KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 363 : Mendirikan Tenda Perkemahan


__ADS_3

PEMBERITAHUAN PENTING!


Maaf sebelumnya, Author ingin memberitahu, bahwa Author lupa tentang Pasukan Bantuan dari Sekte Gunung Abadi.


Jadi untuk alasan singkatnya, mohon Para Reader untuk membaca ulang CH 352 : Rapat Persiapan Perang Besar.


...****************...


Kemudian Qiu Shen dan Su Fan Ny berjalan mendekat menghampiri Evan, Sea Lin, Luo Bai dan Ray Qi yang sedang berteduh dibawah pohon sambil berbaring terlentang dengan mata ditutup oleh kain yang telah dibasahi.


Menyadari kedatangan Qiu Shen dan Su Fan Ny, mereka berempat segera bangkit duduk dan melepas kain basah yang menutup mata mereka.


Mereka berempat melihat ke arah Qiu Shen dan Su Fan Ny yang berjalan menghampiri mereka.


"Lapor Jenderal dan Para Komandan, seluruh Pasukan sudah selesai menggunakan air sungai dan telah mengambil persediaan air minum mereka. Apakah kita akan melanjutkan perjalanan atau tetap beristirahat?" tanya Qiu Shen sambil memberi hormat.


"Katakan kepada seluruh pasukan, kita akan beristirahat selama dua jam lagi. Biarkan seluruh Pasukan menghilangkan rasa lelah mereka. Setelah matahari tidak bersinar terlalu terik (sore hari), kita akan melanjutkan perjalanan menuju Kerajaan Mo!" kata Evan memberi perintah kepada Qiu Shen untuk menyampaikan pesannya kepada seluruh Pasukan.


"Baik!" kata Qiu Shen dan Su Fan Ny menerima perintah sambil memberi hormat kepada Evan.


Kemudian Qiu Shen dan Su Fan Ny pergi meninggalkan keempat pria tersebut, dan untuk menyebarkan perintah sesuai dengan keputusan Evan yang memberi waktu istirahat selama dua jam kepada seluruh Pasukan.


Waktu istirahat dua jam berlalu dengan cepat, tampak hari sudah mulai sore dan matahari sudah tidak bersinar terlalu terik lagi.


Kemudian Evan dan teman-temannya kembali memimpin Pasukan untuk melanjutkan perjalanan menuju Kerajaan Mo.


Didalam perjalanan mereka menuju Kerajaan Mo, mereka sama sekali tidak berjumpa dengan satu masalah sedikitpun.


Kadang Kala didalam perjalanan mereka terkadang juga sering berjumpa dengan Para Pedagang yang lewat. Sering kali Para Pedagang yang takut saat melihat Evan dan Pasukannya, mereka lebih memilih untuk berbalik arah dan menghindari Evan dan Pasukannya.


Didalam perjalanan Evan dan Pasukannya, tampak dari kejauhan sekelompok prajurit Kerajaan Mo yang sedang memantau pergerakan mereka.


"Itu adalah Pasukan Besar dari Provinsi Nanzhou, mereka sedang bergerak menuju Ibukota Kerajaan. Sepertinya mereka kali ini benar-benar ingin melakukan penyerangan untuk menguasai Kerajaan!" kata salah seorang Prajurit Kerajaan Mo.


"Ayo kita pergi, kita harus segera melaporkan hal ini kepada Kaisar dan Putri Mo!" kata salah seorang prajurit kerajaan Mo yang lainnya.


Kemudian dengan segera sekelompok Prajurit Kerajaan Mo yang sedang memantau Pasukan Nanzhou, langsung pergi kembali Kerajaan Mo untuk melaporkan apa yang mereka lihat dan ketahui kepada Mo Sueyan.


Satu hari kemudian, akhirnya sekelompok Prajurit tersebut telah kembali ke Ibukota Kerajaan Mo.


Markas militer Kerajaan Mo, disuatu ruangan aula Jenderal tempat Mo Sueyan berada.


Tampak salah seorang Prajurit dari sekelompok Prajurit Kerajaan Mo yang sebelumnya, kini sedang berlutut dan memberi hormat kepada Putri Mo Sueyan yang sedang berdiri dihadapannya.


"Katakan padaku, apa yang ingin kamu laporkan?" tanya Mo Sueyan pada Prajurit yang sedang berlutut dan memberi hormat padanya.


"Lapor Putri!, Pasukan Besar Provinsi Nanzhou kini sedang menuju kemari. Sepertinya mereka benar-benar ingin melakukan penyerangan untuk menguasai Kerajaan kita!" lapor Prajurit tersebut sambil berlutut dan memberi hormat kepada Mo Sueyan.


