
Disaat pertempuran sengit antara Pasukan Nanzhou dan Kerajaan Mo sedang berlangsung, akhirnya Mo Sueyan ikut maju ke medan pertempuran.
Mo Sueyan terbang di udara dan membantangkan kedua tangannya ke arah Pasukan Nanzhou yang ada dihadapannya.
"Ombak Pasir Emas Pemusnah!!" kata Mo Sueyan yang kemudian menciptakan ombak pasir raksasa dibelakangnya.
Seketika Para Prajurit Nanzhou tercengang melihat ombak pasir raksasa yang siap menghantam dan menenggelamkan mereka semua.
Dengan cepat Para Prajurit Nanzhou segera pergi menjauh untuk menghindari serangan ombak pasir raksasa.
Sebagian Para Prajurit Nanzhou berhasil pergi menjauh dan menghindari ombak pasir raksasa, akan tetapi sebagian Prajurit Nanzhou yang lainnya mati terkena hantaman Ombak Pasir Raksasa.
Ombak pasir raksasa dengan cepat menghantam puluhan sampai ratusan Prajurit Nanzhou.
Terlihat puluhan bahkan ratusan Prajurit Nanzhou mati berserakan dihamparan pasir kuning yang luas.
Sementara diwaktu yang sama, terlihat Sea Lin yang sedang bertempur dengan brutal bersama dengan teman-teman dan Para Prajurit Nanzhou yang lainnya.
Terlihat bahwa Sea Lin masih sedang mengumpulkan kembali energi spiritual miliknya, dengan menyerap mayat para Prajurit Kerajaan Mo yang dibunuh olehnya.
Sea Lin yang sedang membunuh dan menghabisi Para Prajurit Kerajaan Mo dengan ayunan tombak sabitnya, tiba-tiba dari kejauhan Sea Lin melihat Mo Sueyan yang sedang terbang diudara sambil menghabisi Para Prajurit Nanzhou dengan jurus Ombak Pasir Emas Pemusnahnya.
"Wanita itu!...." batin Sea Lin yang langsung mengenali Mo Sueyan walau melihatnya dengan jarak yang cukup jauh.
Melihat Mo Sueyan yang sudah turun ke medan perang, Sea Lin kemudian tersenyum menyeringai.
Dengan sangat cepat Sea Lin langsung menciptakan satu Bom Darah dan melemparkannya ke arah Mo Sueyan.
Disisi lain, Mo Sueyan yang merasakan adanya energi besar yang sedang menuju ke arahnya, segera menoleh dan melihat ke arah Bom Darah yang sedang menuju ke arahnya dengan sangat cepat.
Melihat adanya serangan Bom Darah yang terbang menuju ke arahnya, dengan cepat Mo Sueyan langsung menciptakan satu dinding pasir emas raksasa untuk pertahanannya.
"BOOMMM!!" Bom Darah menghantam dinding pasir emas raksasa dan meledak seketika.
Mo Sueyan dengan mudah berhasil menahan Bom Darah milik Sea Lin dengan dinding Pasir Emas miliknya.
__ADS_1
Akan tetapi tidak hanya berhenti sampai disitu saja, ternyata Sea Lin tidak hanya melemparkan satu Bom Darah saja, tetapi banyak Bom Darah.
Kemudian Puluhan Bom Darah menghantam Dinding Pasir Emas Raksasa dan meledak secara beruntun.
Terlihat Mo Sueyan yang mulai terpojok dan hanya bisa bertahan dengan dinding Pasir Emas Raksasa miliknya.
"Sial!, bajingan ini apakah tidak menyayangkan energi spiritualnya?" batin Mo Sueyan merasa kesal pada Sea Lin.
Kemudian Mo Sueyan yang sudah terpojok, langsung menggerakan dan membentengkan tangan kirinya, hingga menciptakan satu ombak pasir di belakang sisi kirinya.
Tampak Mo Sueyan yang mampu mengendalikan ombak pasir emas dengan menggerakan tangan kirinya.
Dengan cepat Mo Sueyan langsung mengendalikan ombak pasir emas untuk menyerang Sea Lin dengan gerakan tangan kirinya.
Kemudian Ombak Pasir bergerak menyerang ke arah Sea Lin mengikuti gerakan tangan kiri Mo Sueyan.
Melihat ada ombak pasir yang menyerang ke arahnya, Sea Lin dengan cepat langsung melompat terbang ke udara untuk menghindari serangan ombak pasir emas.
