
"Kakak Tang Chen mengenal Penyusup Kecil ini?" tanya Cao Cao kepada Tang Chen.
"Tentu saja mengenalnya, dia adalah Qiu Nia Lan dari keluarga Qiu yang pindah ke Nanzhou dua bulan lalu" kata Tang Chen menjawab Cao Cao.
"Astaga, jadi apa yang dikatakannya memang benar?" batin Cao Cao dalam hatinya sambil melihat ke arah Qiu Nia Lan yang masih merintih kesakitan pada kakinya.
"Apa yang kalian lakukan?, kalian masih tinggi sepinggang jangan bertindak sembarangan!" kata Tang Chen yang telah salah paham jadi memarahi Cao Cao dan Qiu Nia Lan.
Melihat bahwa Tang Chen telah salah paham, Cao Cao dan Qiy Nia Lan pun langsung buru-buru menjelaskan kepada Tang Chen.
"Kakak, kamu sudah salah paham!, kami tidak ada melakukan apapun!" kata Cao Cao dan Qiu Nia Lan dengan kompak sambil melambai-lambaikan tangan mereka.
Kemudian Cao Cao dan Qiu Nia Lan pun menjelaskan semuannya kepada Tang Chen dari awal hingga akhir mereka bertemu.
Setelah beberapa saat mereka menjelaskan...
"Semua ini salah dia menginjak kakiku hingga mau patah!" kata Qiu Nia Lan yang menyalahkan sambil menunjuk ke arah Cao Cao yang ada disampingnya.
"Kamu terlalu berlebihan!, lagi pula salah kamu juga kenapa mengendap-ngendap seperti maling!" kata Cao Cao balik menyalahkan Qiu Nia Lan.
"Kamu!" kata Qiu Nia Lan yang kemudian langsung menendang kaki Cao Cao.
Namun bukannya Cao Cao yang kesakitan akan tetapi malam sebaliknya, Qiu Nia Lan lah yang kakinya kesakitan karena menendang kaki Cao Cao yang sangat keras seperti batu.
"Kenapa kaki kamu keras sekali?" ujar Qiu Nia Lan sambil memegang kakinya yang kesakitan.
"Hahaha!.., Rasakan!" kata Cao Cao merasa senang melihat Qiu Nia Lan yang kesakitan.
Tang Chen yang melihat pertengkaran mereka pun hanya bisa menyerah dan putus asa, sambil memegang jidatnnya dan menggelengkan kepalanya.
"Astagaaa.., kalian berdua..." batin Tang Chen merasa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.
"Nia, kamu pulanglah, Kakak Evan sekarang tidak bisa diganggu, dia baru pulang dan harus beristirahat!" kata Tang Chen mencari alasan agar bisa membuat kedua Bocah tersebut berhenti bertengkar dan ribut.
__ADS_1
Mendengar itu Qiu Nia Lan pun seketika berhenti bertengkar dengan Cao Cao dan merasa kecewa.
"Benarkah Kakak Evan tidak bisa diganggu?" tanya Qiu Nia Lan dengan ekspresi kecewa.
"Benar, mungkin sekarang Kakak Evan sudah tidur karena kelelahan" ujar Tang Chen agar bisa membuat Qiu Nia Lan pulang.
"Hmmm..., yasudah deh, aku pulang kalau begitu, sampai jumpa Kak Tang Chen, nanti jika besok pagi Kakak Evan sudah bangun tidur beritahu padanya, jika aku datang dan mencarinya tadi malam!" pinta Qiu Nia Lan sebelum pergi.
"Baiklah, Kakak Tang Chen pasti akan memberitahu Kakak Evan kalau kamu datang mencarinya!" ujar Tang Chen yang langsung menyetujui.
"Terima Kasih Kak Tang Chen!" ucap Qiu Nia Lan yang kemudian berbalik badan dan menatap Cao Cao dengan tatapan tajam kebencian dan permusuhan.
"Huh, Dasar wanita galak!" gumam Cao Cao mengumpat Qiu Nia Lan.
Kemudian Qiu Nia Lan pun berjalan pergi dengan kaki yang terpincang-pincang, sementara itu Cao Cao merasa sangat senang dengan perginya Qiu Nia Lan dari hadapannya, sedangkan Tang Chen yang melihat Qiu Nia Lan yang berjalan dengan kaki yang terpincang merasa tidak tega dan kasihan.
