
Sementara itu di Kerajaan Mo.
Disuatu ruangan tampak Mo Sueyan yang sedang duduk bersila mengumpulkan energi spiritual kedalam tubuhnya (berkultivasi), hingga tak lama kemudian dia pun tersadar.
Karena sebelumnya Mo Sueyan naik tingkat sebanyak dua level di Alam Fantasi Tujuh Bintang sebelumnya, kini Mo Sueyan telah mencapai tingkat Kaisar Emperor Level Empat.
Tampak Mo Sueyan yang baru sadar dari meditasinya.
"Sial!, karena pertarunganku dengan pria waktu itu di Alam Fantasi Tujuh Bintang, aku membutuhkan dua bulan lebih untuk memulihkan diri, jika sampai suatu hari nanti aku melihatnya maka aku akan langsung membunuhnya dan mengoyak-ngoyak tubuhnya!" batin Mo Sueyan dalam hatinya merasa marah dan dendam kepada Evan.
Kemudian Mo Sueyan pun bangkit berdiri dan keluar dari ruangannya yang ternyata adalah sebuah tenda, dan tampak sekitar ratusan-ribuan tenda militer berada disebuah padang pasir yang luas.
"Sebaiknya aku melupakan dendamku terlebih dahulu, sekarang yang paling penting adalah merebut kembali kota Hao dari tangan Nanzhou lima hari lagi, setelah berhasil merebut kembali kota Hao baru merebut Nanzhou!" pikir Mo Sueyan yang telah bersiap untuk berperang melawan Nanzhou.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya Evan pun keluar dari kamar pengantinnya dengan raut wajah kelelahan sambil memegang pinggangnya.
"Akhirnya aku keluar dari siksaan lima wanita itu, pinggangku pegal sekali!, tapi menyenangkan juga tidur dengan lima wanita cantik sekaligus!" kata Evan merasa puas dengan lima istrinya.
Sementara itu didalam kamar, tampak lima istri Evan sedang terbaring lemas dan kelelahan.
"Kenapa masih tetap kita yang kalah?, padahal kita sudah berlima dan dia seorang diri...." kata Reya dengan tubuh tengkurap lemas.
"Suami kita memang sangat jantan, aku semakin mencintainya!" kata Ran Ran dengan berbaring sambil memeluk selimut.
"Aaahh..., tubuhnya yang berotot, aku sangat mencintainya😍!" kata Nan Ruyu merasa sangat senang.
"Astaga pinggangku rasanya nyeri sekali!" kata Ruyin yang duduk disamping tempat tidur sambil memegang pinggang dan memeluk selimut untuk menutupi tubuhnya yang tidak berpakaian.
Sementara itu Istri yang paling kelelahan dan merasa tersiksa adalah Ririn, tampak dia yang terbaring miring dengan pinggul yang terasa sangat nyeri.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus menambah Istri untuknya, aku tidak akan membiarkan dia selalu menyiksaku diatas ranjang!" batin Ririn merasa sebal sambil menahan rasa nyeri pada pinggulnyam
Sementara itu diluar kamar, Evan dihampiri oleh Sea Lin
"Bagaimana malam pertama Kakak Besar?" tanya Sea Lin merasa penasaran.
"Tentu saja luar biasa menyenangkan, kamu kapan akan menikahi Chu Xian?" tanya Evan menggoda Sea Lin.
Mendengar pertanyaan Evan, Sea Lin pun langsung merasa malu.
"Apa yang Kakak Besar besar katakan?, aku dan Chu Xian masih belum terpikirkan untuk menikah!" kata Sea Lin dengan panik sambil mengoyangkan tangannya.
Namun kemudian, tiba-tiba Sea Lin seketika langsung mengubah raut wajahnya menjadi sedih.
"Lagi pula sepertinya Chu Xian sangat tidak menyukaiku, padahal aku sudah sering bersikap manja, romantis, perhatian, dan peduli padanya, tetapi dia selalu saja bersikap dingin padaku, walaupun Chu Xian pernah mengatakan bahwa dia menyukaiku, tetapi sekarang aku merasa tidak yakin kalau dia benar-benar menyukaiku!" kata Sea Lin merasa ragu.
Evan yang mendengar itu pun terdiam sejenak dan berpikir.
"Maaf, seharusnya aku tidak bertanya, mungkin Chu Xian memang benar-benar menyukaimu, tetapi dia tidak tahu bagaimana ingin mengungkapkannya. begini saja!, nanti malam kamu cari dan lamarlah dia, Chu Xian umurnya sudah tidak muda lagi, dia tidak bisa terus menunggumu yang ragu seperti ini!" kata Evan memberi saran sambil memegang pundak Sea Lin.
