KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 123 : Janji Setia


__ADS_3

Semua orang melihat ke arah Evan, Evan mengepal tangannya. "Akhirnya aku berhasil menerobos hingga ke level delapan!" batin Evan.


Semua orang yang melihat Evan sudah bangun datang berkumpul menghampirinya, mau itu teman-teman Evan, prajurit kota salju, dam murid-murid sekte.


"Kakak..!!" Cao Cao berlari menghampiri Evan dan memeluknya.


"Cao Cao, sekarang kembalilah ke kediaman Jennderal, okey?" pinta Evan sambil mengusap kepala Cao Cao, Cao Cao mengangguk dan kemudian langsung pergi


"Evan, akhirnya kau selesai, semua hal yang kau perintahkan sudah diselesaikan!" ucap Luo Bai yang datang menghampiri Evan.


"Baguslah, tapi mengapa semua orang berkumpul disini?" tanya Evan heran.


" Evan, bisakah kau kembali ke posisimu sebagai kepala sekte?, kami semua sadar kalau kami tidak bisa apa-apa tanpa kamu!" pinta Luo bai.


"Yah aku bisa kembali, tapi aku tidak membutuhkan posisi itu, aku hanya menginginkan kalian semua percaya padaku!" jawab Evan.


"Maaf karena telah membuatmu kecewa sebelumnya, kami bersumpah mulai sekarang kami tidak akan pernah mempertanyakan dan meragukan keputusanmu!" ucap Luo Bai mewakili yang lainnya.


"Aku Sea Lin akan terus berjanji setia dan mendengarkan perintahmu, walaupun kau menyuruhku untuk masuk kedalam lubang neraka sekalipun!" ucap Sea Lin berlutut.


Mendengar itu semua orang mengikuti apa yang dilakukan oleh Sea Lin, mereka berlutut dan berjanji setia kepada Evan.


"Huuff..., Kalau begitu buktikanlah." pinta Evan sambil tersenyum, mendengar itu teman-teman Evan sangat senang.


"Sekarang sudah tengah malam, kalian semua beristirahatlah, tapi kalian tetap jangan lengah dan harus terus waspada, kita tidak tau kapan musuh akan datang menyerang lagi!" ucap Evan memberi perintah.


Mendengar itu semua murid sekte dan prajurit kota pun bubar, dalam beberapa menit kini hanya tinggal teman-teman Evan saja dan juga Wolf beserta para prajurit serigala.


"Wolf, perintahkan seluruh prajurit serigala untuk berjaga digerbang dinding kota!" perintah Evan pada Wolf.


"Baik komandan!" Wolf beserta seluruh prajurit serigala pun pergi menjaga gerbang kota.


"Dan untuk kalian, besok bagikan sumber daya yang sebelumnya aku berikan kepada semua murid dan prajurit kota salju! aku ingin mereka meningkat secepat mungkin sebelum aku kembali!." perintah Evan pada teman-temannya.


"Kau ingin pergi?" tanya Luo Bai.


"Iyah, sebelumnya aku telah berjanji pada Gu Mei untuk mengantarkannya kembali pulang ke Negara kerajaan Gu, dan aku juga ada urusan untuk bertemu dengan kaisar kerajaan Gu. jadi aku harap kalian bisa berkembang secepat mungkin dan mengejutkan aku ketika aku kembali!" jawab Evan.


"Baik!, kami akan berusaha sebaik mungkin dan tudaj akan mengecewakan kamu!" jawab Luo Bai.


"Sekarang ayo kita kembali terlebih dahulu untuk berustirahat, besok kita harus mempersiapkan segalanya untuk para murid!"


Mereka pun kembali ketempat tinggal mereka masing-masing


"Dan untuk Sea Lin, ayo ikut denganku!" ajak Evan, dan Sea Lin pun mengikuti Evan.


......................


Beberapa saat kemudian dikediaman jenderal.


"Kak ada apa kau memanggiku?" tanya Sea Lin.


"Sea Lin besok aku akan pergi kekerajaan Gu untuk mengantarkan putri Gu Mei, aku ingin kau juga ikut!, jika kau terus menerus berada disini kau tidak akan punya banyak kemajuan!" ujar Evan.


"Tapi..., siapa yang akan menjaga kota kalau aku juga ikut pergi dengan kakak?" tanya Sea Lin heran.

__ADS_1


"Tenang saja, aku akan tetap tinggal didalam kota salju merah darah!" jawab Evan.


"Bagaimana bisa?" tanya Sea Lin semakin heran.


"Aku ada caranya, kau akan tau sendiri besok!"


Sea Lin hanya diam dan mempercayai ucapan Evan.


"Besok pagi bersiaplah untuk berangkat ke kerajaan Gu, baiklah sekarang kau sudah boleh pergi!" perintah Evan.


"Baik!" Sea Lin pun pergi


"Hmm..., sekarang aku harus pergi melihat bagaimana kondisi Ririn." gumam Evan.


Setelah itu Evan pun berjalan pergi menuju ke kamar Ririn.


"Krek.." suara pintu yang terbuka perlahan


Qin Yun, Ran Ran, dan Lu Rao Rao berada didalam kamar itu untuk menjaga Ririn, tiga wanita itu menoleh ke arah Evan.


"Evan, Syukurlah kau kembali dengan selamat!" ucap Ran Ran yang senang melihat tidak terjadi apa pun pada Evan.


"Evan akhirnya kau kembali, bagaimana dengan kekacauan yang ada dikota?" tanya Lu Rao Rao bangkit berdiri dan bertanya dengan suara pelan.


