KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 339 : Melihat Keadaan Kota Yunzhou


__ADS_3

Tak lama kemudian setelah ledakan terobosan dari tenda Tang Chen, ditenda Sea Lin terjadi juga ledakan energi terobosan yang membumbung tinggi ke langit.


Setelah beberapa saat ledakan terobosan yang membumbung tinggi ke langit perlahan mulai menghilang, didalam tenda tampak Sea Lin yang merasa senang karena telah berhasil naik ke tingkat Kaisar Level Tujuh.


"Pil Spirit Dewa ini memang sangat luar biasa!, sekarang aku telah berada di Tingkat Kaisar Level Tujuh!" kata Sea Lin merasa senang.


"Hmm.., Kira-kira bagaimana dengan keadaan kondisi Kakak Besar dan Tang Chen sekarang?" batin Sea Lin merasa penasaran.


Sementara itu didalam tenda Evan, tampak Evan yang masih belum menerobos tingkatan ke Tingkat Kaisar Emperror dan masih terus fokus berkatih.


Evan terus fokus berlatih hingga keesokan harinya, dan Evan masih belum juga berhasil menerobos ke Tingkat Kaisar Emperor.


Perlahan Evan mulai membuka matanya.


"Sepertinya aku tidak bisa terlalu terburu-buru untuk naik ke Tingkat Kaisar Emperror, walaupun energi spiritual yang ada didalam tubuhku sudah cukup untuk membuat aku naik ke tingkat Kaisar Emperror, tetapi sepertinya aku harus menyesuaikan dan membisakan diri dengan energi yang ada didalam tubuhku terlebih dahulu sebelum naik ke Tingkat Kaisar Emeperror!" pikir Evan dalam hatinya.


Setelah mereka bertiga selesai berlatih, mereka bertiga pun keluar dari tenda mereka masing-masing dan berkumpul kembali.


"Bagaimana dengan pencapaian kalian?, raut wajah kalian tampak senang, apakah kalian berdua telah berhasil menerobos dan naik tingkatan?" tanya Evan kepada Sea Lin dan Tang Chen.


"Apakah sungguh terlihat?, aku sekarang memang sudah berhasil naik ke tingkat Kaisar Level Tujuh!" kata Sea Lin merasa memberitahu Evan.


"Aku juga telah berhasil menerobos ke Tingkat Kaisar Level Satu, Huh! aku sungguh iri kepada kalian berdua yang memiliki tubuh fisik spesial, perkembangan kalian meningkat cepat sekali!" kata Tang Chen kepada Evan dan Sea Lin.


"Kakak Besar, bagaimana denganmu?, apakah kamu berhasil membuat kemajuan lagi?" tanya Sea Lin kepada Evan.


"Belum, sepertinya menerobos ke Tingkat Kaisar Emperror harus lebih sedikit bersabar, aku perlu menyesuaikan diri dengan energi spiritual dan kekuatan jiwa beladiri yang ada didalam tubuhku terlebih dahulu, sebelum aku menerobos ke Tingkat Kaisar Emperor!" kata Evan menjawab Tang Chen.


"Baiklah, ayo kita pergi ke bendungan untuk melihat kondisi yang ada disana!" kata Evan mengajak Sea Lin dan Tang Chen.

__ADS_1


Kemudian Evan, Sea Lin dan Tang Chen langsung terbang pergi meninggalkan markas militer dan menuju ke bendungan.


Diseparuh perjalanan Evan melihat banyak sekali rumah dan bangunan yang terendam oleh banjir akibat rusaknya bendungan yang menahan air sungai, tidak hanya bangunan tetapi juga banyak sekali mayat yang mengapung di atas air, nayat-mayat itu terdiri dari Prajurit Nanzhou, Prajurit Iblis dan Rakyat kota Yunxhou.


Setelah sampai dibendungan mereka bertiga mendarat dan hinggap disuatu atap bangunan.


"Kali ini Nanzhou benar-benar mengalami banjir besar!" kata Evan sembari melihat sekelilingnya yang telah dipenuhi oleh air banjir dan mayat Prajurit Nanzhou maupun Prajurit Iblis serta rakyat kota Yunzhou.


"Bangsa Iblis sialan ini kenapa tidak bisa diam sendiri diwilayahnya, mereka selalu saja datang untuk membuat masalah dan kekacauan di Nanzhou!" kata Sea Lin merasa kesal dan geram.


"Tang Chen, bawa aku ke tempat yang diserang oleh pasukan Iblis terakhir kali!" kata Evan kepada Tang Chen.


"Baik, kalian berdua ikuti aku!" kata Tang Chen yang langsung mengeluarkan Sayap Aura dan terbang pergi.


Evan dan Sea Lin juga langsung mengeluarkan Sayap Aura milik mereka dan terbang pergi mengikuti Tang Chen.


