KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 404 : Latihan Bertarung Dengan Cao Cao #2


__ADS_3

Dan kemudian serangan demi serangan cahaya emas menghantam perisai kegelapan yang ada diatas kepala Evan tanpa henti.


Akibat jurus serangan Tombak Cahaya Matahari Tanpa Batas milik Cao Cao, tampak area disekitar tempat Evan berdiri telah hancur berantakan.


Setelah jurus serangan Tombak Cahaya Matahari Tanpa Batas milik Cao Cao selesai, tampak Area yang terkena hantaman serangannya telah hancur berantakan, Akan tetapi tampak Evan yang masih berdiri dengan kokoh ditengah-tengahnya.


Melihat Evan yang masih berdiri dengan kokoh setelah menerima jurus serangan Tombak Cahaya Matahari Tanpa Batas darinya, Cao Cao tidak merasa terkejut. Dengan tatapan tajam dan penuh kewaspadaan Cao Cao memasang kuda-kudanya dan bersiap untuk menyerang atau pun bertahan.


Sementara itu disisi lain Evan tersenyum senang melihat perkembangan kekuatan Cao Cao yang sangat kuar biasa.


"Ternyata adikku ini memang tidak boleh diremehkan. Sekarang ayo kita latihan bertarung dengan serius. Kakak akan menekan pencapaian kultivasi sampai ke Tingkat Jenderal Level Satu sama seperti kamu. Dan peraturannya akan kita ubah, jika dalam waktu sepuluh menit Kakak tidak bisa memukul pantatmu sebanyak 10 kali, maka kamu akan menang dan Tombak Tulang Emas itu akan menjadi milikmu!" kata Evan mengubah peraturan pertarungan mereka.


Mendengar perkataan Evan yang mengubah aturan latihan bertarung mereka, Cao Cao pun tanpa ragu setuju, karena perubahan peraturan tersebut sangatlah menguntungkan untuk dirinya.


"Baik, kalau begitu nanti Kakak Evan tidak boleh menyesal!" kata Cao Cao memperingati Evan.


Mendengar jawaban Cao Cao, Evan pun tersenyum. Kemudian Evan menekan kultivasinya hingga ke Tingkat Jenderal Level Satu sama seperti Tingkat Kultivasi Cao Cao saat ini.


Sementara itu dipinggir lapangan tampak Para Wanita dan Sea Lin yang sedang menonton pertarungan mereka.


"Sepertinya Evan dan Cao Cao sudah mulai serius!" kata kata Chu Xian menonton dengan seksama pertarungan antara Evan dengan Cao Cao.


"Evan sudah menekan kultivasinya ke Tingkat Jenderal Level Satu sama seperti Cao Cao. Menurut kalian siapa diantara mereka yang akan menang?" tanya Lu Rao Rao merasa penasaran.


"Tentu saja Evan yang akan menang, tetapi jika untuk taruhan mereka aku tidak tahu siapa yang akan menang!" kata Reya menjawab Lu Rao Rao.


"Kalian terlalu banyak menebak-nebak! Lebih baik kita lihat saja pertarungannya sampai akhir!" kata Nan Ruyu pada yang lainnya.


Kemudian Ririn, Sea Lin, Reya, Nan Ruyu, Ran Ran, Lu Rao Rao, Chu Xian dan Qiu Nia Lan menonton dengan serius pertarungan Evan dan Cao Cao ditengah lapangan.

__ADS_1


Sementara itu ditengah lapangan tampak Evan dan Cao Cao yang sudah bersial utuk bertarung.


Tampak Evan yang mulai mengumpulkan energi spiritual Elemen Petir pada kedua kakinya. Dengan mengumpulkan energi spiritual Elemen Petir, Evan bersiap maju menyerang Cao Cao dengan Teknik Langkah Kilat Surgawi miliknya.


Sementara itu disisi lain, tampak Cao Cao yang terus memperhatikan pergerakan Evan. Dengan menggenggam erat batang tombaknya, Cao Cao bersiap untuk menangkis dan menahan serangan yang akan dilancarkan oleh Evan padanya.


Kemudian Dengan gerakan secepat kilat seperti kilatan cahaya petir, seketika Evan langsung berada dibelakang Cao Cao dan bersiap untuk memukul pantat Cao Cao dengan Bambu Kuning Kecil yanga ada ditangannya.


Akan tetapi Cao Cao yang sebelumnya terus memperhatikan pergerakan Evan, telah melihat dan mengetahui kemana Evan bergerak. Dengan segera Cao Cao menangkis serangan bambu kuning Evan dengan Tombak Tulang Emas miliknya.


Setelah berhasil menangkis serangan Evan, kemudian Cao Cao dengan cepat langsung melompat mundur dan menjauh dari Evan.


