KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 128 : Perjalanan Ke Negara Gu #4


__ADS_3

"Mati, matilah kalian anjing-anjing kerajaan Xiao!" ucap Evan sambil membantai semua prajurut yang ada didepannya.


"Evan, kau pergilah urus walikota dan ruang hartanya!, biar aku urus yang disini!" perintah Petir sambil bertarung, Evan mengangguk dan kemudian pun pergi meninggalkan petir seorang diri.


"Ayo, mari bersenang-senang denganku!" kata petir dengan ***** membunuh yang besar, dengan jurus langkah kilat dan jurus-jurus mematikan lainnya, Petir dengan cepat menumpas habis para musuhnya.


Belum saja sampai, Evan menemukan suatu tempat yang dijaga ketat oleh banyak prajurit.


"Sayang sekali, kita tidak diperbolehkan bermain dengan gadis-gadis yang ada didalam!" keluh salah satu prajurit.


"Yah, padahal mereka semua sangat cantik dan masih perawan semua!, seharusnya aku tidak membawa mereka semua kesini dan seharusnya aku sembunyikan agar aku bisa bermain dengan mereka sampai puas! Hahaha....." ucap prajurit yang lainnya.


"Kalian semua jangan banyak menghayal!, kita tunggu saja sampai tuan walikota bosan dengan mereka maka setelah itu giliran kita untuk bersenang-senang dengan wanita-wanita itu!" ucap sang prajurit lainnya lagi.


"Hahahaha..... Benar juga!" ucap prajurit lainnya membenarkan.


Evan yang ada didekat situ memdengar pembicaraan para prajurit busuk itu, seketika Evan sangat geram dan amarahnya pun memuncak.


"Kalian para prajurit busuk!, apa kalian tidak tahu kalau disana sudah dalam keadaan yang kacau?, kalian disini malah berbicara dengan senang disini!" ucap Evan yang tiba-tiba muncul.


Para prajurit tersebut terkejut melihat Evan yang datang tanpa mereka sadari sedikitpun.

__ADS_1


"Siapa Kamu!, berani mengatakan kalau kami prajurit busuk!?, kamu pasti adalah penyusup, bunuh dia!" kata sang prajurit memerintah prajurit lainnya.


Dengan tatapan dingin yang penuh kebencian, Evan mencabut pedangnya dan menebas beberapa prajurit yang datang menyerangnya.


Melihat itu para Prajurit lainnya seketika menjadi gemetar ketakutan, mereka ingin kabur tapi tidak tau kenapa tubuh mereka sama sekali tidak bisa untuk digerakan.


Evan berjalan mendekati mereka. "Kalian para sampah, anjing kerajaan Xiao tidak pantas untuk hidup!. *SRRAAASSHH......!!*" ucap Evan menebas para prajurit itu, darah pun mengalir dari tubuh para prajurit itu dan mengalir lagi ke atas tanah.


Evan kembali menyimpan pedang berlumuran darah miliknya kedalam sarung pedang, kemudian Evan mendobrak pintu ruangan tersebut dan masuk.


Terlihat banyak sekali wanita yang telah dikurung diruangan tersebut, tidak hanya wanita yang diculik dari desa itu namun ada juga banyak para wanita yang diculik dari tempat lainnya, dan lagi semua wanita yang ada diruangan itu adalah wanita-wanita muda dan cantik. Namun wanita-wanita tersebut sangat terlihat menyedihkan sekarang dengan pakaian yang lusuh dan rambut yang acak-acakkan, mereka sengaja melakukan itu agar mereka tidak nampak menarik dimata pria-pria brengsek dan mata keranjang seperti tuan walikota kwanzi dan bawahannya.


Evan sangat prihatin melihat para wanita tersebut. "kalian cepatlah keluar dan pergi dari sini!, setelah kalian keluar dari kediaman walikota kalian prrgilah ke sebuah hutan kecil dipinggir kota!" perintah Evan, namun para wanita itu masih meragukan Evan karena trauma dan apa lagi mereka juga tidak kenal dengan Evan.


Para wanita itu mencoba percaya pada Evan dan mulai satu per satu keluar dari ruangan tersebut, kemudian salah satu dari wanita itu berkata pada Evan "Kamu cepatlah pergi ke kamar walikota, salah satu temanku tadi dibawa oleh walikota brengsek itu!" ucap wanita itu memberi tahu Evan.


"Terima kasih, aku akan langsung kesana untuk menyelamatkan teman kamu itu!" kata Evan dan langsung segera pergi dengan cepat.


Dikamar si walikota bajingan tua, brengsek, dan cabul.....


"Toloong...!!, Jangan Sentuh aku bajingan!!, Babi Cabul !!" ucap sang wanita memberontak dari cengkraman si walikota cabul.

__ADS_1


"DIAM !" bentak si walikota menampar si wanita tersebut hingga tersungkur ke atas tempat tidur, dan dengan cepat si walikota cabul naik ke atas tempat tidur juga dan ingin segera bermain dengan si wanita.


Namun apesnya saat sudah ingin menindih si wanita Evan datang tepat pada waktunya.


"BAAMM !!" Evan menendang pintu hingga hancur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...



...😉Jangan Lupa like dan Koment okey 👌👍...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2