
Elemen Api, Tanah dan Angin seketika terkejut dan heran mengapa Evan tiba-tiba menarik mereka bertiga kembali ke dalam tubuh Evan.
"Ada apa Evan?, kenapa kamu menarik kami bertiga kembali kedalam tubuhmu?" tanya Elemen Angin merasa heran.
"Maaf Kakak Angin, Api dan Tanah, aku terpaksa menarik kalian kembali kedalam tubuh aku, karena aku sedang dalam kesulitan melawan musuh yang sekarang ada dihadapanku!, jadi aku butuh bantuan kekuatan dari kalian bertiga!" ujar Evan langsung menjawab dan menjelaskan kepada Elemen Angin, Tanah dan Api.
Kemudian dari daratan tampak Mo Liang mengayunkan tombaknya yang diselimuti oleh Energi berwarna Emas ke arah Evan yang sedang duduk disebuah bongkahan batu diantara bongkahan-bongkahan batu yang mengambang diudara.
Kemudian ayunan tombak tersebut menciptakan sebuah gelombang tebasan raksasa berwarna emas, yang langsung membelah dua setiap bongkahan-bongkahan batu yang dilaluinya diudara.
Disaat melihat tebasan emas tersebut mengarah ke arahnya, Evan pun dengan segera langsung melompat dan berpindah ke bongkahan batu yang lainnya.
Kemudian bongkahan batu besar yang sedang ditempati oleh Evan pun terkena tebasan emas yang seketika langsung membelah bongkahan batu tersebut menjadi dua.
Setelah itu Evan pun langsung melompat ke bawag ke arah Mo Liang berada, dan disaat melesat ke arah Mo Liang, Evan mengubah kekuatan Elemennya, yang tadinya Elemen kegelapan menjadi Elemen Api.
Kemudian Evan mengeluarkan aura energi api yang seketika langsung membuat Armor Spirit Elemen Api yang menyelimuti tubuhnya.
"Pedang Kobaran Api!" seru Evan mengayunkan pedangnya yang diselimuti oleh api yang membara ke arah Mo Liang.
Kemudian Mo Liang langsung menangkis serangan Evan dengan batang tombak emasnya yang dipegang dengan kedua tangannya.
"DUAAARRR!!" Pedang Evan menghantam batang tombak emas milik Mo Liang dengan sangat kuat, hingga tanah yang menjadi pijakan Mo Liang langsung hancur dan membentuk sebuah lubang berbentuk kawah.
Kemudian Mo Liang dengan teknik tangan Emas Raja Vrajanya langsung mendorong dan menghempaskan Evan, hingga kemudian Mo Liang menendang perut Evan.
"BUUKK!!" tedangan dari Mo Laing langsung membuat Evan terlempar hingga beberapa meter jauhnya.
Namun Evan dengan mudah langsung mendarat dan langsung lanjut maju menyerang Mo Liang kembali, sembari berlari Evan menggunakan jurus Pembagian Elemen miliknya lagi, hingga menciptakan dua kloningan yaitu Elemen Tanah dan Elemen Angin.
Kemudian Evan dengan dua elemennya yaitu Elemen Kegelapan dan Elemen Api maju menyerang bersama dengan dua kloningannya, yaitu Elemen Api dan Angin.
__ADS_1
Mo Liang yang melihat itu pun sontak heran dan terkejut dengan jurus Pembagian Elemen milik Evan yang baru pertama kali dilihat olehnya.
"Membelah diri menjadi tiga?, heh!, hanya sebuah bayangan palsu saja jangan berlagak hebat!" kata Mo Liang yang kemudian langsung maju menyerang juga.
Kemudian Evan, Elemen Tanah dan Angin pun menyerang Mo Liang secara bersama-sama dengan jurus terkuat milik mereka, yaitu Jurus Tiga Pusaran Naga Api milik Evan, Tinju Penghancur Gunung milik Elemen Tanah, dan Tinju Dewa Gerakan Keenam milik Elemen Angin.
Melihat Evan dengan kedua kloningannya mengeluarkan tiga jurus kuat, Mo Liang pun berusaha menahan tiga jurus serangan tersebut.
"Dewa Kerbau Emas Menggetarkan Langit Dan Bumi!" kata Mo Liang sambil menghunuskan tombak emasnya ke arah tiga jurus serangan tersebut.
