
Para anak-anak kecil yang ketakutan bersembunyi dibelakang Evan, Ruyin Li dan Tang Chen.
"Kakak, kami tidak mau digendong oleh mereka, mereka semua orang jahat!" kata seorang anak perempuan yang bersembunyi dibelakang kaki Evan.
"Sayang, kalian tidak usah takut, mereka semua sudah tidak jahat lagi, jika nanti mereka berani macam-macam dengan kallian maka kakak akan langsung memberinya pelajaran (memotong kepalanya)" kata Evan dengan lemah lembut sambil mengusap kepala anak perempuan yang bersembunyi dibelakangnya.
Mendengar bujukan Evan akhirnya para anak-anak kecil tersebut pun mau digendong oleh para prajurit Pasukan Harimau Api.
Kemudian para anak-anak pun digendong oleh para prajurit Pasukan Harimau Api dengan berbagai macam cara, ada yang digendong punggung, atas pundak, gendongan seorang putri dan berbagai macam cara lainnya, yang penting asalkan bisa membuat para anak-anak kecil itu merasa senang dan nyaman.
Dua ratus lebih pria sudah menggendong semua anak-anak kecil tersebut, sedangkan sisa para prajurit yang lainnya ditugaskan untuk mengambil dan membawa semua harta benda yang ada didalam markas Organisasi Harimau Api.
Singkat cerita mereka semua pun sampai dikota Hong, mereka semua pun berjalan dijalanan utama kota Hong dengan beramai-ramai.
Para masyarakat kota Hong sangat amat terkejut dan ketakutan bahkan bersembunyi ketika melihat Rombongan Evan yang terdiri dari 15 ribu orang lebih masuk ke dalam kota, bahkan ada sebagian masyarakat kota Hong berpikir bahwa itu adalah sebuah penyerangan.
Setelah beberapa saat kemudian mereka semua pun akhirnya sampai dikedai Makan Chu Zhang.
"Kalian semua jika ingin makan maka carilah tempat lain, disini adalah tempat makan khusus untuk para anak-anak ini!" ujar Evan kepada para Prajurit Pasukan Hari Api sambil masih sedang menggendong seorang anak kecil dipelukannya.
Kemudian para Prajurit Pasukan Harimau Api pun pergi untuk mencari makan dan menghilangkan rasa lapar perut mereka juga.
Setelah sebagian besar Prajurit Pasukan Api pergi, kemudian Evan masuk kedalam kedai dan duduk memangku anak kecil yang tadi digendongnya.
Evan duduk satu meja dengan Ruyin Li, Tang Chen dan tiga anak kecil, sedangkan anak-anak kecil yang lainnya duduk bersama dengan satu orang prajurit yang menemani mereka.
Tak lama kemudian si pemilik kedai tersebut pun datang menghampiri Evan dengan penuh hormat, namun ketika melihat penampilan Evan dan rombongannya apa lagi para anak-anak kecil yang kumel dan bau, si pemilik kedai pun tampak ragu untuk melayani.
"Penampilan orang-orang ini seperti gembel, apakah mereka semua nanti akan bisa membayar?" batin si Pemilik Kedai dalam hatinya yang memang rendah.
Namun disaat ketika Evan mengeluarkan sebuah kantong besar yang penuhi dengan Kristal Spiritual yang berkilau, seketika si Pemilik Kedai pun terbelalak dan langsung bersemangat.
"Tuan, kalian ingin memasan apa?" tanya si Pemilik Kedai dengan penuh hormat kepada Evan.
"Keluarkan semua makanan yang kalian punya, buat semua anak-anak ini kenyang, layani mereka dengan baik!" kata Evan kepada si Pemilik Kedai.
"Baik Baik!, saya pasti akan memberikan pelayanan yang terbaik!" kata si Pemilik Kedai yang merasa sangat senang.
Beberapa saat kemudian makanan demi makanan lezat dari berbagai jenis pun disajikan oleh para pelayan yang melayani dengan ramah.
__ADS_1
Para anak-anak kecil tersebut pun makan dengan lahapnya, melihat itu Evan dan yang lainnya pun ikut merasa senang.
Tampak Evan yang sangat senang melihat anak kecil yang dipangkunya makan dengan lahap dengan raut wajah gembira.
Evan yang masih belum mengenali satu nama pun dari semua anak kecil tersebut pun mencoba mulai bertanya kepada anak kecil yang dipangkunya.
"Adik cantik siapa nama kamu?" tanya Evan kepada anak kecil yang sedang duduk makan dipangkuannya.
"Nama?, aku tidak tahu ingat namaku!" jawan anak kecil tersebut merasa bingung.
