
"Kamu jangan terlalu sombong!, Tebasan Angin Ribut!" kata Tai Ming mengeluarkan jurus berupa ratusan tebasan angin kecil yang dengan cepat menyerang ke arah Evan.
Namun Evan hanya dengan satu lambaian kecil tangan kanannya saja, seketika langsung membuat semua tebasan angin kecil tersebut langsung berbelok dan tidak mengenainya sedikitpun.
Melihat itu Tai Ming pun merasa terkejut, namun Tai Ming tidak berhenti sampai disitu saja, Tai Ming pun mengeluarkan jurus selanjutnya.
"Jurus tadi aku masih menggunakan sedikit kekuatanku saja, sekarang kamu rasakan Jurus kedua milikku, Pukulan Topan Penghancur!" kata Tai Ming mengeluarkan jurus keduannya yang berupa sebuah pusaran angin topan yang menyerang ke arah Evan.
Evan diam dan tidak bergerak, Evan menerima serangan dari Tai Ming begitu saja tanpa menghindar.
Namun setelah pusaran angin topan tersebut menghilang, tampak Evan yang masih berdiri tegak tanpa bergerak sedikit pun.
Melihat itu, Tai Ming pun merasa kesal dan akhirnya mengeluarkan jurus selanjutnya.
"Keparat kau!, kali ini aku tidak akan membiarkan kamu terus bersikap sombong!, Tebasan Angin Raksasa!" kata Tai Ming mengeluarkan jurus ketiga yang berupa tebasan Angin Raksasa.
"BOOMM!!" tebasan Angin Raksasa menghantam Evan dengan kuat, Namun Evan tetap tidak terluka bahkan tidak bergeming sedikitpun.
Melihat itu semua orang pun sontak merasa sangat terkejut, setelah melihat itu Tai Ming pun tidak bisa berkata apa-apa lagi, dan kecemasan yang sebelumnya kini pun telah menjadi kenyataan.
"Sial!, sepertinya aku telah salah menilai orang!" batin Tai Ming yang mulai merasa ragu untuk menang.
Sementara itu Hua Qing Qing pun juga merasa terkejut, walaupun sebelumnya dia telah menduga bahwa hal ini akan terjadi, tetapi dia tidak menyangka bahwa Evan dapat membelokkan Jurus Tebasan Angin Ribut milik Tai Ming hanya dengan satu lambaian tangan saja.
"Sepertinya aku benar-benar telah salah menilai kedua tamu sekte ini!, sebelumnya aku bersikap sangat tidak sopan kepada mereka, setelah ini aku harus meminta maaf kepada mereka, dan nanti aku juga akan meminta penjelasan dari Kakek dan bertanya padanya, siapa sebenarnya kedua tamu ini?" batin Hua Qing Qing yang telah mengubah pandangannya terhadap Evan dan Sai.
Sementara itu di atas arena, tampak Tai Ming yang keberaniannya seketika langsung hilang dan ragu untuk menyerang Evan lagi.
Sementara itu Evan menjadi iba ketika melihat Tai Ming telah kehilangan keberanian dan ragu untuk maju menyerang lagi.
"Haiss sudahlah, aku tidak akan memperhitungkan kau yang begitu sombong sebelumnya, lagi pula aku ke Sekte Gunung Abadi untuk mempererat hubungan bukan untuk mengintimidasi kalian!" batin Evan dalam hatinya yang ingin mengalah.
"Kamu serang aku lagi, anggap saja sedang berlatih!" ujar Evan sambil tersenyum ramah.
Melihat senyuman Evan, Tai Ming pun tertegun dan menghela nafasnya sambil menunduk merasa bersalah.
"Sepertinya orang yang sebenarnya sombong adalah aku bukan dia, setelah ini aku harus meminta maaf padanya!" batin Tai Ming yang mengangkat kepalanya dan tersenyum kepada Evan.
"Baiklah, aku mohon bimbingannya!" kata Tai Ming yang kemudian langsung maju menyerang Evan.
"Karena kamu tahu bersikap baik maka aku akan membantumu!" batin Evan dalam hatinya.
Kemudian Evan mengeluarkan pedangnya dan dengan cepat langsung bergerak berpindah dibelakang Tai Ming.
