
Beberapa saat kemudian, tampak Ririn yang sedang duduk di atas tempat tidur dan diperiksa oleh seorang Tabib, sedangkan Evan dan keempat istrinya sedang menunggu dan melihat.
"Apakah Ririn hamil?, jika benar hamil ini adalah suatu berkah!" batin Reya dalam hatinya menanti hasil pemeriksaan.
"Tabib ada apa dengan istriku?" tanya Evan yang juga sangat menanti hasil pemeriksaan.
Kemudian akhirnya sang Tabib pun selesai memeriksa Ririn dan akan memberitahukan hasil pemeriksaannya.
Dengan raut wajah senang sang Tabib pun memberitahukan hasil pemeriksaan. "Ini adalah kabar gembira!, seluruh masyarakat Nanzhou akan bahagia!" kata sang Tabib dengan sangat senang.
"Apa maksudnya tuan Tabib?, cepat beritahu aku yang sebenarnya!" kata Evan merasa sangat senang dan penasaran.
"Selamat Tuan Jenderal!, Selamat! anda sebentar lagi akan segera menjadi seorang ayah!, Istri Tuan Jenderal sekarang sudah hamil lima minggu!" kata sang Tabib dengan senang hati menjawab Evan.
Mendengar itu Evan, Ririn dan keempat istrinya Evan yang lain pun merasa sangat bahagia.
"Ririn sayangku, akhirnya sebentar lagi kita akan memiliki anak dan menjadi orang tua, aku sangat bahagia!" kata Evan merasa sangat bahagia.
"Yah, aku sangat senang dan bahagia!" kata Ririn sambil tersenyum bahagia dan memegang perutnya.
"Baiklah, saya mohon pamit undur diri kepada Tuan Jenderal dan para Istri Jenderal!" kata sang Tabib sambil membungkukan tubuhnya dan memberi hormat.
"Oh yah Tuan Tabib, aku ingin meminta tolong padamu, agar kehamilan Istriku dirahasiakan!" pinta Evan kepada sang Tabib.
"Kenapa?, ini adalah kabar yang sangat membahagiakan, mengapa harus dirahasiakan?" tanya sang Tabib merasa heran.
"Saat ini Nanzhou sedang dalam situasi yang penuh kekacauan dan perang, jika nanti ada musuh yang tahu tentang kehamilan istriku dan memanfaatkannya, maka kabar bahagia ini takutnya akan menjadi kabar duka, jadi aku mohon kepada Tuan Tabib agar merahasiakan hal ini kepada siapapun, aku mohon kepada tuan Tabib, jika tuan Tabib dapat merahasiakannya, maka anda akan menjadi pahlawan bagi seluruh keluargaku dan seluruh masyarakat Nanzhou!" ujar Evan memohon sambil membungkuk dan memberi hormat kepada sang Tabib.
"Tuan Jenderal tidak perlu sampai memberi hormat dan memohon padaku, Tuan Jenderal bangkitlah!, Tuan Jenderal tenang saja, aku bersumpah bahwa aku pasti akan merahasiakan hal ini dari siapapun, jika nanti ada orang yang bertanya padaku, walaupun harus kehilangan nyawa aku tetap tidak akan memberitahukannya!" kata sang Tabib bersumpah dan berjanji kepada Evan untuk merahasiakan hal tentang kehamilan Ririn.
Mendengar itu Evan pun merasa sangat senang.
__ADS_1
"Terima kasih banyak Tuan Tabib, aku berjanji jika suatu saat perang ini telah usai, aku pasti akan memberikan hadiah besar kepada Tuan Tabib!" kata Evan berjanji.
"Tidak usah, Tuan Jenderal adalah orang yang melindungi Nanzhou, pemimpin yang bijaksana dan baik hati, aku tidak akan meminta hadiah apapun dari Tuan Jenderal, anggap saja aku juga sedang membantu seluruh rakyat Nanzhou!" kata sang Tabib dengan sangat senang hati.
Kemudian Ran Ran pun mengantar sang Tuan Tabib pergi, sedangkan Evan tetap bersama yang lainnya menjaga Ririn.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Singkat cerita Yu Zhong dan Han Zo beserta Tim yang mereka bawa telah kembali ke Nanzhou dengan membawa jasad Wei Qing dan enam orang (Tim) yang dibawanya.
Kemudian Wei Qing dan Enam orang Tim yang dibawanya pun langsung dimakamkan, dengan suasana penuh duka Evan dan para teman-temannya yang masih terluka pun menghadiri pemakaman tersebut.
"Semoga Wei dan Timnya akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dikehidupan mereka yang selanjutnya, dan semoga mereka bahagia!" do'a Evan untuk Wei Qing dan Timnya.
