KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 321 : Berjumpa Dengan Jiwa Pria Tua


__ADS_3

Tiba-tiba jiwa seorang pria tua muncul mengagetkan Evan, Jiwa pria tua itu sangat besar dan tinggi juga mengeluarkan aura yang sangat mendominasi.


Evan yang terkejut langsung bergerak dan melompat mundur menjauhi Jiwa Pria Tua tersebut.


"Wahai remaja, sepertinya kamu telah berhasil melewati semua rintangan yang ada di dalam Gua dan sampai di ruangan ini!" kata Jiwa Pria Tua mengejutkan Evan.


Disisi lain Evan yang terkejut terus merasa waspada kepada Jiwa Pria Tua.


"Siapa pria tua ini?, dia hanya berwujud jiwa saja tetapi mengapa bisa mengeluarkan aura yang sangat kuat seperti ini?, apakah ini sesuatu yang sebelumnya dikatakan oleh Kakak Elemen Petir?, apakah ini adalah jiwa sang pemilik tempat ini?" batin Evan dalam hatinya yang merasa bingung dan penasaran terhadap jiwa pria tua tersebut.


Kemudian Evan dengan berani menjawab pertanyaan jiwa pria tua tersebut tanpa takut atau merasa tertekan.


"Benar!, aku ingin tahu siapakah Tuan sebenarnya?, apakah Tuan adalah pemilik tempat ini?" tanya Evan kepada Sang Pria Tua.


"Benar, aku adalah pemilik tempat ini namaku adalah Sun Guan Ji, sudah hampir 100 ribu tahun akhirnya ada seseorang yang berhasil sampai ke tempat ini, aku merasa sangat senang!" kata Sang Pria Tua sambil tersenyum.


Kemudian Sang Pria Tua menyusut dan berubah menjadi seukuran manusia normal, Sang Pria Tua terbang melayang menghampiri Evan.


"Siapa namamu, wahai remaja?" tanya Sang Pria Tua kepada Evan.


"Nama saya adalah Evan Li!" jawab Evan sambil berdiri memberi hormat kepada Sang Pria Tua.


Kemudian Sang Pria Tua tersenyum dan menunduk sambil memberi hormat.


"Para Dewa yang ada didalam sana apakah ingin terus berada didalam?" ujar Sang Pria Tua sambil memberi hormat.


Mendengar itu, Evan seketika langsung terkejut kepada Sang Pria Tua yang mengetahui keberadaan para Kaisar Dewa Elemen yang ada didalam tubuhnya.


"Ba...Bagaimana Tuan bisa tahu kalau ditubuh aku ada Para Dewa?" ujar Evan merasa terkejut dan heran.

__ADS_1


Namun Sang Pria Tua hanya tersenyum ramah kepada Evan, hingga kemudian suara Para Elemen terdengar didalam pikiran Evan.


"Tidak apa-apa Evan, Pria Tua itu hanya berwujud jiwa saja sama seperti kami, jadi tidak perlu takut!" ujar Elemen Kegelapan.


"Baiklah aku sama sekali tidak takut, tetapi bagaimana sekarang?, Pria Tua ini ingin agar kalian keluar dan menunjukan diri kalian, tetapi jika aku menggunakan Teknik Tubuh Bayangan Pengganti, maka jiwa para Kakak-Kakak Elemen yang lain akan terluka karena terkena energi bintang dari tubuhku!" ujar Evan.


[Catatan kecil : Semenjak Evan menerima energi bintang dari Elemen Bintang, maka semenjak saat itu Evan tidak bisa menggunakan "Teknik Tubuh Bayangan Pengganti, Pembagian Elemen". Karena pada setiap Evan mencipatkan Kloningan, maka kloningan yang dikeluarkan oleh Evan akan memiliki energi bintang yang berasal dari tubuhnya. Jika sampai Evan menggunakan "Teknik Tubuh Bayangan Pengganti, Pembagian Elemen" maka jiwa para Elemen yang terdapat didalam kloningan akan ikut terkikis oleh energi bintang.]


"Evan, kamu katakan saja yang sejujurnya kepada Pria Tua itu, bahwa kami tidak bisa keluar dari tubuhmu karena suatu alasan tertentu, jika kami memaksa untuk keluar maka kami akan terluka, jadi kami meminta maaf padanya!" ujar Elemen Petir kepada Evan.