Mendengar laporan prajurit tersebut, Mo Sueyan sama sekali tidak bereaksi apapun. Mo Sueyan sejak awal memang sudah tahu kalau cepat atau lambat, Nanzhou pasti akan mengirimkan pasukan besar mereka untuk menyerang Kerajaan Mo.

__ADS_1


"Berapa banyak Pasukan Nanzhou yang sedang menuju kesini?" tanya Mo Sueyan pada Prajurit tersebut.


"Kemungkinan Pasukan Nanzhou yang sedang menuju kesini, sekitar 150 ribu prajurit!" jawab Prajurit tersebut sambil berlutut dan memberi hormat kepada Mo Sueyan.


Mendengar bahwa Pasukan Nanzhou yang datang menyerang hanya berjumlah 150 ribu prajurit, seketika Mo Sueyan merasa heran dan mengerutkan keningnya.


"Hanya 150 ribu prajurit?, apakah kamu yakin?" ujar Mo Sueyan merasa keheranan.


"Benar Putri, jumlah Pasukan Nanzhou yang sedang menuju kemari jumlahnya 150 ribu prajurit!" kata Prajurit tersebut dengan yakin.


Melihat bahwa Prajurit tersebut sangat yakin dengan yang dikatakannya, Mo Sueyan seketika tersenyum dan tertawa gembira.


"Hahahaha.., Dasar orang-orang Nanzhou bodoh!. Apakah kalian sedang meremehkan kekuatan militer Kerajaan Mo?. Berani sekali kalian ingin menyerang dan menguasai Kerajaan Mo hanya dengan 150 ribu pasukan, apakah kalian sedang mencari mati?" kata Mo Sueyan menertawakan Pasukan Nanzhou.


"Setelah kalian semua sampai di Kerajaan Mo, maka akan aku pastikan, bahwa kalian semua bisa akan bisa datang tetapi tidak akan bisa pulang!" kata Mo Sueyan tersenyum menyeringai.


Dengan Pasukan Kerajaan yang berjumlah lebih dari 400 ribu prajurit, Mo Sueyan merasa sangat yakin, bahwa dirinya pasti akan menang melawan Pasukan Nanzhou yang hanya berjumlah 150 ribu Prajurit.


"Sebarkan perintahku kepada seluruh pasukan!. Bahwa dua hari lagi kita akan melakukan peperangan besar melawan Pasukan Nanzhou!. Kita akan menghabisi mereka semua!" perintah Mo Sueyan dengan lantang dan tegas.


Sementara itu diwaktu yang sama di Istana Kerajaan Mo, lebih tepatnya Aula Kaisar.


Tampak salah seorang prajurit lainnya dari sekelompok Prajurit mata-mata sebelumnya, sedang menghadap dan memberi laporan kepada Kaisar Mo Luo Tai.


Prajurit tersebut melaporkan tentang Pasukan Besar Nanzhou yang sedang bergerak menuju Kota Kerajaan Mo.


Setelah prajurit tersebut melaporkan semua yang dilihat dan diketahui olehnya, tampak Kaisar Mo Luo Tai yang mendengarnya seketika menghela nafas.


Kaisar Mo Luo Tai yang sudah merasa putus asa dan menyerah, kemudian ingin memberi kendali penuh seluruh pasukan kerajaan kepada Mo Sueyan.


Kaisar Mo Luo Tai melemparkan sebuah tablet giok kepada prajurit tersebut.


"Tablet Pemegang Kekuasaan Militer Tertinggi?!" kata Prajurit tersebut seketika merasa sangat terkejut.


Prajurit tersebut seketika gemetar ketika melihat, bahwa tablet Giok yang ditangkap dan dipegang olehnya, merupakan tablet pemegang kekuasaan mutlak militer Kerajaan Mo.


Dengan tablet tersebut, maka seseorang dapat mengendalikan dan memerintahkan seluruh Pasukan Kerajaan Mo secara mutlak.


"Kamu berikan Tablet Giok itu kepada Putriku. Katakan bahwa dia boleh mengambil kendali seluruh Pasukan Kerajaan. Lawan Pasukan Nanzhou sampai tetes darah penghabisan, jangan biarkan mereka menang dengan mudah!" kata Kaisar Mo Luo Tai memberi perintah kepada Prajurit tersebut untuk menyampaikan perkataannya kepada Putri Mo Sueyan.