Mendengar jawaban tersebut pun Evan sontak heran dan bingung, namun kemudian salah seorang Prajurit Pasukan Harimau Api pun mengatakan sesuatu kepada Evan.
"Tuan Jenderal hamba izin menjawab, semua anak-anak kecil ini mungkin ingatannya sudah dihapus!" kata Prajurit tersebut.
"Ternyata seperti itu, berarti semua anak kecil ini tidak ada yang mengingat nama mereka sendiri?" tanya Evan kepada prajurit tersebut.
"Mereka tidak hanya tidak ingat dengan namanya tetapi juga dengan tempat tinggal dan orang tua mereka!" jawab prajurit tersebut.
Mendengar hal itu Evan pun terdiam sejenak.
"Kalian semua adik-adik kecil, apakah kalian ingin ikut dan tinggal dengan Kakak?" tanya Evan kepada para anak-anak kecil yang masih sedang asyik makan.
"Mau!" jawab singkat para anak-anak kecil tersebut serentak tanpa ragu.
"Hahaha bagus!, nanti kedepannya kalian semua adalah adik angkat Kakak!" kata Evan dengan senang hati kepada para anak-anak kecil tersebut.
Kemudian karena semakin senangnya, Evan pun bersenang-senang kembali dengan anak-anak kecil tersebut.
Sementara itu Ruyin Li yang terus menatap dan memperhatikan Evan pun semakin terpesona dengan Evan.
"Evan" panggil Ruyin Li dengan lemah lembut sambil tersenyum kepada Evan.
"Yah?" Evan menoleh melihat ke arah Ruyin Li.
"Aku tidak menyangka ternyata kamu sangat suka dengan anak kecil, kamu sudah cocok menjadi seorang Ayah!" kata Ruyin Li sambil tersenyum kepada Evan.
"Hahaha..., aku sudah dari dulu memang sangat menyukai anak kecil, tetapi sebagian orang hanya melihat dari sisi keburukan aku saja!" ujar Evan menjawab sambil bermain makanan dengan anak kecil yang dipangkunya.
Kemudian Ruyin Li pun berpindah tempat duduk (bergeser) mendekat disamping Evan, dengan sangat manjanya Ruyin Li pun bersandar dibahu Evan.
__ADS_1
Melihat itu Evan pun sontak sedikit terkejut.
"Maaf yah, sebelum-sebelumnya aku memperlakukan kamu dengan buruk!" kata Ruyin Li merasa bersalah sambil bermanja dengan Evan.
"Tidak apa-apa!" ujar Evan dengan lemah lembut.
"Evan, setelah nanti kita menikah, aku ingin kita punya banyak anak, bolehkan?" pinta Ruyin Li dengan manja.
Mendengar permintaan Ruyin Li yang ingin memiliki banyak anak, Tang Chen yang sedang makan disatu meja bersama mereka pun langsung terkejut hingga tersedak dan terbatuk-batuk.
Sementara itu Evan pun juga ikut merasa terkejut.
"Ruyin, kamu jangan bercanda, kita berdua masih muda, apakah kamu sungguh siap untuk menjadi seorang Ibu?" tanya Evan.
"Aku siap Evan, aku siap punya banyak anak denganmu!" jawab Ruyin Li dengan tegas namun sedikit manja.
Tang Chen yang sedari tadi melihat dan mendengar pun sudah merasa tidak tahan lagi.
"Baiklah, aku ikut denganmu saja!" ujar Evan dengan lemah lembut
"Ekhem Ekhem!, kalian jika ingin mengobrol tentang rencana masa depan kalian silahkan pergi jauh-jauh, disini ada banyak anak-anak kecil yang polos, jadi jangan kotori pikiran mereka yang masih polos itu!" kata Tang Chen yang sangat sebal melihat sepasang kekasih yang ada dihadapannya.
"Cih, dasar Jomblo iri yah?" kata Evan mengejek Tang Chen.
"Sialan kau Evan!, lihat saja jika nanti aku sudah mendapatkan hati Yuna, aku pasti akan menunjukan kemesraan kami setiap hari padamu!" kata Tang Chen merasa kesal.
"Hohoho.., tetapi sayang sekali aku tidak tahu kapan kamu akan mendapatkan hatinya Yuna!" ujar Evan terus mengejek Tang Chen.
"Aku secepatnya pasti akan mendapatkan hatinya!" kata Tang Chen yang tidak ingin kalah.
"Secepatnya itu kapan?, sebulan, setahun, sedekade, atau seabad?" tanya Evan terus mengejek Tang Chen
"Humph!, kamu sungguh sangat menyebalkan!" kata Tang Chen merasa kalah berdebat dengan Evan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...
......................