"BOOOMMM!!" tiga jurus milik Evan dan satu Jurus milik Mo Liang pun saling bertabrakan dan menghantam dengan sangat kuat, hingga membuat sebuah ledakan yang cukup besar.
Kemudian tampak Mo Liang terlempar hingga cukup jauh, hingga kemudian Mo Liang mendarat dan terseret dengan tubuh berdiri sambil menancapkan tombaknya ke tanah.
Dengan menancapkan tombaknya, Mo Liang pun memperlambat kecepatan terseretnya, setelah berhenti terseret, tampak Mo Liang meneteskan darah yang keluar dari mulutnya.
"Sial, kenapa dua kloningan itu kekuatannya setara dengan tubuh aslinya?, aku telah meremehkannya!" gumam Mo Liang merasa kesal.
Setelah selesai menggunakan teknik Tubuh Emas Raja Vraja ke tangan kirinya, Mo Liang pun langsung maju menyerang ke arah Evan dengan cepat.
Sementara itu disisi lain Evan dengan Elemen Tanah dan Angin pun juga maju menyerang ke arah Mo Liang.
Kemudian mereka berempat bertarung dengan sangat sengit dengan teknik bertarung dan jurus mereka.
Hanya dalam beberapa kali tarikan nafas mereka berempat pun sudah saling bertukar ratusan serangan, hingga dalam hitungan menit area tempat bertarung mereka berempat pun sudah penuh dengan kekacauan dan kehancuran yang mengerikan.
Tampak disekitar mereka tidak ada satu pun prajurit dari kedua pihak yang berani membantu atau pun masuk kedalam pertarungan diantara mereka berempat.
Kemudian setelah bertarung habis-habisan hingga cukup lama akhirnya mereka pun berhenti untuk mengatur nafas dan beristirahat sejenak, sambil memikirkan bagaimana cara mengalahkan musuh.
Tampak mereka mengambil posisi dengan membentuk sebuah bidang segitiga dengan Mo Liang sebagai titik tengahnya.
__ADS_1
Sambil memegang gagang pedangnya dengan dia genggaman tangan, Evan pun berpikir dan berdiskusi bersama dengan para Elemen tentang bagaimana cara untuk mengalahkan Mo Liang melalui percakapan dengan telepati.
"Kekuatan dan kecepatan kedua tangannya sangat mengerikan, dengan kedua tangannya dia dapat menahan dan menangkis tiga serangan dari kita bertiga!" kata Evan melalui telepati kepada Elemen Tanah dan Elemen Angin.
"Dengan teknik Tubuh Emas Raja Vraja miliknya, kita pasti akan kesulitan melawan musuh dengan tingkatan kekuatan kita yang sekarang!" kata Elemen Tanah merasa ragu untuk menang melawan Mo Liang.
"Tingkatan kekuatan kita sangat berbeda jauh dengan musuh, kita hanya berada di Tingkat Kaisar Level Lima, sedangkan musuh berada di Tingkat Kaisar Emperor Level Dua!" kata Elemen Api yang berada dalam tubuh (ruang kesadaran) Evan.
"Benar, ditambah lagi dengan teknik Tubuh Emas Raja Vraja miliknya yang dapat meningkatan kekuatan dan kecepatan tubuhnya, kita tidak mungkin dapat mengimbangi musuh!" kata Elemen Angin yang juga merasa ragu untuk menang melawan Mo Liang.
Mendengar itu Evan yang sedang terengah-engah dan berkeringat pun menelan air liurnya.
Namun kemudian Elemen Kegelapan pun akhirnya melihat kelemahan Mo Liang.
"Kalian jangan ragu lagi, kita pasti bisa dapat mengalahkan bocah tengik itu, aku telah menemukan kekuarangan pada Teknik Tubuh Emas Raja Vraja miliknya!" kata Elemen Kegelapan yang berada di dalam ruang kesadaran Evan melalui suara telepati.
Mendengar hal tersebut mereka semua pun sontak terkejut dan menjadi penasaran, kemudian Evan yang merasa penasaran dan ingin tahu pun langsung bertanya kepada Kegelapan.
"Apa kelemahan musuh yang Kakak Kegelapan temukan?" tanya Evan kepada Elemen Kegelapan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1