"Sekarang kota sudah aman, bagaimana kondisi Ririn sekarang?" tanya Evan dengan suara pelan.


"Kondisi Ririn terus memburuk semenjak kau pergi, tubuh terus semangkin dingin seperti es." jawab Lu Rao Rao sembari menoleh ke arah Ririn dan melihat Ririn dengan rasa khawatir.


"Kalian kembalilah ke kamar kalian masing-masing, biarkan aku yang menjaga Ririn, aku punya obat untuknya!" ucap Evan.


Mereka bertiga pun pergi meninggalkan kamar tersebut.


"Evan, jika aku yang sekarang berbaring disitu apa kau akan memperlakukan aku sama seperti itu?" batin Ran Ran melihat dari celah pintu yang terbuka dan kemudian menutup pintu perlahan.


Sekarang dikamar tersebut hanya tinggal Evan dan Ririn yang sedang terbaring pingsan, Evan mengelus kepala Ririn dengan lembut.


"Kak, bagaimana cara untuk mengatasi masalah Ririn sekarang?" tanya Evan pada elemen didalam kesadaran spiritualnya.


"Mudah saja, sekarang kau buka semua pakaian Wanitamu!" perintah Racun.


"Hei aku bukan pria brengsek seperti itu, aku tidak akan mau mengambil kesempatan untuk mengambil keuntungan dari Ririn saat dia pingsan!." ucap Evan menolak.


"Kau sedang bicara apa!, kau lah yang berpikiran kotor!. ini adalah cara untuk menghilangkan gejala kutukan Ririn, ikuti saja perintahku! kalau tidak maka bersiaplah kalau besok wanitamu sudah berubah menjadi patung es!" ucap Racun memarahi Evan.


"Baiklah..." Kemudian Evan mulai membuka semua pakaian Ririn walau pun sampai hidung penuh darah (mimisan).


"Hahahaha..., Evan kau sangat lemah !" tawa para elemen melihat Evan yang terus mengelap dan menutup hidungnya yang mimisan.


Setelah selesai membuka semua pakaian Ririn, Evan langsung menutupnya dengan selimut.


"Haahh..., untung saja cepat selesai, aku hampir saja tidak kuat untuk menahannya. tubuh wanitaku memang yang paling bagus!" batin Evan sambil menutupi hidungnya.


"Sekarang buka pakaian kamu juga!" perintah Racun lagi yang membuat Evan kaget dan menjadi berpikiran liar.


"Kak Racun, kau jangan mengerjaiku!, kau ingin aku berbuat apa!?, kau menyuruhku jangan berpikiran kotor, tapi, tapi kau.....! Aaaaaa....!!" batin Evan yang mulai menggila.

__ADS_1


"Hemm...., Kalau kau tidak mau tidak apa-apa, tapi apa kau ingin wanitamu ma...."


"Sudah jangan bicara lagi!, baiklah aku akan melakukannya." Evan mulai membuka semua pakaiannya.


Setelah selesai membuka semua pakaiannya, sekarang Evan sudah telanjang tak berbusana.


"Setelah itu bagaimana!?" tanya Evan yang kesal.


"Sekarang kau naik ke atas ranjang dan peluk wanitamu, kemudian salurkan energi api milikmu untuk menghangatkan seluruh tubuhnya!"


"Hei hei hei...., hanya ingin menyalurkan energi spiritual saja apakah perlu untuk membuka seluruh pakaian?, ini terlalu membuat orang salah paham!" protes Evan tidak senang.


"Kau terlalu banyak protes!, aku sudah katakan kau jangan berpikir sembarangan!, membuka pakaian agar mempermudah menyalurkan energi spiritual keseluruh tubuhnya, pakaian adalah benda penghalang untuk menyalurkan energi jadi harus dibuka!" jawab Racun.


"Tapi apakah harus sampai seperti ini?"


"SUDAH JANGAN BANYAK PROTES LAGI!, CEPAT LAKUKAN !!" bentak Racun yang kesal.


"Baik, baik !." Evan mulai naik ke atas tempat tidur Ririn.


Namun disaat baru setengah langkah ingin naik....


"Kreek!" pintu kamar terbuka.


"Kakak.....?" Cao Cao melihat Evan yang telanjang dalam posisi yang ingin naik ke atas tempat tidur Ririn.


"Cao... Cao....." Gumam Evan tidak mampu berkata-kata menoleh ke arah Cao Cao.


"Hehehehe...., Maaf, aku tidak akan mengganggu kakak lagi!, silahkan dilanjutkan." ucap Cao Cao sambil menutup mulutnya.


"Selamat bersenang-senang Kakak...." ucap Cao Cao sambil menutup pintu kamar secara perlahan.


Diluar kamar....


"Yes !, sebentar lagi aku akan jadi paman! hahahaha...." gumam Cao Cao sambil berjalan pergi menjauh dari kamar Ririn.


"Sepertinya Cao Cao sudah salah paham, sudahlah yang penting sekarang aku harus mengobati Ririn terlebih dahulu." pikir Evan.


Kemudian Evan berbaring berhadap-hadapan dengan Ririn.


"Kamu memang sangat cantik, aku minta maaf ini demi dirimu, semoga kamu tidak marah." gumam Evan masuk kedalam selimut dan memeluk Ririn.


"Kamu cepatlah sembuh." pinta Evan bergumam sambil mencium kening Ririn dan kemudian menyalurkan Energi spiritual apinya kepada Ririn, Evan pun memejamkan matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


......................


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2