KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 481 : Suasana Malam Yang Penuh Tawa


__ADS_3

Karena hari sudah malam, maka Evan memutuskan untuk menginap di salah satu kamar yang ada di Kediaman Jenderal tersebut.


Tepat di tengah malam, tampak Evan yang sedang berlatih dan duduk bersila di dalam kamar tempat menginapnya.


"Semenjak aku membangkitkan kekuatan Elemen Racun, aku sama sekali tidak memiliki waktu untuk berlatih Kekuatan Elemen Racun yang baru aku bangkitkan ini."


"Sekarang mumpung aku memiliki waktu senggang, sebaiknya aku mencari tahu bagaimana keadaan Jiwa Petarung milikku setelah membangkitkan kekuatan Elemen Racun." pikir Evan.


Namun di saat Evan baru saja memejamkan kedua matanya dan ingin masuk ke dalam Lautan Spiritualnya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang seketika langsung menghentikannya.


"Astaga....." Evan membuka kembali kedua matanya.


Kemudian Evan bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu kamarnya.


"Kamu ada urusan apa mencari ku di tengah malam seperti ini, Ratu Yue?" tanya Evan setelah membuka pintu kamarnya.


"Pertanyaan kamu ini, mengapa seperti tidak senang saat melihat aku datang?" Yue Xian Ling merasa kesal melihat wajah datar Evan setelah melihat kedatangannya.


"Bagaimana mungkin aku tidak senang melihat Ratu Yue datang mengunjungiku? Aku senang sekali," Evan tersenyum terpaksa.


"Sudahlah, walaupun kamu tidak mengatakannya aku juga tahu. Karena kamu tidak senang melihat kedatanganku, aku juga tidak akan memaksamu untuk menerima kedatanganku. Aku akan pergi," kata Yue Xian Ling dan kemudian berbalik badan untuk pergi.


Melihat Yue Xian Ling yang ingin pergi dengan sendirinya, kemudian tanpa peduli Evan langsung menutup pintu kamarnya.


Mendengar suara tutup pintu, seketika Yue Xian Ling langsung menoleh dan melihat ke belakang.


Melihat Evan benar-benar menutup pintu kamarnya dan mengabaikan dirinya, dalam sekejap rasa kesal Yue Xian Ling seketika memuncak.


"Dasar Pria bajingan satu ini....." ucap Yue Xian Ling sambil mengepalkan tangannya dengan penuh rasa kesal.


Sementara itu, Evan yang baru saja menutup pintu kamarnya dan sedang berjalan menuju tempat tidurnya, seketika dikagetkan oleh Yue Xian Ling yang tiba-tiba menerobos masuk ke dalam kamarnya.


Dan tanpa sungkan, Yue Xian Ling yang baru masuk ke dalam kamar langsung duduk di atas tempat tidur milik Evan.


Melihat tingkah laku Yue Xian Ling yang seenaknya, Evan yang merasa jengkel hanya memegang keningnya.


*Haih.., dasar Wanita merepotkan*


"Sebenarnya kamu ada urusan apa datang mencari ku di tengah malam seperti ini?" tanya Evan.

__ADS_1


"Aku datang kesini karena aku ingin mengucapkan terima kasih kepadamu,"


"Jika kamu hanya ingin mengucapkan terima kasih, bukankah kamu bisa datang dan mengatakannya besok? Mengapa harus di tengah malam seperti ini?" ujar Evan.


"Karena jika aku mengatakannya besok, kamu pasti sudah pergi" jawab Yue Xian Ling dan Evan terdiam sejenak.


"Baiklah, sekarang bukankah kamu sudah selesai berterima kasih? mengapa sekarang kamu masih tetap berada disini?" tanya Evan.


"Bukankah kamarmu ini juga termasuk Kediaman Jenderal milikku? Mengapa aku harus buru-buru pergi dari tempatku sendiri?" ujar Yue Xian Ling menjawab Evan.


"Ratu Yue, sebenarnya apa yang kamu inginkan? Tengah malam datang ke kamarku yang merupakan seorang Pria, tidakkah takut akan muncul rumor yang tidak baik diantara kita?"


"Jika memang benar akan muncul rumor yang tidak baik diantara kita, bukankah kita hanya perlu menjadikan rumor tersebut menjadi nyata?" ujar Yue Xian Ling.


