
"Orang-orang yang ada disini semuannya sangat kuat, kita harus berhati-hati!" ujar Evan mengingatkan kelompoknya.
Disisi lain Mo Sueyan dan para pengawalnya juga sedang mengamati kekuatan dari orang-orang yang ada ditempat itu, mereka juga menunggu penghalang yang ada di Reruntuhan Makam Kuno menghilang (terbuka).
"Putri, orang-orang cukup kuat dan berbahaya, kita harus waspada terhadap mereka!" kata seorang pengawal mengingatkan Mo Sueyan.
"Aku tahu, nanti setelah penghalang ini terbuka (menghilang) kita harus segera masuk ke Reruntuhan Makam Kuno dan mencari Teratai Api Emas, jika sudah menemukannya sembunyikan saja terlebih dahulu jangan sampai terlihat oleh orang lain, dan segera beritahu aku!" ujar Mo Sueyan memberi perintah kepada para pengawalnya.
Tidak lama kemudian penghalang Reruntuhan Kuno menghilang dan dengan segera semua orang masuk ke dalam Reruntuhan Makam Kuno tersebut.
"Penghalang sudah menghilang!" seru seseorang berteriak memberitahu semua orang.
Dengan cepat semua orang itu pun berlomba-lomba masuk ke Reruntuhan Makam Kuno untuk mendapatkan harta berharga peninggalan yang ada ditempat tersebut.
Kelompok Evan dan kelompok Mo Sueyan juga tidak mau ketinggalan, mereka dengan segera (cepat) masuk Reruntuhan Makam Kuno.
"Semuannya Masuk!" seru Mo Sueyan dan Evan memimpin kelompoknya masing-masing.
Beberapa saat kemudian tampak banyak orang yang sedang ingin masuk ke suatu tempat namun dihalangi oleh puluhan Hewan Monster Serigala Api Tingkat Empat.
Orang-orang itu pun bertarung dengan sangat sengit melawan puluhan Serigala Api sebelum mereka masuk ke tempat tersebut.
Hingga kemudian seekor Serigala Api yang berada ditingkat Lima menengah datang, Serigala Api tersebut dengan mudah membunuh banyak orang yang ingin masuk ketempat tersebut.
Tak lama kemudain Evan dan kelompoknya pun datang ke tempat itu, mereka melihat Serigala Api tingkat lima tersebut sedang bertarung dengan banyak orang.
Evan dan kelompoknya berjalan maju, dengam cepat Serigala Api tersebut menghadang dan menghalangi Evan dan kelompoknya.
"Manusia, kau tidak akan aku biarkan masuk!" kata si Serigala Api tersebut.
"Jangan Menghalangiku!" ucap Evan menebaskan pedangnya yang seketika memotong Serigala Api tersebut menjadi dua.
Semua orang yang tadi bertarung dengan Serigala Api tersebut Terkejut dan tercengang melihat Evan yang dengan satu ayunan pedangnya membunuh Serigala Api tersebut.
"Jika kalian ingin menghalangi kami maka kalian akan bernasib sama dengan Serigala ini!" ancam Evan kepada orang-orang itu.
__ADS_1
"Remaja dari mana dia?, kenapa dia bisa sekuat itu?" ucap salah satu dari orang-orang itu.
Kemudian Evan pun masuk kedalam tempat itu, tampak ditempat itu ada banyak sekali tanaman spiritual tingkat tinggi tetapi itu masih tidak ada apa-apanya dengan apa yang mereka dapatkan ditaman tempat Ular Piton Bertanduk Tiga sebelumnya.
"Ternyata hanya tanaman spiritual tingkat lima, enam, dan tujuh saja, ini bahkan tidak lebih berharga dari yang kita dapatkan di Taman tempat Ibu Piton Bertanduk Tiga!" ucap Sea Lin dengan kecewa.
"Karena kita sudah disini maka ambil dan simpan saja, karena ini juga harta yang cukup berharga jika didunia luar!" ujar Evan kepada Sea Lin dan yang lainnya.
Namun saat Sea Lin ingin memasukan tanaman-tanaman tersebut datang kelompok Iblis yang menghampiri Evan dan kelompknya.
