
(Hari Ketujuh Di Alam Fantasi Tujuh Bintang)
Kemudian Evan dan yang lainnya pun bersiap untuk keluar dari tempat itu.
"Evan, aku punya rencana!, sebelum kita keluar ayo kita gunakan jurus Ledakan Darah milik Sea Lin untuk meledakan seluruh tempat ini hingga bukit ini runtuh dan membunuh semua orang yang ada dipermukaan!, walaupun kita tidak tahu siapa orang yang tadi datang ke tempat ini, tetapi aku yakin hanya dengan membunuh semua orang yang ada dipermukaan maka kita dapat mengantisipasi ada orang atau kelompok yang akan merebut harta milik kita!" saran Ray kepada Evan.
"Benar juga apa yang dikatakan oleh Ray, lagi pula masih ada satu mayat macan lagi, sayang sekali jika tidak kita gunakan!" ujar Tang Chen.
"Tapi apakah itu tidak terlalu kejam?, kita mungkin akan membunuh banyak orang yang tidak bersalah!" kata Qing Wei merasa tidak tega.
"Benar apa yang dikatakan oleh Jenderal Li, kita tidak boleh membunuh banyak orang yang tidak bersalah hanya karena ingin mempertahankan harta yang kita miliki!" kata Su Fan Ny setuju dengan perjataan Qing Wei.
"Hmm...., didunia ini kita perlu kejam dan menjadi jahat untuk mempertahankan dan melindungi apa yang kita miliki!, pikirkan saja jika misalnya orang yang tadi itu menyebarkan (mengatakan) apa yang dia lihat dan memberitahukan kepada semua orang apa yang kita dapatkan ditempat ini, jika saat itu sampai tiba maka kita semua akan mati!" kata Sea Lin.
"Semuannya kalian tenanglah, biarkan Jenderal Li mengambil keputusan!" kata Yu Zhong kepada yang lainnya.
Evan pun berpikir sejenak dan kemudian menghela nafas pelan.
"Hmmm.., baiklah aku setuju untuk meledakan tempat ini dan meruntuhkan bukit!" kata Evan mengambil keputusan.
"Selain Sea Lin, kalian semua pergi dan keluarlah dari tempat ini!" perintah Evan kepada kelompoknya.
Mendengar perintah itu mereka pun segera bergegas pergi dan keluar dari tempat makam kuno asli itu kecuali Evan dan Sea Lin.
Sementara itu dipagi yang cerah ditangga menuju makam kuno palsu dipermukaan bukit.
Pengawal yang sebelumnya kabur dari makam kuno asli telah sampai kepada Mo Sueyan dan para pengawal lain yang sedang bertarung melawan para monster yang menjaga makam palsu dengan para pendekar lainnya.
Pengawal tersebut datang dengan tergesa-gesa dan kemudian melaporkan apa yang dia lihat dimakam kuno asli yang ada diperut bukit sebelumnya.
"Putri Mo Sueyan lapor!" kata Pengawal tersebut yang nampak tergesa-gesa.
"Ada apa?, katakan pelan-pelan saja!" kata Mo Sueyan pada pengawal tersebut.
__ADS_1
Kemudian karena melihat ada banyak orang ditempat itu pengawal tersebut melaporkannya dengan berbisik ditelinga Mo Sueyan.
"Disini adalah tempat makam kuno palsu sedangkan makam kuno yang asli ada didalam perut bukit, disana aku melihat terdapat banyak harta peninggalan yang semuanya sangat berharga termasuk juga Teratai Api Emas yang sedang kita cari-cari, tetapi makam kuno asli itu telah ditemukan oleh kelompok lain dan semua harta peninggalan yang ada disana telah mereka ambil semuanya, namun mereka mungkin masih belum pergi jauh dari tempat itu dan jika mereka sudah pergi mereka juga pasti belum pergi jauh dan kita masih bisa mengejar mereka!" kata Pengawal tersebut membisiki kepada Mo Sueyan.
Mendengar itu Mo Sueyan pun memerintahkan dan mengajak para pengawalnya turun dari tangga dan pergi dari tempat tersebut.