Evan mengarahkan pedangnya tepat dibelakang punggung Tai Ming.
"Jangan terlalu buru-buru menyerang, apa lagi bertindak sembarangan, ayo ulangi sekali lagi!" kata Evan mengajari Tai Ming sambil menarik pedangnya kembali.
__ADS_1
Kemudian Evan bertarung sambil mengajari Tai Ming secara perlahan, dalam pertarungan Evan berusaha agar tidak menyentuh Tai Ming secara langsung, karena jika sampai mereka bersentuhan secara langsung maka energi bintang dalam tubuh Evan akan dapat meluakai bahkan membunuh Tai Ming.
Semua murid yang sedang menonton tampak merasa aneh melihat pertarungan tersebut, mereka tidak menyangka bahwa Evan begitu kuat dan Tai Ming sangat lemah dihadapannya.
Sementara itu Hua Qing Qing juga merasa lega dan senang, Hua Qing Qing tidak tidak menyangka kalau Evan akan memberikan bimbingan kepada Tai Ming yang telah bersikap sombong sebelumnya.
Beberapa saat kemudian tampak Evan yang masih berdiri santai sambil memegang pedangnya, sedangkan Tai Ming sudah terengah-engah dan kelelahan.
"Aku tidak menyangka bimbingannya akan dapat membuatku tercerahkan dan sedikit lagi akan menerobos level!" batin Tai Ming dengan nafas terengah-engah.
Kemudian mereka pun lanjut bertarung lagi, hingga tak lama kemudian ditengah-tengah pertarungan Tai Ming pun melakukan terobosan dan naik level.
"BOOMM!!" terobosan Tai Ming membuat semua orang yang melihatnya seketika terkejut.
Evan merasa senang melihat bahwa bimbingannya dapat membuat Tai Ming berhasil menerobos level.
"Hahaha akhirnya aku menerobos level!, terima kasih atas bantuannya!" kata Tai Ming sambil memberi hormat kepada Evan.
"Sama-sama, lain kali jangan terlalu bersikap sombong atau kamu akan sulit untuk berkembang!" ujar Evan mengingatkan Tai Ming.
"Aku benar-benar minta maaf atas ketidak sopanan dan kesombonganku sebelumnya, aku tidak menyangka bahwa kamu, bukan, maksudku Tuan muda akan memaafkan aku dan malah memberikan aku bimbingan!" kata Tai Ming merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, lagi pula kamu adalah seorang murid, jadi aku tidak akan mempermasalahkannya!" ujar Evan sambil tersenyum.
"Terima kasih Tuan muda, aku tidak menyangka bahwa Tuan muda sangat berhati mulia, ini adalah hadiah dari pertaruhan kita, aku mengaku kalah!" kata Tai Ming memberikan cincin penyimpannya dengan tubuh membungkuk.
"Tidak perlu, kamu simpan saja, gunakan untuk kebutuhan perkembangan kamu kedepannya!" ujar Evan.
"Satu bulan kemudian Sekte Gunung Abadi akan membuat sebuah pasukan yang akan dikirimkan ke Nanzhou untuk menjadi pasukan bantuan, jika kamu benar-benar ingin tahu siapa diriku, maka kamu datanglah ke Nanzhou sebagai pasukan bantuan!" ujar Evan kepada Tai Ming.
"Baik, aku pasti akan datang ke Nanzhou sebagai salah satu prajurit pasukan bantuan Nanzhou!" kata Tai Ming.
Kemudian Evan pun berbalik badan dan kemudian melompat turun dari arena menghampiri Sai yang sedang menunggunya.
"Ayo!, kita lanjut berkeliling!" ajak Evan kepada Sai.
"Haiss aku kira kita bakal dapat keuntungan, Kenapa Jenderal melepaskannya begitu saja dan malah membantunya menerobos level?" ujar Sai merasa heran dan bingung kepada Evan.
"Sudahlah, lagi pula dia hanyalah seorang murid biasa, hartanya pasti tidak akan lebih dari 10 ribu kristal. Dan kita kesini untuk menjalin hubungan bukan untuk mempovrokasi mereka!" ujar Evan menjelaskan kepada Sai.
