepat mengumpulkam energi darah, energi kegelapan dan energi halilintar pada tombak sabitnya.
Seketika Mo Sueyan menyadari, kalau Sea Lin sedang mengumpulkan energi untuk mengeluarkan jurus kuat untuk menyerangnya.
Mo Sueyan yang menyadari itu, tidak mungkin hanya tinggal diam membiarkan Sea Lin mengeluarkan jurus kuat untuk mengalahkannya..
"Ingin mengumpulkan energi untuk mengeluarkan jurus dan menyerangku?, aku tidak akan membiarkan kamu memiliki kesempatan itu!" kata Mo Sueyan yang tidak ingin membiarkan Sea Lin mengeluarkan jurus kuat.
"Empat Pusaran Pasir Bergerak!!" kata Mo Sueyan mengeluarkan jurus berupa Empat Pusaran Pasir yang dapat bergerak sesuai dengan keinginannya.
Kemudian Mo Sueyan menyerang Sea Lin dengan Jurus Empat Pusaran Pasir miliknya.
Akan tetapi serangan Empat Pusaran Pasir milik Mo Sueyan sudah terlambat untuk menghentikan Sea Lin. Karena Sea Lin sudah bersiap untuk mengeluarkan Jurus Hebatnya.
"TOMBAK KEGELAPAN PEMBUNUH DEWA!!" seru Sea Lin berteriak sambil mengangkat tombak sabitnya.
Terlihat jurus Sea Lin dapat membentuk suatu Aura Dewa Pencabut Nyawa Memegang tombak sabit dibelakang tubuhnya.
"BUNUH!!" seru Sea Lin yang seketika mengeluarkan satu tekanan yang sangat luar biasa kuat kepada targetnya.
Sea Lin dan Dewa Pencabut Nyawa mengayunkan Tombak Sabit mereka secara bersamaan ke arah Golem Pasir Raksasa.
Seketika tekanan yang luar biasa kuat menekan Mo Sueyan, hingga membuat Mo Sueyan tidak dapat bergerak dan menghindari serangan dari Sea Lin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...****************...