
Dua hari kemudian.
Evan dan Sea Lin pergi ke daerah tempat tinggal Klan Hutan Bayangan yang mengungsi sebelumnya, sekarang semua orang Klan dan Klan Desa Tanah Darah tinggal dalam lingkungan yang sama, tampak kedua Klan Kultivator Kegelapan tersebut hidup dengan damai dan rukun.
"Syukurlah semuanya sudah mendapatkan tempat tinggal untuk ditinggali, semoga semuannya bisa terus hidup damai dan rukun tanpa ada perselisihan!" kata Evan merasa senang melihat kedua Klan Kultivator Kegelapan tersebut hidup dengan damai dan rukun.
"Ini semua berkat Jenderal Besar Li, terima kasih Jenderal karena sudah bersedia menampung kami dan memberikan kami tempat tinggal yang layak!" kata Tian Yang berterima kasih kepada Evan.
"Kami berdua mewakili seluruh Klan Hutan Bayangan berterima kasih kepada Jenderal Besar Li, sebagai gantinya kami pasti akan menjadi prajurit yang setia dan royal kepada Jenderal Li!" kata Tian Yin yang juga ikut berterima kasih kepada Evan.
"Tidak perlu sungkan, aku hanya menjalankan tugasku sebagai seorang pemimpin, lagi pula bukankah kalian adalah prajuritku?" ujar Evan sambil tersenyum senang.
Namun tidak lama kemudian seorang prajurit datang menghampiri Evan untuk melapor.
"Hormat Jenderal, ada seorang utusan dari kerajaan Mo yang datang dan ingin bertemu dengan Anda!" kata prajurit tersebut melapor sambil berdiri memberi hormat.
"Utusan Kerajaan Mo?" gumam Evan dan Sea Lin merasa heran.
Kemudian Evan dan Sea Lin pun langsung pergi ke kediaman Jenderal untuk bertemu dengan utusan dari Kerajaan Mo tersebut.
Singkat cerita Evan dan Sea Lin pun akhirnya sampai dikediaman Jenderal, tampak Luo Bai dan teman-teman Evan yang lainnya yang sudah berkumpul di Aula pertemuan yang mana disitu ada Utusan dari utusan kerajaan Mo.
Evan dan Sea Lin masuk kedalam Aula pertemuan dan bertemu dengan Utusan dari kerajaan Mo tersebut.
"Ada perlu apa Kerajaan Mo mengirim kamu kesini?" tanya Evan kepada Utusan tersebut.
__ADS_1
"Kaisar Mo mengutus saya untuk memberikan surat ini kepada Anda, harap Jenderal Besar Li membacanya!" kata Utusan tersebut sambil berlutut memberikan sebuah gulungan kertas dengan kedua tangannya kepada Evan.
Kemudian Sea Lin mengambil gulungan kertas tersebut dan membukakannya untuk Evan, setelah Evan membaca isi gulungan kertas tersebut, seketika Evan langsung tersenyum.
"Permintaan damai?, Hahahaha!...." tawa Evan hingga mengejutkan para teman-temannya yang ada disekitarnya.
"Katakan pada Kaisar Mo, aku tidak tertarik untuk berdamai, suruh dia tunggu aku untuk mengambil kepalanya!" kata Evan kepada Utusan kerajaan Mo tersebut.
Setelah mendengar jawaban Evan, Utusan tersebut pun langsung pergi keluar dari Aula pertemuan dan kembali ke Kerajaan Mo.
"Evan, kenapa kamu tidak menerima permintaan damai mereka saja?, bukankah dengan kita berdamai dengan mereka maka semuannya akan selesai?, aku yakin mereka juga pasti akan memberikan kompensasi ganti rugi yang besar kepada kita!" ujar Luo Bai bertanya kepada Evan.
"Masalahnya tidak akan selesai dengan semudah dan sesederhana yang kamu pikirkan, jika kita berdamai dengan Kerajaan Mo maka kepercayaan para prajuritku akan berkurang, karena mereka mungkin telah banyak berkorban dan kehilangan teman dan saudara mereka dalam medan perang yang terjadi sebelumnya, jika aku berdamai dengan kerajaan Mo yang telah membuat mereka kehilangan teman dan saudara, maka mereka akan merasa kecewa padaku karena telah membuat mereka tidak bisa membalas dendam!." jawab Evan menjelaskan kepada Luo Bai.
