
"Musuh sepertinya hanya bisa mengendalikan dan menguasai Teknik Tubuh Emas Raja Vraja pada kedua tangannya saja, dan tidak dengan bagian tubuhnya yang lain!" kata Elemen Kegelapan kepada Evan dan yang lainnya melalui komunikasi telepati.
Mendengar itu akhirnya Evan dan para Elemen yang lainnya pun tersadar.
"Benar juga!, aku juga merasa musuh hanya bertarung dengan kedua tangannya saja, tetapi sepertinya tidak dengan bagian tubuhnya yang lain!" kata Elemen Angin setelah menyadarinya.
"Tetapi walaupun dia hanya menggunakan kedua tangannya saja, kita tetap tidak akan bisa menyerang bagian tubuhnya yang lain karena pastinya Kedua tangannya itu pasti akan melindungi bagian tubuhnya yang lain dengan sekuat tenaga!, itu pasti tetap akan sulit!" ujar Elemen Tanah kepada yang lainnya.
"Jika hanya masalah itu saja, maka itu adalah urusan yang gampang!" ujar Elemen Kegelapan kepada Evan dan para Elemen yang lainnya.
"Cepat panggil kembali semua Elemen ke dalam tubuhmu, kita akan bertarung dan mengeroyok di bersama-sama, walaupun kedua tangannya sangat kuat dan cepat, tetapi tetap tidak mungkin akan bisa menghalau semua serangan dari kita!" ujar Elemen Kegelapan kepada Evan dan para Elemen yang lainnya.
"Tetapi Kakak Kegelapan, para Kakak Elemen yang lainnya sedang membantu bertempur dengan para prajurit musuh, aku tidak mungkin akan menarik mereka kembali ke dalam tubuhku!" ujar Evan yang langsung menolak dengan cepat.
"Kamu Bodoh Sekali!, makanya kalian bertiga jangan terlalu fokus bertarung!, kamu lihat sekitar kamu!, Nanzhou kita sudah menang dan telah menyelenyapkan seluruh pasukan musuh!, kita sudah menang dari tadi!" kata Elemen Kegelapan memarahi Evan.
Mendengar itu Evan pun langsung menoleh melihat sekelilingnya, yang mana tampak Pasukan Nanzhou telah menang dan telah menghabisi seluruh Pasukan Kerajaan Mo.
Melihat itu Evan menjadi senang dan tersenyum. "Hahaha aku tidak terlalu memperhatikan Hahaha!" tawa Evan merasa senang sambil menggaruk kepalanya.
"Makanya jangan terlalu fokus bertarung hingga lupa melihat situasi sekitar!" kata Elemen Kegelapan memarahi Evan.
"Iyah Iyah, dasar dewa cerewet!" ujar Evan merasa sebal.
"Dasar murid kurang ajar!" kata Elemen Kegelapan merasa kesal kepada Evan.
Kemudian Evan pun langsung menyatukan kedua tangannya.
"PLAAKK!" suara tepukan tangan Evan yang menyatu.
"Pembagian Elemen, Kembali!" kata Evan yang seketika langsung membuat para Elemen (Pasir, Petir, Air dan Daun) yang sedang berada ditempat yang berbeda langsung muncul disamping Evan.
__ADS_1
Tidak hanya itu saja, tak lama kemudian semua teman-teman Evan dan seluruh pasukan Nanzhou pun ikut datang ke tempat Evan berada.
Semua orang dari pihak Nanzhou pun berdatangan dan mengelilingi Mo Liang yang sedang berdiri ditengah-tengah kepungan seluruh pasukan Nanzhou.
Beberapa saat kemudian Mo Liang pun telah dikepung oleh seluruh pasukan Nanzhou.
"Evan, kamu tidak terluka kan?" tanya Ririn yang merasa khawatir dengan memegang dan memeriksa seluruh tubuh Evan.
"Aku baik-baik saja, dan sebaliknya kalian bertiga Eh tidak! kalian semua maksudnya!, kalian semua baik-baik saja kan?" tanya Evan kepada tiga istri dan semua teman-temannya.
"Kami baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir!" ujar Ririn sambil tersenyum kepada Evan.
"Iyah Kakak Besar, Kakak Besar tidak usah khawatir!" kata Sea Lin kepada Evan.
Evan pun merasa senang dan gembira melihat bahwa semua teman-temannya baik-baik saja dan tampak masih penuh semangat.
Sementara itu Mo Liang yang sedang memegang tombak ditengah kepungan pun menjadi sangat waspada dan bersiap bertarung kapan saja.