Tak lama kemudian Yu Zhong dan Qing Wei datang menghampiri Evan dan Sea Lin dengan gaya seperti ninja (menggunakan penutup wajah dan pakaian serba hitam).
"Akhirnya kalian muncul juga, bagaimana dengan tugas yang aku berikan dua bulan lalu?" tanya Evan dengan berwibawa.
"Maaf atas keterlambatan kami Jenderal!" ucap Yu Zhong dan Qing Wei sambil berdiri memberi hormat kepada Evan.
"Tidak apa-apa, sekarang katakan padaku bagaimana dengan tugas yang aku berikan untuk memata-matai Kerajaan Gu kepada kalian?" tanya Evan kepada Yu Zhong dan Qing Wei.
"Kami mendapatkan informasi bahwa seminggu yang lalu Putri Mo Sueyan sudah pulih dari lukanya, dan lima hari sebelum kami pergi meninggalkan Kerajaan Gu, Putri Mo Sueyan telah mengumpulan pasukan besarnya yang jumlahnya sekitar 200 ribu lebih prajurit, sepertinya Putri Mo Sueyan sudah bersiap untuk berperang melawan kita!" kata Yu Zhong melapor sambil berlutut dan memberi hormat pada Evan.
"Hemm...., sepertinya kali ini memang sudah tidak bisa menghindar lagi dari peperangan besar, mungkin mereka sudah mendengar tentang perkembangan Nanzhou yang begitu cepat!" kata Evan yang mulai berpikir.
__ADS_1
"Jika mereka benar-benar ingin mulai menyerang, mereka pasti tidak akan langsung menyerang ke Nanzhou, tetapi pastinya akan menyerang ke daerah yang lebih lemah terlebih dahulu yaitu kota Hao!" pikir Evan dengan serius.
"Komandan Yu Zhong sampai perintahku kepada komandan Luo Bai untuk menarik semua Pasukannya kembali ke Nanzhou sesegera mungkin, tetapi sebelum pergi maka harus dipastikan kalau kota Hao telah dihancurkan!" kata Evan memberi perintah kepada Yu Zhong.
"Siap Jenderal!" kata Yu Zhong yang kemudian pergi.
"Sedangkan kamu Qing Wei, kamu dan tim kamu tetaplah pantau kerajaan Mo, jika ada pergerakan yang mencurigakan maka segera laporkan padaku!" kata Evan memberi perintah kepada Qing Wei.
"Siap Jenderal!" kata Qing Wei yang kemudian juga ikut pergi.
Sementara itu Sea Lin yang tadi mendengar bahwa Evan memerintahkan Luo Bai untuk menarik semua pasukan yang ada di kota Hao merasa heran.
"Kakak besar kenapa kita harus menarik semua pasukan kita yang ada dikota Hao?, bukankah tadi kamu juga mengatakan bahwa Putri Mo Sueyan dengan pasukan besarnya pasti akan menyerang kesana?, bukankah itu sama saja kalau kita akan memberikan kota yang sudah payah kita rebut diambil oleh mereka secara cuma-cuma?" tanya Sea Lin merasa heran kepada Evan.
"Memang benar yang kamu katakan, kita akan menyerahkan kota Hao secara cuma-cuma kepada mereka, karena dengan pasukan besar mereka yang jumlahnya mencapai 200 ribu prajurit, walaupun kita tidak menarik pasukan kita, kota Hao tetap akan berhasil direbut oleh mereka, dan pada saat itu maka kita tidak hanya kehilangan kota, tetapi juga kehilangan lebih dari 40 ribu prajurit kita!" kata Evan menjelaskan maksud dibalik keputusannya kepada Sea Lin.
Mendengar penjelasan Evan, Sea Lin pun akhirnya mengerti.
"Ternyata ini maksud dari keputusan Kakak Besar, Kakak Besar bukannya tidak peduli dengan kota Hao, tetapi dia lebih peduli kepada nyawa para prajuritnya, aku sangat kagum kepada Kakak Besar!" batin Evan yang merasa kagum kepada Evan.
"Tetapi walaupun kita kehilangan kota Hao bukan berarti kita akan rugi, karena jika mereka mengambil satu kota kita maka kita akan mengambil tiga kota mereka!" kata Evan dengan bersungyuh-sungguh.
"Sea Lin panggil semua teman-teman kita untuk berkumpul di markas militer untuk rapat!, kita akan mulai berperang besok!" kata Evan memberi perintah kepada Sea Lin dengan tegas dan bersemangat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...
......................