"Tentu saja, besok aku akan berangkat pergi ke Sekte Gunung Abadi, jadi aku akan mengandalkan kalian semua untuk menjaga Nanzhou selama aku pergi!" kata Evan kepada teman-temannya.
"Tetapi Kakak Besar, bagaimana jika Kerajaan Mo mengirim pasukan besar untuk menyerang Nanzhou lagi?. tanpa Kakak Besar, aku tidak yakin apakah kami bisa bertahan jika misalnya ada musuh kuat yang sama seperti sebelumnya datang menyerang!" ujar Sea Lin.
"Kalian tenang saja, sebelumnya disaat aku mengirim Yu Zhong dan Han Zo untuk mencari Wei Qing dan Timnya, mereka juga mendapatkan berbagai informasi penting di Kerajaan Mo, yaitu orang kuat yang sebelumnya kita bunuh ternyata adalah Mo Liang sang Putra Mahkota dan putra satu-satunya Kaisar Mo!" kata Evan memberitahu kepada teman-temannya.
"Apa!?" ucap teman-teman Evan merasa terkejut.
"Kenapa Kaisar Mo bodoh sekali mengirim putra satu-satunya ke medan perang?" ujar Ray Qi merasa heran dan bingung.
"Mungkin sebelumnya Kaisar Mo meremehkan kita dan berfikir bahwa dengan mengirim putranya ke medan perang maka akan bisa mengalahkan kita, tetapi mungkin masih ada kemungkinan kedua!" ujar Evan membuat teman-temannya penasaran.
__ADS_1
"Apa kemungkinan kedua itu?" tanya teman-teman Evan merasa penasaran.
"Kalian ingat sebelumnya kalau Kaisar Mo juga mengirim putri Mo Sueyan yaitu putri satu-satunya ke medan perang?" ujar Evan kepada teman-temannya.
"Tentu saja ingat, dipertempuran sebelumnya kita menang telak melawannya, namun sayangnya dia berhasil lolos dan melarikan diri walau sudah terluka karena terkena ledakan!" kata Luo Bai menjawab Evan.
"Kenapa kamu malah bertanya tentang itu?" tanya Luo Bai merasa bingung kepada Evan.
"Mungkin Kerajaan Mo sudah tidak memiliki petarung tingkat Kaisar Emperor lagi, maka dari itu setelah Mo Sueyan kalah Kaisar Mo hanya bisa mengirim putra satu-satunya untuk maju ke medan perang. Tetapi Kaisar Mo mungkin tidak menyangka bahwa kita akan berhasil mengalahkan dan membunuh putra satu-satunya itu, jadi sekarang di Kerajaan Mo tidak ada lagi petarung kuat kecuali Putri Mo Sueyan dan Kaisar Mo. Dan kedua orang kuat itu tidak mungkin memimpin Pasukan untuk datang menyerang Nanzhou, karena yang satu adalah Kaisar yang terluka dan yang satunya lagi adalah keturunan dan penerus satu-satunya!" ujar Evan menjelaskan kepada teman-temannya.
Setelah mendengar penjelasan dari Evan, akhirnya teman-teman Evan pun mengerti mengapa Evan berani pergi ke Sekte Gunung Abadi dan meninggalkan Nanzhou.
"Tetapi jika memang benar begitu mengapa kita tidak langsung menyerang mereka saja?, bukankah di kerajaan Mo tidak ada lagi petarung kuat?" ujar Ray Qi merasa heran.
"Walaupun mereka tidak ada lagi petarung kuat, tetapi kita tidak boleh lupa bahwa mereka memiliki banyak pasukan, walaupun mereka sering kalah tetapi pasti mereka masih memiliki lebih 200 ribu prajurit untuk bertahan. Dengan kekuatan kita yang sekarang maka kita masih belum bisa menembus pertahanan mereka, tunggu setelah aku pulang dan pasukan Gagak Malam yang baru siap maju ke medan perang, maka kita akan menguasai seluruh kerajaan Mo!" kata Evan kepada teman-temannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1