"Haha.., sepertinya kau sudah benar-benar kalah, kami Nanzhou sudah dipastikan menang dalam pertempuran ini!" kata Evan mengarahkan pedangnya ke arah Mo Liang.
Mendengar itu Mo Liang sama sekali tidak merasa gentar atau pun putus asa (menyerah). Dan malah sebaliknya, dia tampak tertawa.
"Hahaha kamu memang benar pertempuran kali ini dimenangkan oleh kalian lagi, aku akui kalian memang sangat hebat!" kata Mo Liang mendongak melihat ke arah Evan yang sedang mengarahkan pedang ke arahnya.
"Tetapi kalian jangan terlalu senang!, walau aku kalah, aku tidak akan membiarkan kalian menang dengan mudah, walau harus berkorban nyawa, aku akan membantai kalian semua!" kata Mo Liang memegang tombak dengan horizontal yang dipegang dengan kedua tangannya.
Melihat Evan dan semua orang yang mengepung Mo Liang pun menjadi waspada dan bersiaga untuk menyerang Mo Liang.
Melihat itu, Elemen Tanah pun langsung memberi perintah kepada semua orang untuk langsung menyerang Mo Liang.
"Semuannya langsung serang Dia!" perintah Elemen Tanah kepada semua orang yang sedang mengepung Mo Liang.
__ADS_1
"Sudah terlambat!, Teknik Tubuh Emas Raja Vraja, Penyempurnaan Total!" kata Mo Liang smbil mengeluarkan energi emas yang membumbung tinggi kelangit.
"AAAAAAAAAAKH!!!" teriak Mo Liang menciptakan sebuah gelombang emas yang sangat kuat hingga langsung menghempaskan para prajurit yang maju menyerangnya.
"Sial!, sepertinya dia ingin memaksakan tubuhnya untuk menggunakan Teknik Tubuh Emas Raja Vraja secara maksimal!, jika sampai pada saat itu maka kekuatan dan kecepatan tubuhnya akan bertambah berkali-kali lipat!" kata Elemen Tanah sembari menahan gelombang emas yang mendorong dan menghempaskan apapun yang ada disekitarnya.
Evan yang merasakan gelombang tersebut mencoba untuk bertahan agar tidak terhempas oleh gelombang emas tersebut.
Tampak perlahan aura energi emas dan tulisan-tulisan mantra menyelimuti seluruh tubuh Mo Liang, dalam hitungan detik seluruh tubuh Mo Liang pun berubah menjadi berwarna emas dengan tulisan-tulisan mantra yang tertera di atas tubuhnya.
Mata Mo Liang berubah menjadi berwarna emas, dan tampak urat-urat diseluruh tubuh Mo Liang hingga wajahnya.
Tidak lama kemudian gelombang emas tersebut pun berhenti, dan tampak Mo Liang yang seluruh tubuhnya telah berubah menjadi emas dengan tulisan-tulisan mantra yang tertera di sekujur tubuhnya.
"Sial!, sepertinya dia telah berhasil menggunakan Teknik Tubuh Emas Raja Vraja dengan maksimal!" kata Elemen Kegelapan dari dalam tubuh Evan.
"Cepat suruh pergi seluruh pasukan kamu sebelum terlambat!" ujar Elemen Api menyuruh Evan.
"Semuannya Menjauh!!" teriak Evan memberi perintah kepada seluruh pasukan dan teman-temannya untuk pergi menjauh.
Mendengar teriakan perintah dari Evan, seketika seluruh pasukan Nanzhou pun langsung pergi menjauhi Mo Liang.
"Hehe kalian ingin pergi?, apakah aku sudah memberi ijin pada kalian?" ujar Mo Liang tersenyum dengan niat ingin membunuh.
Kemudian dengan cepat Mo Liang langsung memutar ayunkan tombaknya yang hingga menciptakan sebuah gelombang tebasan berwarna emas.
Gelombang tebasan Emas tersebut dalam sekejab langsung menebas dan membunuh banyak sekali prajurit Nanzhou.
"RRAAAAAAAHHH!!" teriak Mo Liang mengeluarkan bentuk jiwa dewa miliknya yang berupa seorang dewa emas dengan tanduk kerbau di atas kepalanya dan memegang sebuah tombak emas di tangan kanannya.
Mo Liang pun berhasil mengeluarkan jiwa dewa miliknya dengan bentuk setengah badan.
__ADS_1
Melihat itu semua orang berhamburan pergi menjauh dari Raksasa tersebut, tampak Evan dan teman-temannya yang terbang ke udara menjauhi sambil tercengang melihat Mo Liang yang mengeluarkan jiwa dewa raksasa.