KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 424 : Melamar Gu Mei


__ADS_3

Kemudian pada saat Gu Mei terfokus akan keindahan pemandangan sungai yang sangat indah, tiba-tiba Gu Mei dikejutkan oleh Evan yang tiba-tiba datang dan memegang kedua pundaknya dari belakang.


"Evan, apakah ini semua kamu yang membuatnya?" tanya Gu Mei yang merasa kagum dan tersentuh dengan pemandangan sungai yang diciptakan oleh Evan.


"Yah, aku membuatnya khusus untukmu!" kata Evan dengan lemah lembut sambil memeluk Gu Mei dari belakang.


"Khusus Untuk aku?" tanya Gu Mei merasa tidak yakin dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Yah, untukmu! Bagaimana, apakah kamu suka?" tanya Evan dengan lemah lembut dan senyuman penuh ketulusan.


"Aku suka sekali! Pemandangan ini sangat indah!" kata Gu Mei merasa sangat senang, terharu dan bahagia dengan pemandangan yang diberikan oleh Evan kepadanya.


Mendengar jawaban Gu Mei yang menyukai pemandangan sungai yang dibuat olehnya, maka Evan pun ikut merasa senang dan bahagia.


Sementara itu disekitar tempat Evan dan Gu Mei berada, tampak orang-orang kota Yinzhou yang sedang melihat ke arah mereka.


"Sepertinya pemandangan sungai ini dibuat oleh seseorang. Kalian lihatlah pemuda tampan yang ada di atas jembatan itu, sepertinya dia sedang ingin melamar kekasihnya!"


"Sepasang kekasih itu sungguh sangat romantis, yang laki-laki sangat tampan sedangkan yang perempuan juga sangat cantik, mereka berdua sangat serasi sampai sungguh membuat orang merasa iri saja!"


Kemudian Evan membalikan badan Gu Mei hingga menghadap ke arahnya, dan kemudian memasangkan sebuah kalung ke leher Gu Mei.


Melihat apa yang dilakukan oleh Evan, seketika membuat Gu Mei sontak merasa terkejut dan terheran-heran.


"Evan, apa maksud semua ini?" tanya Gu Mei merasa bingung sambil memegang liontin kalung yang baru saja dipasangkan oleh Evan.


"Mei, sejak petama kali kita bertemu di Hutan Kematian sebelumnya, jujur aku telah mengagumi kecantikanmu. Mei, kalung ini adalah salah satu harta rampasan yang aku dapatkan dari Gudang Harta Kerajaan Mo, dan dengan kalung ini aku ingin melamar dirimu. Mei, maukah kamu menikah denganku? Aku berjanji padamu, aku akan selalu memberikan apapun yang kamu minta, apapun itu asalkan diriku sanggup, aku pasti akan memberikan semuannya kepadamu!" kata Evan melamar Gu Mei didepan semua orang yang sedang menikmati pemandangan sungai dan adegan romantis mereka.


Akan tetapi Gu Mei yang masih merasa terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihat olehnya, hanya diam sambil memandangi wajah Evan yang sedang menunggu jawaban darinya.

__ADS_1


Hingga kemudian Evan yang melihat Gu Mei tidak langsung menjawab, kemudian Evan mencoba mengulangi pertanyaannya sekali lagi.


"Gu Mei, apakah kamu bersedia menjadi Istriku?" tanya Evan melamar Gu Mei sekali lagi.


Gu Mei yang kali ini mendengar lamaran Evan sungguh merasa sangat bahagia, senang, serta gembira. Sedangkan semua orang yang menyaksikan adegan lamaran tersebut, kemudian bersorak dan berseru kepada Gu Mei untuk menerima lamaran Evan.


"Aku bersedia!" jawab Gu Mei dengan sangat senang hati menerima lamaran Evan.


Seketika Evan merasa sangat senang dan gembira mendengar jawaban Gu Mei yang menerima lamarannya.


Tidak hanya Evan saja, tetapi semua orang yang menyaksikan adegan lamaran tersebut juga ikut merasa senang dan gembira. Mereka semua bersoram dengan gembira atas Evan yang berhasil melamar Gu Mei.


Kemudian diatas jembatan, Evan dan Gu Mei pun akhirnya saling memeluk dan dan mencium satu sama lain.


...****************...


Akan tetapi disisi lain, dibawah salah satu pohon dipinggir sungai, tampak Elemen Air yang sedang mempertahankan bentuk pemandangan air sungai yang indah tersebut.


merasa senang melihat Evan yang berhasil melamar Gu Mei dengan kesan yang baik.


"Tetapi bagaimana sekarang? Apakah aku sudah bisa mengakhiri ini semua atau belum?" kata Elemen Air yang sudah mulai merasa bosan, karena masih sedang mempertahankan bentuk pemandangan air sungai.


