KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 201 : Pagi Bahagia


__ADS_3

Keesokan paginya..


Evan dan Ririn masih berbaring di atas tempat tidur dengan saling berpelukan tanpa busana didalam selimut, Evan yang sudah terbangun lebih dulu, membelai wajah Ririn dengan lembut.


"Aku sudah menghilangkan kutukan Ririn dan menyerap energi dinginnya, sekarang aku telah meningkat tiga level sekaligus, sekarang aku sudah berada ditingkat kaisar Level Empat, dan perkembangan Ririn juga telah terlepas dari batasan kutukannya, sekarang dia telah mencapai Tingkat Jenderal Level Sembilan, ternyata selama ini kekuatannya yang dibatasi oleh kutukannya sangatlah besar." kata Evan dalam hatinya sembari membelai wajah Ririn.


Asik membelai wajah Ririn, Ririn pun bangun dan perlahan membuka matanya.


"Kamu sudah bangun?, apakah masih sakit?" tanya Evan dengan perhatian dan lemah lembut.


"Kamu terlalu kasar tadi malam, bisakah lain kali lebih lembut?" pinta Ririn.


"Maaf, lain kali aku pasti akan melakukannya dengan lebih lembut, Apakah kamu masih kuat berjalan(ke kamar mandi)?" tanya Evan dengan perhatian dan lemah lembut.


"Gendong aku ke kamar mandi!" pinta Ririn dengan lemah dan manja.


Kemudian Evan pun bangkit bangu dari tempat tidur dan dengan senang hati mengakat dan menggendong Ririn dengan gendongan putri dan membawanya ke kamar mandi.


Setelah sampai ke kamar mandi Evan pun menurunkan Ririn dari gendongannya dengan perlahan, namun setelah Evan melihat punggung Ririn yang begitu putih dan mulus membuat hasrat birahi Evan naik lagi.


Evan menelan ludahnya, dirinya yang sudah tidak kuat menahan diri langsung memeluk Ririn dari belakang dan mencium leher Ririn, sontak Ririn terkejut akan hal itu.


"Evan aku sudah lelah....." ujar Ririn dengan lemah mencoba menolak.

__ADS_1


Namun Evan yang tidak kuat menahan diri dan sangat ingin melakukan hal itu , ia pun tidak ingin berhenti.


"Ririn, aku mencintaimu, aku menginginkan kamu sekali lagi!..." kata Evan dengan lembut sembari memeluk Ririn.


Kemudian mereka pun melakukannya sekali lagi dipagi hari dikamar mandi.


Setelah beberapa saat kemudian, tampak Evan yang telah mengenakan pakaiannya dengan wajah yang berseri-seri, sedangkan Ririn yang juga telah berpakain sedang terbaring diatas tempat tidur dengan lemas dan tidak sanggup bergerak.


Tampak wajah merona Ririn yang kesal sembari melihat ke arah Evan, sedangkan Evan yang tampak bahagia dengan wajah berseri-seri menoleh melihat ke arah Ririn yang tampak menggembungkan pipinya.


Dengan wajah tersenyum lembut dan penuh kasih sayang Evan menghampiri dan mendekati Ririn, namun Ririn dengan cepat langsung menutupi dirinya dengan kain selimut.


"Istirahatlah, aku janji lain kali pasti akan melakukannya dengan lembut." ujar Evan mengusap kepala Ririn yang ditutupi dengan selimut.


Mendengar itu Evan pun tersenyum dan kemudian berjalan pergi keluar dari kamar.


Dengan mata tertuju ke arah Ririn, Evan pun menutup pintu kamar dengan perlahan.


Tidak lama Kemudian Sea Lin dan teman-teman yang lainnya datang menghampiri Evan.


"Kakak Besar-Evan!" panggil Sea Lin yang datang bersama teman-teman yang lain menghampiri Evan.


Evan menoleh melihat kedatangan mereka. "Ada apa kalian kemari?" tanya Evan.

__ADS_1


"Tentu saja karena kami ingin tahu bagaimana kondisi Ririn. apakah kalian telah melakukan hal itu tadi malam?" tanya Tang Chen penasaran.


"Kalian bertanya dengan sangat terbuka yah?, Sekarang Ririn sudah baik-baik saja, kami berdua sudah melakukannya tadi malam dan telah menghilangkan kutukannya Ririn!" jawab Evan.


Mendengar jawaban Evan, seketika mereka pun menjadi gembira.


"Kalau begitu kamu dan Ririn harus segera cepat menikah, kamu harus bertanggung jawab kepada Ririn yang telah kamu tiduri!" kata Chu Xian kepada Evan.


"Tenang saja, aku sudah sangat siap untuk menikahi Ririn dan bukan hanya siap tetapi aku memang sangat ingin menikahi Ririn!" kata Evan menjawab Chu Xian.


"Baguslah, kalau begitu kami akan membantumu segera menyiapkan pesta pernikahan untuk kalian berdua!, ini adalah kabar baik untuk seluruh Rakyat Nanzhou!" kata Chu Xian.


"Kakak Besar, bukankah kakak Ipar telah sembuh dan baik-baik saja?, kenapa dia tidak keluar dari kamarnya?" tanya Sea Lin merasa heran.


"Benar, sekarang dimanaa dia?, Kenapa dia tidak keluar bersamamu?" tanya Qin Shan ikut merasa heran.


"Aaaa.. itu, Ririn masih...." Evan ragu dan canggung untuk mengatakannya, namun Reya dengan cepat menutup mulut Evan.


"Kami sudah mengerti!, teman-teman ayo kita bertanya pada Ririn!" ajak Reya kepada para gadis lainnya.


Para gadis lainnya mengangguk tersenyum dengan ajakan Reya, dan semua gadis itu pun langsung masuk kedalam kamar Ririn dan menutup pintu kamar rapat-rapat.


"Aku punya firasat buruk melihat mereka masuk ke kamar Ririn!" batin Evan merasa tidak tenang.

__ADS_1


__ADS_2