"Ratu Yue, kamu jangan bercanda. Aku beritahu padamu, sebenarnya Aku adalah Pria yang sudah beristri." kata Evan memberitahu Yue Xian Ling.


Mendengar itu, Yue Xian Ling sungguh merasa sangat terkejut. Dia tidak pernah tahu, bahwa Pria yang sudah sangat dikaguminya tersebut, ternyata adalah seorang Pria yang telah memiliki Istri.


Rasa sedih dan kecewa terlihat dengan jelas di wajah Yue Xian Ling.


"Jadi kamu sudah punya Istri?" tanya Yue Xian Ling denga


"Jadi, jika kita menikah, apakah aku akan menjadi Istri ke Tujuh mu?"


"Yah.....," Evan merasa bersalah dan perlahan menundukkan kepalanya.


"Baiklah, tidak apa-apa...." ucap Yue Xian Ling sembari tersenyum.


"Yah..... Eh, tunggu!"


Evan yang sebelumnya merasa bersalah dan menundukkan kepalanya, tiba-tiba merasa ada yang aneh dengan ucapan Yue Xian Ling.


"Apa kamu bilang?!" tanya Evan dengan ekspresi terkejut.


"Kenapa kamu terkejut?" Yue Xian Ling tersenyum lagi.


"Bagaimana mungkin aku tidak terkejut? Kamu adalah seorang Ratu. Ratu yang memimpin Kerajaan Yue dan seluruh Ras Siluman di dalamnya. Jika kamu benar-benar ingin menikah, kamu dapat memilih Pria manapun untuk menjadi suamimu. Mengapa kamu harus memilihku?"


"Ratu Yue, aku akan tanya padamu, apakah kamu benar-benar bersedia menjadi Istri ke Tujuh dari seorang Jenderal Provinsi sepertiku?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Evan, kemudian dengan raut wajah tersenyum Yue Xian Ling bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Evan.


Dan kemudian tanpa ragu, Yue Xian Ling langsung menarik dan mencium bibir Evan.


Evan sungguh merasa sangat terkejut, matanya terbelalak melihat Yue Xian Ling yang sedang mencium bibirnya.


Sesaat kemudian, Perlahan Yue Xian Ling melepaskan pelukan dan ciumannya.


"Apakah jawaban ini cukup?" tanya Yue Xian Ling mengharapkan ketidak-raguan Evan pada perasaannya.


Setelah tindakan Yue Xian Ling terhadapnya, Evan tentu saja tidak meragukan perasaan Yue Xian Ling kepadanya.


Akan tetapi walaupun Evan tidak meragukan perasaan Yue Xian Ling kepadanya, Evan tetap tidak bisa menerima perasaan Yue Xian Ling tersebut.


"Aku sangat puas dengan jawaban yang kamu berikan. Tetapi, untuk sekarang aku masih belum bisa menerima perasaanmu." kata Evan dengan hati-hati.


"Mengapa?" tanya Yue Xian Ling merasa sedih mendengar jawaban Evan.


"Karena untuk menerima perasaanmu, aku butuh persetujuan dari para Istriku terlebih dahulu. Terutama Istri pertamaku."


"Jika mereka belum memberikan persetujuan, maka aku tidak akan berani menerima perasaanmu padaku. Karena bagaimanapun, mereka semua adalah Istriku." kata Evan.


Mendengar perkataan Evan, Yue Xian Ling yang sebelumnya sempat merasa sedih kemudian kembali tersenyum.


"Aku pikir kamu akan menolak diriku. Tidak aku sangka, ternyata kamu yang licik ini adalah suami yang sangat patuh pada para Istrinya. Aku jadi semakin menantikan, apakah setelah aku menjadi istrimu nanti kamu tetap akan selalu membantahku? atau akan menjadi patuh seperti ini juga?" ujar Yue Xian Ling tersenyum pada Evan.


"Apakah kamu sedang menertawakan aku?" Evan merasa tidak senang melihat senyuman Yue Xian Ling yang sedang mengejeknya.


Melihat Evan yang merasa kesal, kemudian Yue Xian Ling pun langsung menertawakan Evan dengan terang-terangan.


"Hahahaha...., apakah kamu kesal karena aku mengataimu seperti itu? Sepertinya memang ide yang bagus jika aku menikah denganmu," kata Yue Xian Ling terus menertawakan Evan.


Melihat Yue Xian Ling yang terus menertawakan dirinya, Evan hanya diam dengan ekspresi kesal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2