Setelah pemakaman selesai Evan dan para teman-temannya pun kembali pulang ke kediaman Jenderal.
Dikediaman Jenderal tampak Evan dan para teman-temannya yang sedang melakukan rapat.
"Jenderal!, kita harus membalas perbuatan orang Kerajaan Mo, kita harus membalas dendam Wei Qing dan enam orang Timnya!" kata Han Zo kepada Evan.
"Aku tahu!, tetapi kita harus bersabar, kita tidak boleh bertindak terburu-buru dan gegabah!" ujar Evan menenangkan Han Zo.
"Qin Shan, bagaimana dengan situasi kita sekarang?" tanya Evan kepada Qin Shan.
"Evan, karena pertempuran besar sebelumnya kita telah mengalami kerugian yang cukup besar, kita kehilangan 30 ribu prajurit dan sepertiga kas pemerintahan kita!" kata Qin Shan sang administrasi (skretaris) pemerintahan.
"Hmmm..., jika seperti itu kita jangan berperang terlebih dahulu, aku yakin sekarang Kerajaan Mo juga mengalami kerugian yang cukup besar, jadi mereka pasti tidak akan datang menyerang hingga beberapa waktu kedepan!" ujar Evan.
"Saat ini yang paling penting adalah kita harus memulihkan kondisi kita terlebih dahulu, terlebih kalian para teman-temanku, kalian semua terluka parah saat di pertempuran sebelumnya, kalian cepatlah pulih agar kita bisa menyelesaikan peperangan dengan Kerajaan Mo secepatnya!" kata Evan kepada para teman-temannya yang masih dalam kondisi terluka.
"Baik, kami pasti akan segera sembuh dan membantumu berperang di garis depan!" kata Ray Qi.
__ADS_1
"Kakak besar tenang saja, tunggu aku beberapa hari lagi, aku yakin dengan kondisi tubuh fisik spesial milikku, aku pasti akan pulih kurang dalam lima lari!, jika saat itu tiba maka kita berdua akan bertempur menguasai seluruh kerajaan Mo!" kata Sea Lin dengan percaya diri.
Sea Lin karena pertempuran besar sebelumnya, saat ini dia telah mengalami peningkatan kekuatan yang cukup besar, selain dia yang sekarang telah mencapai Tingkat Kaisar Level Tiga, kini kekuatan tubuhnya juga menjadi lebih kuat, yaitu kekuatan Raga tingkat dua.
"Yah, kau benar, dua bulan!, dalam dua bulan kedepan kita akan menaklukkan seluruh kerajaan Mo!" kata Evan dengan penuh ambisi.
"Hei hei hei kalian jangan berpikir terlalu dini terlebih dahulu, kalian pikirkan kerajaan ras Iblis juga, akhir-akhir ini mereka tidak pernah datang menyerang, aku pikir sepertinya kerajaan Iblis (Negara Kai) sedang mengumpulkan kekuatan mereka untuk berperang!" kata Tang Chen mengingatkan kepada yang lainnya.
"Yah, mereka juga tidak akan aku lepaskan!" kata Evan dengan teguh.
...****************...
Sementara itu dimalam hari disuatu tempat disebuah padang rumput yang luas, tampak orang-orang dari Klan Tian (Klan Hutan Bayangan) yang sedang beristirahat dengan sebuah api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka.
Tampak para anak-anak yang sedang bermain dengan gembiranya dibawah bintang dan sinar rembulan yang terang, dan juga para orang tua yang sedang mendongeng untuk para anak-anak kecil yang ingin tidur, juga para remaja pria dan wanita yang sedang berlatih bela diri dengan senjata yang mereka pegang.
Sedangkan para pemuda dan orang dewasa tampak sedang berjaga menjaga ketentraman.
Kemudian tampak Tian Yang yang berjalan perlahan menghampiri Tian Yin (kakaknya) yang sedang berdiri memandang langit dan padang rumput yang luas.
"Kakak, apa yang sedang kamu lamunkan?" tanya Tian Yang kepada Tian Yin.
"Tiga hari lagi kita akan sampai ke Nanzhou, aku berpikir jika memang benar Klan Hutan Bayangan masih ada harapan untuk berdiri kembali, maka aku tidak akan menyia-nyiakan harapan itu, aku akan berjuang sekuat tenaga untuk membuat Klan Hutan Bayangan berjaya dimasa depan, aku ingin Klan kita menjadi Klan yang dihormati oleh semua orang!" kata Tian Yin berangan-angan.
"Jadi, kamu sebagai adikku harus membanntuku yah?" ujar Tian Yin pada Tian Yang.
"Yah Pasti!" kata Tian Yang dengan senang hati.
*************
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...****************...
...****************...