"Baik Kaisar!, hamba pasti akan menyampaikan perintah anda kepada Tuan Putri!" kata Prajurit dengan patuh menerima perintah.


Kemudian Prajurit tersebut segera bangkit berdiri dan langsung pergi meninggalkan Aula Kaisar.


Sementara itu, tampak Kaisar Mo Luo Tai yang duduk di singgasananya dengan raut wajah murung dan putus asa.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya sang Prajurit tersebut sampai ke markas militer dan menemui Mo Sueyan.


Sang Prajurit menyampaikan semua perkataan yang dikatakan oleh Kaisar Mo Luo Tai kepada Mo Sueyan.

__ADS_1


Setelah Sang Prajurit memberikan tablet giok dan menyampaikan semua pesan Kaisar kepada Mo Sueyan. Seketika Mo Sueyan merasa sangat senang gembira.


"Bagus sekali, Ayah memang paling mengerti diriku. Dengan adanya Tablet Kekuasaan tertinggi ini, maka aku bisa memegang kendali seluruh Pasukan Kerajaan Mo secara mutlak. Terima kasih ayah!" kata Mo Sueyan merasa sangat senang dan puas.


"Dengan seluruh Pasukan Kerajaan, aku pasti akan bisa melenyapkan seluruh Pasulan Nanzhou!" kata Mo Sueyan merasa sangat percaya diri.


...****************...


Keesokan paginya, disebuah wilayah padang pasir yang luas. Tampak Evan dan Teman-temannya yang masing sedang memimpin seluruh Pasukan Nanzhou bergerak menuju Kerajaan Mo.


Evan dan teman-temannya terus memimpin Seluruh Pasukan Nanzhou untuk terus bergerak menuju Kerajaan Mo.


Waktu terus berlalu hingga akhirnya, Evan dan seluruh Pasukannya sampai didaerah gurun pasir yang tak jauh dari benteng pertahanan Ibukota Kerajaan Mo.


Dari kejauhan Evan dan seluruh Pasukannya telah dapat melihat Ibukota Kerajaan Mo yang begitu luas dan besar. Begitu juga sebaliknya, Seluruh Pasukan musuh yang berjaga di atas benteng pertahanan juga telah dapat melihat seluruh Pasukan Nanzhou dari kejauhan.


Sambil berkuda, Luo Bai yang merasa bahwa mereka sudah berada cukup dekat dengan benteng kerajaan Mo, segera memberi saran kepada Evan untuk berhenti.


"Evan, sebaiknya kita membuat perkemahan disini saja. Jika kita terus maju, maka kita akan berada didalam jangkauan serangan panah musuh!, Kita tidak boleh terlalu dekat dengan Benteng Pertahanan musuh." ujar Luo Bai memberi saran sambil berkuda mengikuti Evan dari belakang.


"Baik, sesuai dengan perkataanmu. Kita akan membangun perkemahan disini." kata Evan yang setuju dengan saran dari Luo Bai.


Kemudian Evan dan teman-temannya menghentikan kuda mereka. Luo Bai memutar kudanya menghadap ke arah seluruh Pasukan yang ada dibelakang mereka.


"Seluruh Pasukan berhenti!" teriak Luo Bai dengan lantang memberi perintah sambil mengangkat tombaknya.


Mendengar teriakan Luo Bai yang memberi perintah untuk berhenti, maka seketika seluruh Pasukan Nanzhou langsung berhenti.


"Dengarkan aku, kita akan mendirikan kemah disini. Malam ini kita harus beristirahat sebaik mungkin dan mempersiapkan diri untuk peperangan besar besok!" teriak Luo Bai memberi perintah kepada seluruh Pasukan.


"Semuannya beristirahatlah dengan baik dan kumpulkan tenaga kalian untuk pertempuran besar besok. Besok kita akan menghabisi seluruh Pasukan Musuh dan menguasai Kerajaan Mo!" teriak Sea Lin dengan lantang kepada seluruh Pasukan.


Mendengar itu, seluruh pasukan Nanzhou bersorak dan berteriak dengan sangat bersemangat.


Kemudian Evan dan seluruh Pasukannya mendirikan perkemahan bersama-sama. Pada malam hari mereka semua beristirahat dan mempersiapkan diri untuk pertempuran besok.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


SERIBU LANGKAH PASTI BERAWAL DARI SATU LANGKAH KECIL.


BEGITU JUGA DENGAN HAL BESAR YANG PASTI BERAWAL DARI HAL KECIL.


MAKA JANGANLAH TAKUT UNTUK MENCOBA.


...****************...


...****************...

__ADS_1


...****************...


......................


__ADS_2