
Jangkauan ledakan Bom Darah Raksasa terus meluas, bahkan Sea Lin yang berada jauh di atas udara terkena efek gelombang ledakannya.
Dan menara Komando tempat Mo Sueyan berada juga musnah terkena efek ledakan Bom Darah Raksasa.
Mo Sueyan yang berada di atas menara segera lompat udara dan terbang menjauhi Jangkauan Ledakan yang semakin meluas.
Pintu Gerbang Benteng Pertahanan Ibukota Kerajaan Mo hancur lebur dan musnah, terkena efek ledakan Bom Darah Raksasa yang jangkauannya masih terus meluas.
Sementara itu, di lokasi medan tempur Luo Bai, Ray Qi, Yu Zhong dan Wolf yang jauh dari Area Jangkauan Ledakan Bom Darah Raksasa.
Pertempuran tampak berhenti. Semua orang tampak tercengang dan terkejut melihat Ledakan super besar, yang terjadi di Lokasi Pertempuran yang jauh dari Lokasi pertempuran mereka.
Di empat lokasi yang berbeda, Luo Bai, Ray Qi, Yu Zhong, dan Wolf merasa terkejut melihat ledakan super besar dengan ekspresi tercengang diam.
Hingga kemudian hembusan angin kencang dari gelombang ledakan Bom Darah Raksasa, tiba-tiba menerpa dan meniup mereka semua. Hingga membuat beberapa orang diantaranya terbang terbawa oleh angin kencang bercampur padir.
Hembusan angin yang sangat kencang menciptakan sebuah badai pasir yang cukup besar.
Di empat lokasi yang berbeda, tampak Luo Bai, Ray Qi, Yu Zhong dan Wolf yang masing-masing sedang mencoba untuk bertahan dari hembusan angin kencang, yang tercipta dari gelombang ledakan Bom Darah Raksasa.
"Apa yang sedang terjadi di lokasi pertempuran Evan dan Sea Lin?" kata Luo Bai merasa penasaran sambil menahan hembusan angin kencang bercampur pasir.
"Sea Lin bodoh itu, apa yang telah dia lakukan?" kata Ray Qi merasa kesal sambil menahan hembusan angin kencang bercampur pasir.
Sementara itu di waktu yang sama di tempat Seluruh Pasukan Nanzhou yang sedang menunggu berada.
Paman Qian Ji, Qiu Shen, Su Fan Ny, Han Zo, Sai, Tian Yin dan Tian Yang serta seluruh Pasukan Nanzhou, tampak terkejut dan tercengang melihat adanya ledakan super besar di lokasi terjadinya pertempuran.
Melihat ada ledakan super besar yang terjadi di lokasi pertempuran, mereka semua merasa semakin cemas dan khawatir pada Evan Sang Jenderal dan kelima komandan mereka yang sedang bertempur di lokasi pertempuran terjadinya ledakan.
"Apa yang sebenarnya sedang terjadi di medan perang?, kenapa bisa terjadi ledakan yang sangat besar!?, apakah Jenderal Besar Li dan Para Komandan baik-baik saja!?" batin mereka semua merasa sangat mengkhawatirkan dan mencemaskan Evan dan kelima temannya.
Kemudian Para Prajurit yang sangat mengkhawatirkan kedaaan Jenderal dan Para Komandan mereka, sudah tidak tahan dan tidak sabar lagi untuk menunggu lebih lama.
__ADS_1
"Ledakan itu sangat kuat. Jenderal dan Para Komandan pasti sedang dalam keadaan sulit di medan perang!"
"Pasti saat ini Jenderal dan Para Komandan sedang membutuhkan bantuan, kita harus datang membantu mereka!"
"Benar!, kita prajurit, kita harus membantu Jenderal dan Para Komandan kita untuk melawan Musuh!"
Seluruh Pasukan mulai ribut dan mulai membuat kerusuhan, mereka semua berseru ingin membantu Jenderal dan Para Komandan mereka.
Melihat Para Prajurit yang mulai ribut ingin membantu Jenderal dan Para Koamndan, Paman Qian Ji dan yang lainnya mencoba menahan dan menghentikan Para Prajurit.
Mereka mencoba untuk melakukan sesuatu, agar dapat membuat Para Prajurit tetap tenang dan tidak membuat keributan.
"Seluruh Pasukan tenanglah, jangan berbuat keributan. Kita harus tetap tenang dan jangan gegabah!" kata Paman Qian Ji mencoba menenangkan Para Prajurit Nanzhou.
"Benar, kita harus tetap tenang dan jangan gegabah. Kita harus menuruti perintah Jenderal dan Para Komandan untuk tetap disini, dan menunggu aba-aba dari mereka!" kata Qiu Shen mencoba menenangkan Para Prajurit Nanzhou.
