
Sesaat kemudian, Evan dan Prajurit tersebut pun sampai ke tempat yang disebutkan.
Di sana terlihat Evan dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang sedang mengintai Para Prajurit Iblis yang sedang berpatroli.
Evan yang sedang bersembunyi di atas sebuah pohon, tampak tersenyum dengan sangat liciknya. Pertanda dari senyuman Evan tersebut, adalah Evan memiliki rencana yang pastinya akan mengantar kemalangan untuk Para Prajurit Iblis tersebut.
"Ayo, kita bunuh mereka! Tapi, jangan semua. Sisakan dua orang dan biarkan mereka kabur!" ucap Evan pada Para Prajuritnya.
"Baik, Jenderal!"
Kemudian Para Prajurit Pasukan Gagak Malam, langsung melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Evan.
Para Prajurit Pasukan Gagak Malam keluar dari tempat persembunyian mereka dan menampakan diri dihadapan Para Prajurit Iblis.
Tampak hanya belasan Prajurit Pasukan Gagak Malam yang mengepung dan mengelilingi sekelompok Prajurit Iblis. Sedangkan Sekelompok Prajurit Iblis jumlahnya sampai puluhan Prajurit.
"Sial, sepertinya kita telah dikepung oleh musuh!" kata salah satu Prajurit Iblis yang telah terkepung.
"Jangan takut! Mereka hanya berjumlah belasan orang saja. Jumlah kita jauh lebih banyak dari mereka!" kata Prajurit Iblis yang lainnya.
"Serang!" seru Para Prajurit Iblis.
Kemudian Para Prajurit Iblis pun, langsung maju menyerang Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang mengepung mereka.
Namun karena perbandingan kekuatan yang terlampau jauh, Puluhan Prajurit Iblis dibantai dengan sangat mudahnya oleh Para Prajurit Pasukan Gagak Malam.
Tak hanya dibantai, tetapi Para Prajurit Iblis juga diserap habis oleh Para Prajurit Pasukan Gagak Malam.
Dan tidak butuh waktu lama, Para Prajurit Iblis sudah habis terbantai dan hanya tersisa tiga Prajurit Iblis saja.
Di dalam kondisi terpojok dan dikepung oleh Para Prajurit Pasukan Gagak Malam, salah satu Prajurit Iblis menyuruh dua Prajurit Iblis lainnya untuk kabur. Dengan tujuan, agar dua Prajurit Iblis tersebut dapat melaporkan apa yang terjadi pada atasan mereka.
"Kalian berdua pergilah, dan laporkan hal ini kepada Jenderal!"
"Tapi..., bagaimana denganmu?"
"Aku akan mencoba untuk menahan mereka. Kalian cepatlah pergi, jangan membuang waktu lagi!"
Kemudian dua dari tiga Prajurit Iblis pergi meninggalkan lokasi pertempuran tersebut. Sedangkan satu Prajurit Iblis lainnya akan mencoba untuk menahan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam, agar tidak dapat mengejar kedua temannya.
Hanya dalam waktu beberapa detik, Dua Prajurit Iblis tersebut berhasil melarikan diri sejauh puluhan meter dari lokasi pertempuran.
__ADS_1
Sementara itu, satu Prajurit Iblis yang mencoba menahan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam, tampak sudah dalam kondisi yang sudah benar-benar terpojok dan tidak dapat bertarung lagi.
Dan dalam detik-detik sebelum kematiannya, Prajurit Iblis tersebut mencoba bertanya kepada Para Prajurit Pasukan Gagak Malam.
"Siapa kalian sebenarnya? Kalian bukan dari Ras Siluman, kalian adalah Manusia, mengapa kalian menyerang kami?"
"Oohh... tampaknya kau tidak sebodoh yang kami kira. Tapi maaf, kami tidak bisa memberitahukannya kepadamu!" kata salah satu Prajurit Pasukan Gagak Malam.
Mendengar jawaban itu, maka Prajurit Iblis tersebut menghela nafas untuk yang terakhir kalinya, sambil memejamkan mata dan menundukkan kepalanya.
"SRAAASS!!" suara tebasan pedang menebas tubuh Prajurit Iblis hingga menyemburkan darah ke udara.
Prajurit Pasukan Gagak Malam yang menebas Prajurit Iblis tersebut, kemudian menyimpan pedangnya yang dilumuri banyak darah.
Dan sesaat kemudian Prajurit tersebut dihampiri oleh Evan yang berjalan dari arah belakang.
"Tuan Jenderal, apakah kita benar-benar harus melepaskan dua Prajurit Iblis tadi?" tanya Prajurit tersebut kepada Evan.