Mo Sueyan dan para pengawalnya pun turun dan pergi meninggalkan tempat itu, namun disaat mereka telah turun ternyata orang-orang itu telah berhasil sampai kepuncak bukit yaitu tempat makam kuno palsu berada.
Semua orang yang telah sampai puncak bukit sangat gembira dan bersorak-sorak dengan ramai, hingga suaranya pun terdengar oleh Mo Suryan dan para pengawalnya yang sudah turun dari bukit.
Namun setelah mereka melihat-lihat makam kuno tersebut mereka pun langsung kecewa dengan apa yang ada disana yang ternyata tidak sesuai dengan yang mereka bayangkan.
"Kenapa tidak ada apa-apa disini!?"
"Ini semua hanyalah tanaman spiritual yang tidak berharga!, bahkan satu tanaman tingkat tujuh saja tidak ada!"
"Semua yang ada disini hanyalah sampah!"
Orang-orang itu tampak sangat kecewa dan mengeluh, sedangkan Mo Sueyan yang melihat itu hanya mengucapkan satu kata untuk orang-orang itu yaitu kata "BO-DOH!" dengan ekspresi dingin.
Sementara itu dipintu masuk tersembunyi dikaki bukit, tampak semua teman-teman Evan telah keluar dari tempat makan kuno.
Diwaktu yang sama didalam perut bukit dimakam kuno yang asli, tampak Evan dan Sea Lin telah siap untuk meledakan seluruh tempat tersebut.
Tampak Evan telah bersiap untuk melemparkan macan ke udara, sedangkan Sea Lin telah selesai membuat Bom Darah sebesar bola basket dan siap untuk melemparkannya.
"Lem-Par-Kan !" ucap Evan dan Sea Lin dengan kompak dan melemparkan macan dan Bom darah hingga keduanya bertabrakan dan menyatu.
"Sea Lin Lari!" seru Evan.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan tempat tersebut dengan berlari secepat yang mereka bisa.
Sementara itu tampak Mo Sueyan dan Para pengawalnya berhasil lolos dari kematian, karena mereka sudah pergi menjauh meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke tempat teman-teman Evan berada.
__ADS_1
"BOOOMMM !!!" ledakan yang sangat besar terjadi diperut bukit hingga meruntuhkan permukaan bukit tempat makan kuno palsu.
Semua orang berada ditempat tersebut pun berteriak dan mati tertimpa oleh reruntuhan.
Mo Sueyan dan para pengawalnya pun terkejut melihat bukit tempat makam kuno palsu yang mereka tinggalkan dibelakang mereka runtuh seketika, dan membunuh semua orang yang ada disana.
Namun Mo Sueyan tidak ingin memperdulikan hal itu, dia dan para pengawalnya pun bergegas menuju ke kaki bukiy tempat kelompoknya Evan berada.
Sementara itu Evan dan Sea Lin berhasil keluar dari pintu yang ada dikaki bukit tersebut, mereka terlempar keluar oleh ledakan dan mendarat dengan satu tangan menyokong badan.
"Evan! (Jenderal Li)-Se Lin !" sebut Tang Chen dan yang lainnya melihat Evan dan Sea Lin berhasil keluar dari makam kuno asli.
Mereka berlari menghampiri Evan dan Sea Lin yang bangkit berdiri tegak.
"Jenderal Li, Tuan Lin kalian berdua tidak terluka kan?" tanya Qing Wei kepada Evan dan Sea Lin.
"Kami berdua baik-baik saja!, ayo kita segera pergi meninggalkan tempat ini, sebelum ada orang yang datang melihat kita!" kata Evan kepada teman-temannya.
Teman-teman Evan mengangguk setuju untuk pergi, namun disaat mereka berbalik badan mereka melihat Mo Sueyan dan para pengawalnya telah sampai ditempat mereka berada.
"Ingin lari?, Hem, tidak akan aku biarkan!" kata Mo Sueyan yang datang bersama dengan para pengawalnya menghampiri Evan dan kelompoknya.
"Sepertinya kita akan tetap bertarung!" kata Evan menyambut kedatangan Mo Sueyan dan para pengawalnya dengan niat membunuh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
......................
__ADS_1