
Malam harinya, Evan, Sea Lin dan Yu Zhong serta Seluruh Pasukan Gagak Malam secara diam-diam pergi meninggalkan Kerajaan Mo dan kembali ke Provinsi Nanzhou. Sedangkan Luo Bai dan Para Komandan yang lainnya tetap tinggal di Ibukota Kerajaan, untuk mengatur dan menjaga Kerajaan Mo yang masih dalam ketegangan.
...****************...
Sementara itu di Ibukota Kerajaan Gu. Tampak pada hari itu telah terjadi pemberontakan secara besar-besar yang dipimpin oleh Panglima Wu Shen.
Diluar benteng pertahanan Ibukota Kerajaan, tampak bekas pertempuran besar yang terjadi antara Pasukan Ibukota Kerajaan Gu dan Pasukan Pemberontak Wu Shen.
Ratusan ribu mayat Pasukan Kerajaan Gu dan Pasukan Pemberontak mati berserakan dimedan perang yang penuh dengan darah.
Walau didalam pertempuran tersebut telah merugikan kedua belah pihak, tetapi dengan adanya dukungan dan bantuan dari Kerajaan Xiao, pada akhirnya pertempuran tetap dimenangkan oleh Pasukan Pemberontak yang dipimpin oleh Wu Shen.
Adanya pemberontakan besar yang terjadi membuat seluruh masyarakat Ibukota Kerajaan Gu dilanda rasa ketakutan.
Sementara itu di Istana, terlihat begitu banyak Para Prajurit yang mati berserakan dan darah Para Prajurit mengalir dimana-mana.
Didalam Aula Istana Kerajaan, terlihat Putri Gu Mei yang sedang menangis sambil memeluk Kaisar Gu Tianxing yang sedang terluka sangat parah dalam pangkuannya. Sedangkan dihadapan mereka, tampak Wu Shen dan seorang Pria Berjubah Hitam yang berdiri disampingnya.
Tampak Wu Shen yang merasa sangat senang gembira. Wu Shen tersennyum sambil mengarahkan tombaknya ke arah Gu Mei dan Kaisar Gu Tianxing yang berada dilantai.
"Kaisar, kamu sekarang sudah kalah! tahta Kaisar Kerajaan Gu akan menjadi milikku!" kata Wu Shen dengan tersenyum sombong sambil mengarahkan tombaknya pada Gu Mei dan Kaisar Gu Tianxing.
"Wu Shen!, aku tidak menyangka, bahwa kamu Panglima yang paling aku percaya selama bertahun-tahun, akan bekerjasama dengan musuh dan mengkhianati aku!" kata Kaisar Gu Tianxing dengan mulut berlumuran darah.
"Wu Shen! Dasar Kau pengkhianat! Ayahku dan Aku selalu memberi kepercayaan penuh untuk mengatur Pasukan Kerajaan Gu, tetapi kau malah mengkhianati kami! kau telah mengecewakan kami! Kau biadab!" kata Gu Mei yang merasa sangar merasa sangat marah dan geram pada Wu Shen, sambil memangku dan memeluk Kaisar Gu yang sudah sekarat.
Mendengar perkataan Gu Mei dan Kaisar Gu Tianxing yang memaki dirinya, tampak Wu Shen yang masih tetap tersenyum.
"Hahaha!...., aku tidak menyangka kalau Kaisar dan Putri sungguh memberi kepercayaan yang begitu besar kepadaku. Aku akui posisi Panglima memang cukup tinggi, tetapi aku menginginkan posisi dan status yang lebih tinggi dan lebih dihormati dari pada seorang Panglima! Aku ingin menjadi Kaisar! Menjadi penguasa hebat yang dihormati oleh banyak orang!" kata Wu Shen dengan sangat ambisius dan serakah akan kekuasaan.
Mendengar perkataan Wu Shen, membuat Gu Mei dan Kaisar Gu Tianxing semakin marah dan geram pada Wu Shen.
__ADS_1
"Wu Shen, Kau memang benar-benar seorang bajingan!" kata Gu Mei merasa sangat marah dan geram pada Wu Shen.
"Putri Gu Mei, kamu jangan marah. Setelah aku menjadi Kaisar nanti, aku akan menjadikan kamu permaisuriku!" kata Wu Shen sambil tersenyum pada Gu Mei.
Mendengar perkataan Wu Shen yang ingin menjadikan Gu Mei sebagai permaisurinya, seketika membuat Gu Mei dan Kaisar Gu Tianxing sontak terkejut.
"Kau jangan harap! Walaupun aku harus mati, Aku tidak akan pernah sudi menjadi permaisurimu!" kata Gu Mei yang sangat menolak dan sangat tidak ingin menjadi permaisuri Wu Shen.