Akibat menghindari serangan ombak pasir emas, Sea Lin secara tidak sengaja kehilangan fokus yang mana membuat Mo Sueyan berhasil lepas dari situasi terpojok.
Sementara itu disisi lain, Mo Sueyan yang berhasil lepas dari situasi terpojok langsung mengeluarkan senjata tombaknya.
"Bajingan!, akan aku bunuh kau!" kata Mo Sueyan yang langsung terbang dengan kecepatan penuh ke arah Sea Lin.
Melihat Mo Sueyan yang datang menyerang ke arahnya, Sea Lin yang sedang mengatur nafas dengan cepat langsung terbang melesat menuju ke arah Mo Sueyan.
Sea Lin dan Mo Sueyan saling terbang melesat dan kemudian saling menyerang dengan tombak mereka masing-masing.
"DUAARR!!" tombak Sea Lin dan Tombak Mo Sueyan saling menghantam dan menyerang, hingga menciptakan satu gelombang energi serangan yang cukup kuat.
Sambil terbang diudara Sea Lin dan Mo Sueyan saling bertahan dan menekan dengan tombak mereka.
"Oooh?, jadi inikah Putri Mo Sueyan?, kau cukup cantik saat dilihat dari dekat. Sebaiknya kamu cepat perintahkan kepada Seluruh Pasukan kamu untuk menyerah. Jika kalian menyerah, maka kami berjanji tidak akan membunuh kalian semua!" ujar Sea Lin menyuruh Mo Sueyan untuk menyerah.
"Menyerah?, kami Kerajaan Mo tidak akan menyerah sampai titik darah penghabisan!. Sebaliknya kalian lah yang seharusnya menyerah, kalian tidak akan bisa menaklukan Kami Kerajaan Mo!" kata Mo Sueyan yang tanpa ragu menolak untuk menyerah.
__ADS_1
Melihat Mo Sueyan yang tanpa ragu langsung menolak untuk menyerah, maka Sea Lin terpaksa harus membunuh Mo Sueyan.
Kemudian Sea Lin dan Mo Sueyan saling mendorong dengan sangat kuat, hingga keduanya terpisah.
Kemudian Mo Sueyan langsung mengeluarkan energi spiritual berwarna emas dari tubuhnya, hingga membentuk Armor Spirit berwarna emas yang sangat kuat.
Mo Sueyan melihat ke arah Sea Lin dengan tatapan tajam yang penuh aura membunuh.
"Pria ini sungguh tidak dapat ditebak, walau dia hanya berada ditingkat Kaisar Level Tujuh, tetapi dia sanggup menghancurkan Formasi Perang Kalajengking Pasir Emas, yang kekuatannya setara dengan Jiwa Petarung Tingkat Kaisar Emperor Level Tujuh. Aku harus berhati-hati pada Pria ini!" pikir Mo Sueyan dalam hatinya yang penuh rasa waspada terhadap Sea Lin.
Sedangkan disisi lain, Sea Lin yang telah kehabisan energi spiritual tampak merasa bimbang
"Sialan!. Jika aku bertarung dengan wanita ini hanya dengan mengandalkan energi spiritual yang tersisa didalam tubuhku, aku pasti akan kalah!."pikir Sea Lin dalam hatinya yang merasa bimbang.
"Jika aku menggunakan Teknik Terlarang, maka tidak hanya mayat Para Prajurit Kerajaan Mo saja yang akan terserap olehku, tetapi mayat Para Prajurit Nanzhou juga!" batin Sea Lin dalam hatinya yang merasa bimbang.
Setelah penuh pertimbangan, Sea Lin lebih memilih untuk bertarung melawan Mo Sueyan dengan menggunakan sisa energi spiritual yang ada didalam tubuhnya.
Sea Lin mengibaskan Tombak Sabit dan mengeluarkan energi darah dan kegelapan dari dalam tubuhnya, hingga membentuk Armor Spirit yang melapisi tubuhnya.
Dengan mata yang sudah berubah menjadi berwarna merah, Sea Lin melihat ke arah Mo Sueyan dengan tatapan yang penuhi aura membunuh yang sangat kuat.
Sea Lin dan Mo Sueyan saling melihat satu sama lain dengan tatapan membunuh.
"Hari ini, aku harus membunuh dia, bagaimana pun caranya!" kata Sea Lin dan Mo Sueyan dalam hati mereka masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1
......................