KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 256 : Cerita Masa Lalu Di Taman Istana Kerajaan #1


__ADS_3

Melihat keempat teman Prianya tiba-tiba datang, Evan pun merasa terkejut dan senang.


"Astaga Ray Qi lepaskan leherku, leherku sudah mau patah!" kata Evan merasakan kesakitan.


"Ups!, maaf, aku terlalu bersemangat!" kata Ray yang langsung melepas rangkulannya.


Dan begitu juga dengan Sea Lin yang juga melepas pelukannya kepada Evan.


Namun seketika Evan menoleh melihat ke arah Luo Bai yang seharusnya berada di kota Hao bersama dengan Lu Rao Rao.


"Luo Bai, kenapa kamu ada disini?, bukankah kamu ada dikota Hao?" tanya Evan merasa heran dan penasaran.


"Apakah tidak boleh?, temanku ada yang ingin menikah tiga hari lagi masa aku tidak boleh melihatnya, lagi pula urusan di kota Hao semuannya sudah selesai!" ujar Luo Bai menjawab Evan.


"Kakak Besar, aku dengar kamu kembali pulang membawa Wanita cantik, mana dia?" tanya Sea Lin merasa penasaran.


"Namanya Ruyin Li calon istriku juga, dia sekarang sedang berjalan-jalan bersama dengan Ran Ran dan Nan Ruyu" jawab Evan.


"Calon Istri Lagi!?" keempat teman Evan seketika langsung terkejut mendengarnya.


Disaat keempat temannya itu terkejut, seketika Evan teringat dengan masalah Reya yang sedang marah dan perlu dibujuk.


"Semuannya maaf aku tidak bisa menjelaskannya sekarang dan tidak bisa menemani kalian, aku harus pergi melakukan sesuatu yang penting!, Dadah semuannya!" kata Evan yang langsung meninggalkan keempat temannya yang masih keheranan.


Kemudian Evan pun sampai didepan pintu Kamar Reya, tanpa dikunci Evan pun membuka pintu dan masuk, setelah masuk tampak Reya yang sedang duduk merajuk di atas tempat tidur.


Evan berjalan menghampiri dan berdiri tepat dihadapan Reya yang sedang duduk dengan raut wajah masamnya.


Sedangkan Reya yang sedang marah tidak ingin melihat Evan dan memalingkan wajahnya.


"Apakah kamu marah?" tanya Evan dengan lemah lembut.


"Tanya saja pada dirimu sendiri!" kata Reya dengan ketus.


"Astaga, sepertinya calon istriku ini benar-benar sedang marah!" kata Evan sambil tersenyum.


"Humph!, kamu tahu aku sudah bermusuhan dengan dia sejak saat itu, tapi kenapa kamu tetap menerima dia sebagai calon istrimu juga?" ujar Reya merasa kesal kepada Evan.

__ADS_1


"Sejak saat itu kah?, tidak bisakah kamu melupakan masalah saat itu demi diriku?" pinta Evan dengan lemah lembut dan tersenyum namun tangan mengepal hingga gemetar.


"Tidak bisa Evan!, kamu tidak tahu apa yang aku rasakan saat itu!" kata Reya dengan suara keras kepada Evan.


"Tetapi apakah kamu tahu apa yang aku rasakan saat itu?, Reya tunanganku?" tanya Evan merasa kesal dan cemburu melihat Reya yang terus mengungkit masalah masa lalu.


Mendengar perkataan Evan, Reya pun langsung menoleh melihat ke arah Evan.


...****************...


Kita kembali pada saat Evan berusia 12-13 tahun dan Reya berumur 15-16 tahun yang mana pada saat itu Reya adalah salah satu tunangan Evan.


Pada saat itu Reya adalah tunangan Evan yang paling disukai dan dimanjakan oleh Evan.


Suatu hari lima tunangan Evan disuruh oleh Ratu Rue Nuanyi atau Ibu Evan untuk menemani Evan berlatih ditaman istana kerajaan.


Tampak Evan yang berlatih dengan sangat bersungguh-sungguh dihadapan para tunangannya, namun para tunangan Evan tersebut tidak ada yang memberi Evan semangat tetapi malah bergosip tentang kejelekan Evan dan merendahkan Evan.