Namun Sai tampak masih tidak rela dan ikhlas, karena bagaimana pun Tai Ming sebelumnya sudah bersikap terlalu sombong dan merendahkan mereka berdua.
Kemudian Evan dan Sai pun berjalan menghampiri Hua Qing Qing yang telah menunggu mereka.
"Bagaimana?, sudah puas bermainnya?" ujar Hua Qing Qing yang tampak kesal dan tidak sabaran.
"Lumayan, tapi sayang sekali kami tidak bisa mendapatkan keuntungan apapun dari pertarungan tadi, murid sekte kalian terlalu miskin jadi aku tidak tega mengambil hartanya yang terlalu sedikit itu!" ujar Evan sambil tersenyum meremehkan.
__ADS_1
"Apa kamu bilang?, miskin?, kamu jangan terlalu sombong hanya karena kamu memiliki harta yang banyak!" kata Hua Qing Qing merasa kesal.
"Bagaimana jika aku bertarung dengan kamu saja?, aku yakin harta yang kamu miliki tidak sedikit murid bernama Tai Ming tadi!" ujar Evan menantang Hua Qing Qing.
"Cih!, dasar orang sombong, jangan karena kamu kuat, kamu jadi bisa menantang semua orang dan merasa sombong!" kata Hua Qing Qing semakin merasa kesal.
"Hahaha aku hanya bercanda saja, ayo kita lanjut berkeliling sekte lagi, aku ingin melihat semua tempat yang ada disekte Gunung Abadi kalian!" ujar Evan.
Kemudian Evan, Sai dan Hua Qing Qing pun lanjut jalan-jalan dan berkeliling Sekte Gunung Abadi, sambil berjalan Hua Qing Qing yang merasa penasaran dan memiliki beberapa pertanyaan pun mencoba bertanya kepada Evan.
"Tadi kalian mengatakan tentang Pasukan Bantuan Nanzhou, apakah kalian berdua berasal dari Nanzhou?" tanya Hua Qing Qing merasa penasaran.
"Yah kami memang dari Nanzhou!" jawab Evan sambil berjalan.
"Kenapa Nanzhou meminta bantuan dari Sekte Gunung Abadi?" tanya Hua Qing Qing.
"Karena Nanzhou membutuhkan bantuan untuk berperang melawan Kerajaan Mo, tentang detailnya kamu tanyakan saja pada Pemimpin Sekte!" ujar Evan menjawab Hua Qing Qing.
"Ooh jadi begitu, jadi kalian orang yang diutus oleh Jenderal Evan Li?" tanya Hua Qing Qing.
"Bisa dibilang begitu!" jawab Evan sambil tersenyum menahan tawa, begitu juga dengan Sai.
"Apakah kalian dekat dengan Jenderal Evan Li?" tanya Hua Qing Qing.
"Uups! cukup dekat!..." jawab Sai sambil tersenyum menahan tawa.
"Kenapa kamu bertanya tentang Jenderal Li?" tanya Evan merasa penasaran.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin tahu Jenderal Li itu orangnya seperti apa, aku dengar dia adalah seorang pemuda yang tidak hanya berbakat tetapi juga sangat baik hati!" kata Hua Qing Qing yang memiliki kesan baik terhadap Evan.
"Tidak hanya itu saja, Jenderal Evan Li juga sangat tampan hingga membuat semua wanita yang melihatnya pasti akan langsung jatuh cinta, benar tidak?" kata Sai sambil tersenyum dan main mata kepada Evan.
"Oh tentu saja, Jenderal Evan Li memang sangat tampan!" kata Evan sambil tersenyum bangga pada dirinya.
"Nona Hua terus membicarakan tentang Jenderal Evan Li, apakah Nona Hua menyukainya?" tanya Sai kepada Hua Qing Qing.
"Eh tidak! tidak!, aku hanya penasaran dan ingin tahu saja, tidak menyukai Jenderal Li!" kata Hua Qing Qing langsung menyangkal dengan wajah merona.
"Oooh begitukah?, sayang sekali!" ujar Sai sambil tersenyum dan menahan Evan.
"Kau jangan cari gara-gara, Istriku dirumah sedang hamil, jika sampai Istriku tahu dan jadi kesal maka kau yang akan aku habisi!" ancam Evan berbisik kepada Sai.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
......................
......................