"Kalian semua Percayalah, Jenderal dan Para Komandan kita semuannya pasti akan baik-baik saja. Jadi kami harap, kalian semua jangan khawatir!" kata Su Fan Ny ikut mencoba menenangkan Para Prajurit Nanzhou.
Paman Qian Ji dan yang lainnya mencoba membujuk dan menenangkan Para Prajurit Nanzhou yang ribut ingin membantu Jenderal dan Para Komandan, untuk bertempur di medan perang melawan Seluruh Pasukan Kerajaan Mo.
"Kami tidak bisa tenang, bagaimana mungkin kami membiarkan Jenderal dan Para Kamandan kami dalan bahaya!?"
"Benar, kami semua adalah prajurit yang dididik dan dilatih oleh Jenderal dam Para Komandan, kami tidak akan mungkin bisa tenang!"
"Benar, bagaimana mungkin kami bisa tenang melihat Jenderal dan Para Komandan kami bertempir sendirian melawan Pasukan musuh yang jumlahnya ratusan ribu!?"
"Jangan halangi kami, kami ingin membantu Jenderal dan Para Komandan melawan musuh!"
Tampak Para Prajurit Nanzhou sama sekali tidak mendengarkan perkataan Paman Qian Ji dan yang lainnya.
Para Prajurit sama sekali tidak bisa tenang, dan malah semakin ribut ingin membantu Jenderal dan Para Komandan mereka yang sedang dalam medan perang.
Melihat Para Prajurit Nanzhou yang sudah tidak bisa dikendalikan dan ditahan lagi, Paman Qian Ji dan yang lainnya merasa bingung dan tidak tahu bagaimana cara menenangkan Para Prajurit Nanzhou tersebut.
__ADS_1
Kemudian Paman Qian Ji menghela nafas dan mengangkat kepalanya dengan raut wajah tersenyum.
"Seluruh Pasukan Nanzhou Dengarkan Aku!" teriak Paman Qian Ji dengan sangat kencang dan penuh semangat perang.
Teriakan Paman Qian Ji seketika, membuat seluruh Pasukan Nanzhou dan Para Kepala Pasukan merasa terkejut dan diam seketika.
"Jenderal dan Para Komandan kita saat ini sedang berada dalan bahaya!. Mereka bertempur sendirian melawan Pasukan musuh untuk melindungi kita. Kita Tidak boleh tinggal diam, kita harus membantu Jenderal dan Para Komandan kita!" seru Paman Qian Ji berteriak kepada Seluruh Pasukan Nanzhou.
Melihat Paman Qian Ji yang berteriak dan memberi dukungan untuk membantu Jenderal dan Para Komandan, mereka semua langsung tertegun.
Tampak Seluruh Pasukan Nanzhou merasa senang dan gembira dengan dukungan yang di berikan oleh Paman Qian Ji pada mereka.
Akan tetapi tampak, Qiu Shen dan yang lainnya sama sekali tidak setuju dengan keputusan Paman Qian Ji yang memberi dukungan, kepada seluruh Pasukan pergi ke medan perang untuk membantu Jenderal dan Para Komanda.
"Tuan Komandan Ji, maaf aku tidak setuju dengan keputusan Anda!. Kami tidak akan membiarkan Seluruh Pasukan pergi ke medan perang, sebelum ada perintah dari Jenderal atau Para Komandan yang lain!" kata Qiu Shen menentang keputusan Paman Qian Ji.
"Benar apa yang dikatakan oleh Qiu Shen, sebaiknya kita tetap disini dan mematuhi apa yang diperintahkan oleh Jenderal dan Para Komandan yang lainnya!" kata Han Zo mendukung keputusan Qiu Shen.
"Benar sekali, aku juga setuju dengan Qiu Shen. Perintah Jenderal adalah prioritas dan harus dipatuhi, tidak boleh ada yang melanggarnya!" kata Su Fan Ny ikut mendukung keputusan Qiu Shen.
"Seluruh Pasukan dan Kita semua harus tetap disini. Jika kita memaksa pergi ke medan perang tanpa ada perintah terlebih dahulu, takutnya nanti kita malah tidak akan membantu, dan sebaliknya kita malah menjadi beban Jenderal dan Para Komandan!" kata Tian Yang mendukung keputusan Para Prajurit inti Pasukan Gagak Malam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
JANGAN HIRAUKAN MEREKA YANG MENCOBA MENJATUHKANMU.
KARENA MEREKA AKAN KALAH SAAT MELIHATMU MASIH TEGAK BERDIRI.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...****************...