Setelah melompat mundur dengan tiga kali lompatan kebelakang, kemudian Cao Cao menguluarkan jurus tombaknya untuk menyerang Evan.


"Tombak Cahaya Sembilan Matahari!" kata Cao Cao mengayunkan tombak tulang emasnya sebanyak sembilan kali ayunan dengan gerakan yang sangat cepat. Tampak dari sembilan ayunan tombak tulang emas keluar sembilan jurus Tebasan berwarna Emas yang menyerang ke arah Evan secara bersamaan.


Sementara itu disisi lain, Evan mengumpulkan energi Elemen Petir pada bambu kuning yang ada tangan kananya. Seketika bambu kuning yang ada ditangan Evan langsung diselimuti oleh energi petir.


"BAAAMMM!!" satu Tebasan Petir milik Evan saling menghantam dengan Sembilan Tebasan Cahaya Emas milik Cao Cao.


Hanya dengan Satu Tebasan Kilat Surgawi, Evan berhasil menangkis Sembilan Tebasan Tombak Cahaya Sembilan Matahari milik Cao Cao.


Setelah berhasil menangkis jurys serangan Tombak Cahaya Sembilan Matahari milik Cao Cao, kemudian Evan langsung bergerak dengan Teknik Langkah Kilat Surgawinya.


Dengan gerakan yang sangat cepat seperti kilatan cahaya petir, seketika Evan langsung berada tepat dibelakang Cao Cao dan bersiap untuk memukul pantat Cao Cao dengan bambu kuning yang ada ditangannya.


Disisi lain Cao Cao yang baru saja mengeluarkan jurus serangan, tidak menduga kalau Evan akan langsung bergerak menyerangnya lagi. Melihat Evan yang sudah berada tepat dibelakangnya, Cao Cao yang tidak sedang bersiap sudah tidak dapat menghindari serangan dari Evan.


"CEPLAASS!!" Evan memukul pantat Cao Cao dengan sangat kuat dan tanpa ampun dengan bambu kuning miliknya.

__ADS_1


Pukulan Evan yang sangat kuat seketika membuat Cao Cao langsung melompat-lompat dan menjerit kesakitan, sambil memegang pantatnya yang terasa sangat sakit.


Melihat Cao Cao yang lengah karena kesakitan pada pantatnya, Evan pun mengambil kesempatan tersebut untuk menyerang Cao Cao lagi dengan memukul pantatnya.


"CEPLAASS!! CEPLAASS!! CEPLAASS!!" Evan dengan sangat cepat memukul pantat Cao Cao hingga sebanyak tiga kali berturut-turut.


Pukulan tiga kali berturut-turut dari Evan seketika membuat Cao Cao semakin melompat-lompat dan menjerit kesakitan, sambil memegang pantatnya yang terasa sangat sangat sakit.


Melihat Cao Cao yang kesakitan hanya karena menerima pada pantatnya sebanyak empat kali berturut-turut, Evan pun meremehkan Cao Cao.


"Haaiiss..., baru empat pukulan seperti ini saja, tetapi kamu sudah merasa kesakitan sampai seperti itu. Cao Cao kamu sangat lemah!" kata Evan meremehkan Cao Cao.


"Jika suatu hari nanti Kakak mengajak kamu ke medan perang, apakah kamu akan tetap menjadi seperti ini? Baru menerima sedikit pukulan kecil seperti saja, tetapi sudah bertingkat seperti disayat oleh seratus pedang! Jika kamu terus bertingkah lemah seperti ini, bagaimana Kakak akan mengajak kamu ikut ke medan perang?" ujar Evan mencoba mendorong semangat Cao Cao agar tidak bertingkah seperti orang lemah.


Mendengar perkataan Evan membuat Cao Cao seketika tertegun. Cao Cao sadar bahwa tingkahnya yang kesakitan hanya karena menerima beberapa kali pukulan, membuatnya terlihat seperti orang lemah dan juga pengecut.


Cao Cao mengangkat keapalanya dan memegang tombaknya tulang emasnya dengan erat.


"Aku mengerti Kakak, Aku berjanji tidak akan bertingkah seperti orang lemah lagi. Ayo Kakak, kita mulai lagi pertarungannya! Tidak usah memakai aturan dan aku tidak mengharapkan hadiah apapun dari Kakak. Sudah sangat lama aku tidak pernah latihan bersama KaKak, jadi hari ini aku ingin berlatih dengan Kakak sampai puas!" kata Cao Cao dengan penuh keteguhan.


"Kakak Mohon Bimbingannya!" kata Evan dengan serius dan sangat bersemangat dengan tatapan tajam melihat ke arah Evan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2