"Cao Cao, kamu tidak ingin mengantar dia?, apakah kamu tidak merasa kasihan kepadanya pulang dengan kaki pincang seperti itu?, rumah dia berada dipinggiran kota Yanzhou loh, sangat jauh!" ujar Tang Chen kepada Cao Cao.
"Huh!, siapa yang kasihan padanya?, jika Kakak Tang Chen merasa kasihan padanya, yah antar saja dia sendiri!" kata Cao Cao dengan lugas.
"Yasudah, Kakak mau pergi, Kakak ngantuk ingin tidur!" kata Tang Chen yang kemudian berjalan pergi meninggalkan Cao Cao seorang diri.
Setelah mendengar perkataan Tang Chen, kemudian Cao Cao pun melihat ke arah Qiu Nia Lan yang berjalan pergi melalui pintu kediaman dengan Kaki yang terpincang-pincang.
Setelah merenungkan dengan seksama, Cao Cao sedikit demi sedikit merasa iba dan kasihan, juga merasa bersalah karena bagaimana pun kaki Qiu Nia Lan pincang karena dia yang menginjak lututnya sebelumnya.
Dengan perasaan iba dan bersalah Cao Cao pun berjalan menyusul Qiu Nia Lan yang telah berjalan keluar dari kediaman Jenderal.
"Apa kamu perlu bantuanku?" tanya Cao Cao yang datang dari belakang Qiu Nia Lan.
Qiu Nia Lan menoleh dengan raut wajah dan tatapan mata tidak senang melihat Cao Cao yang datang menghampirinya.
"Tidak perlu! aku tidak butuh bantuan darimu!, dasar laki-laki kasar!" kata Qiu Nia Lan yang langsung menolak tanpa ragu.
__ADS_1
"Humph!, aku sudah berbaik hati ingin membantu tapi kamu malah menolak, dan malah mengataiku laki-laki kasar!, kalau kamu tidak ingin dibantu yasudah, aku juga tidak memaksa!" kata Cao Cao yang kemudian berbalik badan dan pergi.
"Cih!, siapa juga yang butuh bantuan kamu!, kamu pergi sana jangan mengikutiku!" kata Qiu Nia Lan sambil berjalan dengan langkah yang terpincang-pincang.
Kemudian keduanya pun saling berpaling dan berjalan ke arah yang berbeda.
Namun Qiu Nia Lan terus merasa kesakitan pada setiap langkah kakinya, dan ternyata lutut yang sebelumnya diinjak oleh Cao Cao ternyata sampai membiru lebam dan tulang persediannya juga bergeser.
Sembari menahan rasa sakit, Qiu Nia Lan terus berjalan dengan terpincang-pincang menuju arah pulang.
Namun tidak lama kemudian Qiu Nia Lan berjalan, tiba-tiba karena tidak seimbang badan dan menahan rasa sakit Qiu Nia Lan pun terjatuh.
Namun tiba-tiba Cao Cao langsung menangkap Qiu Nia Lan sebelum sempat terjatuh ke tanah, seketika hal itu langsung membuat Qiu Nia Lan sontak terkejut.
"Kamu lepaskan aku!, aku tidak butuh bantuan dari kamu!" kata Qiu Nia Lan mencoba mendorong Cao Cao.
Namun tiba-tiba kemudian Cao Cao mengangkat dan menggendong Qiu Nia Lan dengan gendongan putri.
"Sudah menderita seperti ini kenapa masih sok kuat?, jika kamu butuh bantuan maka katakan saja, aku juga bukan orang jahat, maaf jika sebelumnya aku salah!" ucap Cao Cao dengan lemah lembut sambil menggendong Qiu Nia Lan.
Mendengar Cao Cao mengucapkan kata maaf, Qiu Nia Lan pun tertegun.
"Baiklah, sekarang aku akan mengantar kamu pulang, kamu tunjukan jalannya padaku!" ujar Cao Cao dengan lemah lembut.
Kemudian Cao Cao pun melompat dari atap rumah ke atap rumah lainnya sambil menggendong Qiu Nia Lan.
Di malam rembulann putih yang cerah, Cao Cao pun mengantar Qiu Nia Lan pulang dengan menggendongnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
......................
......................