Sementara itu di atas jembatan, tampak Evan yang masih berpelukan dengan Gu Mei dan melupakan Elemen Air yang masih berada diluar tubuhnya.


"Sepertinya aku melupakan sesuatu, tetapi apa yah?" batin Evan merasa melupakan sesuatu dan mencoba mengingatnya apa itu.


Beberapa saat kemudian, diatas salah satu bangunan tertinggi di kota Yinzhou, tampak Evan dan Gu Mei yang sedang menikmati pemandangan kota Yinzhou.


"Evan, aku tidak menyangka kalau kamu akan berhasil memakmurkan Provinsi Nanzhou bahkan sebelum perjanjian tiga tahun kita berakhir. Kamu memang seorang Pria hebat yang sangat luar biasa, aku sangat kagum padamu!" kata Gu Mei mengungkapkan rasa kagumnya kepada Evan.

__ADS_1


Mendengar ungkapan kekaguman Gu Mei, Evan pun merasa senang dan tersenyum sambil menikmati pemandangan kota Yinzhou bersama Gu Mei.


"Yah, aku juga tidak menyangka bahwa diriku benar-benar akan berhasil memakmurkan Provinsi Nanzhou ini" kata Evan yang juga merasa senang dengan keberhasilannya memakmurkan Provinsi Nanzhou.


"Tetapi keberhasilan aku ini tidak semata hanya karena diriku saja, namun juga karena adanya teman-teman dan Para Prajurit yang selalu bersedia membantuku disaat senang maupun susah!" lanjut Evan berkata baik untuk teman-teman dan Para Prajuritnya.


"Yah, kamu memang memiliki banyak teman yang baik dan Para Prajurit yang setia. Kamu memang sangat beruntung!" kata Gu Mei merasa iri kepada Evan yang memiliki banyak teman yang baik dan Para Prajurit yang setia.


Membicarakan tentang teman dan prajurit yang baik dan setia, seketika membuat Gu Mei teringat akan Pemberontakan dan Pengkhianatan yang dilakukan Wu Shen dan Para Sekutunya, serta bagaimana nasib Sang Ayah (Kaisar Gu Tianxing) setelah ditinggal olehnya.


Mengingat semua hal dan peristiwa tersebut, seketika membuat Gu Mei merasa sedih, marah dan dendam, bagaikan semua perasaan tersebut semuannya tercampur aduk didalam hatinya.


Akan tetapi Gu Mei yang tidak ingin mengingat semua hal dan peristiwa tersebut, kemudian segera mengganti topik pembicaraan lain.


"Evan?" panggil Gu Mei dengan lemah lembut kepada Evan. "Yah?" saut Evan dengan lemah lembut juga.


"Sebelum kita menikah, bolehkan aku menanti satu hal kepadamu terlebih dahulu?" tanya Gu Mei yang ingin meminta sesuatu kepada Evan.


"Apa itu?" tanya Evan dengan lemah lembut dan merasa penasaran dengan apa yang ingin diminta oleh Gu Mei.


"Aku ingin sebelum kita menikah, kamu harus dapat merebut kembali Kerajaan Gu dari tangan Panglima Wu Shen dan Para Sekutunya!" pinta Gu Mei kepada Evan.


Mendengar permintaan Gu Mei, tampak Evan yang sama sekali tidak merasa terkejut, namun dia menjadi diam.


"Aku tahu kalau permintaanku ini memang sangat keterlaluan, tetapi aku tidak bisa tenang melihat Kerajaan yang ditinggalkan ayahku hancur ditangan Para Pengkhinat itu!" kata Gu Mei merasa sedih dan tertekan sampai akan menangis.


Namun disaat Gu Mei ingin meneteskan air mata, kemudian Evan langsunv memeluk dan segera mengusap air mata Gu Mei sebelum menetes.


"Jangan sedih dan Jangan pula menangis! Sekarang kamu adalah Tunanganku dan wajar bagimu untuk meminta sesuatu padaku. Asalkan aku sanggup, aku pasti akan memberikan apapun yan kamu minta!" kata Evan mencoba memberi kehangatan dan ketenangan kepada Gu Mei.

__ADS_1


"Kamu tenang saja, kita biarkan dulu Wu Shen dan Para sekutunya untuk bergembira sebentar lagi. Kamu beri aku waktu satu bulan untuk mempersiapkan Pasukan! setelah Satu bulan, aku berjanji padamu, aku akan pasti merebut kembali Kerajaan Gu dari tangan Wu Shen dan Para Sekutunya. Hingga nanti pada saat itu, kamu akan menjadi seorang maharani yang memerintah kerajaan Gu!" kata Evan berjanji kepada Gu Mei dengan sangat bersungguh-sungguh.


__ADS_2