KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 218 : Empat Tunangan?


__ADS_3

"Sudah, tidak usah dipikirkan lagi, kamu berdirilah, aku ingin tanya sesuatu kepadamu!" ujar Evan membantu Yuna Li untuk berdiri.


Kemudian Yuna Li pun berdiri sambil mengucek matanya yang sehabis menangis, Yuna Li berdiri dihadapan Evan.


"Sekarang aku ingin tanya tentang yang kamu katakan tadi, kenapa kamu kabur dari rumah?" tanya Evan kepada Yuna Li.


"Dua hari lalu kasim utusan dari istana kerajaan datang ke kediamanku untuk menyampaikan tihta kaisar bahwa hari ini pangeran Ao Li akan datang ke kediamanku untuk melamar diriku. aku sangat membenci pangeran Ao Li ini karena dia seorang brengsek, maka dari itu aku kabur dari rumah untuk menghindari lamaran pernikahan darinya!" cerita Yuna Li menjawab Evan.


Evan diam sejenak dan berpikir. "Dengan karakter dan sifat Paman Yunfan, dia tidak mungkin akan membiarkan putri kesayangannya untuk menikah dengan si pengkhianat itu (Ao Li), aku rasa disini ada kesalahpahaman!" pikir Evan dalam hatinya.


"Nona Yuna Li, aku rasa nona mungkin telah salah paham dengan ayah nona, aku mengenal baik sifat Jenderal Yunfan Li, dia tidak mungkin akan membiarkan Putri kesayangannya untuk menikah dengan seorang Pria brengsek, walaupun pria itu adalah seorang pangeran sekalipun!" ujar Evan kepada Yuna Li.


"Salah paham?" ucap Yuna Li merasa heran.


"Dari pada kamu bingung lebih baik kita kembali ke kota Siun, bukankah hari ini adalah hari pangeran Ao Li itu datang melamar?, ayo kita pergi melihat kebenarannya, jika memang benar Jenderal Yunfan Li ingin menikahkan putrinya kepada Pangeran Ao Li maka aku berjanji akan membantu kamu agar tidak menikah dengan pangeran Ao Li itu, bagaimanapun caranya!" ujar Evan berjanji pada Yuna Li.


"Tetapi kita tidak saling mengenal, apakah perkataan kamu bisa dipercaya?" tanya Yuna merasa waspada.


"Kamu tenang saja, kamu bisa percaya padaku.., oh tidak! maksudku kami!, kamu bisa percaya pada kami, kamu berdua berjanji!" kata Evan sambil tersenyum.


"Benar, kamu bisa percaya kepada kami!" ujar Tang Chen meyakinkan Yuna Li.


Mendengar itu Yuna Li pun mencoba percaya kepada dua pria asing yang baru saja dia kenali itu.


"Baiklah, aku akan mencoba untuk percaya kepada kalian berdua!" kata Yuna Li mulai tersenyum kembali.


"Tetapi bisakah kita sarapan dulu sebelum kembali ke kota Siun?" pinta Yuna Li kepada Evan.


Singkat cerita mereka bertiga pun telah selesai sarapan dengan memakan buah-buahan, tampak sisa-sisa yang mereka makan berserakan di atas tanah.

__ADS_1


"Kamu sedang kenyang?" tanya Evan pada Yuna Li, Yuna Li tersenyum dan mengangguk menjawab Evan.


"Buah ini sangat ajaib, segar dan enak!, kamu dapat buah-buahan ini dari mana?" tanya Yuna Li merasa takjub dan penasaran.


"Dari suatu tempat yang jauh, kamu tidak perlu tahu, sekarang ayo kita berangkat kembali ke kota Siun!" kata Evan.


Kemudian Evan dan Tang Chen pun langsung pergi dengan cepat meninggalkan Yuna Li, Yuna Li tidak ikut pergi dan hanya diam berdiri sambil melihat Evan dan Tang Chen pergi meninggalkan dirinya.


Namun baru berlari beberapa langkah Evan dan Tang Chen langsung berhenti dan merasa heran melihat bahwa Yuna Li hanya berdiri diam ditempat semula.


"Kenapa kamu tidak ikut pergi?, kenapa kamu hanya diam saja disitu?" tanya Tang Chen dengan suara kuat dan merasa bingung kepada Yuna Li.