Mendengar penolakan Gu Mei yang menolak untuk menjadi permaisuri dengan sangat tegas, seketika membuat Wu Shen merasa sangat marah dan kesal.
"Hahaha!..., apakah kalian masih belum sadar dengan situasi kalian saat ini? Sekarang hal ini bukan kamu yang memutuskannya. Jika kamu bersedia untuk menjadi permaisuriku, aku berjanji pasti tidak akan membunuh Ayahmu dan akan membiarkannya untuk tetap hidup bersamamu. Tetapi jika kamu menolak, maka akan aku pastikan Ayahmu tidak akan dapat melihat matahari besok pagi!" kata Wu Shen memaksa Gu Mei dengan memberinya ancaman.
Mendengar perkataan Wu Shen, seketika membuat Gu Mei merasa bimbang dan bingung.
Dengan penuh rasa bimbang dan kebingungan, kemudian Gu Mei melihat Ayahnya yang semakin sekarat di atas dipangkuannya.
Gu Mei merasa sangat sedih, ia memeluk Ayahnya dengan erat sambil menangis dan meneteskan air mata.
Setelah penuh pertimbangan dan melihat Ayahnya yang sudah semakin sekarat, akhirnya Gu Mei memilih untuk bersedia menjadi permaisuri Wu Shen.
"Maafkan aku Evan, aku harus menyelamatkan Ayahku, aku tidak ingin kehilangannya!" batin Gu Mei dalam hatinya merasa sangat sedih dan sakit hingga meneteskan air mata.
"Baiklah, aku!...." seketika Gu Mei menghentikan kalimatnya saat Kaisar Gu Tianxing tiba-tiba memegang tangannya.
Melihat Gu Mei yang menghentikan kalimatnya, membuat Wu Shen langsung mengerutkan kening dan alisnya.
Melihat Kaisar Gu Tianxing yang dengan lemah memegang tangannya, seketika Gu Mei langsung melihat wajah Kaisar Gu Tianxing yang sedang tersenyum padanya.
"Putriku, kamu jangan perdulikan Ayah, kamu pergilah dan tinggalkan Ibukota Kerajaan, hiduplah dengan baik dan berbahagialah!" kata Kaisar Gu Tianxing dengan telepatinya pada Gu Mei.
Mendengar perkataan Ayahnya, seketika membuat Gu Mei merasa sangat terkejut. Dan kemudian Kaisar Gu Tianxing dengan sangat cepat menempelkan sebuah Kertas Jimat Teleportasi pada tubuh Gu Mei.
__ADS_1
"Ayah!...." kata Gu Mei yang kemudian langsung menghilang dari Aula Istana dalam sekejab mata.
Melihat Gu Mei yang tiba-tiba menghilang dengan menggunakan Jimat Teleportasi, seketika membuat Wu Shen dan Pria Berjubah merasa terkejut dan marah.
"Kaisar Sialan, kemana kau teleportasikan Putri Gu Mei!? Jika kamu menjawabku dengan jujur, maka aku akan melepaskan kamu! dan membiarkan kamu tetap hidup!" kata Wu Shen sambil mengarahkan ujung tombaknya tepat ke leher Kaisar Gu Tianxing.
"Sampai matipun, aku tidak akan mengatakan dimana Putriku berada!" kata Kaisar Gu Tianxing dengan sangat tegas.
Mendengar jawaban Kaisar Gu Tianxing yang tidak ingin mengatakan dimana Gu Mei diteleportasikan, seketika membuat Wu Shen merasa sangat marah dan geram.
Kemudian dengan tatapam dingin dan ekspresi kejamnya, Wu Shen langsung mangayunkan tombaknya dan membunuh Kaisar Gu Tian Xinh dengan sekali tebasan.
"CRAAASSHH!!" darah Kaisar Gu Tianxing menyembur keluar dari luka tebasannya dan mengalir dilantai.
Setelah membunuh Kaisar Gu Tianxing, tampak Wu Shen yang merasa sangat marah dan geram sambil berdiri dan memegang tombaknya dengan sangat erat.
"Sial! Aku terlalu ceroboh hingga membuat Putri Gu Mei berhasil melarikan diri didepan mataku!" kata Wu Shen yang merasa sangat marah dan geram.
"Jimat Teleportasi memiliki jarak jangkauan, mungkin Putri Gu Mei masih belum pergi jauh dari Ibukota Kerajaan. Dan menurutku Putri Gu Mei saat ini pasti ke Provinsi Nanzhou untuk meminta bantuan dari Jenderal Besar Li!" kata Pria Berjubah Hitam pada Wu Shen.
"Kalau begitu kirim dua puluh Prajurit terkuat untuk mengejar Putri Gu Mei menuju Nanzhou! Mereka tidak diperbolehkan kembali sebelum menangkap Putri Gu Mei!" kata Wu Shen memberi perintah dengan tegas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................