Setelah mendengar perkataan Elemen Petir, akhirnya Evan pun menolak permintaan Sang Pria Tua untuk mengeluarkan Jiwa Para Elemen yang ada didalam tubuhnya.


"Maaf Senior Sun Guan Ji, bukannya mereka menolak untuk keluar dari tubuhku dan bertemu dengan Senior Sun, tetapi karena suatu alasan maka mereka tidak bisa keluar dari tubuhku, jika mereka memaksa untuk keluar dari tubuh aku, maka jiwa mereka akan terluka!" ujar Evan menolak permintaan Sang Pria Tua.


Mendengar jawaban penolakkan Evan, Sang Pria Tua merasa kecewa namun tetap tersenyum ramah kepada Evan.


Evan yang mendengar pertanyaan itu, langsung bertanya kepada para Elemen.


"Kakak-Kakak Elemen, bagaimana sekarang?, apakah aku boleh mengatakan yang sejujurnya kepada Pria Tua ini?" tanya Evan melalui ruang kesadaran kepada Para Elemen.


"Katakan padanya, bahwa identitas kami sangat rahasia dan tidak boleh dibongkar oleh siapapun!" ujar Elemen Kegelapan.


Kemudian Evan menolak permintaan Pria Tua itu lagi untuk mengatakan siapa sebdnarnya Para Dewa yang ada didalam tubuhnya.


"Maaf Senior Sun Guan Ji, aku tidak bisa mengatakan identitas para dewa yang ada didalam tubuhku, karena identitas mereka tidak boleh disebarkan dan diberitahu kepada orang lain!" ujar Evan menolak permintaan Sang Pria Tua.


Mendengar jawaban penolakkan Evan sekali lagi, maka Sang Pria Tua tidak ingin bertanya lagi tentang para dewa yang ada didalam tubuh Evan.


"Oh yah, apa tujuan kamu datang kesini wahai anak muda?" tanya Sang Pria Tua.

__ADS_1


"Ijin menjawab Senior Sun, sebenarnya tujuan aku datang kemari adalah karena ingin mengambil batu Gravitasi, tetapi aku merasa bimbang, jika aku benar-benar mengambil Batu Gravitasi ini, maka para Murid Sekte Gunung Abadi yang ada diatas tempat ini, akan kehilangan sebagian besar sumber daya kultivasi mereka!" ujar Evan menjawab dan menjelaskan kepada Sang Pria Tua.


"Ooh?, jadi sekarang di atas tempat aku ini ada sebuah perguruan yang bernama Sekte Gunung Abadi?, dan mereka memanfaatkan Formasi tekanan Gravitasi yang aku buat sebagai tempat untuk latihan?" ujar Sang Pria Tua merasa penasaran.


"Benar sekali Senior Sun!, mereka telah mendirikan Sekte Gunung Abadi kurang lebih 20 ribu tahun yang lalu!" kata Evan memberitahu Sang Pria Tua.


"Ooh?, sepertinya kamu punya hati nurani yang cukup baik hati dan tidak serakah, biasanya jika ada orang yang menemukan sebuah harta karun, maka orang itu akan rela membunuh siapa saja bahkan orang yang paling dicintainya sekalipun, hanya agar harta karun tersebut menjadi miliknya sendiri!" kata Sang Pria Tua.


"Tetapi Tuan, mungkin aku adalah keterbalikannya, aku rela menyerahkan dan mengorbankan segalanya untuk orang yang paling aku cintai!" kata Evan.


"Ooh?, apakah seseorang itu adalah seorang wanita?" tebak Sang Pria Tua sambil tersenyum kepada Evan.


Evan menjawab dengan menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


"Tujuan aku datang kesini untuk mencari dan mendapatkan batu Gravitasi, tidak lebih karena dia!" kata Evan sembari tersenyum.


Mendengar perkataan Evan, Sang Pria Tua hanya tetap tersenyum.


"Baiklah, semoga wanita itu tidak mengecewakan kamu kedepannya. Tadi kamu mengatakan kalau kamu ingin mengambil batu Gravitasi, aku ingin tahu untuk apa kamu membutuhkannya?" ujar Sang Pria Tua bertanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2