"Aku tidak bisa berlari secepat kalian!, tidak bisakah kalian menungguku?, aku bukan kultivator, lariku tidak bisa menyamakan kalian berdua yang larinya seperti petir!" jawab Yuna Li merasa kesal.


"Tang Chen, kamu gendonglah dia!, kita tidak boleh membuang waktu hanya karena menunggu dia!" ujar Evan memerintah Tang Chen.


"Apa!?, menggendong dia?" ucap Tang Chen tersontak kaget mendengar perintah Evan.


"Dan juga bukankah bagus bisa menggendong seorang gadis cantik?" ujar Evan menggoda Tang Chen.


Mendengar itu Tang Chen pun dengan terpaksa menuruti permintaan Evan untuk menggendong Yuna Li.


"Baiklah Baiklah!, aku yang akan menggendong dia!" kata Tang Chen yang Kemudian berjalan menghampiri Yuna Li.


"Hei gadis, orang itu telah menyuruhku untuk menggendongmu, kamu naiklah!" ujar Tang Chen berlutut membelakangi Yuna Li dan bersiap untuk menggendong Yuna Li dipunggungnya.


"Menggendongku?, aku tidak mau!, kamu pasti ingin mengambil keuntungan dariku!" kata Yuna Li merasa waspada pada Tang Chen.


"Cih, siapa yang ingin mengambil kesempatan darimu?, jika kamu tidak mau digendong yasudah jangan malah menuduhku!" kata Tang Chen merasa kesal dan bangkit berdiri kembali.

__ADS_1


"Dasar pria kasar!, siapa juga yang ingin digendong olehmu, aku bisa meminta digendong oleh Topeng Perak!" kata Yuna Li juga merasa kesal pada Tang Chen.


"Heh!, dia tidak akan mau, jika dia mau, dia tidak akan mungkin menyuruhku untuk menggendongmu!" ujar Tang Chen.


"Jika kamu tidak mau digendong olehku tidak apa-apa, justru aku malah merasa senang karena tidak perlu menggendongmu!. aku akan mengingatkan kamu kalau kami berdua tidak akan menunggumu, dan dengan kecepatan berlarinya kami berdua, kamu pasti akan tertinggal jauh, dan aku juga ingin mengingatkan bahwa dihutan ini ada banyak hewan monster dan para bandit hutan!" kata Tang Chen mengingatkan Yuna Li dengan kesal.


Kemudian Tang Chen pun berjalan menjauh dari Yuna Li dan menghampiri Evan kembali, sedangkan Yuna Li merasa kedal mendengarkan perkataan Yang Chen yang sangat sombong.


"Cih!, aku tidak takut dengan para monster itu, aku tidak yakin bahwa si Topeng Perak akan menolak menggendongku jika aku sendiri yang memohon padanya!" pikir Yuna Li.


Disisi lain Tang Chen telah sampai kembali pada Evan dengan raut wajah kesal.


"Gadis itu tidak ingin digendong olehku!, sepertinya dia lebih ingin digendong olehmu dari pada diriku!, humph! dasar gadis yang merepotkan!" kata Tang Chen pada Evan merasa kesal pada Yuna Li.


Kemudian Yuna Li datang kepada Evan untuk meminta Evan agar menggendong dirinya.


"Topeng perak bisakah kamu yang menggendongku?, aku tidak mau digendong oleh dia, aku lebih percaya padamu!" kata Yuna Li membujuk Evan.


"Maaf aku tidak bisa, kamu digendong oleh temanku Tang Chen saja yah, aku percaya padanya kalau dia tidak akan mengambil keuntungan apapun darimu!" kata Evan kepada Yuna Li.


"Kenapa kamu tidak mau?" tanya Yuna Li merasa heran dengan raut wajah memelas.


"Karena aku ada hati yang harus dijaga!, aku sudah punya empat tunangan dan mereka semua sangat pecemburu, jadi aku tidak boleh mendekati wanita lain dan mengecewakan mereka!" jawab Evan dengan jujur.


"Apa!?, Empat Tunangan!?" ucap Yuna Li langsung terkejut seketika mendengar bahwa si Topeng Perak (Evan) telah mempunyai empat tunangan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


...----------------...


......................


__ADS_2