
"kau tadi terluka, sebaiknya jangan masuk terlebih dahulu. tunggu kau sudah pulih baru datang kesini lagi" ucap tetua ao ling
"hanya luka kecil, tidak akan bisa menghalangiku" jawab evan
"karena kau sudah bilang begitu, masuklah, janagn sampai mengecewakan aku" ucap tetua ao ling
"terima kasih tetua"
orang orang yang melihat evan sebagai murid luar merasa aneh, dan merekapun penuh dengan tanda tanya
"mengapa seorang murid luar bisa ada disini?"
"bagaimana seorang murid luar bisa ada disini?"
"siapa dia?"
"sepertinya itu orang yang tadi berkelahi dengan Reya"
"apakah dia ingin masuk menara pagoda?"
tetapi disaat evan ingin masuk dia bertabrakan dengan seseorang
"Bruk !!, maaf aku tidak sengaja" ucap evan
"Hei, apa kau berjalan tidak pakai mata?!"
...****************...
"habislah dia, mengapa dia memprovokasi sea lin"
__ADS_1
"yah, dia pasti akan habis. sea lin adalah anak dari tetua kelima long qi dan cucu dari tetua ketiga hang lin"
"apa dia sudah bosan hidup?"
...****************...
-"mengapa hari ini selalu terkena masalah hanya karena tabrakkan yah?. sebaiknya aku jangan menambah masalah lagi" gumam evan yang jengkel
"Maaf, aku sungguh sungguh tidak sengaja. ini sebagai kompensasi dariku" evan memberikan sekantong uang
"hahaha ternyata kau tahu diri jugaa....." ucap sea tetapi belum selesai bicara, dia sudah tidak melihat evan yang tadi dihadapannya
evan masuk ke menara pagoda dua belas dosa.
"ternyata dipagoda ini efek dua kali lebih kuat" gumam evan
karena dia tidak ingin membuang waktunya dia langsung berlari menuju keatas menara pagoda
"apa tadi yang lewat!?"
"sepertinya seseorang murid"
"apa dia tidak khawatir dengan tekanannya?"
"mungkin dia sudah bosan hidup"
evan terus naik hingga sampai kelantai 11, dan dia singgah sebentar. dia melihat ada seorang murid pria yang berlatih disana
-"mengapa ada seorang murid luar disini?" gumam pria tersebut
__ADS_1
"kawan, kau seorang murid luar?"
"iyah, maaf apa aku telah mengganggumu berlatih?, kalau begitu aku akan segera pergi" ucap evan
"kenapa kau bicara seperti itu?, aku cuman bertanya saja, tidak ada maksud lain" ucap pria tersebut
"yah aku seorang murid luar. maaf soalnya sejak dari tadi pagi aku selalu terkena masalah, hanya karena hal sepele" jawab evan
"aku cuman ingin mengingatkan, kalau lantai berikutnya tekanannya akan sangat kuat" ucap pria tersebut mengingatkan
"terima kasih atas perhatiannya, tapi aku tetap akan naik keatas" ucap evan yang bersih keras ingin naik
"kalau begitu semoga beruntung, oh yah siapa namamu?" ucap pria tersebut
"namaku evan, kalau kau?" jawab evan dan balik bertanya
"namaku Luo bai" jawabnya
kemudian evan lanjut untuk naik keatas
"haih..., semoga dia baik baik saja. setidaknya aku sudah mengingatkan" ucap pria tersebut setelah evan pergi
Dan sekarang evan telah sampai kelantai paling atas yaitu lantai dua belas, disitu evam memang merasakam tekanan yang sangat besar dan kuat. namun itu masih belum cukup untuk menjatuhkan evan.
"lumayan, tekanan disini jauh lebih kuat dari yang sebelum sebelumnya" ucap evan
"setidaknya ini tidak menyia nyiakan usahamu, kau sudah bisa mulai berlatih" ucap api
kemudian evan berlatih dilantai tersebut. evan menyerap semua aura spiritual yang ada dimenara pagoda tersebut
__ADS_1
"ini masih belum cukup !, aku harus bisa menembus level dua hari ini, walaupun harus menghisap habis semua kekuatan spiritual yang ada disini !"
Evan terus menyerapnya hingga tubuhnya diselimuti oleh energi aura spiritual