"Yah, kita memang harus melepaskan dua Prajurit Iblis itu. Ini adalah salah satu langkah dari rencana ku!" kata Evan sembari tersenyum.
****************
Kota tersebut merupakan sebuah Kota tempat tinggal Para Iblis. Dan Kota itu pula merupakan markas besar Pasukan Iblis yang sedang berperang dengan Pasukan Siluman. Maka dari itu target Perang Pasukan Siluman dan Pasukan Gagak Malam, adalah menaklukkan dan merebut Kota tersebut.
Kemudian seorang Prajurit Iblis yang sedang berjaga di atas benteng pertahanan, seketika merasa terkejut saat melihat dua Prajurit Iblis bergerak menuju ke arah mereka.
"Tuan Jenderal, Pasukan mata-mata telah kembali!" kata Prajurit Iblis tersebut yang kebetulan di sampingnya adalah Jenderal Iblis Penguasa Kota tersebut.
"Tapi sepertinya, mereka hanya kembali dua orang saja. Apakah telah terjadi sesuatu pada mereka?" ucap Prajurit Iblis tersebut lagi.
Melihat itu, Sang Jenderal Iblis pun mengerutkan alis dan keningnya.
"Saat mereka sampai, suruh mereka untuk berjumpa dengan ku!" kata Sang Jenderal Iblis memberi perintah kepada Prajurit yang ada disampingnya.
"Baik Tuan Jenderal!"
Beberapa saat kemudian, dua Prajurit Iblis yang sebelumnya sengaja dilepaskan oleh Evan dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam, kini menghadap Sang Jenderal Iblis pimpinan mereka.
Dua Prajurit Iblis tersebut menceritakan semuanya dengan detail kepada Sang Jenderal Iblis.
Setelah mendengar cerita dari dua Prajuritnya, tampak Sang Jenderal Iblis yang menjadi merasa penasaran, siapakah sekelompok Prajurit Ras manusia yang menyerang Pasukan mata-mata miliknya.
__ADS_1
"Manusia? Apakah mereka adalah Para Prajurit yang berasal dari Provinsi Nanzhou?" pikir Sang Jenderal Iblis mencoba menebak.
"Tapi, sepertinya itu sama sekali tidak mungkin. Jika Nanzhou ingin menyerang, mereka pasti akan menyerang Kota yang ada di perbatasan, yaitu kota yang paling dekat dengan mereka. Dan mereka juga tidak mungkin jauh-jauh datang kesini, hanya membawa belasan Prajurit saja!" pikir Sang Jenderal Iblis lagi.
"Ataukah, mereka bekerjasama dengan Ras Siluman untuk menaklukkan kota ini? Akan tetapi jika ingin bekerjasama, Ratu Siluman pasti tidak akan mungkin menerima mereka yang jumlahnya hanya beberapa orang saja!"
"Atau masih ada Prajurit Manusia lain, selain Prajurit yang menyerang Pasukan mata-mata ku?"
Sang Jenderal Iblis terus mencoba menerka dan menebak, sekelompok mamusia misterius yang menyerang Pasukan mata-mata miliknya.
****************
Pagi hari sebelum matahari terbit, terlihat Evan dan Ratu Yue Xian Ling sedang mempersiapkan Pasukan mereka masing-masing.
Terlihat Ratu Yue Xian Ling yang sedang berjalan bersama dengan Komandan Pasukannya.
Dengan Pakaian tempur yang lengkap, Ratu Yue Xian Ling tampak lebih berwibawa dan perkasa.
"Bagaimana dengan Para Manusia itu, apakah mereka sudah bersiap-siap?" tanya Ratu Yue Xian Ling pada Komandannya.
"Jawab Nyonya Ratu! Para manusia itu kini telah bersiap di luar Perkemahan!"
"Ooh, sepertinya mereka cukup Profesional. Bahkan matahari saja belum terbit, tetapi mereka sudah bersiap dan berkumpul lebih dulu dari pada kita!" kata Ratu Yue Xian Ling sedikit salut pada Evan dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam.
Sementara itu diluar Perkemahan, tampak Evan dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang sedang duduk bersantai di bawah pohon. Dan tidak hanya bersantai saja, tetapi mereka juga makan dan minum dengan tenang.
Dan tentu saja, semua makanan dan minuman yang mereka dapatkan dan nikmati berasal dari Perkemahan Pasukan Siluman.
Tampak Evan yang sedang duduk santai sambil makan daging dibawah sebuah pohon.
"Errggh..." Evan bersendawa karena kekenyangan.
"Haaiiss..., aku kasihan dengan Para Siluman ini. Entah sampai kapan mereka akan dimanfaatkan oleh Tuan Jenderal!" batin Qiu Shen yang sedang berdiri tepat disampingnya Evan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1