"Lihat si bodoh itu!, si sampah yang tidak bisa berkultivasi mencoba menjadi hebat hanya dengan berlatih tinju!"


"Sejak dulu berlatih tetapi bahkan tidak bisa mencapai tingkat prajurit!, sungguh menyia-nyiakan sumber daya saja!"


"Laki-laki lemah seperti dia aku bahkan bisa membuatnya pingsan hanya dengan satu pukulan kecilku!


Keempat calon istri Evan itu tampak tidak ada yang menyukai Evan sama sekali, mereka mencibir dan terus merendahkan Evan dibelakang Evan.


Sementara itu Reya pun juga begitu, dia melihat ke arah Evan dengan penuh kebencian dan rasa jijik.


"Cih!, sampah!, aku tidak tahu kenapa ayah setuju untuk aku menjadi Tunangan si sampah tidak berguna ini!" kata Reya yang sangat benci sambil melihat Evan dengan tatapan jijik.


Disisi lain Evan ternyata mendengar semua perkataan para tunangannya yang terus menghina dan merendahkan dirinya, namun Evan tetap fokus berlatih tinju dengan wajah tersenyum.


Tidak lama kemudian Li Jianfeng datang bersama dengan banyak gadis cantik dibelakangnya ke taman Istana kerajaan tempat Evan berlatih.


Li Jianfeng adalah anak tertua dari Li Danrui dan juga sepupu tertua Evan.


Li Jianfeng adalah seorang pemuda tampan yang sangat amat berbakat diantara para pemuda berbakat di kerajaan Li pada saat itu, mungkin bisa dikatakan kalau Li Jianfeng termasuk 10 jenius muda terhebat di daratan timur.

__ADS_1


Pada saat itu umur Li Jianfeng masih 17 tahun, tetapi dia sudah berada pada tingkat Jenderal level enam, dan dia sangat dikagumi dan disukai oleh banyak orang termasuk juga para tunangan Evan.


Disaat melihat Li Jianfeng datang seketika lima tunangan Evan langsung terkejut senang, dengan sangat bersemangat mereka semua meninggalkan dan mengabaikan Evan yang sedang berlatih, dan berlari menghampiri Li Jianfeng.


"Itu Kakak Li Jianfeng!"


"Dia sangat tampak dan berbakat!"


"Dia adalah pria idamanku!"


"Ayo kita kesana melihatnya!"


Para tunangan Evan termasuk Reya dengan sangat antusias langsung menghampiri Li Jianfeng si pangeran tampan dan berbakat.


Evan yang melihat itu pun langsung menghentikan latihannya dan berdiri diam melihat para tunangannya yang menghampiri Li Jianfeng.


"Kenapa aku selalu diperlakukan dengan tidak adil?, padahal akulah Pangeran Mahkota, tetapi mengapa aku dilahirkan dengan tubuh yang cacat?" batin Evan merasa sedih namun berusaha agar tetap tegar.


Namun tidak lama kemudian, Reya yang disaat itu sangat mengagumi Li Jianfeng mencoba untuk memegang (menggandeng) tangan Li Jianfeng.


"Kakak Jianfeng, aku sangat menyukaimu, bolehkah aku menggandeng tanganmu?" pinta Reya kepada Li Jianfeng yang sedang sibuk dengan para gadis lainnya.


Namun Ruyin Li yang melihat itu langsung mendorong Reya hingga terjatuh ke tanah.


"Gadis sepertimu sama sekali tidak pantas untuk menggandeng tangan Pangeran Li Jianfeng!, dasar tidak tahu malu!" kata Ruyin Li merasa jengkel sambil melihat ke arah Reya dengan tatapan tidak suka.


Reya yang didorong sampai jatuh pun merasa sangat marah dan segera bangkit berdiri.


"Hei gadis busuk!, aku bertanya pada Kakak Jianfeng bukan dirimu!, memang kamu sendiri apakah pantas menggandeng tangan Kakak Jianfeng?" ujar Reya berbalik menyerang dengan kata-katanya.


"Hahaha apakah aku pantas atau tidak menggandeng tangan Pangeran Jianfeng bagaimana jika kita buktikan?" ujar Ruyin Li yang langsung mengeluarkan Aura Jenderal Tingkat Jenderal Level Dua yang langsung membuat Reya tertekan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2