"Kalian hentikan!, aku menginginkan tanaman spiritual itu!, jika kalian berani menyentuh tanaman tersebut maka jangan salahkan kami membunuh kalian para manusia!" ucap seorang Iblis yang memimpin kelompok tersebut.
"Kenapa ada iblis bodoh yang mengantarkan nyawanya sendiri?" ujar Tang Chen tersenyim jenaka.
"Heh, sungguh bagus sekali, tanpa dicari kalian datang sendiri kepadaku untuk mengantarkan nyawa kalian!" kata Evan berbalik badan ke arah kelompok Iblis tersebut.
"Semuannya bunuh mereka!" perintah Evan pada kelompoknya.
"Baik!....." jawab kelompok Evan yang kemudian dengan gerakan yang sangat cepat maju menyerang.
Kelompok Evan dengan cepat menghabisi kelompok Iblis tersebut dalam waktu yang sangat singkat dan hanya menyisakan si Pemimpin kelompok Iblis yang masih berdiri, sedangkan kelompok yang tadi ada dibelakangnya telah dibantai dan mati semuanya.
Keringat menggigil ketakutan bercucuran diwajah Pemimpin kelompok Iblis yang ketakutan.
"Hahaha... Sraaass!......" tawa Sea Lin menebas leher Pemimpin kelompok Iblis dari belakang dengan berjalan santai.
Kemudian Setelah mengambil tanaman-tanaman spiritual yang ada ditempat itu mereka pun pergi ke tempat lainnya lagi.
Hingga pada akhirnya mereka sampai di suatu tempat yang sangat ramai didepan sebuah Tangga yang naik ke atas menuju ke makam kuno, termasuk Mo Sueyan dan para pengawalnya.
Namun mereka tidak bisa langsung naik begitu saja karena ditangga tersebut terdapat banyak monster yang sangat kuat yang menjaga makam dan menghalangi orang-orang itu untuk naik.
"Bagaimana caranya kita naik, disana ada banyak sekali orang!, jika kita menunggu mereka pasti akan memakan waktu yang lama, hingga akhirnya Alam Fantasi Tujuh Bintang ini tertutup dan kita malah tidak mendapatkan apapun!" kata Ray kepada yang lainnya.
Kemudian terdengar suara Elemen Petir dari ruang kesadaran Evan.
__ADS_1
"Tempat ini sebenarnya bukan makam yang sebenarnya, makan yang sebenarnya ada ditempat lain tak jauh dari sini!" kata Petir kepada Evan.
"Bagaimana Kakak Petir bisa tahu?" tanya Evan.
"Di atas ujung Tangga ini hanya ada Tanaman-tanaman spiritual dan harta berharga yang biasa, tetapi tidak dengan tempat yang aku bilang tadi, disana ada banyak harta yang sangat berharga, jadi aku berpikir bahwa tempat ini adalah makam palsu sedangkan tempat yang tadi aku katakan adalah makam aslinya!" kata Petir menjawab Evan.
"Benarkah, kalau begitu mohon Kakak Petir menunjukan jalannya!" pinta Evan pada Elemen Petir.
Kemudian teman-teman yang menunggu keputusan Evan pun bertanya.
"Kakak Besar, apakah kita akan ikut naik bersama orang-orang itu?" tanya Sea Lin pada Evan.
"Tidak!, kita akan pergi ke tempat lain yang lebih bagus, kalian ikut aku!" ajak Evan.
Kemudian mereka pun pergi dari tempat itu, dan dengan mengikuti arahan dari Elemen Petir akhirnya Evan dan yang lainnya pun sampai dibelakang sebuah bukit.
Tampak ada sebuah pintu kecil dengan tangga menuju ke bawah tanah dan dengan lorong yang gelap dikaki bukit.
Sementara itu ditempat Makam Kuno palsu orang-orang sudah mulai menyerang untuk menaiki tangga.
Tampak Mo Sueyan dan para pengawalnya juga ikut maju menyerang.
"Para Pengawal maju, Serang!, kemungkinan Teratai Api Emas ada diujung tangga ini!, kita harus mendapatkan Teratai Api Emas itu!" kata Mo Sueyan pada para pengawalnya.
Ribuan orang kuat maju menyerang tiada henti melawan para Monster penjaga Makam kuno tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
......................
__ADS_1