
Evan dan yang lainnya menatap mayat yang tersebut dengan perasaan yang tidak dapat dijelaskan.
"Mereka berdua adalah dua orang putra dari paman He (perampok) tadi, mereka adalah He kui dan He kun, walau mereka jarang kembali ke desa tapi setiap mereka kembali mereka akan mengajari kami seni bela diri dan berkultivasi dari dua tahun yang lalu. tapi tidak tahu kenapa mereka berdua kembali ke desa satu bulan lalu, dan tidak ingin pergi lagi kemudian menetap di desa. dan kemudian datang ratusan prajurit dari kota kwanzi ke desa kami untuk menjarah dan kemudian terjadilah pertarungan di antara mereka dengan prajurit kota kwanzi......., Mereka berdua mati demi melindungi kami dan kemudian mereka diikat dan digantung ditiang ini, kami ingin menurunkan mereka namun kami diancam bagi siapa yang berani menurunkan mereka berdua maka seluruh warga didesa ini akan dibunuh.... mereka berdua adalah pahlawan bagi desa kami!" cerita salah seorang perampok sambil melihat ke arah mayat yang ada ditiang kayu.
"Kak Evan, aku kenal mereka berdua, Hei Kui dan He Kun ini adalah dua orang murid dalam sekte matahari merah, kurasa mereka adalah murid-murid yang berhasil melarikan diri dari penyerangan satu bulan yang lalu kemudian mereka kembali ke kampung halamannya!" kata Sea Lin kemudian menoleh melihat ke arah Evan yang tampak diam menyembunyikan kegeraman dan amarahnya.
"Kota Kwanzi bersiaplah, malam ini adalah malam kematian kalian!" ucap batin Evan dengan mata yang penuh amarah kebencian.
"Sea Lin bersiaplah, malam ini aku punya rencana yang harus kita lakukan!" ucap Evan berbalik badan.
"Siap Kak, tangan aku juga sudah gatal untuk balas dendam!" ucap Sea Lin.
"Kalian berdua apa yang ingin kalian lakukan?!" ucap Gu Mei mencoba menghentikan.
"Menegakkan keadilan dan Membalas Dendam!" jawab Evan dengan dingin.
Kemudian disore itu Evan membagikan beberapa tael emas kepada para warga desa untuk membeli bahan makanan dan makanan, dan beberapa barang dan benda yang dibutuhkan oleh para warga desa.
Dimalam Hari didalam desa......
"Gu Mei, kamu tetaplah disini dan jaga para warga desa, jangan pergi kemana-mana atau kamu akan jadi beban kami!" perintah Evan pada Gu Mei.
__ADS_1
Evan, Sea Lin dan enam perampok yang sebelumnya berangkat menuju barak prajurit melalui hutan pinggiran kota. Kemudian Sebelum sampai Evan memerintahkan enam perampok tersebut untuk menunggu disebuah hutan kecil dipinggir kota.
Setelah itu Evan dan Sea Lin pun langsung pergi ke Barak (kamp) tentara prajurit kota kwanzi.
Ditembok dinding batas kota....
"Sepertinya kota kwanzi ini punya lumayan banyak tentara prajurit, kurang lebih ada sekitar 30 ribu prajurit yang ada di kamp!" ucap Sea Lin menaksir melihat dari atas dinding tembok kota.
"Mau itu 30 ribu prajurit atau lebih, mereka tetap akan mati malam ini!"
"Tubuh Bayangan Pengganti, Pembagian Elemen !!" Evan membagi tubuhnya lagi dengan ia memakai elemen Kegelapannya.
"Api, Angin, Tanah dan Sea Lin, kalian buatlah keributan yang besar dibarak prajurit untuk mengalihkan perhatian!. Air, Daun cari dan selamatkan orang-orang yang telah diculik, dan Petir ayo ikut aku kekediaman Jenderal dan Walikota!.
" Semuannya berpencar!! Bunuh semua prajurit Xiao !!" seru Evan memberi perintah.
Semuannya pun menyebar dengan cepat.
Di salah satu kamp prajurit, Sea Lin berdiri didepan tenda sambil memegang pedang yang masih belum dicabut yang ada dipinggangnya.
"Siapa kau! berani masuk kedalam kamp sembarangan!" bentak seorang prajurit yang ada didalam kamp tersebut.
__ADS_1
"Aku adalah Sang Pencabut Nyawa........, SRAAASSH...!!."
Sea Lin mencabut pedangnya dan langsung membunuh semua prajurit yang ada dikamp tersebut dengan cepat, teriakkan kematian membuat malam yang tadinya tenang kini menjadi malam yang penuh dengan keributan berdarah.
Satu per satu kamp didatangi dan semua prajurit yang ada didalamnya pun dibunuh, setiap keluar dari kamp, pedang pun berlumuran dengan darah yang menetes ke tanah.
Hawa membunuh yang kuat dan mengerikan tampak dari aura hitam yang ada ditubuh Sea Lin, dan sorotan mata yang penuh dengan keinginan untuk membunuh.
Dimalam itu Sea Lin menjadi sebuah pedang yang Haus Darah untuk membalaskan dendamnya dan warga desa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
......................
......................
__ADS_1
......................
......................