Keadaan ditempat itu tidak jauh beda dengan tempat yang sebelumnya bahkan lebih parah.


Ditempat itu semua rumah dan bangunan direndam oleh banjir, tampak banyak sekali mayat Prajurit Nanzhou, Prajurit Iblis dan rakyat kota Yanzhou yang mengapung dan membusuk di atas air.


"Sepertinya kedua pihak sama-sama mengalami kerugian yang cukup besar!" kata Evan yang terbang diudara sambil melihat-lihat sekelilingnya.


"Kondisi disini sungguh sangat memprihatinkan, dengan air yang merendan segalanya pasti akan sulit untuk menperbaiki bendungan!" kata Sea Lin yang terbang sambil melihat-lihat sekelilingnya.


Setelah selesai melihat keadaan diseluruh tempat kota Yunzhou yang terendam oleh banjir, mereka bertiga langsung pergi ke tempat pengungsian penduduk yang rumahnya terkena dampak banjir.


Saat mereka bertiga sampai ditempat pengungsian, tampak para penduduk yang sedang mengantri untuk bubur yang sedang dibagikan.


Para prajurit yang melihat kedatangan mereka, langsung menyambut dengan berlutut dan memberi hormat kepada mereka.

__ADS_1


"Kalian bubarlah, kerjakan apa yang perlu kalian kerjakan, kami bertiga hanya datang untuk melihat keadaan rakyat kota Yunzhou saja!" kata Evan kepada Para Prajurit yang menyambut kedatangan mereka.


Kemundian para prajurit yang menyambut mereka langsung bangkit berdiri dan pergi untuk melakukan pekerjaan mereka masing-masing.


Kemudian seorang Kepala prajurit yang bertanggung jawab atas para pengungsi berlari menghampiri mereka bertiga.


"Tuan Jenderal, maaf aku terlambat untuk menyambut kedatangan anda dan kedua komandan!" kata sang Kepala Prajurit.


"Tidak apa-apa, kamu pimpinlah jalan, kami bertiga ingin melihat-lihat keadaan Rakyat kota Yunzhou disini!" kata Evan kepada Kepala Prajurit tersebut.


"Baiklah, ikuti saya Jenderal!" kata Sang Kepala Prajurit yang dengan senang hati bersedia menjadi penunjuk jalan Evan, Sea Lin dan Tang Chen.


Sambil berjalan-jalan dan melihat-lihat keadaan tempat Pengungsian, Evan bertanya beberapa pertanyaan kepada Sang Kepala Prajurit.


"Dikota Yunzhou ada berapa titim tempat pengungsian dan posko pembagian makanan?" tanya Evan kepada Kepala Prajurit.


"Dikota Yunzhou ada delapan titik pengungsian dan masing-masing tempat pengungsian ada dua posko pembagian makanan untuk para korban banjir!" jawab Kepala Prajurit memberitahu Evan.


"Dalam sehari berapa kali kalian membagikan makanan kepada Para Penduduk korban banjir?" tanya Evan kepada Kepala Prajurit.


"Dalam sehari kami akan membagikan dua mangkuk Sup atau Bubur kepada setiap pengungsi!" kata Sang Kepala Pasukan.


"Hanya dua mangkuk bubur?, kemana dana yang setiap bulannya dikirimkan oleh kota pusat kesini?, dana yang dikirimkan dari pusat ke kota Yunzhou cukup besar dan cukup untuk digunakan oleh para korban banjir untuk melewati masa krisis ini, apakah kalian memasukan dana yang dikirimkan oleh kota pusat ke kantong kalian?" ujar Evan dengan dingin.


Mendengar tuduhan Evan, dengan cepat sang Kepala Prajurit langsung menyangkal dan segera menjelaskannya kepada Evan.


"Tuan Jenderal kami mana mungkin berani korupsi dan memakan uang rakyat!" kata Sang Kepala Prajurit langsung menyangkal tubuhan Evan.


"Yang Tuan Jenderal katakan memang benar dana yang setiap bulan dikirimkan dari kota pusat memang cukup untuk para korban banjir untuk melewati krisis ini. Tetapi Tuan Jenderal pasti tahu kondisi wilayah Nanzhou seperti apa, kita memang memiliki cukup banyak dana tetapi distribusi untuk bahan makanan sangat sulit untuk kita dapatkan. Karena kondisi wilayah kita yang sulit untuk dijangkau oleh para pedagang, terkadang membuat pengiriman bahan makanan yang kita pesan dari kota tetangga mengalami keterlambatan. Karena itu kami mencoba untuk menghemat dan menekan penggunaan bahan makanan, sebelum bahan makanan yang kita pesan sampai!" kata Sang Kepala Prajurit dengan cepat menjelaskan kepada Evan.

__ADS_1


__ADS_2